
Dengan angkuh Yin Haocun menatap Sima Yong bertiga. Pedang ditangannya terlah terhunus yaitu sebilah Pedang Peringkat Surgawi Venti.
Pria ini jelas-jelas memandang rendah ke Sima Yong. Baginya seorang praktisi Alam Spirit Agung,Lima, tidak akan ada arti nya jika dibandingkan dengan dirinya yang berada di Alam kultivasi yang sama namun di Level Tujuh.
Dan lagi, kedua pengikut Sima Yong hanyalah praktisi Alam Roh Tercerahkan Bintang Dua dan Enam.
Ranah kultivasi itu bagaikan celah yang sangat dalam jika dibandingkan dengan dua orang pengikutnya yaitu Ding Yu dan Xie Xhang. Masing -masing berada di Alam Roh Tercerahkan Bintang Lima dan delapan.
“Rekan Daoist Yin Haocun…. Bukankah sebelumnya anda mengatakan bahwa anda hanya memiliki hak atas kamar yang didepan, sementara kami boleh memilih kamar kami sendiri?”
Sima Yong dalam hal ini memanggil Yin Haocun dengan panggilan tanda rasa hormat "rekan daoist" diantara sesama praktisi di jalur Dao Pedang.
Akan tetapi pada dasarnya Yin Haocun adalah seorang Kultivator independent yang tidak pernah bargaul luas sehingga sepertinya belum mendengar akan berita Sima Yong Samg Master Pedang yang menggetarkan Wilayah Utara.
Dalam prasangkanya bahwa kemenangan Sima Yong dimalam Kota Seribu mimpi melawan Mao Gua hanyalah momen kebetulan semata.
Lebih jauh Yin Haocun malahan mencela secara nyata-nyata akan rendahnya kemampuan kultivasi Sima Yong,
“Memang aku mengatakan hal demikian Rekan Daoist Sima Yong. Akan tetapi cauldron roh itu nilainya terlalu tinggi untuk dipegang oleh seorang dengan kultivasi seperti anda…”
“Aku berpikir bahwa alangkah baiknya jika cauldron itu dipegang oleh seseorang dengan ranah kultivasi yang mumpuni…”
Senyum di wajah Yin Haocun merekah. Senyum yang semakin memperburuk wajahnya yang memang pada dasarnya kurang sedap di pandang mata itu.
Kedua pengikutnya juga tertawa dengan lebar sambil menatap merendahkan kearah Yu Long dan Lin Hong.
Lin Hong sebagai seorang perempuan yang aslinya adalah seorang yang kurang sabaran, seketika mendidih darahnya. Jika tidak di cegah oleh Sima Yong ingin rasanya dia merobek-robek wajah kedua pengikut Yin Haocun itu.
“Ijinkan aku pergi merobek-robek wajah pengikutnya….”
Lin Hong memohon sambil menahan emosi.
Yu Long masih mampu menahan sabar. Dia hanya menunggu instruksi dari masternya dan akan langsung menyerang. Saat itu pedang telah terhunus dari cincin spasial dan siap untuk bertempur.
“Jadi menurut rekan Daoist Yin, bahwa kami kurang kompeten? Sehingga Couldron itu sebaiknya kami serahkan ke kelompok anda?” Sima Yong mencoba untuk memancing.
“Jika anda tidak keberatan, silahkan serahkan cauldron itu kepada kami yang lebih kompeten”
Yin Haoucun sangat percaya diri untuk meminta cauldron itu. Tangannya terulur untuk menagih barang.
Sima Yong kemudian berkata sambil tertawa.
“Sangat tidak adil bagi kami jika anda langsung mengambil caouldron ini sementara pihak kami yang menemukannya".
"Bagaimana jika cara hukum di dunia praktisi bela diri yang akan kita tempuh. Karena kita masing-masing memiliki tiga praktisi, maka mari kita tempuh. Siapa yang menang dialah raja… silahkan perwakilan anda!!”
Yin Haoucun tertawa terbahak-bahak. Menurutnya Sima Yong adalah sekelompok praktisi yang kemampuannya jauh berada di bawah kemampuan masing-masing mereka bertiga. Dan dengam berani mengajukan cara pertempuran sebagai jalan keluar?. Tanpa menolak dia langsung menginstruksikan Ding Yu seorang ahli Alam Roh Tercerahkan Lima untuk maju.
Yin Haocun lupa bahwa lawan didepan nya adalah seorang master symbol surgawi yang memiliki kemampuan sihir Elf. Yin Haocun telah melakukan kesalahan besar yang tidak pernah dia lupakan sangka seumur hidupnya.
Dengan cepat Lin Hong dari kelompok Sima Yong melompat maju ke arena. Dari wajahnya Lin Hong tersenyum dengan licik. Gadis itu belum menghunuskan senjatanya.
“Cepat keluarkan senjatamu B**ch… aku tidak akan bermurah hati terhadap siapapun di dalam domain ini” dengan kasar Ding Yu memaki Lin Hong.
Lin Hong sendiri hanya tersenyum mendengar kata-kata kasar itu. Dari mulutnya keluar senandung ringan.
“Mari kita bermimpi…
__ADS_1
Lalu kamu akan melupakan kenyataan
Percaya padaku,,, mimpi ini akan indah
Bahkan kamu akan melupakan semua sedihmu….”
Senandung yang pada awalnya terdengar biasa itu. Lalu pada ketukan irama ke tiga… tiba-tiba semua menjadi berubah.
“Baaam….”
Ding Yu tiba-tiba merasa suasana menjadi berubah. Dia bukan lagi berada didalam kamar istana kuno yang hampir runtuh. Dia tiba-tiba melihat bahwa dirinya berada di sebuah taman indah penuh bunga-bungaan.
Ketika dia sementara kebingungan,,, Ding Yu segera tersadar dan berkata dalam hati,
“Celaka…. Teknik ilusi Jiwa. Gadis iblis ini seprang praktisi yang menggunakan kekuatan mental….”
Ding Yu menjadi gelagapan. Dia buru-buru mem-push semua kemampuannya untuk menutup semua indra nya dan melupakan sekelilingnya.
Namun senandung tadi semakin lama semakin tidak dapat hilang dari pikirannya. Suara gadis itu terngiang -ngiang terus di kepalanya. Lalu kemudian di depan tiba tiba matanya..... muncul sesosok bidadari berbaju putih.
Bidadari itu bersenandung kecil dengan riang. Senandung itu di ikuti gerakan -gerakan yang sungguh mematahkan semangat pertahanan nya. Hasrat kelelakian Ding Yu bangkit terkena rayuan dan gerakan -gerakan bidadari itu.
Keinginannya untuk menutup semua panca indranya seketika sirna. Energi Qi nya lenyap dari tubuhnya. Ding Yu menatap kearah bidadari cantik yang bersenandung yang sesekali melirik kearahnya dengan pandangan yang nanar....
Sekali lagi hati kecil Ding Yu mencoba mengingatkan diri nya bahwa itu hanyalah sebuah ilusi. Namun semua keinginan itu Kembali sirna.
Bidadari didepannya tertawa lembut dan kembali menari samnil menggoyangkan pinggul nya. Suara tawa cekikikan itu betul-betul tidak mampu membuat Ding Yu rela mati. Dia semakin tenggelam didalam ilusi.
Bidadari itu mendekat sambil tersenyum manja ke Ding Yu. Bidadari itu mengibaskan lengan halusnya… sekumpulan bunga-bungaan nan harum keluar dari tangannya dan jatuh berguguran kearah Ding Yu.
Ding Yu pasrah dimana jiwanya serasa telah pergi meninggalkan tubuhnya yang dikuasai oleh bidadari itu. Mulut Ding Yu ternganga sambil memandang bidadari yang makin mendekat sambil memegang sebilah pedang.
Dalam pikiran Ding Yu... itu bukan musuh. itu adalah bidadari. Itu adalah seorang kawan intim yang tidak mungkin menyakitinya.
Pedang tajam itu membelai leher Ding Yu.... ketika itu juga bidadari tertawa manja dan tangannya melemparkan bunga kearah Ding Yu yang meneteskan air liur.
“Ssrreeeettt….”
Kepala Ding Yu pergi meninggalkan tubuhnya yang menjadi sumber air mancur semburan darah. Bahkan dalam kematiannya Ding Yu masih merasakan sebuah keindahan surgawi yang palsu.
Ahli Alam Roh Tercerahkan Bintang Lima itu meninggalkan alam fana ini hanya dalam waktu lima menit pertempuran jiwa.
Sima Yong membuka botol kecil, dan jiwa Ding Yu tersedot masuk.
Lin Hong mundur kearah kelompoknya sambil meneteskan keringat yang bercucuran dari keningnya. Melawan seorang Ahli Alam Tercerahkan tiga tingkat diatasnya betul-betul menguras energi mentalnya.
Teknik Tarian Jiwa nya saat ini telah mencapai kesempurnaan setelah Sima Yong membimbing dengan Teknik serupa yang di peroleh dari Elf Lady Zhang.
Sima Yong menyodorkan jimat penyembuh kelas surgawi dan langsung dipakai Lin Hong. Semua tenaga Lin Hong langsung Kembali pulihseperti tidak terjadi sesuatu.
Dua praktisi didepan Sima Yong terdiam membisu. Mereka masih tidak menyangka bahwa Ding Yu akan sedemikian cepat di kalahkan oleh gadis iblis itu. Dari mulut mereka mendesis kata-kata hinaan akan tetapi jelas-jelas mereka menjadi gentar.
“Teknik iblis….”
Yu Long melompat maju ke arena. Mata nya tertuju kearah Xie Xhang, praktisi Alam Roh Tercerahkan Bintang Delapan.
"Giliran mu sekarang.... "
__ADS_1
Sambil melompat ke arena Xie Xhang berteriak,
“Rasanya sangat tidak mungkin jika kamu juga seorang yang memiliki Teknik tempur mental"
"Rasakan pedang ku….”
Terdengar suara mencicit Ketika pedang di tangan Xie Xhang mengeluarkan gulungan angin serangan kearah Yu Long. Xie Xhang adalah seorang praktisi yang sangat ahli didalam serangan pedang jarak pendek.
Meskipun pedang ditangannya hanyalah sebuah pedang kelas Bumi Trenta, namun Teknik pedang pria ini adalah sebuah Teknik yang kelas atas.
Ketika Xie Xhang masih melayang di udara mendekati Yu Long, sebuah nada petikan harpa terdengar…
“Triing…..”
Serangkum kekuatan dahsyat yang sangat berupa angin dingin menerpa tubuhnya membuat dia merasa kaku di udara.,Tubuhnya langsung terjatuh dari udara dengan bunyi yang keras..
“Baaam….!!”
Yu Long disebelah sana terlihat telah memegang Harpa dengan tubuh melayang melakukan berakan lotus. Mata Yu Long tertutup. Petikan-petikan harpa ditamgannya kemudian terdenbar membentuk sebuah komposisi lagu.
Dari dentingan lagu itu kemudian menyusul keluar serangan-serangan energi Qi berhawa dingin. Serangan itu terbang menuju ke Xie Xhang badaikan badai salju.
Xie Xhang mem-push seluruh kekuatannya serta mengerahkan Teknik pedangnya membentuk perisai. Perisai itu diharapkan untuk melindungi diri dari serangan badai salju Yu Long.
Pertempuran antara keduanya berlangsung intens hingga tiga puluh menit lama nya. Belum terlihat siapa yang akan menjadi pemenang.
Yu Long di satu sisi semakin merasa tenaganya terkuras. Pertempuran menggunakan kekuatan jiwa seperti itu betul-betul akan menghabisi tenaga praktisi dengan cepat.
Sepertinya Yu Long merasa dia harus mengeluarkan Teknik jiwa terbaru yang dirinya dan Lin Hong pelajari dari sima Yong.
“Badai Es Penggetar Sukma…”
Irama petikan harpa Yu Long berubah menjadi lembut dan pelan. Irama lembut itu membuat setiap petikan senar harpa menyerang langsung jiwa Xie Xhang. Kepala Xie Xhang sangat sakit bagaikan dibelah dengan kapak.
Ini bukanlah serangan fisik melainkan serangan terhadap
jiwa yang sangat berbahaya.
Xie Xhang mengeluh didalam hati. Dia menyesal telah ikut-ikutan memprovokasi Sima Yong dan kelompoknya. Sekarang baru dia sadari, kelompok lawannya ini adalah sekumpulan ahli yang melakukan serangan terhadap jiwa.
Nasi telah menjadi bubur. Pada akhirnya nya jiwa yang dimiliki Xie Xhang yang bukan sebuah jiwa yang kuat. Pada petikan senar harpa yang ke sepuluh… Xie Xhang terdiam lalu memuntahkan darah.
Jiwa Xie Xhang telah mengalami kerusakan yang parah. Jiwanya tercabik-cabik oleh serangan jiwa dari Yu Long. Xie Xhang pada akhirnya menghembuskan nafas ketika Yu Long melakukan petikan Harpa kesebelas.
Petikan itu secara lamgsung terlihat memunculkan bayangan gadis kecil yang keluar dan langsung menuju Xie Xhang. Dengam sekali tepukan, bayangan gadis kecil itu menepuk kepala Xie Xhang, dan jiwa Xie Xhang terenggut dengan paksa keluar dari tubuh fana nya.
Sebuah botol kecil melayang dan langsung menyedot jiwa Xie Xhang.
Yu Long sendiri kemudian jatuh pingsan karena telah mengerahkan segenap kemampuan jiwanya untuk bertarung melawan Ahli Alam Roh Tercerahkan Delapan.
“Aku akan pergi saja.. "
"Aku tidak tertarik lagi dengan couldon itu. Silahkan kamu ambil”
Sebuah bayangan melesat meninggalkan istana kuno itu. Itu adalah Yin Haocun. Kelicikan praktisi ini adalah dengan melarikan diri Ketika dia melihat kelompok Sima Yong adalah kumpulan praktisi yang sangat ahli dalam serangan jiwa…. dan memenangkan pertempuran tadi....
*Bersambung*
__ADS_1