
Malam yang gelap, tiada satupun titik bintang terlihat di langit. Bahkan rembulanpun seolah malas untuk menunjukkan terangnya.
"Mungkin tidak lama lagi, salju akan turun. Lalu mari kita mengenakan pakaian yang lebih tebal lagi" kata salah seorang praktisi penjaga pintu domain Sekte Gerbang Suci"
Meski malam itu demikian kelam, yang mana kegelapan memenuhi area seluas ratusan lie, namun sebuah kilapan cahaya pedang berkelebat dingin, melintas di pintu domain Sekte Gerbang Suci. Lalu Dua puluh sosok manusia seketika berubah menjadi mayat dalam satu kedipan mata saja. Semua terjadi tanpa suara sama sekali.
Si tua Liao hanya dapat membelalakan matanya dalam diam, ketika dia melihat anak muda itu hanya melambaikan tangannya. Meskipun dia tidak berani berkata-kata lebih banyak, si tua Liao itu tahu, betapa mengerikannya pria muda yang disebut Mahasuci peringkat sepuluh itu.
"Apakah dia ini masih layak disebut Kuasi SAGE?
Keahlian semacam itu, bukanlah hal yang dapat dilakukan seorang praktisi Kuasi SAGE. Setidaknya kemampuan semacam itu adalah kemampuan yang dimiliki setidaknya ahli di ranah SAGE level lima" orang tua bermarga Liao itu masih tetap tidak percaya dengan penglihatannya.
"Kamu tunggu disitu. Jika dalam satu kali peminum teh aku tidak kembali, kamu dapat berbalik ke Gerai Surga Keberuntungan. Kamu dapat membersihkan semua jejak kami yang tersisa, lalu pergi bersembunyi di Neraka Dunia" bisik Sima Yong menggunakan transmisi. Sosoknya lantas menghilang seperti iblis, menyisakan si tua marga Liao itu.
"Beruntung dia tidak mengambil hati atas ketidak sopananku pada awal pertemuan" batin orang tua itu sambil bergidik ngeri.
******
Setelah merusak array di pintu masuk domain Sekte Gerbang Suci, Sima Yong menyusuri jalan-jalan di domain yang terasa seperti sebuah perkampungan besar itu. Dia kemudian berhenti pada sebuah bangunan yang memiliki halaman sangat luas. Halaman itu penuh dengan berbagai tanaman-tanaman rohani.
Diatas pintu pagar halaman nan luas itu tertulis jelas-jelas "Xiong Fu, ahli Herbologist". Anak muda itu tersenyum dingin, lalu sosoknya lenyap, tahu-tahu tubuh anak muda itu telah berada di bubungan gedung besar Herbologist itu.
"wush !" gerakannya bahkan lebih cepat, lebih ringan dari pada tiupan angin. Sima Yong melakukan teknik Cakra Bianfu yang menyerupai teleportasi.
Semenjak melatih diri dengan berkultivasi didalam kamar kultivasi Neraka Dunia, kemampuannya didalam mengelola teknik Cakra Bianfu (angin) dan Cakra Air meningkat jauh.
Tentu saja ini disebabkan kekuatan ekstra yang diberikan oleh Hei Jian setelah anak kecil itu menyerap kekuatan dari setengah relikui Raja Pedang yang direbutnya dari Pelajar Tangan iblis.
Dari bubungan yang dibuat berlubang, Sima Yong menatap ke bagian bawah. Tepatnya di aula tempat kerja bangunan yang di sebut bangunan ahli Herbologist itu. Seorang pria berpakaian bagus, berpenampilan serius terlihat tengah menyuling ramuan. Konsentrasinya ketat di arahkan ke kuali yang menyala-nyala di depan dia.
"Bagus. Konsentrasi nya terarah ke penyelesaian. Pergerakanku akan lebih mudah"
Sima Yong tertawa dingin ketika melihat kondisi kritis pembuatan itu,
"Tidak lama lagi Pil Penembus Kultivasi Peringkat Demigods itu akan rampung.
Betapa beruntungnya, aku dapat menuai dua manfaat didalam satu kali gerakan" hatinya gembira.
Dalam lima tarikan nafas, ketika ruangan itu bergetar, dan kuali memancarkan pendar-pendar roh kehidupan pertanda Pil Penembus Kultivasi itu akan terbentuk, sekonyong-konyong sebuah hawa pedang, dalam diam ditebaskan ke arah pria berpakaian bagus bernama Xiong Fu. Xiong Fu betul-betul tengah berkonsentrasi penuh dengan perampungan pil di atas kuali, sehingga tebasan pedang itu sangat mengganggu konsentrasinya.
"Slash !"
__ADS_1
"Bum !"
Bukannya tidak menyadari bahwa serangan itu adalah sebuah tebasan pedang berkekuatan puluhan juta jin, yang terasa mengancam nyawa dan akan mencabik tubuhnya. Xiong Fu saat ini menjadi terpecah konsentrasinya diantara serangan pedang dan pil yang hampir rampung itu.
Dia melambaikan tangan kirinya. Kekuatan lima puluh juta jin terlepas dari lambaian itu.
"Duar !" bentrokan dua kekuatan raksasa terjadi di ruangan penyulingan itu, membuat suara gemuruh seakan langit akan terbelah.
Tidak seorangpun di domain itu yang merasa curiga dengan suara bentrokan keras itu, karena mereka telah terbiasa dengan suara ledakan atau guncangan akibat pelatihan atau proses pembuatan pil yang gagal dan kuali yang meledak, di rumah ahli Herbologist itu.
"Sungguh kelakuan yang gegabah, menyerbu domain Sekte Gerbang Suci di tengah malam seperti ini. Kamu akan mati !" tangannya di ayunkan, lalu sebuah hawa pedang balas menebas kearah Sima Yong yang kini telah berdiri didalam ruangan itu.
Tembakan pedang yang di kerahkan Xiong Fu sebesar tujuh puluh bagian itu, menimbulkan suara mencicit serta aroma amis yang memuakkan. Aura kematian penuh racun menyebar keluar dari pedang yang memotong horisontal ke arah Sima Yong.
"Dia ahli herbologis, tentu saja dia menguasai racun dan hawa Qi nyapun penuh dengan racun" batin Sima Yong.
Sima Yong mendengus dingin. Dia melihat Xiong Fu itu tidak mampu mengerahkan segenap kemampuan serangannya. Dia tahu ketidak mampuan ini disebabkan sebagian konsentrasinya masih terlekat pada pil yang akan rampung itu.
"Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain-main. Kamu lihat.. Apakah kemampuan seorang SAGE level tujuh mampu memblokir Teknik Pedang immortal Pedang Terbang" wajah Sima Yong semakin dingin.
Suara melolong terdengar ketika dia meloloskan Pedang Immortal Hitamdan melakukan gerakan teknik Pedang Terbang. Seberkas sosok Naga Hitam meraung keras dengan penampakan ilusi anak kecil yang tampak menunggangi Naga Hitam, menergap cepat kearah Xiong Fu.
"K-kamu..
Xiong Fu melepaskan Pil Penembus Kultivasi dari jangkauannya, kini tapak melayang di udara, lalu tangan kanannya itu tiba-tiba telah menggenggam sebilah pedang pendek,
"Tangisan Pedang !" Xiong Fu meratap.
Dua berkas hawa pedang berbenturan,
"Blam !"
Xing Fu amatlah terkejut ketika merasakan hawa pedangnya seperti lenyap di telan kekuatan Naga Hitam dan anak kecil itu. Kini dia menjadi panik ketika melihat bayangan naga hitam beserta anak kecil tampak mengarahkan gerakan mereka menuju ke dia dengan cepat.
"Tidak !" tangis Xiong Fu. Meskipun dia telah membuat gerakan perlindungan dengan dua pedang ditangan, namun bayangan naga hitam yang di komandani anak kecil itu dengan cepat menembus dirinya.
Sima Yong dengan cepat meraup Pil Penembus Kultivasi yang telah rampung dan terjatuh di lantai, setelah sebelumnya memotong tangan kanan Xiong Fu sebagai bukti nanti. Lalu tubuhnya menjadi lenyap didalam teleportasi dengan teknik Cakra Bianfu.
"Terlalu berbahaya.. Jika saja orang itu tidak terpecah konsentrasinya dengan pil yang hampir rampung, tidak akan aku secepat ini mampu melenyapkan dirinya"
Diam-diam Sima Yong megelus lembut Pedang Immortal Hitam yang terbungkus kain kasar itu. Dia merasakan getaran lembut, pertanda Hei Jian memahami isi hatinya, yang diam-diam berterima kasih.
__ADS_1
******
Orang Tua bermarga Liao itu terkejut, ketika Sima Yong telah berada disamping nya dan mengajak dia pergi. Katanya..
"T-tuan.. Demikian cepat anda menyelesaikan tugas itu" dia tidak menyangka, Semidevil ini membutuhkan waktu tidak lebih dari sepebakaran hio.
Dengan dingin Sima Yong menyodorkan potongan tangan Xiong Fu kepada Tua Liao. Katanya,
"Ini adalah tangan kanan Xiong Fu itu. Noda jelas bekas bahan-bahan alkimia menandakan dia adalah herbologist sekaligus alkemis.
Kamu dapat menunjukkan tangan itu kepada pelanggan, dan meminta pembayaran sesuai perjanjian"
Si tua Liao hampir saja muntah-muntah. Dia selama bertugas sebagai mata-mata Neraka Dunia, belum pernah menemui seseorang ahli yang begitu dingin tanpa perasaan seperti Semidevil yang satu ini. Katanya gagap,
"B-baik tuan. Mari kita pergi"
Belum lagi dia selesai berbicara, Xiong Fu merasakan tubuhnya telah di tarik kedalam sesuatu terowongan waktu. Semidevil itu membawanya pergi dengan melakukan teknik teleportasi..
"Dahsyat sekali !" si Tua Liao semakin terkagum dalam hati akan keahlian sosok semidevil ini. Dia semakin hormat kepada Semidevil peringkat sepuluh itu.
******
Keesokan harinya, Sekte Gerbang Suci dibuat heboh dengan kematian Xiong Fu, seorang ahli SAGE level tujuh. Tidak ditemukan jejak apapun, selain mereka juga menemukan dua puluh ahli-ahli beladiri mereka yang mati didepan pintu masuk domain sekte.
"Orang itu bahkan telah merusak array pengunci di domain kami ini. Perintahkan seluruh ahli untuk mencari si pembunuh dengan melacak aura yang tersisa"...
Kota Pertahanan juga ikut-ikutan heboh, setelah mendengar berita pembunuhan di Sekte Super Gerbang Suci. Pihak Sekte menekan penguasa kota untuk menutup akses keluar dari kota, karena Sekte Gerbang Suci akan melakukan pemeriksaan dengan menggunakan petunjuk dari aura pertempuran yang tersisa di Aula Xiong Fu.
Saat itu ratusan lie jauhnya dari Kota Pertahanan Utara, sebuah kereta kuda berjalan menyusuri jalanan yang saat ini mulai terlihat jalan-jalan setapak, setelah salju mulai mencair. Dari dalam kereta kuda itu terdengar senandung riang, suara seorang anak muda, yang kadang-kadang diselingi petikan Kecapi.
"Tidak buruk" batin anak muda itu.
"Pil Penembus Kultivasi ini berkualitas menengah. Meskipun prosentase kesuksesannya kecil, namun ini merupakan keberuntungan bagi diriku. Tidak mudah mendapatkan bahan untuk menyuling pil peringkat DAO ini.
Aku harus mempersiapkan diri untuk kompetisi Super Jenius Demigods & Semidevil nanti di Kota Kuno"
Sima Yong bersama kusir kereta, telah jauh-jauh hari meninggakan Kota Pertahanan, selepas pertempuran di domain Sekte Gerbang Suci.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.