Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ketika Gendang di Tabuh


__ADS_3

Pagi itu di Ibukota Ju Ying di penuhi aura antusias dari seluruh penduduk kota. Bukan saja penduduk setempat yang terlihat gembira menyambut hari penobatan Pangeran ke tiga Ju Kai sebagai Putra Mahkota saja.


Rasa antusias itu bukan hanya melanda penduduk Kota Ju Ying saja, melainkan banyak juga penduduk dari kota-kota sekitar yang masih terhitung dalam Wilayah Kekaisaran Rajawali Agung, berduyun-duyun memadati ibukota, demi menyaksikan moment penting itu. Orang banyak terlihat antri di pintu gerbang Ibukota Ju Ying untuk menyaksikan peristiwa langka itu.


Bukan saja hotel-hotel terbesar yang penuh di huni para tamu undangan yang tidak mendapat bagian di dalam istana, melainkan pelancong-pelancong juga kini telah memenuhi penginapan-penginapan murah yang ada di ibukota itu. Kota Ju Ying betul-betul padat dengan lautan manusia, yang semuanya terlihat penuh sukacita.


Di istana sendiri, kesibukan betul-betul terjadi di berbagai sisi. Dapur istana mengepul terus, dengan mengolah makanan-makanan yang untuk menjamu tamu-tamu, dimana pelayan dan dayang istana sibuk bersliweran untuk membantu acara berjalan lancar.


Di aula istana yang amat luas, semua pejabat seperti mentri dan jendral-jendral penting telah siap di menanti acara akan di mulai. Sementara penjagaan di istana amatlah ketat. Di semua sisi istana, terlihat tentara berjaga-jaga dengan ketat.


Sima Yong duduk diantara tamu-tamu Master Sekte Bintang delapan yang ruangannya terpisah dari tempat penobatan Pangeran Mahkota itu. Dalam balutan pakaian menyerupai seorang pemimpin sekte yang tampak bersahaja, anak muda itu duduk dalam diam, selalu fokus dan terlihat tenang.


Dilain pihak, Yu Mian dari bagian dapur terlihat menyelinap untuk berdandan, lalu dia muncul dalam dandanan seorang putri bangsawan, nampak berubah 180 derajat penampilannya di banding ketika dia di dapur. Yu Mian terlihat amat cantik seperti kaum selir raja saja, kini berjalan dengan anggun, seolah-olah dia memang adalah salah satu orang penting istana.


Wei Park dan Xong Hui Yong juga mulai bergerak meninggalkan tempat dimana mereka berada, berjalan terburu-buru dalam balutan pakaian yang tidak akan menimbulkan kecurigaan sedikitpun.


"Kemana kamu akan pergi? kamu masihakan tampil sekali lagi ketika acara penobatan telah selesai" Teriak pemimpin Akrobat dari Barat itu tatkala melihat Xong Hui Yong menyelinap pergi.


Namun Xong Hui Yong melenggang sambil memainkan mata kearah si kumis, yang kini tidak dapat berbuat apa-apa melihat pria cantik itu menghilang. Lagi pula terlalu banyak kerumunan manusia di bagian luar aula, tempat mereka melakukan penampilan atraksi seni itu, sehingga dia tidak dapat menemukan Xong Hui Yong dengan mudah.


Token tanda pengenal sebagai tamu istana curian, selalu di acungkan ketika para penjaga menanyakan kemana mereka akan pergi. "Beruntung aku masih sempat memikirkan untuk mencuri token undangan sekte bintang delapan" desis Wei Park


"Jam sepeminum teh nanti, jam sie-sie akan berpindah ke ngo-sie. Dan aku sudah harus menuju bagian belakang di tanah lapang itu" bisik Sima Yong dalam hati.


(Sie-sie itu jam 09.00 sd 11.000. Ngosie itu jam 11.00 sd 13.00).


Pada waktu dia telah telah meninggalkan aula upacara itu, samar-samar di dengar teriakan kasim istana yang mengumumkan bahwa Kaisar dan Permaisuri akan tiba, dan acara akan dimulai.


"Kaisar telah tiba ! Semua diharap menunduk, memberi penghormatan kepada raja !"


Diam-diam, tidak terlalu jauh jaraknya, di belakang Sima Yong terlihat dua orang berpakaian serba putih mengikuti langkahnya. Namun Sima Yong seolah tak peduli.

__ADS_1


"Bagus!. Ketika nanti kami bertempur demi membobol ruang tahanan itu, acara pelantikan juga dimlai. Biarkan tidak terjadi keramaian dan terdapat orang yang melihat pertempuran itu nanti" desis Sima Yong gembira.


Sima Yong tiba di sudut koridor yang akan berujung jalan keluar menuju lapangan Pohon Dedalu, berhenti sebentar. Fei Ma keluar dari domain pagoda, disusul Yu Mian, Wei Park dan


Xong Hui Yong.


Meskipun saat ini penampilan semua orang telah berubah dan sulit di kenali, namun namun mereka berempat menggunakan kode rahasia organisasi Dong Xing, maka mereka langsung saling mengenal satu sama lain.


Tiga pembunuh itu di kejutkan dengan kemunculan dua sosok pria usia limapuluhan, berpakaian serba putih yang kemudian berditi di dekat Sima Yong. Tiga pembunuh itu langsung menghunus senjata dan siap untuk bertempur..


"Tak perlu curiga dengan dua kawan ini. Mereka adalah Tuan Awan dan Tuan Bumi, yang merupakan Utusan dari Agama Terang.


Agama terang ini telah lama di dekati oleh Pangeran ketiga, namun mereka memiliki keterkaitan hubungan dimasa lalu dengan ibu Pangeran ke tujuh, sehingga saat itu aku juga menghubungi dua utusan Agama Terang untuk membantu membebaskan Pangeran ketujuh"


Tiga Pembunuh Dong Xing itu meresa lega. Lagipula, dengan ketambahan tenaga 2 orang SAINT bumi level tiga dan empat itu, amatlah membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah.


Meskipun saat ini keberadaan mereka sangat jauh dari ruang pelantikan Putra Mahkota, namun ketika sayup-sayup terdengar bunyi-bunyian gendang di tabuh kelima orang itu saling berpandangan, lalu Sima Yong mengangguk memberi kode.


Dia lalu bersiul dengan keras "Suiittt"


Tujuh orang praktisi itu masing-masing Sima Yong, Fei Ma, tiga Pembunuh Dong Xing dan dua Utusan Agama Terang melesat, terbang seperti berlari diatas rumput menuju ke arah Pohon Dedalu ditengah lapangan. "Wush-wush-wush"


Dari cabang Dedalu yang terlihat tenang itu, sekonyong-konyong muncul tujuh bayangan, terbang keluar, menuju kearah mana tujuh praktisi kita itu datang mendekat.


Suara angin menderu-deru menyerupai badai ketika Sima Yong bergerak. Bibirnya berkomat-kamit membacakan mantra kutukan es sehingga mengubah cuaca menjadi temaram, dimana karena matahari tertutup awan tebal. Suasana secara dramatis berubah menjadi dingin.


Diam-diam tujuh praktisi dari Wilayah Barat itu merasa jeri di dalam hati.


Tangan Sima Yong sendiri, sambil terbang berlari, terlihat tak henti-hentinya bergerak, melemparkan seuatu membentu array yang lantas mengelilingi lapangan luas itu. Kini mereka terkurung di dalam array khusus, yang ternyata berfungsi guna mencegah pihak luar memasuki arena pertempuran dan ikt campur.


"Tsing-tsing !" bunyi sambaran benda tajam ketika SAGE perpempuan yang memegang tongkat itu mengayunkan tongkat penuh kekuatan Qi yang mampu merontokkan sebuah gunung.

__ADS_1


"Mati !" kutuknya.


Dilain pihak, kawannya yaitu SAGE berbaju hitam tampak mencucuk kan dua jarinya yang sekeras baja, menimbulkan tekanan dan suara berdegung, mengunci tubuh Sima Yong.


"Trang-trang" bunyi benturan, ketika tanpa mereka dapat lihat, tahu-tahu sebuah kilatan merah bergerak teramat cepat dan menangkis tusukan tongkat dan Tusukan Jari Pedang iblis.


Tangan dua SAGE itu bergetar dalam rasa membaal kesemutan tatkala berbenturan dengan pedang kilatan merah itu. Dua SAGE ini melompat mundur menjaga jarak.


Mata mereka kian mencorong, menandakan mereka kini menjadi lebih serius menyaksikan keahlian yang di peragakan sosok pria berwajah kaku (kaku karena mengenakan topeng) dalam balutan pejabat sekte itu (Sima Yong).


Tindakan dua SAGE yang mundur dan menjaga jarak itu menimbulkan lima niat SAINT pihak lawan pun terhenti. Mereka menghentikan serangan mereka, dan juga melompat mundur ikut-ikutan menjaga jarak.


"Siapa anda? Mohon memperkenalkan nama. Tidak banyak praktisi yang layak di sebut Demigods di wilayah tengah ini" kata SAGE berbaju hitam.


Sima Yong berlagak tertawa dingin sehingga memberi kesan misterius, lalu dia menjawab...


"Kemampuan dan tingginya kultivasi seseorang tidak di tentukan oleh wilayah manapun di Benua Penyaringan Dewa ini.


Jika aku yang rendah ini memiliki kemampuan layaknya seorang demigods, itu itu harus dijadikan suatu keheranan?"


Sima Yong makin mempertebal kutukan Badai Es Rembulan. Semua kekuatan jiwanya mengubah suasana menjadi lebih dingin lagi. Tujuannya adalah membuat gentar tujuh orang itu.


Dia tertawa didalam hati, ketika merasa tujuh orang dari Sekte Misterius di Barat itu berupaya membungkus tubuh mereka denga Qi panas, karena merasa udara bertambah dingin. Dia juga membuat ilusi kegelapan agar bertambah pekat, meski itu adalah siang hari.


Sambil mengerutkan kening...


"Anda adalah ahli yang semalam datang menjambangi kami. Sangat sedikit sekali orang yang dapat membuat sihir serupa ini" SAGE perempuan itu berkata, tangannya semakin kencang meraba gagang tongkat di tangannya..


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2