
“Baiklah semuanya, aku yang tua ini merasa tim ini telah lengkap. Perjalanan ke Ibukota akan dimulai… perlu diketahui jarak dari Sekte kita ke Ibukota memakan waktu 5 hari perjalanan jika menggunakan alat transportasi Hewan Ajaib terbang (Magical beast)"
"Untuk perjalanan kita kali ini Hewan Ajaib terbang bernama Si Mata Biru yang akan mengantarkan kita ke Kota Azalea. Si Mata Biru adalah Hewan Ajaib terbang terbaik yang sekte kita. Dia mampu menempuh perjalanan jarak jauh tanpa henti selama 5 hari penerbangan”
Penatua DU Weiheng menjelaskan prosedur yang akan mereka jalani dalam perjalanan ini.
Tidak berapa lama terdengar kepakan sayap yang sangat keras disusul angin yang kencang menerpa mereka yang berdiri di spot penjemputan Hewan ajaib itu. Lalu kemudian disusul dengan kemunculan seekor burung elang yang sangat besar dari angkasa.
Ketika elang besar itu mendarat, Wang Yong memperkirakan panjang badan burung itu berkisar 30 meter. Diatas badan burung itu terdapat semacam rumah kecil yang terdiri dari kayu. Didalam rumah kecil itu terdapat beberapa sekat yang membentuk bilik-bilik kecil untuk tempat beristirahat semua penumpang selama Hewan Ajaib itu melakukan perjalanan.
Jika diperhatikan, mata Burung Elang Ajaib itu terlihat berwarna sangat kebiruan bagaikan warna biru air yang mengalir di sungai jernih yang dalam. Semua anggota tim langsung menaiki Si Mata Biru, yang kemudian dengan sekali kepakan sayapnya yang sangat lebar, burung itu langsung mengangkasa membawa semua peserta dan tim ke arah Kota Azalea.
*******
Perjalanan panjang menuju Ibukota Azalea telah di mulai. Semua orang berada di dalam bilik masing-masing sibuk untuk berkultivasi.
Si Mata Biru membuktikan kemampuannya dengan melayang di udara tanpa istirahat … bahkan dia sama sekali tidak tebeban ketika mengangkut penumpang berjumlah 9 orang itu. Posisinya terbangnya tetap stabil … melayang tenang menuju ibukota kekaisaran.
Memasuki hari keempat perjalanan melalui udara itu, rasa bosan mulai tumbuh di hati orang-orang muda tersebut. Wang Yong, Fenying, Peng Fai dan Lin Hong keluar dari bilik mereka lalu kemudian lalu kemudian mereka terlibat didalam perbincangan seru saling berdiskusi entang Teknik pedang.
Sementara diskusi antar ke empat remaja itu terjadi, tiba-tiba Wang Yong mendapati sebuah ide Ketika melihat si Mata Biru yang tengah terbang melayang. Terlihat angin dari arah depan menerpa Si Mata Biru namun dia tidak goyah sedikitpun. Yang ada malahan angin tersebut dengan mudah di manipulasi oleh si Mata Biru sehingga terlihat angin itu mengalir melewati sayapnya, lalu kemudian dia memanfaatkan energy angin yang begitu besar sehingga diri serta barang bawaannya terdorong lebih kencang kedepan. Suatu Teknik yang alamiah milik si Mata Biru yang memberi inspirasi ke Wang Yong.
Wang Yong lalu melompat ke hamparan udara yang terbentang didepan matanya, dan dengan pengerahan energy metal dibenaknya, dia menyentuh sensor mekanis keempat baling-baling dijubah. Tubuhnya kemudian meluncur dan terbang di udara. Terbang tepat nya disisi Si Mata Biru. Hewan Ajaib (magical beast ) itu terlihat melirik kearahnya, namun tidak melakukan apa-apa selain terbang dengan kecepatan yang stabil.
__ADS_1
Dalam kondisi tubuh melayang di udara, mengalir mengikuti si mata biru, Wang Yong mulai mempraktekkan pemamfaatn tekanan angin dari depan, kemudian disalurkan ke kedua tangannya yang membentang. Lalu tekanan itu mengalir turun turun kearah jubahnya yang mengembang… kecepatan terbangnya langsung menjadi stabil ketika mengikuti Teknik yang dia pelajari dari si mata biru. Bahkan dengan melakukan tindakan teknik si Mata Biru, Wang Yong sama sekali tdak membutuhkan pengeluaran energy Qi yang besar untuk mempertahankan tubuh melayang dengan kecepatan seperti itu.
Sementara dalam posisi terbang yang stabil dan khusuk itu, Wang Yong kemudian memayangkan semua Teknik pedang yang dia miliki. Bayangan pertama yang muncul dibenaknya adalah Teknik Pedang Seribu hujaman Pedang disusul Teknik Jendral Perang Menghujam Pedang sampai ke Teknik Melukis Nirwana dan Hati Semurni Teratai Salju.
Ide baru muncul didalam hatinya. Bagaimana jseandainya ika dia mengeksekusi semua Teknik pedangnya dalam posisi terbang seperti ini, ketika dia sedang terbang melayang sambil menantang tekanan angin dari depan.
Satu demi satu Teknik pedang itu dia ekseskusi dalam posisi terbang, tangannya terkadang terlihat anak remaja itu seperti mencoret-coret udara didepannya dengan menggunakan Pedang. Di ulangi dan kemudian dia mengulangi semua gerakan Teknik pedangnya.
Pada awalnya tangannya terasa sangat bergetar dan timbul rasa kesemutan ketika dia mencoba melakukan semua gerakan pedang melawan derasnya terpaan angin dari depan.
Satu jam kemudian dia telah mampu mengeksekusi semua Teknik pedangnya dengan sangat lancar dan tidak terpengaruh terpaan angin dingin itu. Bahkan setelah itu, dia mulai memasuki tahap mampu melakukan semua Gerakan pedang dengan menutup mata, tanpa melihat apapun namun tangannya bergerak mencoret-coret dengan irama Gerakan pedang. Posisi terbangnya tetap stabil meski dia mempraktekan teknik-teknik pedang itu.
Semakin lama gerakannya semakin lancar dan semakin cepat. Saat ini dia memulai untuk melakukan teknik penggunaan energy membentuk pedang, yaitu mewarnai nirwana. Kejadian yang sama dengan kejadian awal.
Setelah mencoba tiada henti tanpa putus asa, maka dua jam kemudian dia berhasil membentuk lima helai Qi pedang. helai itu muncul diujung pedang lalu kemudian sesuai perintah pedang utamanya.
Semakin lama semakin lancar dia memahami semua teknik pedang ketika dia mempraktekkan Seni Pedang Melukis Nirwana. Ketika semakin memahami arti pedang dan kumpulan seni pedang dalam kondisi tubuh dibawah tekanan, Wang Yong saat itu mulai memasuki keadaan trance (kesurupan pedang).
Dia bahkan mampu mampu membuat lima helai Qi pedang melayang-layang sesuai keinginannya. Ketika benak nya memerintahkan agar helai Qi itu menari-nari, terlihat kelima helai Qi pedang itu menari-nari diudara. Indah sekali dipandang ketika lima helai Qi pedang berwarna dasar gradasi putih berkilauan kristal. Meski indah dilihat, semua Qi pedang berwarna cantik namun misterius itu sangatlah berbahaya dan mematikan. Benaknya memerintahkan Qi pedang untuk terbang bersamaan, mengikuti dirinya sehingga jika dilihat dari kejauhan, remaja itu seakan di kawal oleh lima Qi pedang yang berwarna putih kristal 5 gradasi.
“Niat Pedang Tingkat Dua”
Wang Yong merasa sangat gembira Ketika dia dalam keadaan trance (kesurupan) tadi, pemahaman baru dari Niat Pedang telah dia kuasai. Pemahaman Niat Pedang level dua yang sangat menggentarkan. Tidak terjadi fenomena apapun karena level dua ini masih dalam tahap Niat Pedang Awal (sebagai catatan pengingat bahwa Niat Pedang Awal ini terdiri dari 3 level).
__ADS_1
*********
Di ibuKota Kekaisaran Great Ying yaitu Kota Azalea yang Agung, keadaan dalam kota besar itu benar-benar sangatlah ramai. Kesibukan ala kota besar terlihat juga disana, mulai dari kegiatan ekonomi hingga kegiatan polotik pihak-pihak kerajaan, semua mewarnai Kota Azalea.
Dan tidak kalah sibuknya dengan semua itu, adalah alun-alun di Kota Azalea yang sejak pagi hari sudah dibanjiri oleh berbagai kalangan penonton yang sengaja menunggu di alun-alun kota untuk melihat keramaian yaitu kedatangan tamu-tamu dari tujuh sekte besar itu.
Sebutan sebagai "Jenius" di seluruh Kekaisaran Great Ying ini benar-benar mampu membuat animo masyarakat di Kota Azalea terbakar. Seperti apakah penampakan masing-masing jenius itu? Atau ada yang berpikir… apakah terdapat pemuda yang gagah dan nantinya akan tertarik dengan putriku ketika aku perkenalkan?
Dan tidak kalah banyaknya adalah klan-klan top yang besar di ibukota turut hadir menantikan kedatangan para peserta turnamen. Niat mereka adalah merekrut jenius tersebut untuk menjadi anggota klan mereka dengan iming-iming kemewahan dan wanita yang menarik. Jika jenius itu bergabung di klan mereka, bukankah akan menambah wibawa klan mereka di ibukota, sehingga posisi klan mereka akan lebil stabil karena memiliki anggota penyandang Gelar salah satu jenius di Kekaisaran Great Ying.
Sementara itu, ditengah-tengah alun-alun terdapat sebuah batu besar yang tergantung diatas dua buah tiang yang aneh. Batu itu bukanlah batu sembarangan karna itu adalah untuk alat pengukur kekuatan dan tingkat kultivasi seseorang.
Ketika cultivator mengirimkan pukulan pedang kearah batu besar itu, maka secara otomatis batu itu akan menghitung dan menampilkan seberapa besar kemampuan kekuatan Qi dan pada ranah apa tingkat kultivasi cultivator tersebut.
Disamping batu besar itu terdapat spot berbentuk bulat yang luas dimana ada empat orang penjaga yaitu tentara kerajaan yang jika diperhatikan rata-rata mereka berada di ranah Alam Kondensasi Roh 1 dan 2.
Keterangan untuk spot bulat yang dijaga oleh 4 prajurit itu merupakan spot teleportasi kedatangan semua peserta Turnament beserta Master dan tetua sekte mereka.
Disebabkan terdapat aturan tentang pelarangan untuk terbang didalam kota, maka semua kendaraan Hewan Ajaib yang dipakai sekte-sekte peserta Turnamen diharuskan mendarat di luar Kota Azalea sekitar 50 km dari kota.
Di tempat pendaratan itu telah tersedia para Ahli Penjinak Hewan Ajaib (Tammers) yang akan merawat mereka. Sedangkan para peserta tournament beserta tim dapat memasuki alat teleportasi disitu untuk kemudian berpindah secara teleportasi di alun-alun Kota Azalea.
*Bersambung*
__ADS_1