Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sima Yong


__ADS_3


Lukisan Naga Ti Lung dan Pedang Bing Di Jian itu meronta-ronta ingin melepaskan diri. Dengan memancarkan cahaya bagaikan sinar bintang yang gemerlap kedua nya mulai bergerak. Kemudian ketika iringan senandung-senandung Elf yang mengandung sihir kuat itu semakin keras… kedua lukisan itu benar-benar menjelma menjadi sosok yang hidup.


Naga Es dan Pedang Bing Di Jian itu kemudian bergerak melayang ke arah kerumunan Elf yang tengah bergembira dengan memancarkan cahaya yang terlihat sanbat memukau. Sebagian Elf telah menyadari kehadiran wujud dari kedua lukisan di tebing Tan Olish itu, namun bukannya menunjukkan keterkejutan… semua Elf semakin larut didalam nyanyian dan kegembiraan.


Semua Elf terlihat menyambut munculnya sosok Naga Ti Lung dan Pedang Bing Di Jian seolah mengajak kedua penampilan itu ikut bernyanyi dalam pesta keramaian. Tidak ada rasa takut sedikitpun ketika melihat keadaan Kaum Elf. Dan kedua sosok Naga Es dan Pedang Bing Di Jian itu pun larut didalam kemeriahan nyanyian dan ikut bergoyang layak nya Elf yang sedang menari-nari.


Wang Yong sendiri tidak merasa kaget melihat kemunculan dua sosok legendaris yang terlihat asing dan fantastis itu. Pengaruh sihir didalam senandung Elf dan Fion sangatlah keras sehingga dia merasa seakan ingin memasuki keadaan trance.


Di puncak kemeriahan, ... ketika Fion kembali dibagikan… ketika tawa gembira dan aura sihir semakin padat, kedua sosok bersinar bagaikan bintang itu meliuk dan terbang ke angkasa. Semua Elf bersorak-sorai melihat atraksi itu.


Lalu dengan sekali hentakan…. Kedua sosok yang bercahaya bagaikan bintang itu terbang turun kemabali kearah kerumunan Elf. Kali ini kedua sosok itu tanpa terduga mengelilingi seorang anak manusia yang sedang berpesta Bersama Kaum Elf.


Naga Ti Lung dan Pedang Bing Di Jian itu secara tidak terduga memasuki benak anak manusia itu melalui dahinya. Wang Yong seketika itu terkejut. Lalu dia menjadi pingsan. Dunia menjadi gelap didalam pandangannya.


******


Wang Yong tersadar ketika pagi telah menjelang. Pesta kaum Elf itu belumlah selesai. Semua masih terlihat gembira bernyanyi dan menari. Wang Yong berusaha bangkit berdiri di tempat dimana dia mabuk dan jatuh pingsan, .... merasa ada sesuatu yang aneh dengan dirinya.


Dia melihat perubahan itu terutama pada kulit ditubuhnya. Kulit ditangan itu terlihat sangatlah halus dan berwarna sangat terang atau putih.


Perasaannya juga berkata bahwa dia merasa pendengarannya menjadi lebih tajam. Dia bahkan merasa seakan-akan mampu mendengar suara-suara semut yang berada jauh didalam tanah. Ada seuatu yang berubah, dan aku harus mencari cermin.


Wang Yong berlari ketepi sungai disamping Hutan Bukit Tan Olish. Ketika dia melihat sosoknya di balik cerminan air sungai Niire dia betul-betul terperanjat.


Wajah yang tampak di balik cermin air itu adalah sepotong wajah rupawan yang memiliki kulit seputih salju. Begitu halus bagaikan pualam. Rambutnya berubah warna dari semula hitam legam menjadi berwarna kelabu terang cenderung putih.


Matanya menjadi semakin meruncing dengan dua bola mata berwarna kebiru-biruan.  Telinga… segera Wang Yong melihat telinganya. Meski telinga itu tidak seketika menjadi selancip telinga Elf, namun telinganya menjadi berubah tidak sebulat awal. Saat itu telinga Wang Yong mulai menunjukkan bentuk agak merucing meski tidak sedramatis milik kaum Elf.


Semua gerak geriknya menjadi berubah sangat gesit dan lincah. Seolah-olah tindak tanduknya membawa kesan begitu terlihat sangat anggun. Wang Yong ingin pingsan. Dia sangatlah terkejut dengan semua perubahan itu. Namun dia segera menenangkan hati nya.


Hal yang dia sangat syukuri adalah, tingkat kultivasinya saat ini telah naik sebanyak 3 tingkat. Dia telah memasuki Ranah Alam Roh Yang Tercerahkan Bintang satu. Wang Yong luar biasa gembira melihat perubahan kultivasinya.

__ADS_1


Semua gerak-geriknya saat ini berubah menjadi sangatlah cepat dan gesit. Itu terasa bagaikan kecepatan sesosok Elf. Wang Yong juga menjadi sangat bersyukur untuk hal itu.


Ketika Wang Yong Kembali ke kerumunan Elf itu, tidak ada yang menyadari bahwa dia adalah seorang manusia seperti awal pesta dimulai.


Semua memperlakukan dia seakan-akan dia adalah bagian dari kaum Elf. Penampilan fisiknya telah berubah sehingga kaum Elf sendiri tidak dapat membedakan dirinya adalah seorang ras manusia.


*******


Pesta perayaan Aran Megil telah selesai, dan Wang Yong saat ini berdiri dihadapan Baron Wei. Baron Wei tidak menampakkan wajah yang terkejut melihat perubahan penampilan Wang Yong.


“Jadi anda adalah dia yang dipilih oleh Bing Di Jian dan Naga Ti Lung untuk menjadi sosok next Raja Pedang..” Baron Wei mengangguk pertanda puas.


“Dengan demikian pelatihan selanjutnya adalah melanjutkan pelatihankultivasi di Danau Seribu Es"


"Danau Seribu Es ini hanya boleh digunakan oleh dia yang di tahbiskan oleh Naga Ti Lung dan Bing DI Jian”


“Siapapun yang tidak menerima anugrah dari kedua sosok legendaris itu, ketika mencoba untuk masuk berlatih di Danau Seribu Es ini, niscaya akan mati membeku. Lagipula sihir yang melindungi danau itu sangatlah kuat sehingga tidak ada seorangpun yang akan mampu melewati jalan menuju Danau Seribu Es”


“Sesungguhnya pelatihan kultivasi di Menara yang pernah aku sebutkan sebelumnya tidak sebaik pelatihan di Danau Seribu Es”


Baron Wei mengakhiri penjelasannya mengenai pelatihan kultivasi yang selanjutnya akan di jalani oleh Wang Yong.


Sesuai amanah dari Masternya Suma Chen, Wang Yong kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baron Wei.


Dia saat ini seiring telah terjadi perubahan bentuk pada fisiknya, mulai saat ini akan merubah namanya mengikuti marga mendiang Masternya yaitu Suma Chen.


Itu sesungguhnya adalah perjanjian antara dirinya dengan mendiang Masternya tegasWang Yong.


“Sejak sekarang aku akan Bernama Sima Yong. Sekiranya anda Baron Wei, dapat memanggilku dengan nama baru ini”


Catatan : Suma atau Sima adalah nama yang sama.


“Apapun nama panggilanmu, dirimu adalah tetap seorang yang kemudian akan disebut Raja Pedang. Ingat itu wahai orang muda Bernama Sima Yong”

__ADS_1


“Pelatihan anda di Danau Seribu Es” akan memakan waktu yang lama. Tergantung seberapa kuat anda mampu bertahan melawan hawa dingin di danau itu.


Diriku sarankan, sebaiknya anda mempersiapkan diri karena perjalanan kita menuju Danau Seribu Es akan dilakukan besok hari” pesan Baron Wei kepada Sima Yong.


*********


Menjelang sore hari, Sima Yong itu melangkahkan kaki kearah lapangan tempat kaum Elf berlatih pedang.


Dia selalu teringat akan kekalahannya setiap latih tanding melawan Elf yang Bernama Ye Feng. Kata-kata pedas dari Ye Feng tidak akan pernah dia lupakan. Justru itu ,enjadi pemicu untuk dia berlatih lebih keras.


Kekalahannya pada waktu itu selalu karena masalah kecepatan dan kegesitan dari warisan alami Elf, sehingga dirinya yang selalu kalah cepat dibanding Ye Feng.


Kali ini setelah menerima pentahbisan dari kedua sosok legendaris pada malam pesta perayaan Aran Megil, Sima Yong ingin melihat kemampuan kecepatan dan kegesitan ala Elf yang telah di warisinya.


Ye Feng hanya sedikti tertegun sejenak melihat perubahan fisik dari manusia di hadapannya itu. Namun sebagai Elf dia terbiasa melihat perubahan bentuk atau metamorfosis dari Elf menjadi bentuk lain yang aneh di mata ras manusia.


Lagi pula semua Elf telah mendengar dan menyaksikan sendiri. Manusia itu mendapat berkat dan terpilih oleh dua sosok legendaris didalam perayaan Aran Megil lima tahunan sekali itu.


Ketika pedang kayu terhunus dari sarungnya, kedua sosok itu berkelabat dan salling menyerang. Berbeda dibanding pada waktu dahulu itu, kali ini Ye Feng bahkan tidak dapat menyentuh sedikitpun ujung baju dari manusia didepan nya.


Ye Feng menjadi semakin penasaran dan dia kemudian meningkatkan kecepatan gerak pedangnya.


Hingga beberapa waktu berlalu, setelah bertukar pukulan hingga puluhan jurus, pada akhirnyanya Wang Yong menebas kearah pedang Ye Feng..


“Kraakk…..”


Bunyi pedang Ye Feng yang patah terkena serangan pedang Sima Yong. Disusul sebuah tusukan pedang kayu yang mengarah langsung ke jantung Ye Feng.


Elf itu terlempar jauh kebelakang setelah pukulan telak pedang yang tadinya diarahkan ke jantung, dibelokkan Sima Yong menuju bagian perut Ye Feng.


Sambil mengusapkan darah yang menetas dari bibirnya, Ye Feng membungkuk kearah Sima Yong dan memberi hormat dengan tangan di dada,


“Kiranya Bintang-bintang terang melindungi anda wahai Raja Pedang”

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2