Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Nyanyian Pemikat Jiwa


__ADS_3


“Kamu hanya sebuah ilusi..!!” bentak Sima Yong. Mata nya menyala, lalu kemudian dengan merapalkan mantra, sebuah lingkaran hitam besar berdiameter du meter muncul didepan Sima Yong. Tangannya dengan sekali lambaian mendorong lingkaran hitam tersebut kedepan dan kembali terdengar bentakannya.


“100 kesengsaraan Samsara !!” ternyata bentakan itu adalah sebuah serangan yang mengandung Niat Jiwa. Niat jiwa adalah kekuatan seni serangan jiwa yang paling tinggi dari semua Teknik serangan jiwa. Didalam Niat serangan jiwa ini mengandung esensi paling tinggi dalam seni serangan jiwa.


Lingkaran hitam tersebut makin membesar, lalu dengan rakus melahap kepiting raksasa yang mencoba menyerang Sima Yong. Tidak berhenti sampai disitu. Lingkaran hitam itu dengan cepat menelan domain horoskop yang kini terlihat memudar.


Domain Horoskop yang dibuat Patriak Centarus bernama Parivarako Pramukha adalah Teknik tertinggi yang dipahami oleh kaum centaurus. Namun Teknik domain horoskop itu memudar ketika berhadapan dengan Teknik 100 Kesengsaraan Samsara. Kejadi itu berlangsung sangat cepat.


Parivarako Pramukha yang terlihat melompat dan menerjang kearah mana Sima Yong tadinya terkurung domain horoskop… kini tubuhnya tampak telah tertutup lingkaran hitam. Ketika benak centaurus itu tersentuh lingkaran hitam, Patriak centaurus itu seketika melihat ilusi serupa ketika dia berusia 7 tahun.


Kisah demi kisah muncul di hadapannya. Dan semua bayang pengulangan kisah hidup itu tidak ada yang membawa aura kebahagiaan. Semua adalah kisah kesengsaraan didalam hidupnya. Masa kecil melarikan diri Bersama-sama kaum centaurus untuk menghindar dari perburuan monster legendaris, lalu berubah pemandangan ketika dia berada dipelukan ibunya, lalu kemudian dia melihat pembantaian ibunya oleh monster legendaris di Hutan Terlarang….


Parivarako Pramukha mencoba melawan 100 Samsara menggunakan kekuatan jiwa. Dia tahu bahwa semua penampakan ini adalah serangan balasan kekuatan jiwa pria berambut kelabu itu.


Ketika Parivarako Pramukha mencoba melawan 100 Samsara dengan kekuatan jiwa miliknya, tidak sampai hitungan lima detik, centaurus itu merasa pusing. Dunia terasa berputar dan Kembali kisah kesangsaraan mengejar dirinya. Dia tak kuasa menerima takdir 100 Samsara.


Sebuah Niat Jiwa bukanlah tandingan yang dapat dihadapi patriak centaurus itu. Kemampuan jiwanya belum mencapai taraf yang mampu bertahan terhadap Niat Jiwa.


“Tidaakk….. ini hanya sebuah ilusi” dia masih berteriak mencoba melawan.


Detik berikutnya Parivarako Pramukha memuntahkan seteguk darah. Tatapannya kini berubah menjadi kosong.  Jika dibiarkan lebih lanjut, centaurus itu pasti akan menjadi gila.


“aku menyerah.. ampuni aku… “ disela-sela bayangan kesengsaraan yang melanda ingatannya, dia masih menyisakan setitik kesadaran dan mengucapkan kata-kata menyerah. Wajah centaurus itu sepucat kertas.


“Patriak..” pengikut centaurus lainnya yang menonton duel itu hanya dapat berseru dengan nada kuatir. Mereka amat kuatir, namun mereka tidak berani membantu. Sifat Parivarako Pramukha adalah sosok yang angkuh. Dia tidak pernah mengijinkan siapapun membantunya didalam sebuah pertempuran seperti itu.


Merasa tidak memiliki permusuhan dengan Patriak Kaum Centaurus itu, Sima Yong menarik serangan 100 Kesengsaraan Samsara.


“Kembali…”


Centaurus itu memuntahkan seteguk darah lagi. Meskipun dia memiliki kekuatan seorang praktisi Alam Tanpa Batas, namun ketika melakukan pertempuran dengan kekuatan jiwa, dirinya tidak berarti sama sekali dihadapan Teknik 100 kesengsaraan Samsara.


Setelah menarik serangan 100 Kesengsaraan Samsara, yang man itu berarti sebuah pengampunan atas duel yang terjadi… Sima Yong dengan dingin berkata…


“Kompensasi !!!. Aku menginginkan kompensasi. Anda telah membuang waktuku dan menghambat rencana perjalananku”


Sima Yong kemudian melambaikan tangan. Cincin tata ruang centaurus itu terenggut dan langsung berada dalam genggaman tangan Sima Yong.


“Kamu… “ centaurus itu tidak dapat melanjutkan kata-kata. Dia masih merasa lemas. Sepertinya dia harus beristirahat beberapa waktu di tempat peristirahatan sebelum menjadi pulih seperti semula.


Dengan dingin Sima Yong berkata,

__ADS_1


“Sebenarnya anda seharusnya sudah mati. Minimal kehilangan ingatan. Cincin tata ruang ini tidak ada artinya dibanding nyawa anda. Dan ini adalah kompensasi yang pantas untuk selembar nyawa anda, Patriak kaum Centaurus !!”


Kaum centaurus buru-buru datang membantu patriak mereka, setelah Parivarako Pramukha memberi kode untuk menolongnya. Salah satu diantara centaurus itu terlihat mengucapkan mantra dan memberi obat kepada Patriak mereka. Sepertinya centaurus itu adalah alkemis atau dukun. Salah satu kemampuan kaum centaurus adalah ahli dalam bidang alkimia atau ilmu perbintangan (array atau sihir).


Dengan tatapan penuh dendam, rombongan centaurus itu menatap Sima Yong lalu pergi. Setelah rombongan centaurus itu pergi Sima Yong menyentuh cincin itu dengan menggunakan benak, dan memeriksa isi didalam cincin itu. Hatinya menjadi bersuka cita Ketika melihat apa yang berada didalam cincin tersebut. Patriak kaum centaurus itu amatlah kaya…


“Ini adalah salinan Teknik alkimia dan kedokteran…berikutnya salinan tentang ilmu perbintangan, berikutnya Salinan Teknik memanah dan… sebuah ini adalah Salinan  Teknik permainan musik peringkat jiwa?? “ Sima Yong semakin bersorak dalam hati.


“Dan masih banyak lagi sumber daya batu-batuan berharga (berguna untuk pembuatan array) dan herbal obat (medis) maupun bahan-bahan herbal sumberdaya kegunaan alkimia lainnya. Aku Kaya…”


“ini adalah sebuah panen besar. Mengenai Salinan Teknik music peringkat jiwa… hmm rasanya sudah terlalu lama peringkat kekuatan jiwa ku terhenti di Peringkat Surgawi level tiga. Dengan salinan Teknik music peringkat jiwa aku dapat mengolah kekuatan jiwa untuk menembus peringkat Kekuatan Jiwa Saint. Aku beruntung di panen kali ini” Sima Yong semakin cerah tersenyum dalam rasa senang.


Dia memutar badannya dan berkata kepada Tang Yuwen,


“Saudara Yuwen… Teknik memanah ini sepertinya cocok untuk anda. Akan kuhadiahi Teknik  ini untuk anda….” Namun yang dia lihat di bibir pantai danau itu keadaan kosong. Sepi tiada seorang pun. Wajah Sima Yong langsung berubah. Keempat kawannya pergi kemana? Mengapa pantai Danau Saitana Pari ini kosong?? Tanya dia didalam hati.


“Apakah terjadi sesuatu Ketika aku fokus bertempur dengan kekuatan jiwa tadi?” Sima Yong menjadi panik. Kembali dirinya mencoba memikirkan Kembali kejadian dari awal.


“Rasanya tidak mungkin jika ini pekerjaan gerombolan centaurus tadi. Geromboloan mereka jelas-jelas berdiri dihadapanku saat bertempur tadi. Tidak mungkin aku tidak melihat jika benar mereka telah menyergap keempat temanku tanpa aku ketahui” Sima Yong menjadi gelisah. Memang keempat orang itu menghilang secara Ajaib, bahkan untuk meninggalkan sekedar pesan di slip giok komunikasi pun tiada petunjuk.


Saat itu mata Sima Yong melihat petunjuk empat batang pohon seperti baru saja ditebang. Daun-daun berserakan disepanjang pantai danau. Petunjuk itu kini menimbulkan pertanyaan di hatinya.


“Apakah mereka berempat yang memotong pohon itu? Jika benar demikian, untuk apakah kegunaannya pohon-pohon tersebut??” Sima Yong semakin penasaran dan bertanya-tanya dalam hati. Tidak ada jawaban masuk akal yang dia dapat simpulkan  untuk menjawab petunjuk pohon ditebang tersebut.


Sementara waktu mulai beranjak senja. Cahaya matahari dengan sendirinya semakin memudar. Langit berubah menjadi berwarna jingga, dan pemandangan itu sangat indah dipandang ketika dua matahari Benua Penyaringan itu terbenam. Sayup-sayup diantara pemandangan dramatis itu terdengar suara nyanyian merdu yang serasa bagaikan mantra membetot sukma.


Meskipun itu hanya sayup-sayup, namun dia tahu. Bagi seorang praktisi Pemusik Kematian atau Penari Jiwa, mereka akan membuat irama yang mendayu-dayu seperti itu ketika sedang berusaha memikat ahli yang juga memiliki kekuatan jiwa tinggi. Tiba-tiba dia memikirkan sesuatu...


“Siren itu???”


“Celaka…”


Sima Yong tercekat hatinya setelah mendengar nyanyian pembetot sukma yang semakin mendayu-dayu itu. Dengan Gerakan cepat dia menebas sebatang pohon yang memiliki batang seukuran badan orang dewasa. Di hempaskannya batang pohon yang telah di potong rata itu kedalam air. Sambil berdiri diatas batang pohon itu, tubuh Sima Yong melaju didalam air menuju kemana suara nyanyian itu terdengar…..


******


   Saat itu, Ketika Sima Yong sementara bertarung melawan Patriak Ras Centaurus itu, Tang Yuwen sedang bermeditasi untuk menenangkan jiwa nya dari pesona dan daya pikat nyanyian Siren yang sayup-sayup terdengar. Akan tetapi Tang Yuwen merasakan sebuah tekanan yang amat besar semakin hari semakin menekan didalam jiwa nya.


Dia merasakan perasaan yang hampa dan kerinduan dalam yang tidak secara jelas ditujukan kepada siapa rasa hampa itu. Dan… secara perlahan Tang Yuwen merasakan sepertinya didalam nyanyian siren, terdapat makna yang mengandung bisikan mesra. Itu ibaratnya seperti seseorang berbisik langsung ketelinganya. Suara bisikan itu menimbulkan rasa yang nyaman di hati Tang Yuwen.


“Kemarilah… dan bersenang-senang denganku. Jangan biarkan aku sepi sendiri…” Tang Yuwen langsung merasa hatinya pedih. Suara bisikan itu terasa bagaikan suara seseorang yang telah dirindukannya siang dan malam tanpa henti.  Hasrat hati sangat ingin berjumpa pemilik suara itu. Hati Tang Yuwen seketika goyah…


“Aku akan pergi menemuimu…” bisik Tang Yuwen dengan mata berbinar, lalu berubah menjadi tatapan kosong. Dengan pikiran yang hanya fokus kepada suara merdu itu… Tang Yuwen memotong sebatang pohon ukuran badan orang dewasa lalu dengan menggunakan batang pohon itu sebagai pijakan. Lalu tubuhnya melaju dalam air diatas batang pohon, pergi menemui kekasih yang merindukannya, yaitu suara bisikan siren.

__ADS_1


“Tunggu kedatanganku…” bisik Tang Yuwen dengan mata berkaca-kaca.


******


   Jika Tang Yuwen merasakan suara yang memanggilnya adalah kekasih wanitanya,… Niryadi sebaliknya. Gadis judade itu telah terkena pesona siren dimana suara yang membujuknya adalah suara laki-laki muda. Niryadi dalam pandangan kosong karena terkena irama pemikat jiwa itu menebas sebatang pohon lalu menggunakannya sebagai alat transportasi menemui suara yang kekasih jiwa itu.


Bukan hanyaTang Yuwen dan Niryadi saja yang terkena pesona irama jiwa siren. Hattaudha pun telah masuk kedalam perangkap Siren dimana tidak menunggu lama, judade pria itu telah berada diatas sebatang pohon yang di  tebang, dan melaju didalam air menuju suara kekasih pemikat jiwanya.


Berbeda dengan tiga orang temannya itu. Ye Bing Qing sebelum terpikat oleh pesona seni musik jiwa itu, sempat melakukan pertempuran didalam jiwanya. Sebagai keturunan jingling yang cukup mahir didalam ilmu sihir, dia tentu saja memiliki kemampuan untuk bertahan. Akan tetapi lima detik kemudian, Ye Bing Qing telihat menumpahkan seteguk darah yang mana menunjukkan dirinya kalah dalam pertempuran itu.


Ye  Bing Qing kemudian merasa dirinya di tawan oleh suara pemikat jiwa, dan bagaikan robot gadis jingling itu menebas batang pohon lainnya, lalu menyusul tiga temannya yang telah terlebih dahulu melaju dalam air menuju suara Siren itu.


Dua menit kemudian setelah keempat praktisi itu menghilang dari pandangan mata, Sima Yong menyelesaikan pertempurannya melawan Patriak Centaurus. Keadaan menjadi hening setelahnya. Tidak ada yang tersisa, kecuali jejak bekas orang pernah menebas pohon yang menyisakan daun datang ranting berserakan di pinggir pantai…..


Sayup-sayup diantara angin malam dan debur ombak, terdengar suara nyanyian kelompok siren yang penuh rayuan…. Orang akan merinding jika mengetahui nyanyian itu pada kenyataannya dinyanyikan oleh sekelompok manusia berwajah cantik  dan berwajah tampan, duduk diantara batu karang di tengah danau yang menyerupai lautan itu. Dan anehnya bagian kaki kebawah mereka; sosok yang menawan itu menyerupai ekor ikan.. itu adalah ikan yang amat besar.……


Wahai pahlawanku yang perkasa


Beribu tahun lamanya aku menantimu


Hati initerasa amatlah pilu


Mengingat akan dirimu yang tiada jua datang menengok


Hanya deru angin dan debur ombak semata


Membuat aku dengan setia menantimu


Pasir pantai dan tebing karang jadi saksi


Betapa hati amat merindu bayang mu.


Wahai angin bawalah kabar padanya


Katakan bahwa jiwa ini tak sabar lagi menunggu


Katakan aku memanggilnya untuk bertemu


Di tepikarang dan diantara debur ombak ini


*Bersambung*


**   Dear readers\, jika menanyakan sesuatu\, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.**

__ADS_1


**   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini\, jangan lupa di like\, sekedar komen dan vote.**


**   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit\, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.**


__ADS_2