
Masih dengan mendung di tempatku ketika bab ini aku ketik. sekedar menjelaskan, Pegasus adalah mahluk mitos berbentuk kuda dan memiliki sayap. gorgon juga mahluk mitos keluarga dari kaum sejenis yaitu medusa yg berbadan ular dan dapat membekukan orang menjadi batu. Selamat menikmati bab ini, jang lupa untuk tepat Favorit, bantu like dan bantu komen positif. terima kasih
************
Menjelang siang, Ketika dua Matahari telah bersinar dengan teriknya… lima sosok bayangan terlihat berlari dan melompat melintasi tanah bebatuan dipulau Rahasya Dvipa itu. Makin kedalam bagian pulau semakin tinggi dan terjal bebatuan di gunung yang mereka daki itu. Namun meskipun terjal hal itu tidak menghalangi kemampuan lima sosok tersebut untuk melompat naik di jurang yang curam dan terjal itu.
Pulau Rahasya Dvipa adalah pulau yang aneh. Meskipun pulau tersebut tidak terlalu besar, namun Ketika orang mamasuki pulau itu, maka hal yang dilakukan adalah harus mendaki di jurang yang terjal untuk dapat mencapai bagian tengah pulau. Ya benar sekali. Pulau itu terdiri dari sebuah gunung tinggi dan terjal.
Ketika Sima Yong Bersama keempat temannya melompat menggunakan kemampuan meringankan tubuh, suara pancaran transmisi tertangkap dan terdengar odi telinga Sima Yong.
“Mahluk lemah… apakah kamu datang kemari untuk menantang kaum gorgon? Kamu hanya datang membuang nyawa dengan sia-sia” suara itu terdengar mengejek…
Sima Yong tidak terlalu merasa kaget Ketika sebuah suara tiba-tiba dikirm dengan transmisi dan berbicara kepadanya. Keajaiban dunia magic di Kawasan Hutan Terlarang ini telah membuatnya menjadi terbiasa.
“Siapa kamu? dan apa urusan kamu untuk menanyakan apa keperluanku??” sambil terus melompat menaiki gunung terjal itu.
“Heh… kamu akan gemetar jika mengetahui siapa aku” dengan sombong suara itu terus berbisik di telinga Sima Yong.
“Tidak perlu lagi kamu mengirim transmisi padaku. Aku tidak berminat untuk mengetahui siapa kamu”
Suara itu terdiam sejenak, lalu kemudian dia berbisik lagi.
“Apakah kamu pernah mendengar kisah mahluk mitos yang dikenal dengan sebutan Pegasus?? Aku adalah keturunan Pegasus ribuan tahun yang lalu. Darah kaum dewa mengalir didalam tubuhku” suara itu terdengar sangat bangga ketika menyebutkan dirinya keturunan Pegasus.
Dengan tertawa Sima Yong membalas suara itu,
“Lalu kenapa kalau kamu adalah keturunan Pegasus. Aku tidak memiliki urusan apapun dengan kamu. Aku hanya akan berurusan dengan kaum gorgon. Jika tidak ada hal penting, sebaiknya kamu menyingkir dan jangan mengirimkan lagi transmisi suara kepadaku”
“Nak… hidupmu didunia ini barulah beberapa hari jika dibandingkan dengan usiaku. Apakah kamu telah mempersiapkan semua Persenjataan Kelas Magic untuk bertempur melawan gorgon? Semua kekuatan kultivasi kamu apapun itu, sepanjang itu bukan kekuatan sihir maka tidak ada artinya dihadapan gorgon” kata Pegasus menakut-nakuti.
“Tahukah kamu?? bahkan Pegasus sekelas aku di ranah Saint (Alam Suci Agung) ini, kekuatanku tidak berarti sama sekali Ketika bertempur melawan gorgon itu? Mereka tidak mempan terhadap serangan tipe Fisik. Mereka hanya dapat dikalahkan dengan Teknik dan peralatan tipe magic (sihir)” suara Pegasus itu terdengar menghina Sima Yong.
“Benarkah demikian??? Jika begitu adanya, itu adalah hal yang kebetulan” Kata Sima Yong dengan santai.
“Apa maksudmu mahluk lemah…” suara itu terdengar mulai tertarik.
“Kebetulan aku seorang penyihir. Apakah dengan kemampuan kekuatan Master Jiwa Saint telah membuat diriku layak untuk melawan kaum gorgon itu?” kata Sima Yong.
Suara yang selalu berbicara itu, kini terdiam. Master Jiwa Saint adalah suatu ranah Dao sihir jiwa yang amat langka dan amat sulit di capai. Seperti yang diketahui, di Benua Silver dan Benua Penyaringan Dewa ini, pelatihan dan kemampuan seseorang untuk berjalan di jalur Dao Sihir amatlah langka.
Amat sangat sedikit praktisi yang dapat mencapai Ranah Master Jiwa Peringkat Surgawi. Apalagi untuk mencapai keahlian di ranah Master Jiwa Saint. Itu adalah peringkat yang amat jarang. Hal ini disebabkan kemampuan sihir seperti ini hanya dapat dikuasai oleh para dewa yang kemudian para dew aitu memberi warisan darah kepada ras Elf dan ras Manusia. Karenanya hanya dua ras itu yang mampu mempraktekkan Teknik Dao Sihir. Ras lain sama sekali tidak memiliki bakat atau warisan darah dari para dewa sejak jutaan tahun lalu Ketika Arda (dunia) ini dibentuk.
……
Setelah hening sebentar, suara itu terdengar Kembali. Kali ini suara itu terdengar mulai ramah.
“Benarkah anda seorang penyihir? Apakah anda dari ras jingling? Ataukah nanren?” Pegasus itu kini merubah panggilannya dari “kamu” menjadi “anda”. Terasa lebih hormat….
“Oh.. ijinkan aku bertanya. Mengapa suara kamu tiba-tiba terdengar ramah setelah mengetahui aku adalah penyihir??” dengan ketus Sima Yong balas bertanya.
“Dan lagi jika aku menyebutkan jika aku adalah nanren, namun aku juga adalah jingling… apakah kamu akan percaya?”
“Mana bisa seperti begitu. Seseorang dari ras nanren lalu kemudian mengakui juga dari ras jingling…” Pegasus itu mencoba memprovokasi Sima Yong agar dia menjadi marah.
Namun Sima Yong menjawab dingin….
“Aku tidak punya waktu. Aku harus bertempur melawan kaum gorgon. Jangan ganggu aku…” Sima Yong berkata tegas. Seketika dia berniat menutup benaknya sehingga suara apapun yang menggunakan transmisi tidak akan dapat berbicara kepadanya.
Pegasus itu terdengar panik,…
“Saudara kecil… tahan dulu. Jangan tutup benakmu. Sesungguhnya aku membutuhkan pertolonganmu…..”
Sima Yong tidak memperdulikan teriakan Pegasus itu. Sesungguhnya dia tidak betul-betul menutup benaknya. Niat itu dia tangguhkan karena dia juga mempertimbangkan jika menutup benak, kawan-kawannya yang mencoba berkomunikasi melalu transmisi akan mengalami hambatan. Namun dia berpura-pura dan mengabaikan semua teriakan Pegasus tua itu.
Saat ini mereka telah tiba di puncak gunung Pulau Rahasya Dvipa. Kabut tebal menyelimuti permukaan puncak gunung. Aura menyeramkan terasa begitu kental di tempat itu…
__ADS_1
“Aku harap semua lebih waspada….”
“Aku merasa sepertinya kita sedang diawasi banyak mata” kata Sima Yong.
Pria itu lalu berhenti diikuti Tindakan berhenti juga oleh kawan-kawannya. Lalu tangan Sima Yong melambai diudara dan membuang jimat Fatamorgana dari tangannya. Seketika itu juga mereka semua terkurung didalam suatu ruangan domain sihir yang menghalangi keberadaan mereka dari dunia luar.
Dia juga mengambil sebuah tabung kecil lalu dengan kekuatan jiwa dia menebarkan serbuk yang dikeluarkan dari dalam tabung tersebut kearah gumpalan kabut di kejauhan sana.
“Wussh….”
Aroma harum menyebar Ketika serbuk tersebut ditebarkan Sima Yong.
“Saudara Yong… terbuat dari apakah serbuk itu?” tanya Ye Bing Qing penasaran.
“Ini adalah ekstrak dari Kembang Mawar Hitam dikedalaman hutan Utara, ditambah serbuk Akar Bambu Kuning dan sentuhan terakhir adalah serbuk batang Pohon Kayu Harum (cendana) dari wilayah Barat Benua Silver. Aku menamakannya Serbuk Penumpas setan. Sekarang lihatlah apa yang terjadi” kata Sima Yong pelan.
Tak lama setelah Serbuk Penumpas setan ditebarkan, semua dapat melihat dengan jelas. Didalam kabut itu muncul secara samar… puluhan mahluk menyerupai ular namun memiliki bentuk badan seperti manusia tengah bersiaga. Wajah mahluk itu terlihat sempit dan mengenakan semacam helm besi yang makin menambah aneh penampilan mahluk itu.
Ditangan mahluk itu masih-masing menggenggam tombak dan pedang yang berkilauan. Jumlah mereka sekitar 20 sosok, dan saat ini mereka sepertinya belum menyadari jika keberadaan mereka telah terlihat oleh lima praktisi itu.
Sima Yong lalu berbisik menggunakan transmisi suara,
“Meskipun ranah kultivasi kalian rata-rata berada di ranah Alam Raja, akan tetapi kemampuan kalian tidak akan berarti sama sekali jika menghadapi mahluk itu. Hanya kekuatan sihir yang dapat menaklukkan mereka”
“Apakah ada hal semacam itu di dunia ini?” tanya Tang Yuwen masih dengan raut tidak percaya.
“Benar sekali. Ada terdapat mahluk-mahluk magis yang tidak akan dapat kamu hadapi di dunia ini. Mereka hanya akan mempan Ketika dilawan menggunakan kekuatan sihir saja.”Kata Sima Yong.
“Jadi… untuk mengantisipasi hal semacam ini… kedepannya apa yang harus kami lakukan??” Tanya Tang Yuwen sekali lagi.
“Aku lupa mengatakan. Kita, para praktisi dunia beladiri ini terlalu focus didalam pertempuran sesama seniman bela diri saja. Kita melupakan ada mahluk-mahluk magis yang hanya dapat mempan jika dilawan menggunakan benda sihir.
Jadi… jalan keluar untuk menghadapi mahluk sihir seperti ini adalah menggunakan senjata yang di Suling secara sihir. Akan lebih efektif jika kamu juga memiliki armor, sarung tangan bahkan asesoris perlengkapan pertempuran yang juga disuling secara sihir. Item seperti itu akan sangat membantu kekuatan kita jika berhadapan dengan mahluk tipe sihir” Sima Yong mengakhiri penjelasannya
Sambil menghela nafas dalam-dalam Sima Yong menjelaskan.
“Aku sendiri tidak mengetahui hal seperti ini. Namun aku baru saja mengetahui hal itu dari percakapan dengan sesosok mahluk yang ditawan kawanan gorgon itu. Namun karena aku adalah seorang penyihir, maka aku dapat melawan mereka menggunakan kekuatan dan Teknik sihir. Ye Bing Qing mungkin dapat membantuku didalam pertempuran melawan kaki tangan gorgon ini. Lalu aku akan pergi menemui gorgon dan membuka jalan” Kata Sima Yong.
Ye Bing Qing menyetujui dengan mengangguk kepala, sementara tiga praktisi lainnya hanya diperbolehkan menunggu didalam domain Fatamorgana.
“Sekarang teriak Sima Yong”
Ye Bing Qing dengan bentakan kecil merapalkan Teknik Kabut Hitam sambil melempar jimat pelengkap untuk nemabah daya sedotan Kabut hitam. Sebuah kabut hitam gelap tiba-tiba turun dari langit dan membentuk pusaran hitam. Dengan cepat kabut hitam yang membawa pusaran hitam itu terbang ke tengah-tengah kumpulan mahluk ular yang sepertinya tidak sadar akan keberadaan Sima Yong dan Ye Bing Qing.
Suara jeritan melolong terdengar Ketika kumpulan mahluk ular itu tersedot kedalam pusaran hitam disusul kekuatan aneh dalam pusaran yang terasa menyedot tenaga Qi mereka.
“Penyerangan… penyerangan…” teriak dua puluh Kawanan mahluk itu menggunakan bahasa yang asing.
Sima Yong memahami arti teriakan mereka, dan tanpa menyia-nyiakan waktu tubuhnya melesat kekumpulan mahluk yang tengah panik itu. Kedalam dua tangannya Sima Yong mengerahkan kekuatan jiwa ditangan dan telapak tangan itu berkelebat.
“Buk…Buk…Buk..!!”
Lima sosok mahluk setengah ular itu terlempar keluar dari pusaran kabut hitam. Kelima mahluk itu memuntahkan seteguk darah. Tubuh mereka serasa luluh lantak terkena kekuatan pukulan yang mengandung energi Ahli kekuatan jiwa. Tidak berhenti hanya disitu sebuah serangan menggunakan ilusi jiwa di buat Sima Yong.
“Mantra kelima, Badai Es Rembulan….”
Udara menjadi dingin membeku dalam sekejab ketika mantra kelima dari rangkaian Tujuh Mantra Kematian di rapalkan. Matahari lalu tertutup sebuah bayangan rembulan sehingga membentuk efek gerhana matahari pada saat itu.
Dan dalam dinginnya efek gerhana matahari itu, tampak rembulan seperti menjatuhkan balok es ke kumpulan pasukan mahluk ular itu. Itu betul-betul kekuatan sihir yang menimbulkan buku kuduk meremang. Hanya ahli berkekuatan sihir peringkat Saint yang dapat membuat efek seperti itu.
Teror kematian terlihat memenuhi wajah kawanan mahluk yang tersisa. Salah satu mahluk masih sempat mengeluarkan kode rahasia dengan bersiul secara nyaring dan keras. Siulan itu membahana memecah dinginnya kegelapan gerhana dan suasana menyeramkan.
“Suuuuiiiittt….”
Belum lagi selesai mahluk itu bersiul… tiba-tiba tubuhnya menjadi beku mengkristal… Ketika itu balok es yang berguguran bagaikan hujan jatuh dari rembulan dilangit. Sima Yong yang masih dalam posisi kedua tangan membentuk symbol aneh di arahkan kearah rembulan di langit, berteriak dengan keras….
__ADS_1
“Bing Qing… sekarang….!!”
Ye Bing Qing sambil melompat kedalam pusaran hitam itu, dengan cekatan mengayunkan tongkat sihir ditangannya…..
“Prangggg…. Prraaanngggg…“ bunyi keras terdengar Ketika tongkat sihir di tangan Ye Bing Qing menghancurkan mahluk setengah ular yang telah berbentuk kristal itu. Lima belas pasukan ular tersebut binasa tanpa dapat berbuat apa-apa……
Hening…. Tidak ada yang tersisa dari mahluk setengah ular itu selain pecahan kristal es….
“Ini sungguh sebuah pertempuran yang amat professional menurut ku” Kata Ye Bing Qing senang.
“Nyata benar mahluk-mahluk itu hanya mempan Ketika di hajar dengan senjata sihir” katanya sambil mengelus tongkat sihirnya.
“Sebaiknya anda jangan senang terlebih dahulu. Lihatlah ke angkasa” kata Sima Yong.
Ketika gadis jingling itu menatap keangkasa…..
“Ya dewa….” Bisik Ye Bing Qing. Nampak diangkasa tiga cahaya api besar bergerak dengan amat cepat menuju ke lokasi mereka berada. Ye Bing Qing dapat merasakan kekuatan yang amat dahsyat dari tiga sosok bayangan yang melesat turun itu.
“Sebaiknya anda bersembunyi terlebih dahulu… aku akan mencoba untuk melawan mereka bertiga” Kata Sima Yong. Dari tangannya dia mengeluarkan alat music tiup Kerang Mutiara Hitam. Ya.. itu adalah senjata sihir yang akan dia gunakan melawan tiga gorgon itu.
Tepat ketika Ye Bing Qing memasuki domain Fatamorgana, tiga buah benturan keras terdengar…
“Duaarr…”
“Duuaarr…”
“Duaar….”
Puncak gunung itu bergoncang keras Ketika benturan terjadi antara tiga cahaya yang melesat dari langit dengan bebatuan di puncak itu. Dari balik debu yang beterbangan… muncul tiga sosok perempuan yang berpakaian minim.
Wajah mereka yang cantik itu menjadi terlihat aneh ketika melihat kaki mereka yang menyerupai ular. Wajah mereka amat bersinar terang sehingga tampak mencolok di remang-remang cuaca gerhana matahari yang tersisa itu. Bahkan mata ketiga mahluk cantik itu memancarkan sinar aneh yang membuat orang akan enggan memalingkan wajah Ketika mulai menatap wajah cantik mereka.
“Hmm… tiga penyihir jahat dengan aura membunuh yang mengerikan…” buru-buru Sima Yong menutup matanya. Dia mengaktifkan Teknik oracle jiwa sehingga Sima Yong dapat melihat keadaan sekitar dengan menggunakan tubuh oracle jiwanya. Oracle jiwa selama ini tidak pernah terpengaruh dengan efek sihir apapun.
“Mahluk kecil lemah.. apa yang kamu lakukan terhadap kaum pengawalku ini???” tanya salah satu gorgon dengan nada yang terdengar kejam…
“Kultvasi Alam Pencerahan Suci bintang enam???? Bukankah mahluk ini hanya menguasai sihir. Mengapa dia memiliki kultivasi setinggi ini? Apakah ini berarti kekuatan sihirnya setara dengan Alam Pencerahan Suci” pikir Sima Yong.
“Baiklah, aku ingin melihat…. Kekuatan sihir kamu diranah seperti itu, apakah mampu menghadapi Master Jiwa peringkat Saint?” batin Sima Yong.
Secara mendadak sebuah cambuk yang dibuat secara sihir tiba-tiba di pecutkan oleh salah satu gorgon lalu cambuk mengarah ke batok kepala Sima Yong. Ujung cambuk sihir itu terbuat dari logam yang berujung amat berat dan tajam. Semua dikerjakan secara sihir. Dapat dipastikan sekali saja senjata itu menyentuh lawan maka kepala lawan akan pecah berantakan.
“Tranggg…” dengan kekuatan jiwa Sima Yong membentuk aura tipis sebuah tameng terbentuk sehingga cambuk yang dipecutkan itu tidak berhasil menghancurkan batok kepala Sima Yong. Mata nya masih tetap dalam posisi tertutup dengan oracle jiwa menatap tajam kearah lawan.
Ketiga gorgon itu terperanjat…
“Kamu adalah seorang Master berkekuatan jiwa!!!”
“Penakut..!! buka mata kamu dan bertempur secara sihir denganku” bentak salah satu gorgon mencoba memprovokasi.
Ketiga gorgon itu meledak didalam kemarahan. Kenyataan bahwa terdapat seseorang yang memiliki kekuatan Jiwa setinggi itu membuat mereka amat marah. Selama ini belum pernah ada seorang pun yang dapat bertahan Ketika diserang menggunakan kekuatan dan senjata sihir mereka.
……
Dilain pihak,
“Kamu bodoh. Anda akan kalah jika bertempur tanpa menggunakan senjata sihir !!” Kembali suara Pegasus itu terdengar memenuhi benak Sima Yong…
*Bersambung*
Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1