Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran dibawah Cahaya Rembulan


__ADS_3

Favoritkan, like dan komen novel ini untuk bentuk suppert bagi author. terima kasih


******


Dibawah cahaya Purnama Dua Rembulan, sesosok bayangan terlihat seperti melaju diatas air Danau Saitana Pari. Orang mungkin mengira bahwa sosok itu tengah berlari dengan cepat diatas air danau. Namun jika di lihat dari jarak dekat, bayangan yang ternyata manusia itu hanya berdiri diatas sebatang pohon yang mengapung dan berfungsi sebagai semacam perahu yang membawa pria itu berlayar. Anehnya meskipun tidak terlihat menggunakan semacam alat penggerak, batang pohon itu melaju dengan cepat seperti memiliki motor  penggerak.


Jubah pria itu melambai-lambai ditiup angin danau, sehingga jika dilihat jari kejauhan, orang akan mengira itu adalah layar dari sebuah perahu besar. Sosok itu adalah Sima Yong yang sedang mengejar empat temannya yang menghilang dari tepi pantai, karena terkena pesona sihir kaum siren.


Sayup-sayup terdengar nyanyian merdu yang menggugah hati,


Beribu tahun sudah diriku hidup dalam kesepian


Namun aku tetap setia menantimu


Masih berapa ribu tahun lagi aku harus menanti dalam sepi


Hampir tak sanggup melalui semua tanpa dirimu …….


Semakin lama suara nyanyian kaum siren semakin jelas terdengar. Suara yang mengandung magis itu sama sekali tidak berpengaruh bagi Sima Yong yang memiliki kekuatan jiwa peringkat Surgawi tiga. Apalagi dirinya mampu memahami Niat Jiwa yang merupakan seni jiwa tertinggi.


Ketika suara nyanyian siren terdengar semakin dekat, Sima Yong langsung mengeluarkan alat musik Kecapi (guzheng atau harpa) dari  cincin spasial. Dalam posisi lotus diatas batangan kayu itu, sebuah musik bernada lembut dimainkannya.


“Tringg… tringg..!!”


Musik lembut dan merdu itu menekan dan membuyarkan semua nada nyanyian penuh pesona yang dikeluarkan oleh kaum siren.


Suara nyanyian siren kini menjadi kacau balau. Setelah mereka terdiam sejenak, tiba-tiba terdengar gempuran suara bagaikan kumpulan ratusan suara paduan suara seperti yang sering kita dengar terdengar membelah kesunyian malam di danau Saitana Pari. Nada paduan suara itu terdengar kadang tinggi, bahkan rasanya terlalu tinggi bagi nada yang dapat dinyanyikan oleh manusia biasa.


Dan jika nada serangan jiwa paduan suara itu mengambil tune dalam nada rendah, maka bagi telinga manusia normal tidak dapat menangkap nada rendah itu. Yang terasa hanyalah bulu kuduk serasa meremang karena nada yang amat rendah dirasakan indra namun tidak dapat didengar.


Air tenang di atas danau itu seketika bergejolak saat serangan jiwa dalam bentuk paduan suara kaum siren dikumandangkan. Hewan malam air di sekitar danau sampai-sampai menjadi gelisah dan berlarian untuk menghindar. Burung malam pun terdengar memekik kacau karena kekuatan serangan jiwa paduan suara kaum siren. Semua terganggu…


Batang kayu yang ditumpangi Sima Yong sampai-sampai terhenti dan tidak dapat bergerak maju ketika serangan paduan suara kaum siren datang menyerang.


“Kurang ajar, berani menyerang secara kelompok?? Baiklah… kamu akan rasakan Teknik kegelapan dari Kaum Elf”


Sambil menarik nafas dalam-dalam, Sima Yong menghempaskan kekuatan Qi kedalam batang kayu itu. Batang kayu itu kemudian menjadi melaju cepat menembus terjangan ombak menuju kearah suara kaum siren yang mana berasal.


Dia lalu mengubah petikan lagu pada kecapi ditangannya. Sebuah lagu gubahan “Baron Wei” Teknik Serangan Jiwa yang hanya dapat dimainkan ahli Kekuatan Jiwa Surgawi level tiga yaitu “Ilusi Bentang Musim Dingin” dipersiapkannya. Sepertinya Teknik ini belum pernah dicobanya melawan seseorang praktisi. Siren ini adalah bahan uji coba….


“Coba tahan ini…” bentak Sima Yong, Ketika jarinya memulai petikan Lagu Ilusi Benteng Musim Dingin.


“Tring-tring-tring” air danau dimana Sima Yong berada seketika membeku. Dan kebekuan itu terlihat menjalar dengan cepat bagaikan orang berlari.


Sekitar sepuluh siren yang sementara duduk bernyanyi diatas batu karang sejauh 500 meter dari Sima Yong terlihat terperanjat ketika melihat air danau membeku dalam sekejab mata. Kebekuan yang melanda air danau terasa lebih cepat dibanding air yang mengalir.


Lalu dalam Bahasa yang tidak dimengerti manusia, siren itu saling berteriak. Beberapa siren bahkan mencoba untuk melompat kedalam air danau menyelamatkan diri.


“Xrrbxxrtnjjsj..!!!”


“xrgefdrxgsrg..!!!”

__ADS_1


Sima Yong dapat melihat dari kejauhan. Keempat temannya terlihat dalam posisi berlutut sementara siren-siren itu tadinya telah membuka mulut mereka yang memperlihatkan gigi bergerigi tajam bagaikan gigi seekor ikan. Pakaian keempat temannya itu telah dalam keadaan setengah telanjang. Jika saja Sima Yong terlambat datang, kemungkinan keempat praktisi itu telah dilecehkan lalu kemudian mungkin disantap mentah-mentah oleh mahluk siren itu.


Namun rupanya kebahagiaan mereka, para siren itu telah terusik Ketika Sima Yong menerapkan Teknik Jiwa dalam lagu “Ilusi Benteng Musim Dingin”. Cuaca dingin dan air yang membeku memenuhi penampakan di sekitar situ. Kejadian seperti itu tidak pernah terjadi di bagian selatan benua yang selalu hangat ini.


“Grrreeehh….” Salah satu siren seketika membeku menjadi kristal es ketika dia melompat kedalam air .Malang bagi siren itu karena air danau telah membeku bersamaan dengan dirinya melompat kedalam air.


Siren yang tersisa mulai terlihat ketakutan dan berseru-seru dalam nada kacau yang terdengar seram. Wajah cantik dan tampan itu kini berubah menjadi mengerikan, ketika mereka berteriak panik. Wajah itu para siren itu cenderung menyerupai monster ikan dengan menampilkan gigi-gigi yang runcing dan tajam.


Tidak menyia-nyiakan hal itu Sima Yong melompat cepat kearah kawanan mahluk siren dengan Pedang Penakluk iblis ditangan. Pedang roh peringkat Saint demi itu adalah hasil rampasan dari salah satu mogui Ketika dia membunuh mogui itu di Hutan Terlarang.


Sementara itu dari arah kawanan siren itu, melesat sesosok bayang siren perempuan dengan rambut yang Panjang menjuntai, dengan bayangan menutupi cahaya rembulan. Sosok siren itu terlihat bagaikan iblis jahat yang baru keluar dari kegelapan malam. Sepertinya siren itu adalah pemimpin kawanan siren penggoda di danau Saitana Pari.


Dalam auman yang terdengar aneh, dia mengayunkan senjata roh ditangannya yang berbentuk cermin kaum Wanita (cermin itu biasanya berbentuk lonjong dengan gagang yang dapat dipegang)….


“gsjdnzy7atsusdi”….


Suara aneh terdengar seperti jeritan Ketika pemimpin siren itu berteriak. Tangannya memukul membentuk  cengkeraman mengerikan dimana banyak sekali sisik-sisik aneh disepanjang tangan itu.


“Alam Tanpa Batas bintang empat…!!” batin Sima Yong.


“Trangg…!!” dua kekuatan raksasa sebesar 1.250.000 jin saling berbenturan dan menimbulkan ledakan besar. Beberapa Siren ikut terseret lalu terlempar membentur kristal-kristal es membeku di danau.


“Qjhwihaiojdwqyg..”


wajah siren-siren pengikut itu terlihat ketakutan Ketika ledakan dahsyat melanda mereka.


Namun siren Wanita pemimpin mereka sepertinya tidak peduli dengan anak buahnya yang menderita. Dia mengayunkannya cermin ditangannya, lalu sebuah sinar terpantul dari cahaya rembulan dan membentuk sinar laser dahsyat yang terlihat mengiris dengan tajam kearah Sima Yong.


“Slash…”


Bongkahan es yang membeku di danau itu berantakan terpotong-potong cahaya pantulan rembulan yang di pantulkan cermin tersebut.


“Mahluk ganas ini memiliki senjata roh peringkat Saint trenta??” Sima Yong terperangah memandang cermin roh kepunyaan siren dengan takjub.


“Bukankah senjata atau peralatan roh kelas Saint hanya dapat di suling oleh refiner kelas Saint juga? Dari mana mahluk mengerikan ini memperolehnya??. Aku harus memiliki benda itu” kata Sima Yong didalam hati.


Dilain pihak, pemimpin kaum siren itu terlihat menjadi amat gembira. Kegembiraan itu terjadi karena ketika sinar pantulan rembulan dari cermin ditangannya sepertinya mampu membuat lawannya kelimpungan melompat kesana dan kemari.


Dalam nada yang semakin kacau dan mengerikan dia mengoceh tidak karuan,


“jhaiudshcuwei…”


Cermin ditangan kanannya di ayunkan Kembali dan sambil mengerahkan kekuatan sebesar 1.250.000 jin, cahaya laser keemasan itu melesat keluar dari cermin ditangannya.


“Wwhoooopp…”


Sambil melemparkan lima Qi pedang kearah pemimpin kaum siren, Sima Yong merapalkan mantra lagi….


“Konsep ruang dan waktu..!!”


“Pembagi Surga..!!”

__ADS_1


Ruang dihadapan Sima Yong tercabik lalu sinar laser yang di tembakkan oleh pemimpin siren itu terbelok dan ditelan ruang dimensi yang tercabik tadi. Setelah sinar laser itu lenyap ditelan ruang tercabik, dengan cepar semua menutup lalu tidak menyisakan apapun.


Pemimpin siren itu dibuat ternganga Ketika melihat ruang dihadapan nya tercabik lalu menutup Kembali. Namun rasa kagumnya itu berubah menjadi panik Ketika lima helai energi Qi pedang membelit  masing-masing tangan, ekor dan lehernya. Pemimpin siren itu menjerit dalam nada yang sengau dan membuat merinding orang yang mendengarnya…


“Aarghhhhhhhh…..”


“Buukk….” Sebuah telapak tangan dari Sima Yong mendarat di dada pemimpin siren itu. Langsung seteguk darah terlempar keluar dari mulutnya. Siren itu mau mencoba meronta untuk membebaskan diri.


“arrrrhh…” siren itu mencoba meronta sekali lagi sambil mengerahkan tenaga Alam Tanpa Batas bintang empat, namun dia semakin kesakitan. Helaian Qi itu adalah pedang yang tentu saja akan mengiris daging Ketika seseorang terikat dan mencoba meronta-ronta.


“Buuk….” Sebuah pukulan telapak tangan Kembali mendarat di dada siren itu.


“hoeekss….” Dari Kembali mengalir dari mulut mahluk itu.


“Tidak perlu kamu berpura-pura. Kamu tahu dan mampu berbicara dalam Bahasa kaum mahluk hidup di Selatan Benua ini. Bukankah kamu tadinya bernyanyi memikat orang menggunakan Bahasa kaum mahluk hidup Kota Selatan??? Sekali lagi kamu berpura-pura.. aku tidak segan-segan menghancurkan dantian kamu, lalu melemparkan kamu diantara kaum centaurus”.


“Lihatlah… apakah mahluk setengah kuda itu akan melecehkan kamu seperti apa nanti” dengan bengis Sima Yong menarik salah satu Qi pedang di leher siren yang terlihat pucat itu. Darah mengalir dari lehernya yang terikat Qi pedang.


“Apa mau mu manusia??” Siren itu menatap Sima Yong dalam tatapan takut. Dia sadar mahluk dihadapannya ini adalah sosok yang tidak akan ingkar dengan kata-katanya. Jelas-jelas dia tidak mau jika dirinya dilempar diantara kaum centaurus yang jelas-jelas akan melecehkan kemudian membunuhnya.


“Aku menginginkan kamu menjadi hewan kontrak. Dan tidak ada tawar menawar” kata Sima Yong bengis.


“Hewan kontrak??? Kamu gila… selama aku hidup 5000 tahun, baru kali ini ada anak kecil menghinaku sedemikian rupa” siren itu memperlihatkan wajah tersinggung. Biar bagaimanapun dia adalah pemimpin kaum siren sehingga menjadi hewan kontrak adalah sebuah penghinaan bagi dirinya.


“ Kamu tidak perlu terlalu menganggap tinggi dirimu itu. Kamu pada awalnya hanyalah seekor ikan dark beast biasa. Dan kamu berubah seperti begini Ketika kamu menyerap kekuatan Siren Asli yang mungkin telah punah jutaan tahun yang lalu. Aku melihat kemurnian darahmu tidaklah 100% asli. Kamu hanya siren hasil transplantasi” Sima Yong tertawa mengejek.


Siren perempuan itu terdiam. Memang seperti yang di paparkan Sima Yong adalah benar. Dia awalnya hanyah dark beast ikan biasa. Namun dia bermutasi Ketika dia dan kawan-kawannya menemukan sebuah kerangka kuno di dasar danau yang sepertinya adalah kerangka Siren yang telah mati jutaan tahun lalu. Lalu dia Bersama dengan kawan-kawannya bertahun-tahun menyerap kekuatan siren dari kerangka itu, dan lambat laun merekapun bermutasi menjadi menyerupai siren asli.


Sima Yong menambahkan,….


“Jika kamu keberatan, maka aku akan membunuhmu. Bahkan aku akan menghancurkan jiwamu hingga kamu tidak akan pernah berreinkarnasi lagi dimasa datang. Kisah mu akan tamat sampai hari ini”. Tatapan Sima Yong terlihat seperti seseorang yang betul-betul akan melakukan apa yang dia katakan. Siren itu goyah….


“Namun jika kamu menjadi hewan kontrak ku, aku berjanji akan membebaskan kamu 100 tahun kedepan. Bahkan dengan mengikutiku, aku tidak akan menyia-nyiakan kamu. kultivasi kamu bahkan akan meningkat lebih dari sekarang ini.


Siren itu Kembali terlihat ragu-ragu. Namun dia berpikr keras. Ketika jiwa nya dimusnahkan, dia tidak akan pernah bereinkarnasi lagi dimasa datang. Sementara dilain pihak, siren itu memiliki visi yang amat jauh kedepan.


“Apakah janji kamu dapat dipegang ??? 100 tahun memang bukan waktu yang terlalu lama untuk mahluk dark beast seperti kami. Namun ingat …. janji seseorang ahli seperti kamu haruslah dapat dipegang dan tidak boleh ingkar…” kata siren itu.


“Kamu dapat melakukan sumpah surgawi lalu aku akan menyediakan kontak darah dengan mu” Kata Sima Yong


Lama setelah negosiasi, Siren itu akhirnya menyetujui untuk menjadi hewan kontrak dengan Sima Yong. Dia lalu mengucapkan sumpah surgawi akan setia kepada Sima Yong hingga 100 tahun kedepan. Sumpah Surgawi seperti itu adalah Sumpah yang tidak berani dilanggar oleh siapapun dimasa itu. Jika si pesumpah berani melanggar sumpah surgawi, maka Surga sendiri yang akan menghukum pelanggar sumpah tersebut dengan mengirimkan hukuman biasanya berupa petir.


Sima Yong lalu mengirim Siren itu kedalam domain pagoda di kalungnya, menempatkan siren itu di sebuah kolam besar di domain pagoda.


“Aku menunggu waktu untuk menjadikan anda hewan kontrak yang dapat menemaniku didalam setiap pertempuran” kata Sima Yong.


*Bersambung*


   Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2