Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Züsekh !!!.


__ADS_3

   Tentu saja Sima Yong tidak akan membiarkan ronin itu menyentuh dia dengan pedang panjangnya itu.


“Kamu pikir semudah itu membunuh ku?” desis SIma Yong dingin.


   Dia lantas menggunakan benak nya dan memerintahkan Pedang Bianfu untuk bergerak melakukan Teknik pertempuran. Energi Niat Pedang level tiga sepertinya telah siap menyembur. Ketika dua jari nya men –jentik -kan irama…


“tik…”


“Wushh…”


   Pedang Bianfu melesat kedepan menentang dari mana datang nya Pedang Panjang yang dikerahkan menggunakan energi kekuatan dari langit dan bumi. Itu adalah teknik langka ronin itu.


“Bum…”


“Kraakk..”


   Pedang Panjang kepunyaan ronin itu terbelah dua ketika terjadi benturan, dan tidak berhenti sampai disitu,  Pedang Bianfu itu dengan cepat -lebih cepat dari kecepatan meteor lantas membelah tubuh ronin menjadi dua.


   Tubuh ronin itu terjatuh dengan keadaan terbelah, meninggalkan bekas pedang yang yang menyala dan aroma daging hangus di sisa jenasah ronin tersebut.


***


   Angin puyuh kembali bertiup dan membawa Sima Yong menuju pertempuran enam Ahli SAINT. Angin yang bergerak dengan cepat -yang dalam sekejab mata telah membuat Sima Yong berdiri berayun di dekat pertempuran Ahli SAINT.


“Maafkan aku. Akan tetapi kita tidak perlu membuang waktu selama ini. Ijinkan aku membantu membereskan mereka” suara itu terdengar begitu dekata seperti suara orang berbisik di telinga enam ahli SAINT yang bertempur.


   Menyusul setelah kata-kata itu terdengar, sebilah pedang yang meluncur cepat turun dari langit. Dan dalam Gerakan unik yang belum pernah diliat siapapun, benda itu menebas satu demi satu Samurai yang tengah bertempur itu.


Tiga Samurai itu tewas di Pedang Bianfu… tanpa mengeluarkan jeritan sedikitpun.


“Suiitt….” bunyi tiga sosok tak bernyawa meluncur turun dalam keadaan tubuh terbelah dua.


   Tiga ahli Kekaisaran Rajawali Agung (Ju Lianyi, Zhang Junda dan Hua Shen) hanya dapat ternganga tanpa kata, melihat lawan mereka yang tiba-tiba meregang nyawa ketika Pedang Bianfu menggorok leher ketiganya satu demi satu. Kejadian itu -sekali lagi… bahkan tanpa jeritan atau suara apapun.


Mencoba terlihat bersikap tenang, Ju Lianyi memecah kesunyian dan suasana aneh itu…

__ADS_1


“Tuan Yong.. anda benar-benar memiliki kepandaian yang sangat tidak terduga” tatap Ju Lianyi yang masih kehabisan kata-kata.


   Sementara Hua Shen dan Zhang Junda hanya terdiam dan menatap ngeri kearah Sima Yong. Kedua nya salin berbisik menggunakan transmisi..


“Apakah dia ini benar-benar nyata?”


“Apakah dia ini masih manusia???”


   Entah apa yang dipikirkan kedua Master Sekte Bintang delapan itu. yang pasti mereka seketika itu juga merasa kepandaian mereka yang terbilang tinggi di Wilayah Tengah, kini dihadapan pemuda itu… itu bukanlah apa-apa.


Sambil menarik nafas ...“Hufff… ombak yang dibelakang selalu menggulung ombak yang didepan” gumam Zhang Junda.


(Maksud peribahasa ini adalah, di dunia yang fana ini selalu saja muncul seseorang dengan kemampuan lebih baik, yang akan mengalahkan ahli-ahli berkemampuan tinggi yang sebelumnya telah ada).


“Celaka… Pangeran…” Ju Lianyi melesat dan terbang dengan cepat menuju Kapal Roh. Dia teringat akan dua ahli Samurai yang terlebih dahulu terbang pergi untuk menggempur kapal mereka. Dalam sekejab mata Ju Lianyi telah mendekati Kapal Roh.


Sima Yong dan kedua SAINT itu lantas mengikuti Ju Lianyi dan terbang menuju kapal roh.


>>>>>>


Di atas geladak kapal roh.....


“Pangeran…!!” pekik Ju Lianyu bersamaan dengan jeritan tertahan Hua Shen dan Zhang Junda. Wajah mereka sepucat kertas. Apa-lah daya... mereka masih dalam jarak jauh untuk melakukan gerakan pertahanan membela pangeran.


Sementara Sima Yong terlihat tidak panik.


“Seharusnya Ju Qin tahu apa yang harus dia lakukan” batin Sima Yong.


>>>>>>


   Tatkala teknik cengkeraman ahli Samurai itu telah berjarak satu tombak dari keberadaan Pangeran Ju Qin, tanpa di sangka-sangka Pangeran melemparkan sesuatu benda kearah Samurai itu. itu adalah batu jimat Tebasan.


“Züsekh…!!!!” jerit Pangeran ke tujuh dengan sekuat tenaga.


   Sebuah hawa aneh dan asing seketika terasa mencekik leher Samurai itu. Dia merasa semua gerakannya menjadi kaku seperti seseorang yang terkena tenung hitam. Dia ingin menjerit akan tetapi mulutnya terasa kaku. Samurai itu menjadi panik.. ini sihir hitam bisik nya gelagapan.

__ADS_1


   Lalu dengan mata telanjang dia menyaksikan, sebuah asap yang menyerupai Golok berwarna hitam muncul dari kehampaan didepan nya... dia bergidik dalam balutan kengerian


“Slassh….” Tebasan. pertama golok sihir itu memotong tangannya.


“Slash…” tebasan kedua memotong kedua pahanya. Samurai itu ingin menangis dan meraung. Akan tetapi mulut nya terkancing rapat oleh tenung hitam.


“Slashhh…” tebasan ke lima atau yang terakhir membelah tubuh Samurai yang sudah tidak memiliki tangan dan kaki.


   Samurai itu jatuh ke tanah dengan tiada bentuk setelah mengalami mutalasi sebanyak lima kali. Dan Samurai itu bahkan tidak bisa melakukan apa-apa selain melotot didalam kengerian. Ketika dia matipun, mata itu masih melotot dalam ketakutan.


   Semua orang yang menyaksikan pembantaian Samurai berkemampuan SAINT itu terdiam dalam rasa ngeri yang mencekam. Terlebih lagi para tentara yang berdiri berdekatan di geladak itu. Rasa mual memenuhi perut mereka Ketika menyaksikan kekejaman mutilasi yang di akibatkan kutukan jimat itu.


   Benda apakah yang digunakan pangeran tadi??? Semua orang menduga itu pasti adalah hasil karya Tuan Yong. Sekarang tatapan semua orang menjadi lebih takut tatkala melihat Tuan Yong itu.


   Ju Lianyi, Hua Shen dan Zhang Junda tiba di geladak kapal roh dan buru-buru mendekati pangeran.


“Pangeran Ju Qin… apakah anda baik-baik saja???” tanya Ju Lianyi.


   Pangeran Ju Qin masih terdiam. Dia benar-benar tergoncang melihat efek yang dihasilkan jimat “Tebasan” yang di hadiahkan Sima Yong. Dia berjanji didalam hati, tidak akan menggunakan benda itu jika tidak benar-benar penting.


Jimat Tebasan itu terlalu menyeramkan. Ju Qin bergidik tiada henti… “Pantas saja orang-orang mengatakan, seorang ahli sihir itu adalah sosok yang amat berbahaya”…


>>>>>>


   Samurai yang menjadi lawan Liao Quon menyaksikan dengan kerlingan kematian mata, katika semua kawan -kawannya tewas satu demi satu. Apalagi dia telah mencuri -curi pandang untuk melihat kematian tragis Ronin yang memiliki kepandaian pa,ing tinggi itu -sama sekali tidak memiliki arti Ketika berhadapan dengan pemuda jubah kelabu yang misterius itu.


“Lari adalah jalan terbaik. Aku masih memiliki keluarga yang menantikanku di rumah”


    Sambil membuang sebuah bom asap kearah Liao Quon… Samurai yang tersisa itu lari dengan cara memanfaatkan kabut putih yang dihasilkan bom asap.


   Sementara Pasukan Kavaleri Kuda Terbang langsung menjadi kocar-kacir setelah semua pemimpin mereka dikalahkan. Merekasemua melarikan diri dalam kekacauan tanpa komando.


Sebagian yang masih hidup berhasil lolos dan menghilang dibalik awan. Sementara Sebagian tertinggal, mati di tangan dua puluh pasukan elit yang tidak memberi ampun dengan tarian tombak mereka.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2