
Imam muda berlengan tunggal itu terlihat terbang menembus kegelapan malam, menuju daerah tepian wilayah utara Benua Silver yang bersalju. Sosoknya dengan cepat lenyap, menyisakan percakapan rasa kagum kaum tentara yang terpesona dengan teknik bela diri nya.
Pada bagian tanah kering yang berbatasan dengan tanah berumput tipis dengan lapisan-lapisan es, di tepian utara - berdirilah satu bangunan benteng besar yang di buat dengan menggunakan kayu-kayu pinus. Tempat itu bernama Benteng Pertahanan, dan itulah tempat yang di tuju imam muda itu.
Si lengan tunggal itu sudah bisa dapat di tebak, adalah Peng Fai Master muda Sekte Pedang Awan. Pada hari-hari belakangan ini, keadaan di Benua Silver memang semakin memanas saja antara tiga wilayah utama. Kaisar Zaho Chi Ming dari Wilayah Timur yang dilanda kemurkaan setelah kematian Putra Mahkota Zhao Sagung, mendapat dukungan dari ahli-ahli dan pasukan dari Wilayah Barat.
Kawasan Gurun Terkutuk yang pada awalnya adalah kawasan tandus tidak menarik, sekarang menjadi tempat perkemahan prajurit dan ahli-ahli beladiri dari tiga kubu besar - Timur, Barat dan Utara. Kekaisaran dan Sekte-sekte besar di Dataran Tengah sendiri hingga saat ini tidak menunjukkan reaksi ketika Kekaisaran Timur meminta mereka bergabung untuk menggempur daerah Utara.
Demikian jugan dengan pihak Kekaisaran di bagian Selatan yang sulit di jangkau itu. Tidak ada respons sama sekali ketika Kaisar Zhao Chi Ming menulis surat meminta dukungan Kaisar Selatan untuk bersama-sama menggempur wilayah utara.
Dari semua wilayah di Benua Silver itu, hanya para praktisi dataran Barat saja yang langsung merenspons ajakan untu beraliansi dengan kawasan Timur. Dibawah pimpinan seorang SAGE level empat - ras iblis bernama Mo Lao Gui, semua praktisi dataran Barat mulai berkemah di Gurun Terkutuk dan pelan-pelan menggempur dan mengganggu perbatasan utara.
Peng Fai terlihat menjejakkan kakinya setelah pernerbangan nya yang cukup lama - dia berdiri diatas jalanan benteng yang sengaja dibuat dikelilingi kayu-kayu membentuk jalanan, guna tugas mata-mata mengawasi kejadian dan tindakan musuh yang terjadi di kejauhan sana.
"Aku ingin mengadakan rapat dengan semua penatua dan semua penatua sekte Pedang Awan kami.
Beritahu juga kepada sekte Aliansi : Sekte Bulan Merah, Sekte Membalikkan Gunung, Sekte Bunga Matahari, Sekte Kuil Keabadian, Akademi Ling Jian dan Sekte Awan Hitam untuk berkumpul di tenda pertempuan. Sekarang !" titah Peng Fai.
Anak-anak muda, muird-murid inti dari Sekte Pedang Awan bergegas - berpencar untuk menjemput Wakil Master Sekte Aliansi Kekaisaran Great Ying itu. Peng Fai saat itu begitu masygul hatinya sekembalinya dari perjalanan itu. Kegiatan mata-mata yang baru saja dilakukannya membuat Peng Fa mendapati kenyataan yang sangat mengejutkan.
Dia tak menyangka kalau Kekaisaran Timur sangat serius menggempur wilayah utara mereka. Dalam kegiatan mata-mata nya tadi dia merekam lekat-lekat di memorynya betapa jumlah 25.000 pasukan tentara kerajaan di boyong dari tempat jauh di Tmur sana, secara khusus di datangkan khusus untuk menghancurkan mereka.
Dia juga menjadi ngeri ketika melihat mesin-mesin perusak pelontar batu-batu raksasa dan mesin panah raksasa - kurang lebih dua puluh mesin yang di boyong dari Timur sana.
******
"Kita harus bersiap-siap meninggalkan benteng pertahanan ini. Kita semua akan tewas percuma jika bertahan dengan jumlah yang minim ini.
Dalam kegiatan mata-mata ku, aku menghitung ada kurang lebih 25.000 kaum tentara Kekaisaran Timur beserta mesin-mesin perusak mereka. Jumlah mengerikan itu belum termasuk jumlah praktisi dari berbagai sekte dan klan yang di bawa dari timur"
Peng Fai melihat satu demi satu wajah enam wakil sekte aliansi itu, dan dia menangkap mikik ngeri yang tergambar di wajah Wakil Master enam sekte lainnya. Kabar-kabar burung banyak sekali beredar yang membuat mental dan rasa percaya diri mereka menjadi down.
Kini pemaparannya tentang hasil kegiatan spionase yang dia lakukan, makin menambah rasa kepanikan di hati orang-orang itu.
"Saat ini, Penatua kami yang bertugas memata-matai jumlah praktisi dan tentara wilayah barat, belum kembali memberi laporannya. Aku tidak tahu berapa jumlah total gabungan antara pasukan wilayah timur dan barat nanti..
Yang pasti jumlah itu akan membengkak dari 25.000 pasukan tentara"
Hening.. semua diam dalam keheningan.
Peng Fai memecah kesunyian.
"Pasukan aliansi kita akan berpindah ke Kota Bintang Pagi, karena di tempat ini dan Kota terdekat bukan lagi tempat yang aman.
__ADS_1
Barisan khusus dari Balai Harta Baru dan tentara Kekaisaran Great Ying telah di kirim ke Kota Bintang Pagi.
Bahkan kabar terbaru menjelaskan kalau bantuan tenaga-tenaga ahli beladiri dari 9 sekte besar Kekaisaran Xue Chang telah menunggu kami dan bergabung di kota itu. Bersama-sama mempertahankan dataran utara ini"
Dengan cepat Peng Fai membubarkan rapat itu. Mereka harus bergerak dengan cepat. Sepeminum teh kemudian dia langsung melihat kemah-kemah untuk tempat tinggal darurat langsung di bongkar. Semua praktisi bergegas meninggalkan benteng pertahanan itu, menuju ke Kota Bintang Pagi.
Peng Fai setelah rapat penting tadi, kini berjalan mondar-mandir diatas jalan dari kayu yang di buat diatas benteng pertahanan mereka. Dia memandang jauh-jauh ke arah Barat, yang tidak terlihat kegiatan apapun selain penampakan Gurun Terkutuk yang tidak habis-habis nya.
Angin malam gurun yang dingin menghantam benteng kayu itu, Peng Fai merasa kulit-kulit nya serasa rontok - gemetar. Meskipun dia seorang ahli di ranah SAINT, namun Peng Fai gemetar.
Dia tengah ketakutan karena Penatua Sekte Pedang Awan mereka "Fen Ying" hingga saat ini belum juga kembali ke benteng.
"Fen Ying.. semoga anda baik-baik saja. Ku dengar kabar, di Barat sana mereka memiliki satu praktisi di ranah SAGE level empat. Semoga anda tidak berjumpa SAGE itu"
"Meskipun kini kamu telah menerobos ke ranah SAGE level tiga, akan tetapi tingkatan anda itu masih belum stabil.
Aku akan berdosa terhadap Saudara Yong jika terjadi apa-apa dengan kamu" Peng Fai membatin gelisah sambil matanya memandang jauh ke arah barat.
***
Di Gurun Terkutuk yang tidak jauh dari kemah kaum tentara dan ahli-ahli beladiri dataran barat..
Seorang perempuan dalam balutan jubah besar bersulamkan Pedang dan Awan terlihat melayang di udara.
Ketika orang memperhatikan dengan jeli pada tangannya yang putih bersinar seperti salju memang usianya akan langsung terbaca masih usia muda - yang tengah menggenggam pedang dan menunjuk ke kapal roh yang melayang tidak jauh dari dia. Perempuan itu juga mengenakan topeng kayu yang jelek - berniat menyembunyikan wajah asli nya.
"Aku tidak menyangka kalau di Utara sana, kalian juga memiliki ahli yang berada di ranah SAGE" kata seorang pria berwajah jelek - dengan dua tanduk kecil yang menyundul diatas kepalanya dari arah kapal roh di depan perempuan itu.
"Sepengetahuanku, kalian orang-orang utara sana adalah kaum yang tertinggal dan bar-bar. Beruntung sekali Sekte Pedang Awan anda memiliki seorang ahli SAGE semuda ini" pungkas pria bertanduk itu.
Perempuan yang mengenakan topeng itu seketika menjadi marah. Kata nya,
"Mo Lao Gui... Penatua Sekte Pedang Awan ini tidak akan melupakan ras kamu yang datang menyerang kami di utara sana puluhan tahun lalu.
Ketika perang terjadi saat itu aku tidak akan pernah melupakan ketika kakek saya tewas akibat penyerangan ras iblis anda. Oke ketika itu kami masih awan dengan berbagai teknik dan pil-pil bermanfaat. Tapi lihatlah sekarang...
Adapun anda sedemikian tinggi menilai diri sendiri dan wilayah barat kamu, sampai-sampai tidak pernah akan memperkirakan ahli-ahli di utara sana telah berkembang sangat maju dengan pesat dengan teknik-teknik modern" jawab perempuan bertopeng itu sengit. Lanjutnya..
"Aku menjadi bertanya-tanya.. apakah SAGE level empat yang di dengung-dengungkan orang-orang dari Barat sini adalah seseorang yang memiliki keahlian mumpuni? Apa kamu berani untuk bertukar pedang dengan ku?" perempuan itu kembali menunjuk kapal dengan pedang yang terhunus. Lanjutnya..
"Waktu telah berlalu dengan cepat. Kejayaan kalian di Barat ini telah lewat di makan waktu. Kini saat nya kejayaan dan keagungan akan menjadi milik kami orang-orang utara" jawab perempuan bertopeng itu dengan nada menghina.
Mao Lao Gui seketika langsung terpancing dengan kata-kata provokasi perempuan bertopeng itu. Tiga belati panjang yang terbuat dari besi pilihan lantas muncul di antara kepalan tinjunya, membentuk pisau melengkungseperti cakar dalam balutan warna hitam kelam..
__ADS_1
"Mari kita buktikan siapa yang terkuat diantara kami berdua. Aku tak sabar untuk menikmati tubuh indahmu ketika nanti kamu bertekuk lutut di kaki SAGE ini - bocah kecil !" tawa mesum lantas keluar dari mulut sesepuh ras iblis itu.
Kini keadaan terbalik menjadi marah karena terhina dan direndahkan, perempuan bertopeng - berkultivasi SAGE level tiga itu lantas mengayunkan pedang di tangannya.
Brrrt !
Lima energi berwarna perak meluncur cepat dengan kekuatan penuh kearah Mao Lao Gui. Mao Lao Gui membuka tangan kirinya yang lantas mengerluarkan kepulan asap hitam berbentuk tengkorak berlari cepat menggulung lima energi pedang.
Wush !
Energi perak itu terperangkap di dalam gulungan asap, tidak dapat keluar sehingga membuat Mo Lao Gu tertawa senang..
"Ternyata keahlian SAGE dari utara itu hanya sedemikian rendah" ejeknya. Mo Lao Gui sudah merasa diatas angin pada bentrokan pertama.
Perempuan bertopeng mendengus dingin. Suaranya halus namun terdengar mengerikan..
"Jangan terlalu cepat gembira iblis" Katanya. Jari tangannya lalu dengan halus menjentikan sesuatu kearah gulungan asap tengkorak yang membuat tabir menyekap lima energi pedangnya.
Blam !
Ledakan kecil terjadi di susul lompatan bintang-bintang dengan sudut yang runcing keluar dari dalam asap, mengikis dan memusnahkan asap tebal itu. Cepat - sangat cepat gerakan bintang-bintang, secepat peluru.
"Pergi !" raung perempuan itu.
Pecahan energi pedang yang kini berubah menjadi ribuan bintang-bintang kecil - serupa senjata rahasia, seketika meluncur secepat hantu, berhamburan brutal ke arah kapal roh itu.
"Awas senjata rahasia" teriak Mao Lao Gu
"Arrgh..." jeritan ketakutan.
Tubuh sesepuh iblis itu denganrefleks terbang keangkasa dalam gerakan berputar-putar. Namun nasib tidak berpihak kepada praktisi-praktisi lainnya. Banyak praktisi dari ras iblis dan praktisi aliansi barat di dalam kapal. Menjerit ngeri ketika ajal menjemput.
Bintang-bintang itu meledak seperti bom kecil - bintang-bintang hasil metamorfosisi dengan katalis yang di lempar tadi, mengubah energi pedang menjadi senjata seperti bom - mengoyak, membakar dan memutilasi banyak orang.
Duar - duar - duar ! Di susul lolongan pedih.
Mao Lao Gui menatap nanar ketika melihat sebagian anggota ras iblis nya mati terpanggang dalam ledakan atau tercacah seperti termutilasi.
Dengan luapan amarah yang sangat besar, belati menyerupai cakarnya mengunci perempuan itu dan menerjang ganas..
"Aku akan membunuh mu perempuan jal***g"
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...