Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kamu Telah Kalah


__ADS_3

“Benar sekali Saudara Lu. Wang Yong adalah siswa di puncak kami yang mana dialah satu-satunya yang memenuhi syarat untuk berguru di Puncak Hijau kami. Well… kamu tahu kan Saudara Lu, syarat untuk menjadi anggota Puncak Hijau adalah seorang yang memiliki bakat energy mental untuk selanjutnya akan dilatih menjadi Symbol Master. Aku sendiri yang memilih anak itu untuk bergabung ke Puncak Hijau".


"Tahukah Saudara Lu? Bahkan anak itu, Wang Yong hanya dalam pelatihan singkat sudah memegang lencana Master Segel 4?” Zuo Zhuting hanya bisa menceritakan keadaan sebenarnya tentang kondisi siswa Puncak Hijau yang akan ikut berlaga di Turnament nanti"


“Diusia 14 tahun dan sudah menjadi Master Segel 4?” Bukankah itu cukup wajar dan belum termasuk dalam kategori seorang jenius bukan?. Bahkan cucu Saudara Zuo sendiri yang aku dengar adalah Master Segel 4” Lu Tuoli membantah dan terlihat agak meremehkan status Wang Yong.


“Pernahkah Saudara Lu mendengar dalam puluhan tahun ini, hasil karya seseorang Master Symbol Ketika membuat jimat ataupun menggores symbol atau prasasti menghasilkan kualitas Pseudo Perfect?” Master Zuo tetap berkeras untuk mempertegas status jenius dan kemampuan Wang Yong.


“Tunggu, jangan Saudara Zuo katakan… apakah Wang Yong ini yang kamu maksud mampu menghasilkan jimat dengan kualitas Pseudo Perfect” Lu Tuoli tiba-tiba menjadi penasaran dan antusias. Zuo Zhuting tanpa menoleh, hanya mengangguk pelan membenarkan tebakan Lu Tuoli. Sementara itu suara menggelegar di udara dari arah Penatua Du weiheng menutup percakapan diantara dua master puncak itu,


“Sebagai peserta termuda, Wang Yong adalah wakil dari Puncak Hijau di Ranah Kultivasi adalah Alam Mortal 9. usia 14 tahun. Kemampuan lainnya adalah Symbol Master Segel 4. Spesialisasi pertempuran adalah Type Attacker Magic dan Kemampuan Ilusi Master Mentalis”


Ketika nama Wang Yong disebutkan semua mata penonton mencari-cari dari arah mana kira-kira remaja 14 tahun Alam Mortal 9 ini akan muncul? Bukankah dia hanya Alam Mortal sehingga tidak akan mampu memanipulasi energy Qi sehingga membuat dirinya mampu terbang menggunakan pendang?


“Aku ngin melihat kira-kira anak itu akan muncul untuk mengesankan penonton menggunakan apa?


“Alam Mortal 9? Dia tidak akan dapat terbang menggunakan pedang”


“Hm… jikalau dia muncul hanya dengan jalan kaki, lebih baik dia tidak usah ikut tournament ini. Terlalu memalukan dibanding 4 kontestan lainnya”


“Kenapa lama sekali anak kecil itu muncul? Apakah dia menjadi takut setelah melihat penampilan dua kontestan yang duluan, tampil.. haha sungguh kasihan”


Ditengah keributan para penonton yang mulai mencemoh Wang Yong, Nampak sebuah titik diangkasa. Saking kecilnya titik itu sehingga belum mampu menarik perhatian semua orang. Makin lama titik itu, makin jelas karena semakin dekat ke area arena turnamen. Lalu kemudian mulai terlihat berbentuk seorang anak manusia. Semakin dekat ke Arena dan semakin jelas penampakannya sehingga semua orang dapat melihat penampilan anak manusia itu.


Sosok yang kelihatan melayang di udara tampil dengan mengenakan jubah yang membentang bagaikan sayap rajawali didalamnya dilapisi dengan pakaian rapih berwarna hijau pupus. Rambut remaja itu juga tergulung keatas sehingga kelihatan rapih dengan potongan wajah yang terbilang sederhana namun memberi kesan ramah dan tegas.


“Wait.. apakah ini adalah peserta termuda dari Puncak Hijau?


“Terbang? Bukankah defenisi terbang dan melayang di udara hanya dapat dilakukan oleh seorang Ranah Alam Spirit Agung? Kenapa bocah ini dapat terbang?”


Lalu kemudian Wang Yong kemudian berhenti di udara dan seakan-akan melayang mengudara dalam diam tanpa bergerak sedikitpun di udara. Dia terlihat bagaikan seorang Dewa muda yang datang dengan penuh Kharisma dan mampu menyihir semua penonton di arena Sekte Pedang Awan. Sambil melayang di udara Wang Yong lalu memberi hormat kepada Master Sekte, Master Puncak Hijau, lalu kearah semua Master dan tetua di kursi Vip.


Wang Yong mendarat secara indah di arena dan diikuti oleh suara bisik-bisik kejutan dari setiap kursi yang diduduki penonton, baik siswa, Penatua ataupun para Master Puncak. Semua fokus pada penampilan anak muda itu dan kagum. Master Zuo Zhuting hanya tersenyum Ketika 3 Master Puncak dan Master Sekte ribut saling mempertanyakan kemampuan terbang Wang Yong.


Dalam hati Zhuo Zhuting membatin, bahkan aku sendiri tidak mengetahui kalau anak nakal itu mampu terbang. Pikirannya langsung terarah ke Fenying, dan dia berniat untuk mendengarkan langsung dari Fenying kisah mengapa Wang Yong dapat melayang di udara.

__ADS_1


*********


Penatua Du Weiheng melanjutkan memperkenalkan kontestan berikut nya yaitu : Guo Ying dari Puncak Gelap dan disusul dengan memperkenalkan Zhao Changyi dari Puncak Biru. Keduanya berada pada ranah Alam Kondensasi Roh dengan perbedaan Zhao Changyi lebih tinggi kultivasinya yaitu di Alam Kondensasi Roh dua. Zhao Changyi adalah merupakan favorit utama dalan turnamen ini.


Banyak sekali taruhan antar siswa yang terjadi atas hasil tournament jenius ini dimana rata-rata penonton memilih dan menjagokan Zhao Changyi dari Puncak Biru. Selain usianya lebih matang sehingga dapat dikatakan berpengalaman, dia juga memiliki tingkat kultivasi tertinggi yaitu Alam Kondensasi Roh 2.


********


“Semua kontestan dipersilahkan untuk menuju panitia untuk mengambil undian yang akan menentukan siapa yang akan bertarung pertama membuka tournament ini”


Kelima kontestan itu segera mengambil nomor undian untuk menentukan siapa yang akan bertarung membuka kompetisi ini.


Ketika Wang Yong membuka nomor undian nya, dia tidak terlalu kaget ketika mendapati ternyata dirinya adalah kontestan pertama yang akan bertarung membuka turnamen ini. Lawan terpilihnya adalah Guo Ying dari puncak Gelap dengan tingkat kultivasi Alam Kondensasi Roh 1.


"Sebuah pertunjukkan menarik didepan mata"


"Mari kita saksikan Wang akan babak belur"


"Apakah seorang Symbol Master akan mampu melawan Alam Kondensasi Roh? kita saksikan saja'


Ribut para penonton ketika mengetahui Wang Yong akan tampil sebagai pembuka turnamen dan lawannya adalah favorit kedua pilihan penonton.


“Baiklah.. aku telah siap kata Wang Yong” remaja itu kemudian, melompat keatas arena dan mendarat dengan ringan. Lalu dengan tidak kalah gagahnya Guo Ying dari Puncak Gelap segera naik keatas arena menyusul Wang Yong. Guo Ying tampil dengan busana berwarna Putih dan ditutup setelan jubah ringan berwarna gelap. Ditangannya dia memegang sebilah pedang yang Nampak indah. Pedang berwarna kehitaman yang berkilau karena ditempa dengan halus oleh Blacksmith Master. Kelas Inccoruptible Venti. Wang Yong sendiri menggunakan pedang Inccoruptible yang dia peroleh dari Balai Harta di Kota Morning Star.


Ketika aba-aba pertanda pertukaran pedang dibunyikan oleh Tetua Du Weiheng, dalam sekejab mata terlihat dua sosok bayangan berkelabat untuk saling mendekat dengam cepat. Pedang dengan pedang berbenturan, sinar-sinar kilau ketajaman pedang saling berkelebat. Keduanya tidak memberi ruang sedikitpun untuk mengalah. Dua Pedang peringkat iccoruptible saling menyerang.


Guo Ying lalu menerjang dan memotong secara horizontal kearah dada Wang Yong sementara Wang Yong hanya melakukan sedikit gerakan energy Qi ke kakinya dan tubuh bagian bawahnya langsung terangkat keatas dan posisi nya mengambang melayang diudara dengan posisi kepala yang masih menghadap kearah Guo Ying namun kaki lurus keatas berbentuk 30 derajat kemiringan. Itu semua dilakukan dengan ringan dan sangat indah dipandang mata.


Melihat Wang Yong dengan mudah menghindari serangan pedangnya, Guo Ying secara beruntun menusuk dengan Gerakan cepat kearah Wang Yong. Sementara disisi lain dalam keadaan tetap waspada akan serangan tusukan itu, tubuh Wang Yong yang sementara melayang itu segera berputar cepat bagaikan gasing dan dengan tangan yang terbuka dia membuat sebuah Gerakan kecil yang menyebabkan sebilah pedang diikuti banyak bayangan pedang tiba-tiba muncul dari tubuhnya dan membalas menusuk kearah Guo Ying dengan cepat dan berseru,


“serangan hujaman pedang..!!


Guo Ying terkejut dengan serangan balasan yang tidak dia duga itu, biasanya Ketika seseorang dalam posisi melayang apalagi dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas, Itu adalah tindakan yang dapat dilakukan untuk defense atau pertahanan. Namun baru sekali ini dia bertemu lawan yang mampu mengeksekusi pedang dalam teknik pertahanan namun dalam keadaan yang sama juga melakukan attack (serangan).


Otomatis Guo Ying melakukan gerakan defense (pertahanan) dengan menunduk serendah mungkin lalu kemudian tubuhnya berguling dengan indah untuk menghindari tikaman pedang Wang Yong. Dia berkeringat dingin seketika itu juga karena hampir saja lehernya kena tikaman pedang,

__ADS_1


“Permainan pedang yang halus dan sangat terkontrol. Aku meremehkan anak ini. Kecerobohan ini tidak boleh terjadi lagi”


Sementara diudara dengan posisi kemiringan 30 derajat, dalam diam mengambang, melayang di udara, jubah yang dikenakan Wang Yong membentang bagaikan sayap rajawali. Dia terlihat seolah-olah wujud dari seekor Elang Peregrine yang siap untuk menerkam anak ayam. Dan dalam hal ini anak ayam itu adalah Guo Ying.


Di kursi Vip, Master Puncak Kegelapan terlihat sangat gelisah. Dia benar-benar tidak menyangka pemuda Master Segel 4 itu ternyata sangat mumpuni sebagai seorang ahli pedang. Dia berbisik kepada Master Zuo “entah dimana kamu mendapatkan bocah yang mampu menjadi Master Segel dan kemudian adalah seorang praktisi pedang yang sangat piawai itu "


Master Sekte Dugu Taoran sendiri sedang berpikir,


“bukankah itu adalah Teknik Kecepatan Elang Pregerine dan Seribu Hujaman Pedang? Namun ditangan remaja itu, Teknik itu menjadi sangat berbeda bahkan menjadi sangat mematikan"


"Kenapa anak itu tidak memilih Puncak Biru sebagai tempat kultivasi? Bukankah aku adalah salah satu Praktisi Pedang terbaik di Kekaisaran Great Ying?” diam-diam dia melirik dengan agak cemburu kearah Zuo Zhuting.


Dibagian penonton sendiri semua pihak sibuk berbisik saling diskusi karena semua mengetahui dua Teknik yang dijalankan Wang Yong adalah Teknik yang jarang sekali di pilih siswa Sekte Pedang Awan. Hal utama adalah sulit untuk mengaplikasikan Teknik tersebut.


Sekarang setelah mereka melihat Wang Yong memperagakan Teknik itu barulah mereka melihat sendiri kehebatan Teknik yang terkenal sulit untuk di eksekusi itu. Sementara para penonton sibuk memperbincangkan teknik pedang Wang Yong, seorang gadis usia 10 tahun tersenyum lebar karena merasa keuntungan besar dari taruhan 100 energy stone didepan mata. Sementara Fenying sedang tersenyum lebar, Peng Fai sibuk berdecak kagum dan memandang dengan pemujaan kearah Wang Yong.


Setelah sadar dari kondisi bahwa dia terlalu meremehkan Wang Yong, kali ini dengan hati-hati Guo Ying Kembali melesat dengan cepat kearah Wang Yong lalu Kembali pedang dengan pedang berbenturan kembali dan menimbulkan percikan api.


Bayangan tubuh kedua kontestan itu kemudian menghilang dan lenyap didalam cahaya sambaran-sambaran pedang yang dikerahkan dengan kecepatan yang tinggi sehingga rata-rata siswa Sekte Pedang Awan yang masih di ranah Alam Mortal kesulitan untuk mengikuti pertukaran pedang itu menggunakan mata telanjang.


Hanya para praktisi yng berada diranah Alam Kondensasi Roh yang dapat melihat jalannya pertukaran pedang itu. Dalam pandangan mereka meskipun kedua tubuh itu terbungkus dengan sinar pedang yang berkelebat, namun terlihat Wang Yong lebih banyak menghindar dengan enteng sementara tangannya memutar pedang membentuk tameng sebagai Tindakan defense.


Keliatan benar jikalau Guo Ying sangatlah berada dibawah tekanan semua putaran pedang yang dilancarkan Wang Yong. Pedang Wang Yong bagaikan memiliki mata selalu mengikuti kemana pun arah pedang dari Guo Ying.


Semakin lama keadaan Guo Ying semakin berada dibawah tekanan dan dia mulai stress menghadapi tekanan itu. Sampai suatu Ketika, Wang Yong meneriakkan tangisan,


“Jendral Perang Menghujam Seribu Pedang..!!!”


Diawali dengan tiga tusukan pedang keluar dari sinar pedang yang berputar bercahaya membentuk tameng itu. Diikuti ratusan tusukan bayangan pedang es langsung mengarah dengan tepat kearah tenggorokan, dada dan tangan kanan Guo Ying yang sementara memegang pedang.


Tiga tusukan bayangan pedang yang beruntun keluar dengan sangat cepat dari tameng sinar pedang itu bahkan terlihat agak sulit untuk diikuti oleh mata Master Sekte Dugu Taoran. Tusukan-tusukan dalam kecepatan tinggi itu mengiris tipis hingga hanya membentuk dua garis merah tipis di bagian leher dan nadi tangan Guo Ying. Adapun tusukan ketiga muncul didada Guo Ying dan terlihat koyak baju teriris kecil dibagian jantung.


Sambil melayang mundur kebelakang, Wang Yong berseru,


“Kamu telah kalah”

__ADS_1


Lalu Guo Ying berdiri dengan wajah pucat memandang kearah dada dan nadi ditangannya lalu kemudian meraba lehernya yang nampak terlihat tanda merah tipis menggores sekitar 10 centimeter.


*Bersambung*


__ADS_2