
Langit masih saja mencucurkan titik-titik es dalam bentuk salju. Sementara itu bunga-bunga telah lama berguguran, layu dan mati sebelum memasuki musim dingin. Pemandangan hampa serba putih terlihat dimana-mana.
Ketika itu di daerah perbatasan antara Utara dengan Tengah Benua Penyaringan Dewa, satu figur manusia dalam balutan pakaian kelabu terbang dan menghilang di kedalam hutan perbatasan itu.
Di hutan pinus yang diberi nama Hutan Tumandi (artinya Hutan Berkabut dalam bahasa setempat) figur manusia berjubah kelabu itu menukik dan memasuki kedalaman hutan.
Dia lantas meletakkan satu tubuh manusia ke atas tumpukan salju di dalam hutan pinus tadi. Si jubah kelabu itu lantas membuat semacam tempat berteduh darurat dari kayu-kayu kering, yang beratapkan tumpukan daun-daun pinus muda.
Sima Yong melepaskan jimat fatamorgana yang lantas membuat lingkaran menutupi mereka dari penglihatan orang luar.
Sementara itu, harumnya aroma daun pinus samar-samar tercium ketika dia membuat api unttun untuk penghangat tubuh dari ranting-ranting dan daun pinus.
Si jubah kelabu yang ternyata Sima Yong itu sesungguhnya tidak terlalu membutuhkan api unggun, penghangat tubuh seperti yang dia lakukan sekarang. Tentu saja dengan dasar kultivasinya yang berunsur Dingin atau Es itu, membuat cuaca bersalju ekstrem saat ini hanya semacam lelucon bag dirinya.
Api unggun itu di perlukan untuk memberi kehangatan buat pria bermantel jerami yang dia ambil setelah perebutan dengan empat SAGE misterius di Kota Periferiya. Pria bermantel jerami itu dalam keadaan luka parah.
"Beruntung aku memahami Niat Pedang. Jika saja mengandalkan teknik pertempuranku, aku ragu apakah akan menang di dalam perebutan singkat itu"
Sima Yong sadar, selama ini meskipun dia memahami banyak sekali teknik pedang atau teknik telapak tangan, akan tetapi tidak ada satupun teknik pertempuran yang dia kuasai berasal dari Teknik Serangan Peringkat Immortal.
Kejadian ketika bentrokan singkat untuk memperebutkan pria mantel jerami kemarin itu, dia melakukan tebasan yang terkandung Niat Pedang Interpretasi Pedang Hati Suci.
Efek niat pedang dan tebasan Pedang Bianfu miliknya itu berubah menjadi sangat mematikan, berbahaya dan membuat empat SAGE misterius itu tidak berani melanjutkan serangan kepada dia.
***
Sima Yong lalu mengeluarkan makanan yaitu buah-buahan kering beserta air dingin, menikmati makan malamnya.
"Uhuk-uhuk .."
"Anda telah sadar...
Sebaiknya jang bergerak dahulu.." kata Sima Yong begitu melihat si mantel jerami mencoba bangkit berdiri.
Si mantel jerami kembali terjatuh, dan memegang dadanya kencang-kencang. Jelas bahwa dia berusaha menahan rasa sakit di dadanya.
Sambil terus memakan buah kering, Sima Yong mengorek-korek api dan menambah kayu kering agar api tetap berkobar memberi kehangatan.
"Semakin sering anda bergerak, maka akan semakin mempercepat kematian anda" Sima Yong mencoba memberitahukan kondisi kesehatan si mantel jerami, nada suaranya terdengar prihatin.
Pria itu sambil terbatuk-batuk melirik Sima Yong yang terlihat masih acuh tak acuh,
__ADS_1
"Siapa kamu? Apa maksud kamu menolongku? Apakah kamu adalah seseorang yang juga mengincar Teknik Pedang Terbang milik ku?"
Tangan pria itu meraba pinggangnya mencari-cari sesuatu. Wajahnya terlihat lega ketika di merasakan kehadiran pedang hitam yang digunakannya tatkala bertempur melawan sepuluh tuan muda itu.
Sima Yong tertawa pendek. Dan masih dalam gaya tidak peduli dia berkata.
"Usia anda aku prediksikan tinggal 3 hari paling lama. Semua organ dalam anda telah rusak total. Masalah kematian anda telah menanti didepan mata,
Untuk apa aku mengincar Teknik Pedang Terbang anda itu?"
Dingin suara Sima Yong, dan terasa seperti siraman seember penuh air dingin ke kepala pria mantel jerami. Dengan hati-hati dia kembali bertanya,
"Dari mana anda tahu kalau aku telah mengalami kerusakan seluruh organ dalam? Apakah anda seorang tabib?"
"Aku seorang alkemis. Tentu saja dengan melihat ciri-ciri fisik anda saat ini, apalagi ketika menonton pertempuran anda melawan sepuluh tuan muda itu..
Sepertinya anda melakukan sebuah teknik yang terlarang bukan? Efek teknik terlarang itu membuat anda menjadi seorang praktisi tiada tanding.
Namun itu hanya sesaat. Lalu teknik yang ibarat pedang bermata dua itu berubah menjadi hukum karma, yang meminta imbalan atas atas kekuatan yang telah dia berikan. Benar bukan?"
Sima Yong menatap mata si mantel jerami yang kini terbelalak dalam kejutan.
"Hahaha.." Sima Yong tertawa. Lanjutnya...
"Tentu saja aku tahu. Selain aku menonton anda ketika bertempur melawan sepuluh tuan muda Klan Super itu, lalu melihat anda berubah menjadi perkasa sampai mampu mengeksekusi serangan berkekuatan 100 juta jin.
Lalu beberapa saat kemudian aku menyaksikan anda terjatuh tanpa daya ke bumi.
Tatkala membawa anda ke tempat ini, aku merasakan denyut nadi kacau di tubuh anda. Dari situlah aku menyimpulkan hal ini" pungkas Sima Yong.
"Menurutku, ranah kultivasi anda belum cukup matang untuk melakukan Teknik Pedang Terbang itu.
Sehingga, tatkala anda memaksakan pertempuran menggunakan Teknik Pedang Terbang, dantian anda merebut semua energi tubuh, termasuk semua energi yang seharusnya tersisa di organ dalam anda.
Akibatnya.. setelah selesai mengeksekusi teknik itu, anda jatuh pingsan dan semua organ anda menjadi rusak total"
Pria mantel jerami itu terdiam. Dia tidak melanjutkan pembicaraan lagi. Dia berusaha mengatur pernafasan agar tidak terlihat tersiksa menahan sakit.
Suasana di hutan pinus itu menjadi sepi dan hening. Hanya terdengar suara kayu kering yang terbakar api. Sima Yong sendiri tidak melanjutkan perbincangan itu. Dia merasa enggan untuk bercakap-cakap, ketika melihat lawan bicaranya itu tenggelam dalam lamunan.
"Tuan, bukankah anda seorang alkemis? Menurutmu.. Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk hidup?" pria bermantel jerami itu membuka permbicaraan lagi.
__ADS_1
Sima Yong memalingkan wajah dan menatap mata simantel jerami.
"Aku harap anda tidak menjadi marah, ketika aku berkata secara jujur kepada anda" Sima Yong menghela nafas dalam-dalam, diikuti raut panik si mantel jerami.
"Katakan saja sejujurnya. Aku telah siap untuk kemungkinan terburuk" jawab pria itu.
Sima Yong memasang wajah bersimpati,
"Dengan semua organ dalam anda rusak itu, anda harus tahu. Tidak adalagi organ pembersih darah di dalam tubuh anda saat ini.
Beberapa hari kedepan anda akan jatuh pingsan karena karena kesakitan dan keracunan dari darah kotor, lalu anda akan mati tanpa sadar"
Wajah pria mantel jerami itu berubah pucat pasi. Memang saat ini dia telah mulai merasa pusing, seperti orang yang mulai mabuk. Dia mulai merasa pemandangannya menjdai kabur.
Sima Yong membiarkan saja si mantel jerami didalam keadaan seperti itu. "Bukankah si mantel jerami ini demikian ketakutan, kalau-kalau aku mengincar Teknik Pedang Terbangnya?
Lihat saja, dia begitu erat menggenggam pedang immortal berwarna hitam itu" Sima Yong tertawa iba didalam hati melihat pria sekarat itu.
"Di saat sekarat sekalipun, dia enggan melepas Pedang Immortal Hitam peninggalan Sekte Raja Pedang itu".
Malam semakin larut... Ketika pada akhirnya pria bermantel jerami itu bersuara,
"T-tuan alkemis... A-aku ingin menghadiahkan anda Pedang Immortal Hitam dan Teknik Pedang Terbang ini kepada anda.
A-akan tetapi aku meminta melakukan sesuatu setelah aku mati nanti"
Sima Yong membuka matanya, dan berkata..
"Katakan.! Apa keinginan anda nanti. Aku akan berusaha memenuhi permintaan itu"
"Berjanjilah untuk menemukan Relikui Peninggalan Raja Pedang dari Sekte Raja Pedang. Ketika anda telah menemukan relikui itu, anda baru berlatih Tenik Pedang Terbang, Raja Pedang yang aku berikan nanti.
Ketika anda telah mampu menggunakan Pedang Terbang nanti, tolong kalahkan semua jenius Sekte Super dan kuno di ajang jenius demigods di Kota kuno nanti.
Jangan berbelas kasihan kepada semua jenius super dari lima klan super yang telah membuatku sekarat seperti saat ini"
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1