
"Seorang penyihir pembawa api dan pengendali es" anak muda berbaju kelabu itu tersenyum tipis ketika melirik pertempuran di angkasa.
***
Sementara itu, ketika Magus perempuan dan Master Dark Elf berambut emas tengah bertempur, pria berambut hitam kelam mengerling diam-diam ke arah anak muda berbaju kelabu - dialah Sima Yong tokoh kita.
Sima Yong yang merasa kalau dirinya dilirik secara diam-diam, langsung bereaksi. Katanya kepada pria berambut kelam,
"Apakah anda tidak ingin memulai serangan kepadaku?" dia kembali meneguk secawan arak.
Hening..
"Bagaimana anda bisa tahu aku akan menyerang anda?" jawab si rambut kelam masih menebar senyum aneh nya.
"Aku tahu saja. Tanpa perlu di jelaskan panjang lebar, aku tahu siapa anda.
Anda seorang Summoner bukan? Anda seorang Ras Fey penyihir dari kelas pemanggil roh" jawab Sima Yong acuh tak acuh.
Masih menebar senyum aneh nya dan tidak terlihat terkejut.
"Dari mana anda tahu?" senyuman Fey itu mulai memudar ketika mengajukan pertanyaan.
Sima Yong menatap acuh tak acuh kearah jalanan, dekat arah masuk kedalam tanda..
"Marid itu. Anda yang memperbudak dia bukan?"
Wajah Fey itu drasti berubah jelek dalam saat yang sama. Dia tiba-tiba seperti lupa untuk memajang senyum - aneh - di wajahnya. Lalu tanpa sepatah kata pun, dia menunjuk kearah Sima Yong dengan jarinya.
Blam !
Tenda itu meledak. Roti kukus berhamburan kesana kemari. Heng Yeye sendir? Sejak awal-awal orang tua itu telah terbirit-birit berlari menjauh ketika awal-awal melihat pertarungan antara Magus perempuan dan Dark Elf itu. Meskipun ketakutan seperti itu, Heng Yeya tak henti-henti nya meratap..
"Aku hanya orang kecil. Miskin.. Mengapa kalian memilih berkelahi di tempat daganganku..." suara orang tua itu begitu menyayat hati.
Tak menunggu terlalu lama mendengar lolongan pedih Hng Yeye, pintu-pintu rumah dan jendela di sepanjang lorong itu terbuka lebar-lebar. Orang-orang berlarian, berkerumun lalu menonton pertarungan yang kini berpindah ke angkasa.
__ADS_1
Kilas balik.
Ketika tadi Sima Yong berbicara dengan Fey berambut hitam itu, sejak awal-awal dia telah melihat satu Marid peringkat tinggi yang mondar-mandir di jalanan dekat dengan tenda. Pernah sebelumnya author jelaskan di bagian depan, Marid adalah mahluk roh yang berada di peringkat lima diatas imp, foliot, jin dan afrit.
Marid bersama jin dan afrit, keberadaan mereka hanya dapat di lhat oleh ahli sihir yang mampu melintasi alam penglihatan di layer 4. (Layer satu mahluk imp, layer dua foliot, layer tiga dan empat ada jin + afrit. Marid hanya dapat di lihat keberadaannya di layer empat). Sedangkan Sima Yong adalah Magus kategori tinggi - mental jiwanya di ranah Dao sehingga penglihatannya mampu menembus layer 4 melihat roh halus di layaer 4.
Ketika tadi sang Fey menunjuk ke arah Sima Yong, detik yang sama anak muda itu melihat marid pelayan sang Fey melompat dan memukul kearahnya dengan sebuah martil besar.
Tentu saja anak muda kita ini tidak akan membiarkan tubuhnya hancur menjadi bubur karena hantaman martil. Pada waktu se kritis itu, sekumpulan angin tornado dengan cepat menyambar tubuhnya, yang dengan kecepatan hantu tahu-tahu dia telah melayang dan berada di angkasa.
Fey itu menyusul terbang di angkasa, dia berdiri diatas tangan marid yang satu tangannya khusus membentuk telapak untuk dia berdiri. Fey itu mencabut pedang dan berkata.
"Jadi anda juga seorang pengendara angin? aku semakin tertarik" pedang nya tetap teracung dalam gerakan menusuk kearah Sima Yong.
"Sebenarnya apa mau kalian? Aku bertanya-tanya ketika melihat satu demi satu penyihir elit dari tiga ras di Tanah Selubung, dengan tidak malu-malu keluar dari dataran itu hanya untuk memburuku?
Tidak takutkah kalian jika rahasia Tanah Selubung tercium oleh orang-orang di luar tanah itu... Lalu mereka akan mengetahui pelan-pelan keberadaan sekelompok penyihir dari berbagai ras itu?"
Fey itu hanya terkekeh sebentar. Katanya,
"Aku tidak peduli. Selama kamu memberikan Noble Phantasm dan Reilkui yang kamu menangi di Gurun Tak Bertepi, aku tidak akan pergi meninggalkan kota dunia kaum fana ini"
"Kamu sungguh tidak mengenal rasa malu. Yang aku tahu ras Fey itu adalah ras yang murah hati dan tidak serakah. Namun aku melihat dirimu lain di banding Fey pada umumnya. Tamak !" kata Sima Yong menyindir.
Sementara itu, tidak lama setelah dia berbicara dengan Fey berambut gelap, Magus perempuan dan Dark Elf terlihat telah berada di samping Fey itu.
Dengan sinis dia berkata.
"Sepertinya aku melihat dua penyihir dari dua ras telah menyudahi pertempuran mereka. Aku bertanya-tanya.. Kesepakatan apakah diantara kalian berdua, sehingga tiba-tiba menjadi akur dan kini terlihat seperti berbalik akan menyerang aku?"
"Serahkan Reikui Naga kepadaku !" bentak Dark Elf dengan suara nya yang dalam.
"Jika kamu menyerahkan Mata Sang Ratu - Noble Phantasm itu, aku akan mengampuni jiwa mu !" Magus perempuan itu menunjuk Sima Yong dengan tongkat sihirnya.
Mendengar dua orang lainnya telah menetapkan bagian mana yang akan mereka ambil dari Sima Yong, seolah-olah mengabaikan dirinya, Fey itu berubah buruk wajahnya. Dia lantas berkata dengan suara yang sangat dingin. Sepertinya dia tersinggung,
__ADS_1
"Baiklah karena kalian dua orang tua Magus dan Dark Elf telah menentukan apa yang akan kalian ambil dari anak muda itu, aku juga akan mengambil dua Noble Phantasm sekaligus. Tongkat Pendek Penerobos Ruang dan Waktu, serta Noble Phantasm Tiga Topeng Gorgon !"
Selesai mengatakan hal itu, Dark Elf dan Magus perempuan itu seperti dikejutkan dengan suatu ingatan. Anak muda itu memiliki empat benda berharga ! Satu relikui kuno dan tiga Noble Phantasm ! Wajah Magus perempuan itu menjadi pucat. Katanya..
"Tunggu dulu Saudara Han Morzan" Magus itu memandang sang Fey, lalu ke arah Dark Elf.
"Aku Lin Fan Fang sebagai Pendeta Ordo Kuil Magi Dewa Perang bersama Dark Elf Lord Shen Ardan - dan kita belum mengatur siapa yang berhak untuk Noble Phantasm ke 4.
Masing-masing dari kami hanya berhak untuk satu benda sihir saja. Baiklah jika anda ingin bergabung dalam aliansi dengan kami berdua. Akan tetapi khusus kepemilikan Noble Phantasm ke empat harus tentukan dengan kesepakatan bersama.
Anda tidak berhak secara langsung meng-klaim kepemilikan dua benda sihir sekaligus" dia memandang ke arah Dark Elf itu, seakan meminta dukungan.
"Tentu saja dalam hal ini tiga ras sihir dari Tanah Selubung perlu membicarakannya dengan baik-baik" Lin Fan Fang menjadi tambah berani setelah dia melihat Lord Shen Ardan Dark Elf itu mengkerdipkan mata kearahnya. Dia merasa kuat karena mendapat dukungan.
Sontak Han Morzan ras Fey itu menjadi tertekan. Dua melawan satu. Dan dia menjadi tidak berdaya.
Ketika tiga orang itu tengah bersitegang tentang benda sihir yang akan mereka jarah nanti, tiba-tiba terdengar suara - membuat mereka tersadar.
"Ck-ck-ck... Aku betul-betul mengalami ketekejutan melihat pemimpin-pemimpin ras sihir. Kalian menganggap seolah-olah aku ini tidak ada. seakan-akan aku ini telah mati dan kalah, dan kalian bebas mengambil harta kekayaan ku...
Apakah kalian lupa? Aku adalah pemenang Perang Suci yang diadakan 100 tahun sekali ini?
Aku adalah salah satu penyihir terkuat abad ini.." tangan Sima Yong mengangkat tinggi-tinggi Mata Sang Ratu dengan tangan kirinya - tinggi melampaui kepala nya.
Tangan kanannya tiba-tiba telah menggenggam Pedang Emas Suci - satu pedang sihir dan menunjuk kearah mereka..
"Awal nya aku tidak berniat membunuh kalian bertiga, well sekalian dengan marid jelek itu..
Tapi kini, aku merasa kalian layak mati. Kalian sungguh menjijikkan - pemimpin ordo dan ras sihir namun memiliki sifat serakah yang tidak mengenal rasa malu.." Mata Sang Ratu mulai berwarna merah menyala di tangannya. Lanjutnya..
"Sebagai Penyihir terkuat dari Perang Suci Relikui Naga, dengan ini aku mengutuk dan memerintahkan 'Mata Sang Ratu' untukmengambil semua energi kalian sampai habis..
Aku mengutuk kalian mati setelah eneri kalian terkuras. Kalian tidak akan pernah berinkarnasi kembali. Aku mengutuk kalian menjadi kerak di kedalaman neraka yang terlupakan - tidak pernah di bicarakan oleh siapapun !"
Merah darah.. Lautan darah membanjiri seluruh udara. Dunia kecil yang di bentuk Mata Sang Ratu membungkus tiga penyihir itu - sekalian dengan marid budak Fey itu - yang lalu menyisakan debu. Ke empat sosok itu lalu lenyap tak bersisa.
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...