
Menyusul setelah aura kejam dan menindas di Kedai Istana Kelezatan, satu suara dingin, yang lebih dingin daru es terdengar di ruang kedai itu. Suara itu terasa demikian kuno sperti berasal dari tempat yang amat jauh. Namun anehnya suaranya terdengar seperti suara satu anak-anak perempuan.
"Hanya satu roh jin saja mencoba-coba untuk berbuat semena-mena di hadapan ku..."
Yah benar !, Itu suara anak-anak perempuan. Lalu semua penyihir berbagai rasi yang sejak awal-awal telah tersungkur di lantai, karena hawa penindasan itu, berusaha mendongak keatas dan mencoba mencari lihat... Siapa gerangan yang membawa hawa penindasan sekuat itu? Apakah itu adalah Arfit? Ah bukan. Ini sesuatu yang lebih kuat dari Arfit. Bulu kuduk mereka mulai meremang.
Semua dalam ekspresi tercengang, mata terbelalak dan mulut terbuka. Melihat baik-baik asal suara yang terdengar mengerikan tadi.
"D-dia adalah satu sosok pendek dan kecil?"
"A-apakah ini nyata?"
"Bukankah dia hanya seorang anak kecil di balik dandanan seram itu?"
Penampakan dari sosok menindas dengan suara menyeramkan itu berpenampilan dengan terselubung jubah hitam lengkap dengan tudung untuk menyembunyikan sebagian wajahnya. Namun jelas sekali keseluruhan posturnya adalah sosok penampilan satu anak-anak remaja perempuan.
Namun di balik rasa jenaka akibat melihat tubuh mungil yang menyembunyikan diri dalam mantel panjang hitam itu.. semua dapat melihat dua bola mata yang mencorong, ganas dan berkilat seperti cahaya mahluk roh yang paling ganas diantara terganas yang pernah mereka lihat.
"D-dia siapa? A-aku merasa dia seperti mahluk roh Marid" tanya seorang penyihir dengan gemetar.
Sementara itu ketika mereka melihat stu sosok lainnya yang datang bersama sosok kerdil itu, tampak berdiri tenang satu sosok pria muda bertubuh tinggi kurus.
Pria muda itu juga menyembunyikan penampilan dalam balutan jubah hitam kelam dan mengenakan tudung menutupi sebagian wajah. Walaupunpun demikian, rambut anak muda yang terlihat riap-riapan tak teratur, menampilkan satu rambut indahterawat, yang trlihat berwarna terang seperti cahaya bintang.
Juga dari balik tudung itupun terpancar sorot mata tajam dan dalam, namun berbinar seperti kerlap bintang di waktu malam.
""A-anda adalah?..."
Sebelum mereka memperoleh jawaban atas semua pertanyaan mereka, suara gadis kecil itu kembali terdengar, tidak ramah tapi juga tidak kasar namun tegas dan membawa hawa pembunuhan yang kental..
__ADS_1
"Master.. Apakah kamu menginginkan ku untuk membunuh Fey itu?" dia menunjuk ke arah Fey yang meringkuk di lantai, juga menatap dingin ke satu tempat kosong yang tidak terlihat apa-apa.
Suara anak kecil itu terdengar demikian enteng mengucapkan kata-kata membunuh. Respons dari Fey pemabuk itu tentu saja adalah ketakutan. Dia langsung tersadar dari mabuknya. Pesona dan hipnotis alkohol lantas buyar membuyar dari pikirannya. Yang tersiasa hanyalah satui Wajah teramat ketakutan.
Syukur laki-laki kurus di samping anak kecil itu menjawab acuh tak acuh,
"Tidak perlu ! Tak usah mengotori tanganmu dengan membunuh hal yang tidak penting. Simpan saja kekuatanmu untuk perang nanti. Mungkin ... Menurutku ssir saja Fey dan hamba nya dari tempat ini.
Aku malas melihat kehadiran sosok angkuh di dalam kedai ini, yang akan membuatku kehilangan selera makan..."
Belum lagi selesai laki-laki itu berbicara, gadis kecil bertudung gelap itu telah menunjuk ke lantai, tempat yang terlihat kosong tak ada satu orang pun. Dia berkata dengan nada memerintah,
"Muncul kamu !" langsung diiringi bunyi "Pop !" pelan, satu sosok mahluk yang rupanya jelek, bertubuh setinggi dua meter, yang terlihat gemetar ketakutan ikut terkulai di lantai disamping Fey pemabuk.
Gadis kecil bertudung itu lantas mengangkat jarinya, memberi kodekepada jin itu. Ketika jin itu telah dekat dengan nya, gadis kecil itu menendang di bokong si jin yang langsung melayang seperti kapas,terlempar keluar jendela. Sementara Fey pemabuk itu buru-buru lari meninggalkan kedai makan itu dengan berkata-kata tidak jelas.
Keadaan hening....
Mereka adalah Master dan Roh Pahlawan Servant yang merupakan salah satu pemegang command spell, satu penyihir kuat yang di pilih Relikui Naga.
Menggigil... Semua menggigil ketakutan.
Seolah-olah tidak peduli dengan keadaan sekitar yang berubah menjadi sepi, laki-laki muda itu memanggil pelayan kedai makan,
"Hidangkan roti kukus tanpa isi satu piring besar, lalu sayu-sayuran apa saja, serta kacang-kacangan.
Minumannya air bening saja"
"B-baik master" pelayan itu lantas bergegas meninggalkan dua orang yang di duga master pemanggil beserta Roh Pahlawan servant nya. Berlama-lama di dekat dua mahluk itu membuat dia sesak nafas. Jangan-jangan nanti aku akan mati ketakutan, batinnya.
__ADS_1
"Huh.. Anda selalu menyantap makanan yang terbuat dari daun-daunan dan kacang-kacangan saja. Belum pernah aku melihat anda makan sesuatu yang bergizi, daging misalnya" gerutu gadis kecil di samping master itu.
Lalu keduanya larut dalam dia, sambil berulang kali memasukkan sayuran, dan roti kukus kedalam mulut masing-masing.
"Sesungguhnya aku teramat heran denganmu Nevertari.
Kamu adalah satu roh pahlawan yang bukan lagi tubuh daging seperti aku ini. Namun kamu selalu mengeluhkan tentang tidak tersedianya daging di setiap hidangan kami?" jelas pria itu adalah Sima Yong dan servant nya Nevertari.
Dengan sengit Nevertari menjawab,
"Aku mencoba makan seperti ini, semua demi kesenangan semata. Alu mencoba merenungi masa-masaku ketika masih hidup dulu" dengan cemberut dia memasukkan roti kukus kedalam mulutnya.
Kedua orang itu, Sima Yong dan Nevertari telah memasuki Tanah Selubung dan menuju Gurun Tak Bertepi. Panggilan dari Mantra Pemanggil di tangan Sima Yong terasa semakin kuat dan memanggil-manggil di benaknya memerintah dia untuk segera datang ke Gurun Tak Bertepi.
"Sepertinya perang ini akan di mulai. Tanda-tanda command spell di tangan ku ini semakin jelas" mata nya menerawang ke arah kejauhan.
"Tolong tunjukan kepadaku jalan menuju Gurun Tak Bertepi" kata Sima Yong kepada pelayan yang terlihat takut-takut itu.
Setelah menerima petunjuk jalan menuju Gurun Tak Bertepi, keduanya lantas meninggalkan kedai Istana Kelezatan. Mereka masih harus menyaberangi satu danau baru berjalan dan tiba di Gurun Tak Bertepi.
Di dalam Tanah Selubung, semua kemampuan terbang dibatasi dan tak ada seorangpun yang dapat terbang, layaknya di dunia luar Tanah Selubung penuh sihir itu.
Setelah Sima Yong dan Nevertari meninggalkan Kedai Istana Kelezatan, tempat itu menjadi ribut dalam kehebohan.
"Kami menyaksikan dari dekat Satu Master bersama servantnya. Ya master yang akan berperang di Perang Suci nanti"
berita itu menyebar dari mulut ke mulut, membuat penyihir-penyihir itu semakin antusia dengan perang. Penyihir-penyihir berbagai ras lantas menyeberang danau, menuju Gurun Tak Bertepi.
Terlebih lagi rasa antusias mereka makin tinggi setelah mendengar 6 servant telah berhasil di panggil master masing-masing. Tak lama lagi Perang Suci dimulai !
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...