
Kedatangan Praktisi Bernama Panglima Dawa yang merupakan agen rahasia Kekaisaran Atap Langit di Barat itu, kemudian disusul dengan kedatangan ahli-ahli lainnya.
Praktisi ke tiga yang datang adalah Seorang ahli pedang dengan ranah kultivasi Alam Spirit Agung Bintang Tujuh.
Menurut info dari Imam Long Kangjian, Praktisi ketiga ini bernama Yin Haocun. Yin Haocun adalah seorang Independent kultivator berusia 50 tahun yang berasal dari Wilayah Barat. Dia adalah seorang ahli pedang.
Orang keempat yang datang adalah seseorang yang mengaku Bernama Tang Fai. Tang Fai memiliki Kulutivasi di ranah Alam Spirit Agung Bintang delapan di usia masih 30 tahun.
Tang Fai ini memperkenalkan diri sebagai seorang Alkemis yang berasal dari Benua Tengah.
Long Kangjian lalu kembali berbisik ke Sima Yong,
“Sepertinya orang ini berasal adalah salah satu Klan Kuno di Wilayah Tengah, yaitu Klan Tang. Klan Tang dikenal di Wilayah Tengah sebagai Klan yang berkonsentrasi di bidang Dao Alkmia”
Sima Yong mencatat didalam hati, seorang yang masih muda namun memiliki ranah kultivasi Alam Spirit Agung Bintang Delapan. Dan juga merupakan Alkemis. Orang ini tidak bisa dianggap remeh.
Memang kenyataannya sikap dan tindak tanduk Tang Fai ini
menunjukkan dirinya adalah sosok yang angkuh.
Berturut-turut datang Seseorang praktisi Bernama Lie Jierui. Lie Jierui adalah seorang pria berusia 35 tahun. Dia mengaku berasal dari Wilayah Tengah Benua. Asal sektenya adalah Sekte Pisau Terbang. Ranah Kultivasi Lie Jierui adalah Alam Spirit Agung Bintang Delapan.
Lie Jierui berpenampilan unik dengan mengenakan topeng. Konon kabarnya sekte yang mana pria ini berasal adalah sebuah sekte yang khusus menjadi assassin di Wilayah Tengah.
Paling terakhir sebagai orang ketujuh pemegang token adalah seorang praktisi yang berasal dari Wilayah Selatan Bernama Shi Kong.
Shi Kong ini terlihat berusia 40 tahun dan memiiki kultivasi di ranah Alam Spirit Agung Bintang Tujuh. Keahlian juga sebagai ahli pedang.
Semua telah lengkap, lalu kemudian mereka membahas tentang jadwal membuka domain, dimana letak lokasi dan berapa banyak pengikut yang bisa di bawa masuk kedalam Domain Warisan Kaisar Obat Cheng Kun itu.
Semakin sedikit yang mengetahui rahasia domain ini, maka semakin kecil kemungkinan rahasia ini akan bocor dikalangan praktisi wilayah barat.
Sima Yong memperhatikan semua satu demi satu, tidak ada yang memiliki kultivasi dibawah Alam Spirit Agung Bintang lima. Sungguh kelompok praktisi yang tangguh.
Dia menilai sepertinya semua membawa pengikut untuk memperkuat tim Ketika berburu warisan di dalam domain itu nanti.
*******
Mereka bertujuh pada akhirnya sepakat untuk membuka domain Kaisar Obat Cheng Kun pada esok hari Ketika matahari baru terbit.
Karena lokasi pintu domain berada di Gunung Unta Putih, maka Imam Long Kangjian sebagai orang yang berasal dari Wilayah Barat, telah menyediakan 7 peta untuk akses menuju lokasi Gunung Unta.
Semua sepakat juga bahwa maksimal pengikut yang dapat dibawa adalah dua orang pengikut. Tidak diijinkan membawa lebih dari dua pengikut. Alasan Long Kangjian mengajukan usul tersebut adalah, jika terlalu banyak kerumunan bisa menimbulkan kecurigaan.
Gunung Unta putih adalah sebuah gunung yang sepi dekat dengan Kota Seribu Mimpi. Terdapat sebuah Sekte yang terkenal di Wilayah Barat yaitu Sekte Unta Putih di gunung itu. Jika Sekte Unta Putih mengetahui hal ini, kemungkinan mereka akan sulit menuju pintu masuk domain.
Mereka semua harus bersikap waspada agar rahasia ini tidak bocor dan menimbulkan keinginan rasa serakah orang banyak untuk menjelajah Domain Warisan Raja Obat.
*******
Malam menjelang di penginapan Gerbang Naga. Sima Yong sedang berkultivasi seperti biasanya. Ketika dia sementara berkultivasi, perasaannya mengatakan bahwa seseorang sedang memperhatikannya.
“SCRY…??”
“Tidak,… ini bukan SCRY. Ini adalah teknik mengawasi secara langsung”
Sima Yong saat itu juga langsung melompat dan terbang menuju jendela kamarnya di Penginapan itu.
Jendela yang hanya terbuat dari kayu itu langsung hancur berantakan. Tangannya dengan sangat cekatan membentuk telapak yang diarahkan ke sebuah bayangan di di luar.
“Duaar…..”
Telapak itu terlihat seakan membentur suatu benda yang keras. Sima Yong bahkan mundur hingga lima tombak.
Bayangan itu lalu kemudian menampakkan dirinya. Ketika bayangan itu semakin jelas, Sima Yong langsung sadar bahwa itu adalah sosok ras iblis. Tanduk di kepala dan topeng yang dikenakan sudah merupakan ciri khas ras iblis.
Wajah ras ibkis itu terlihat sangat menyeramkan. Hal itu dipertegas dengan topeng menyerupai wajah raja neraka. Mata nya menyala-nyala. Dari balik wajah yang mengenakan topeng itu terdengar suara yang berkata,
“Jadi kamu adalah Master Pedang Berjubah Hijau… kamu adalah manusia menyerupai Elf yang telah membunuh seorang panglima iblis di Wilayah Utara bukan?”.
“Bahkan kamu mengalahkan dua ras iblis….. ckck”
Sima Yong mengecilkan mata nya dan balas berkata dengan dingin,
“Dan kamu adalah mahluk iblis yang selalu men SCRY diriku?"
"Sungguh berani kamu. masih untung aku berbelas kasihan kepadamu, jika tidak sudah kumusnahkan sepenggal
__ADS_1
jiwa yang kamu kirim memata-mataiku.. "
"Katakan... siapa namamu sebelum aku mencabut nyawamu….”
iblis itu balas berkata,
“Hahaha… Kamu masih bisa bercanda dengan kematian. Baiklah.. Catat namaku Mao Gua. Aku pastikan kamu tidak akan bisa mengalahkanku…”
“Dengan kemampuanmu yang hanya di ranah Alam Spirit agung Lima itu? ... kamu tidak akan ada artinya dihadapan praktisi Alam Spirit Agung Puncak Sembilan….”
Mao Gua tertawa terbahak-bahak. Suaranya memecah kesunyian malam di Kota Seribu Mimpi.
“Tujuanku selain untuk mengambil nyawamu… adalah juga untuk mengambil Token Warisan Kaisar Obat…. Kamu mencurinya dari Mao Yuwen. Token itu adalah hak milik kaum
kami ras iblis”
Mata Mao Gua terlihat menyelidiki Sima Yong.
Sima Yong tertawa mengejek,
"haha… apakah kamu begitu tidak tahu aturan? Bukankah hak seseorang yang memenangkan pertempuran untuk mengambil jarahan?”
“Lagipula… jelas-jelas ini adalah warisan yang berhubungan dengan kemampuan alkimia seseorang…"
"Sejak kapan ras kamu itu diberkati Langit untuk mampu menjadi seorang Alkemis?"
Rupanya hinaan dari Sima Yong itu mengena betul di hati Mao Gua. Ras yang diberkati untuk mengolah teknik Alkimia dan Simbol Jimat hanyalah ras manusia dan Elf.
“Lancang… kamu .. berani betul berpacaran dengan maut… mari aku bantu percepat kematianmu…”
Serangkum angin dahsyat menerjang kearah Sima Yong Ketika iblis Mao Gua itu mengibaskan tangan. Sima Yong sendiri tidak berani untuk bersikap sembarangan.
Seseorang di ranah Alam Spirit Agung Puncak Sembilan bukanlah sosok yang dapat dia anggap rendah.
Dengan tidak mau kalah gesitnya, Sima Yong membacakan mantra untuk melepaskan lima kuntum Teratai Es yang muncul di hadapannya.
“Pergi…”
Lima kuntum bunga Teratai es itu menerjang dengan cepat untuk memblokir angin dahsyat yang terasa penuh hawa membunuh.
Kedua tenaga itu saling berbenturan lalu kemudian sama-sama lenyap ditelan malam … disusul kembali terjangan dari kedua Ahli Alam Spirit Agung itu saling menyerang.
“Trang…”
Bunyi Pedang Hati Rembulan terdwngar keras ketika berbenturan dengan tiga pasang cakar yang pajang menyerupai pedang pendek itu.
Sima Yong terdorong mundur lima tombak akan tetap dia tidak berhenti sampai disitu saja.
Energi Qi yang membentuk lima helai warna warni kristal itu mencuat keluar dari dirinya dan dengan sangat cepat menyerang Mao Gua.
Iblis itu menjadi terperanjat. Sambil merapalkan mantra yang kemudian cahaya berwarna merah, dia seakan menghilang. Terlindung di balik sinar merah itu.
Mao Gua betul-betul tidak menyangka bahwa pria kecil berwujud elf didepan nya itu sangatlah piawai.
Ketika terdorong kebelakang, pria itu masih dapat mengeksekusi Teknik pedang lainnya untuk balas menyerang.
“Baiklah… kamu akan merasakan darah ras iblis ini…”
Kemudian dia membuat segel dan mengirimkan sebuah serangan berupa tiga pasang cakar iblis yang melesat dengan cepat kearah Sima Yong.
Sima Yong dengan cepat pula memutar kedua tangan nya dan membentuk segel di dada, lalu kemudian pedang di tangannya terbang kearah tiga pasang cakar iblis itu.
“Duar… “
Kembali ledakan terjadi dan Sima Yong kembali terdorong mundur lima tombak.
“Jika aku terus menerus mencoba untuk beradu tenaga dengannya maka aku akan kalah telak. Energi Qi Alam Spirit Agung Lima memang jaraknya terletak diantara jurang yang dalam jika dibandingkan Alam Spirit Agung Sembilan Puncak”
Mao Gua diseberang sana tertawa terbahak-bahak. Dia sangat gembira. Manusia Elf itu tidaklah memiliki Qi setebal dirinya.
“Seorang dengan ranah Alam Spirit Agung Lima tidak akan berarti dihadapanku. Terimalah kematianmu”
Kembali dia melepaskan Teknik pamungkasnya yaitu tiga pasang cakar iblis yang berbentuk mirip pedang pendek itu.
Sima Yong mempush tenaga, lalu kemudian menerjang seakan seperti mengejar dimana arah cakar iblis itu berada.
Tak-tik Sima Yong adalah membuat jarak semakin dekat sehingga Mao Gua akan berada di jarak jangkauan Teknik ilusinya.
__ADS_1
Ketika jarak di antara dua praktisi itu berada didalam jarak 100 meter… tiba-tiba Mao Gua merasakan udara disekitarnya menjadi dingin. Sima Yong berhasil membuat iblis itu masuk area jangkauan teknik ilusinya.
Sima Yong tertawa Bahagia didalam hati… sebuah teknik ilusi kelas surgawi meluncur,
“Mantra ketiga… Badai Teratai Salju…..”
Sima Yong mengeksekusi Teknik ilusinya yang dikenal Bernama Teknik Tujuh Mantra Kematian Hujan Es.
Mantra pertama (Hujan Peony) dan kedua (keharuman anggrek es) pernah dia rapalkan Ketika melawan dua ras iblis di pertempuran di Akademi Ling Jian.
Iblis Mao Gua itu menjadi sangat terkejut. Dia merasa seakan dirinya terperangkap didalam sebuah padang es yang tiada berkesudahan.
Kondisi mereka saat ini berada di sebuah daerah di Barat yang dominan berwujud padang gurun. Entah bagaimana
siluman Elf didepannya ini mampu mengubah padang gurun menjadi padang es?
Diperlukan kemampuan sihir yang sangat kuat untuk melakukan hal seperti ini.
Sementara Sima Yong ketika ilusi telah terbentuk dan memerangkap Mao Gua... tertawa gembira.
Dunia ilusi yang telah terbentuk saat itu adalah dunia tersendiri milik nya. Dialah penguasa di dunia ilusi itu. Tidak ada yang dapat melawannya didalam dunia nya.
Dengan lembut dia berkata kepada Mao Gua….
“Kamu iblis… sudah pernahkan merasakan irisan dari Teratai es seperti ini? “
Disusul dengan tawa yang menyeramkan… Sima Yong memerintahkan jutaan Teratai Es untuk jatuh ke bumi dan menumpuk ke Mao Gua”
Iblis Mao Gua berusaha mengucapkan mantra-mantra yamg dia ketahui agar dirinya dapat terbebas dari ilusi yang mengerikan didepan matanya.
Meski dirinya telah berulangkali berusaha mengucapkan mantra dan mengeksekusi Teknik-teknik pedang agar terbebaskan.... dia tidak dapat menghindar dari jutaan Teratai es yang berguguran kearahnya.
Semua adalah kesia-sia belaka. Badai es Teratai itu semakin mencemgkeram dirinya. Lalu kemudian membekukan dirinya.
********
Sementara itu, ratusan pasang mata yang menonton dari balik tempat tersembunyi diam-diam bergidik menyaksikan Teknik ilusi Sima Yong.
Semua penonton juga merasakan hawa malam yang dingin di gurun, berubah menjadi tambah dingin berkali lipat. Semua orang menggigil kedinginan.
********
Yang terlihat di mata penonton duel itu adalah iblis Mao Gua terperangkap didalam sebuah ruang tembus pandang yang didalamnya terjadi badai es.
Badai es yang terlihat itu sangat mengerikan, sehingga Mao
Gua bahkan tidak mampu untuk beranjak dari tempat dimana dia berdiri.
Sepuluh menit telah berlangsung, Teratai salju itu semakin banyak mengikis tubuh Mao Gua yang perlahan mulai membeku.
Semua penonton menahan nafas melihat kedahsyatan Teknik ilusi itu. Sebuah teknik yang mampu mengubah posisi diatas angin Mao Gua menjadi sebuah mimpi buruk.
Sima Yong kemudian dengan sebuah Gerakan ringan menggerakan Pedang Hati Rembulan.
“Hancurkan….”
Pedang hati rembulan kemudian melesat cepat kearah Mao Gua yang telah menjadi kristal es itu.
Ketika Pedang Hati Rembulan menyentuh sosok iblis yang membeku itu….. terdengar bunyi es kristal yang hancur terpecah-pecah. Tubuh Mao Gua telah hancur berkeping-keping menjadi butiran es.
Sebuah cahaya kemudian melesat keluar dari kepingan kristal es itu dan mencoba untuk menerobos keluar dari ilusi Tujuh Mantra Kematian Hujan Es.
Sima Yong tertawa dingin,
“Jangan harap kamu dapat meloloskan diri….”
Kemudian dengan sebuah sentilan jari… sebuah botol dari cincin spasialnya keluar dan melesat dengan cepat lalu menyedot cahaya putih. Sirna sudah harapan Mao Gua untuk meloloskan diri.
“Bahkan jiwamu tidak akan lolos dari genggamanku…”
Cahaya putih itu menjerit dengan sangat keras memecah kesunyian malam. Semua orang merasa bulu kuduk nya meremang.
“Aku tidak akan rela…. Biar ku kutuk dirimu akan di balasa oleh ras iblis dan hancur lebur sampai tidak bisa bereinkarnasi lagi”.
Ketika jiwa Mao Guw masuk terperangkap di dalam botol penangkap jiwa.. cahaya putih itu akhirnya melemah.
Cahaya putih itu bberubah menjadi setetes cairan. Itu adalah cairan inti jiwa, bahan yang dibutuhkan untuk berkultivasi kemampuan seseorang praktisi Dao Mental (sihir).
__ADS_1
*Bersambung*