
Tangan Mao Lao Gui membentuk silang. Tiga pasang cakar belati di kepalan tinjunya berdenging menyakitkan telinga, ketika itu dia telah berada dalam posisi siap membunuh.
Saat sesepuh iblis itu melepaskan tebasan membentuk X dari dua tangan 'Tsing !" - enam cakar belati yang penuh cahaya terbang cepat membawa energi berhawa sesat dan jahat. Suara mencicit senjata tajam terdengar mengerikan. Enam aura belati terbang, bergerak dengan cepat menuju perempuan bertopeng dari Sekte Pedang Awan itu.
"Dia pasti mati !"
"Wanita iblis itu mendapat gajaran yang setimpal !" sumpah para praktisi yang tersisa di kapal roh. Semua terlihat antusias dan gembira. Sesepuh iblis telah mengambil tindakan membunuh dengan sekali tebas.
"Bunuh perempuan jahat itu !"
Sesaat kemudian, expresi semua orang berubah - sekali lagi mereka di buat melongo akan ketrampilan perempuan itu.
Praktisi itu secara tidak terduga - tahu-tahu telah menggenggam satu Hudtim sepanjang setengah depa. "Hudtim? Itu bukan senjata bukan? Betapa bodohnya melawan energi iblis dengan alat lemah itu!"
Sementara itu, hudtim tongkat kayu sepanjang setengah depa, memiliki ujung berambut, bulu-bulu panjang seperti surai singa yang lebat. Panjang surai ada setengah depa.
(Hudtim adalah tongkat pendek yang sering di pakai ahli-ahli agama - bisa juga di sebut kebutan. Satu depa setara dengan 1,6 meter).
Praktisi bertopeng Sekte Pedang Awan mulai menyalurkan hawa murninya ke Hudtim. Surai lebat dan panjang itu menjadi kaku seketika - penuh energi Qi.
Lalu energi Qi berhawa murni itu mambagi surai di kepala hudtim, membuat surai itu berpencar menjadi enam bagian. Ajaibnya, bulu-bulu hudtim itu lalu memanjang mengikuti aliran hawa murni yang di kerahkan perempuan itu kepadanya - dengan kecepatan tak terduga menerjang dan menghadang serangan.
Suuiit !
Enam bulu hudtim dengan cepat melilit enam energi cakar belati yang di tembakkan Mo Lao Gui. Melongo ! Semua tak menyangka surai lembut mampu mencengkeram energi belati.
Energi hawa murni yang muncul dari surai di hudtim itu kenyataannya adalah satu teknik kultivasi yang bersifat halus dan lembut, sementara energi pisau belati yang ditembakkan sesepuh iblis bersifat keras dan menghancurkan. Kejadian aneh tampak di depan mata !
Energi sesat yang bersifat keras dari aura belati itu langsung lenyap ketika bertabrakan dengan energi murni bersifat lembut. Tidak terdengar suara ledakan atau benturan sama sekali. Yang ada malahan Mo Lao Gui merasa semua energi Qi nya serasa tenggelam - ibarat batu yang di cemplungin ke dalam air yang dalam.
Mao Lao Gui memaki dalam hati, lalu cepat-cepat dia menarik balik energi yang telah di loloskan kedalam enam aura pedang, dia memanfaatkan energi balik dengan berjumpalitan ke udara..
Wush - wush !
Tampak dengan satu putaran tubuh penatua ras iblis kembali menerjang ganas ke arah perempuan bertopeng. Dia mulai mengubah serangannya. Satu pukulan telapak ras iblis yang terkenal kini di rapalkan sesepuh itu dengan mulut yang meracau.
Telapak tangan Mao Lao Gui kini berubah menjadi gerakan sangat cepat, terlihat hitam - pertanda pukulan itu mengandung racun energi sesat.
"Tapak Tengkorak Putih !"
__ADS_1
Gulungan asap berlari secepat bayangan, lebih cepat dari gerakan tubuh dan tangannya yang berubah lagi membentuk pola cengkeraman, Tangan Mao Lao Gui berubah dari serangan Telapak tangan kini menjadi cakar. Bunyinya seperti air mendidih terdengar.
Perempuan bertopeng secara tangkas dan gerakan penuh kekuatan hawa murni, juga bersiap-siap. Dia mempertahankan diri dan mulai meloloskan satu pedang lentur dari pinggangnya - selama ini dia pergunakan sebagai sabuk.
Lalu dengan tangan kiri nya dia membuat tusukan pesang menghadang telapak hitam Mao Lao Gui. *Wush* ! Angin pedang terdengar berdecit. "Pedang angin puyuh !"
Lalu,
Pedang dan telapak saling mendekat - penuh energi, satu nya mengandung hawa murni dan yang satu berhawa sesat. Sebelumnya secara diam-diam Ahli bertopeng Sekte Pedang Awan telah menyimpan Hudtimnya kedalam cincin lalu dengan gerakan cepat dia merogoh dua benda berbentuk slip giok. Jimat sihir !
Kraaak ! pedang lentur yang di tusuk kearah Mao Lao Gui seketika menjadi rompal ketika berbenturan dengan serangan Tapak Tengkorak Putih.
Atraksi benturan tidak berhenti sampai disitu. Tapak berbentuk cakar itu dengan sangat cepat dan licik melakukan gerakan meliuk, secara aneh mampu meremas tangan ahli bertopeng, kemudian setelah tangan nya terbenam di dagingblawan, menggores panjang sekujur tangan praktisi bertopeng menebar cakar beracun.
Breettt ! suara gulungan lengan baju nya tersobek. Kini terpampang satu lengan yang putih, namun sayang nya ternoda tanda goresan dalam dan panjang - lima garis lurus cakar beracun. Warnanya terlihat merah dan dengan cepat berubah menjadi kehitaman.
"Kurang ajar ! mati kau iblis !" marah si orang bertopeng karena baju nya tersingkap, mempertontonkan lengan putih nya.
Perempuan itu membuat gerakan tendangan beruntun dan mengenai dada Mao Lao Gui. "Buk buk buk!"
Keduanya sama-sama terlempar kebelakang, namun Mao Lao Gui sepertinya tidak kenapa-kenapa. Yang ada dia hanya tertawa dengan sangat keras - tidak merasakan hal yang berbahaya dari tendangan itu.
Namun kesenangan Mao Lao Gui yang dengan kata-kata penuh rasa suka cita itu terhenti mendadak. Tanpa di duga-duga, perempuan bertopeng itu melepaskan sesuatu benda - seperti nya slip giok yang dalam gerakan cepat dan tak terhindarkan, menyusup seperti pencuri dan langsung menempel di tubuh Mao Lao Gui.
"Apa yang kamu lakukan ja***g !" suara tawa licik terdengar dari praktisi bertopeng.
Duar !
Ledakan terdengar dari arah Mao Lao Gui, tepatnya dari benda yang dilemparkan perempuan itu. Petir menyambar dan Mao Lao Gui lantas terjatuh dari ketinggian, suara bedebum menyusul terdengar. Setengah bagian tubuh iblis itu hangus tersambar petir. Mao Lao Gui terlihat sekarat.
Buru-buru leluhur ras iblis itu menelan banyak pil-pil penyembuhan dan langsung mengambil posisi semedi. Pil yang di telannya adalah pil langka yang dibeli dari pelelangan dari jaman kuno, lalu duduk dalam posisi lotus menyalurkan semua khasiat pil roh.
Pelan-pelan wajah Mao Lao Gui yang pucat seperti kertas, dengan kondisi setengah tubuh hangus terbakar, terlihat memerah dan memulih kembali. Meskipun
"Itu adalah jimat peledak peringkat tinggi !" pekik para praktisi dari kapal roh.
"Tak kusangka perempuan itu seorang penatua dari Sekte Aliran lurus, dia tidak segan-segan menggunakan cara-cara jahat sekeji itu !" kutukan dan umpatan di teriakkan penonton dari arah kapal.
Dibalik semua itu, di karenakan wajahnya tertutup topeng kayu, tak seorang pun mengetahui kalau perempuan itu telah mengeluarkan seteguk darah dari balik topengnya.
__ADS_1
Wajah nya mulai pucat seperti kertas. Hawa murni nya banyak terbuang guna menahan mengalirnya racun di tangannya keseluruh meridian dan dantian nya ditutup dengan energi untuk menghalang racun menyebar. "Celaka.. Hawa murni cepat menipis"
Apalagi ketika dia melihat dengan lirikan mata kearah bawah, Mao Lao Gui telah memerah wajahnya, pertanda tidak lama lagi sesepuh iblis itu akan menyerang nya, dia dalam bahaya. Saat ini yang ada dalam pikiran nya adalah menghindar. Dia telah keracunan dan luka parah. .
Perempuan itu kembali merogoh beberapa slip giok dari cincinnya, tangan nya melambai ke arah kapal roh. "Wush - wush - wush !' tiga slip giok melayang cepat dan melekat di buritan kapal roh.
"Lari !"
"Rajahtaa !" kutukan sihir dari perempuan itu mengiringi kepergian jimat-jimat nya.
Blam !
Api membumbung dari arah tiga buritan kapal, tatkala petir menyambar dan meledakkan kapal roh itu. Dalam sekejab mata Kapal Roh ahli-ahli dari barat terlihat menyala - teramat terang di kegelapam malam Gurun Terkutuk.
Beberapa ahli yang tidak sempat melarikan diri, terkubur bersama-sama dengan kapal yang dalam sekejab mata berubah menjadi kerangka besi - semua bagian kayu telah gosong. Kapal roh terjatuh ke pasir gurun dengansuara bedebum dengan ledakan ulang. percikan api bertebaran kemana-mana.
Mao Lao Gui menatap dengan kalut ke arah kapal roh yang tersisa kerangka. kejadian itu terlalu cepat - amat cepat karena ledakan terjadi karena sihir yang di timbulkan jimat.
Ketika tubuh Mao Lao Gui melayang ke angkasa untuk bertarung ulang dengan perempuan bertopeng itu, si perempuan berkata dengan dingin kepadanya..
"Aku pikir cukup untuk hari ini. Anggaplah ini sebagai peringatan awal dari kami orang-orang utara
Kelak, kedepannya jika kita bertemu lagi dalam satu pertempuran, maka aku tidak akan segan-segan turun tangan keji kepadamu. Aku berkata dengan sungguh-sungguh.
Bahkan jika perlu dengan menggunakan semua kemampuan termasuk sihir - aku akan menghabisi kalian semua praktisi dari di barat sana" mau tidak mau Mao Lao Gui berdidik mendengar ancaman perempuan itu.
Selesai berkata seperti itu, perempuan bertopeng itu menjentikkan jarinya. Sebuah slip giok jimat langsung meledak - menimbulkan asap putih yang langsung membuat perepmpuan bertopeng itu menghilang seperti angin.
"Tunggu !" teriak Mao Lao Gui.
Dia tidak rela setelah pertempuran ini, perempuan utara itu telah banyak menimbulkan kerugian pada pihak mereka pergi begitu saja. Dia merasa terhinan, perempuan itu seorang diri, dan dengan bebas merusak dan memorak-porandakan pasukannya, bahkan semua benda yang di beli mereka dengan mahal.
"Penyihir ! Memang mereka di utara sana mempraktekkan kegiatan-kegiatan sihir.
Akan ku informasikan ini kepada Kaisar Timur" Mao Lao Gui meradang dengan umpatan penuh kemarahn. Namun dia terpaksa menelan semua kepahitan itu dengan rasa geram.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1