Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Konsep Pertama Ruang dan Waktu Penyimpangan Ruang


__ADS_3

   Hari itu Sima memulai pemahamannya akan Totem Elf suci. Dikeluarkannya benda tersebut dari cinciin tata ruang. Kemudian setelah dirasakan dirinya telah siap untuk memasuki dimensi alam unik di totem itu, dengan tangan kanan yang memiliki tanda dua matahari itu menyentuh totem. Dibenamkannya benaknya kedalam totem itu.


“Wuusshh…”


   Kembali penampakan itu kembali terjadi. Sima Yong seperti tengah berdiri di suatu padang es raksasa. Secara tiba-tiba sebuah gunung es raksasa terlihat seperti meledak dan mengalami kehancuran. Gulungan es seketika runtuh dari puncak gunung membentuk badai es raksasa. Dalam sekejab badai es telah menerpa tubuhnya, mengakibatkan tubuhnya tenggelam dan terkubur di badai es raksasa… sakit… dingin…. Semua menjadi satu dan menyerang seluruh aspek tubuhnya.


“satu nafas… dua nafas… tiga nafas…”


   Sima Yong bertahan sambil mengigit bibir. Dia mencoba memahami dan menyelami akan jutaan informasi yang mengalir memasuki benaknya ditengah rasa sakit luar biasa. Waktu berlalu sangat cepat ketika dirinya terkubur di badai reruntuhan gunung es itu.


“Huaah….”


   Dia menarik benaknya dari totem itu pada hitungan ke enam. Dirinya tersadar dari ilusi dan melihat kenyataan, dia masih berada di dalam domain pagoda. Darah tampak meleleh dari mulutnya. Akan tetapi dengan penderitaan kesakitan dan hawa dingin yang menusuk tadi, dirinya puas.


    Ada banyak sekali informasi yang berhasil dia kumpulkan ketika terbenam didalam lumpur es itu. Meskipun itu hanyalah enam hitungan nafas.. manfaatnya amat luar biasa menurut Sima Yong. “Jika aku Kembali membenamkan diri didalam ilusi totem, pasti ada hal yang akan aku petik. Mungkin setelah aku merenungkan informasi yang aku terima tadi, barulah mencoba memasuki ilusi totem”.


    Pria itu kemudian duduk dalam posisi lotus  untuk berkultivasi mencoba memahami pengalamannya dengan totem. Seminggu telah lewat, ketika Sima Yong membuka matanya.


“Itu adalah suatu pemahaman konsep ruang dan waktu??.... meski kemajuanku sangatlah tipis namun aku mulai mengerti apa maksud dari Simbol Kehancuran ini. Sebaiknya aku mencoba lagi menyelami pemahaman di totem itu. Aku yakin konsep ruang dan waktu ku akan memasuki tahap baru”


    Sima Yong Kembali membenamkan benaknya kedalam totem. Adegan itu terulang lagi ketika dirinya berdiri di padang es sementara gunung es raksasa itu runtuh. Butiran es kembali menerpanya. Badannya serasa remuk lagi ketika gunung es ratusan ribu bahkan jutaan jin beratnya, jatuh menimpa dirinya.


    Badai Informasi kembali menyerbu kedalam benaknya. Informasi-informasi rumit namun terasa asing berkeliaran di benaknya. Sedapat mungkin Sima Yong menangkap informasi yang berlari-lari didalam pikirannya sambil menahan rasa sakit. Dia harus dapat memahami maksud informasi acak itu dalam waktu yang amat cepat. “Konsep ruang dan waktu…!! Suatu pemahaman unik dan menarik”


“Huuuuuuffff……”


   Sima Yong menarik benaknya dari Totem itu pada hitungan ke Sembilan. Kali ini dirinya tidak sampai meneteskan darah dari mulut. Meskipun terasa hanya sebentar menerima informasi dari totem, namun dia berhasil merangkum banyak hal. Sepertinya SIma Yong memperoleh banyak sekali manfaat pada pemahaman totem kedua kali ini.


       Sebulan lamanya Sima Yong duduk dalam posisi lotus untuk merenungkan diri memahami maksud dari Konsep ruang dan waktu dari Simbol Penghancuran setelah menyentuh totem kedua kali. Ketika matanya terbuka….


“Tahap satu Konsep ruang dan waktu… Penyimpangan ruang (distorsi)”


“Mari kita mencoba konsep ini dalam pertempuran…”


    Sima Yong terbang ke taman domain pagoda untu mencari macan putih temannya itu. Ketika bertemu, SIma Yong memberi penjelasan akan bertukar pukulan untuk melihat kemampuan konsep yang baru dia pahami. Macan putih setelah mendengar penjelasan Sima Yong, dia bersedia untuk berlatih dengan Sima Yong.


 “Hati-hati mahluk kecil… aku akan melancarkan serangan…” kata macan putih memberi peringatan. Dia harus memberi peringatan mengingat kultivasinya jauh diatas Sima Yong yaitu Alam Tanpa Batas Menengah. Tentu saja dengan kultivasi yang tinggi itu, dia tidak ingin Sima Yong lalai dan menjadi cidera akibat serangannya.

__ADS_1


    Dengan suara yang terdengar seperti siulan yang sangat keras, macan putih itu tampak menggoreskan cakar kearah Sima Yong. Sima Yong merasakan tekanan yang sangat kuat serasa merobek-robek tubuhnya, namun dia tidak menjadi gugup. Dengan percaya diri Konsep ruang dan waktu Simbol Penghancuran dia rapalkan.


“Penyimpangan ruang…!!”


    Terlihat semacam aura keluar dari tubuh Sima Yong. Seketika penerapan Konsep Penyimpangan Ruang itu membuat seluruh dunia yang terlihat mengalami perubahan. Tanah yang tadinya di bagian bawah, seketika menjadi terbalik berada dibagian atas.


    Langit yang selalu berada diatas, kini berubah tempat menjadi dibawah. Macan Putih merasa pusing melihat keadaan yang tidak normal itu. Serangan cakar macan putih itupun seketika membelok kearah kanan dengan kemiringan sudut kemiringan 30 derajat. Cakar harimau itu jelas-jelas tidak mengenai tubuh SIma Yong karena telah dibengkokkan ruang yang aneh.


    Bahkan macan putih itu merasa serangannya tiba-tiba berubah menjadi sangat lambat. Dia tidak bisa menggerakkan tubuh dengan cepat. Dia ternganga…..


    Gerakan lambat seperti itu mungkin jika di bayangkan adalah seperti adegan di dalam film slow motion. Dalam keadaan slow motion seperti itu, tiba-tiba sebuah serangan Qi pedang terlihat menuju dadanya. Tepat di bagian jantung. Beruntung macan itu memiliki kultivasi Alam Tanpa Batas, sehingga serang Praktisi Alam Raja Bintang 5 seperti SIma Yong masih dapat di tanggapi secara reflesks. Macan Putih memutar badannya dan Qi pedang itu tidak mendarat di dadanya. Pundaknya seketika merasa sakit Ketika Qi pedang menebas Pundak gempal Harimau Putih.


 “Baammm…!!”


   Macan malang itu terlempar terguling-guling hingga beberapa tombak. Keadaannya amatlah menyedihkan Ketika mencoba berdiri.


“apa itu yang anda lakukan tadi???.....” Macan Putih menggigil membayangkan kejadian aneh Ketika ruang disekeliling mengalami penyimpangan. Dia membayangkan seandainya saja Sima Yong menghajar tepat di dadanya dengan kekuatan full, meskipun dirinya di Alam Tanpa Batas… tidak mustahil minimal dadanya akan terkoyak mengakibatkan gangguan fungsi jantung. Jelas-jelas dia akan menderita cidera serius.


“Itu adalah konsep pemahaman ruang dan waktu yang baru saja aku pahami. Sayang sekali, waktu yang aku dalami sangat sedikit sekali. Pemahamanku atas konsep pertama Keseluruhan Simbol Penghancuran ini hanyalah pendekatan awal dari Konsep pertama Pentimpangan ruang”.


“Simbol penghancuran Totem Elf ini terbagi didalam dua Teknik. Yang pertama adalah pemahaman konsep ruang dan waktu. Yang kedua adalah pemahaman yang di sebut dengan Delapan Gerbang Batin yang Tersembunyi” Kata Sima Yong kepada Macan Putih.


 “Delapan Gerbang Batin yang Tersembunyi? Seperti apa itu? Baru sekali ini aku mendengarnya selama masa hidupku ribuan tahun ini” kata Macan Putih dengan heran.


 “Didalam setiap manusia Ketika tubuhnya telah meninggalkan kehidupan mortal, yaitu Ketika resmi menjadi seorang Kultivator… maka orang itu memiliki kesempatan untuk membuka Delapan Gerbang Batin Tersembunyi. Delapan Gerbang Batin Tersembunyi itu terdiri kemampuan yang disebut Pertama Gerbang Penyembuhan, dua Gerbang Batas, tiga Gerbang Keajaiban, empat Gerbang Nyeri,lima Gerbang Pembukaan, enam Gerbang Pandang, tujuh Gerbang Kematian dan delapan Gerbang Kehidupan….”


“Itu adalah sesuatu yang terdengar mengerikan. Dari mana anda mendapatkan pemahaman seperti itu??” tanya Macan Putih dengan wajah heran dan takut. Dia merasa Sima Yong terlalu aneh.


 “Hahaha… aku belum memasuki tahap Delapan Gerbang Batin Tersembunyi. Pemahamanku masih sebatas Sepuluh Konsep Ruang dan Waktu. Konsep pertama Penyimpangan ruang ini pun masih belum sepenuh nya aku pahami”.


 “Jika aku telah memahami sepenuhnya Konsep Penyimpangan ruang ini, anda mungkin bukan hanya terguling. Mungkin anda tidak akan hidup lagi ketika seranganku tepat mengenai jantung anda karena Gerakan anda menjadi lebih lambat lagi” Sima Yong menjelaskan


 “Kamu manusia setengah Elf yang aneh…” Macan Putih itu memandang ngeri kearah Sima Yong


  “Aku akan Kembali mencoba memahami konsep ruang dan waktu dari Totem Elf. Nanti aku akan mencoba bereebat dengan anda Ketika aku berhasil menerobos Delapan Gerbang Batin Tersembunyi” Sima Yong membuat janji debat dengan macan itu yang ditanggapi sanga macan dengan wajah penuh keengganan. “Baru saja Namanya Delapan Gerbang Batin Tersembunyi sudah membuatku merinding….” Macan itu pun berlalu memasuki perkebunan obat.


   Tinggal lah Sima Yong sendiri dan Kembali memutuskan untuk memantapkan Konsep Ruang dan Waktunya.

__ADS_1


“Masih ada waktu satu bulan untuk mendaftar di Ordo arena Kota Selatan”  Sima Yong Kembali ke tempat kultivasinya dan memasuki ruang kesadaran di Totem Elf.


    Konsep ruang dan waktu sebenarnya terdiri dari sepuluh konsep pemahaman yang sangat luas. Ini adalah Teknik yang di kenal cukup banyak dikalangan ahli ahli di Alam Dewa. Namun konsep seperti ini bagi kalangan Praktisi di Benua dibawah Alam Dewa Teknik ini adalah langka.


    Amat sangat sedikit ahli di alam bawah Dewa yang memahami dan menguasai prinsip ruang dan waktu. Jikalau ada sedikit ahli yang paham hal ini, pemahaman mereka hanyalah pemahaman yang berbeda kelas dibandingkan konsep ruang dan waktu peninggalan Alam Dewa di totem itu.


   Jika Sepuluh pemahaman ruang dan waktu adalah hal yang terbilang jarang dipahami di dunia bawah Alam Dewa, adalah Konsep Delapan Gerbang Batin Tersembunyi betul-betul merupakan sebuah konsep yang hanya dikenal di kalangan Alam Dewa sana. Pemahaman itupun hanya berlaku untuk kalangan khusus Alam Dewa karena konsep ini adalah hal yang sangat langka.


    SIma Yong berkutat dengan Totem Elf dan mencoba untuk menyempurnakan pemahamannya. Untuk kali ini dia semakin lama bertahan di alam padang es. Skornya adalah lima belas tarikan nafas. Dia kembali berkultivasi untuk menyempurnakan Pemahaman Penyimpangan Ruang.


 ******


   Sima Yong keluar dari Domain Pagoda setelah dua bulan lebih menutup diri. Dengan kekuatan daya serang (attack) yang mencapai 500 ribu jin serta pemahaman yang sempurna untuk Konsep Pentimpangan Ruang, Sima Yong terlihat semakin dewasa. Penampilan dan sikap nya makin menunjukkan seseorang yang matang didalam pemikiran.


    Hari itu Sima Yong berjalan menuju arena Kota Selatan Benua Penyaringan Dewa. Dia sedang menimbang- nimbang untuk pengajuan aplikasi bergabung dengan Ordo Massacre atau tidak. Dia berpikir keras, karena pada umumnya semakin tinggi kelas suatu Sekte atau Ordo, maka sumber daya yang diterima oleh anggoto Sekte akan semakin besar ketika sekte memanen Sumber Daya hasil peperangan. Sepertimya dia tidak akan bergabung dengan Massacre peringkat sepuluh. Sima Yong akan bergabung dengan salah satu diantara Tiga Ordo Papan atas.


   Di meja registrasi Ordo di Aula Arena Kota Selatan, Sima Yong memandang kearah Papan Pengumuman Arena. Jelas sekali disitu mencantumkan daftar urutan Ordo sesuai peringkat.


    Salah satu bunyi iklan perekrutan Ordo,….


“Mari bergabung dengan Peringkat 1 Ordo di Arena Kota Selatan. Ordo Veteran…!!!. Jumlah anggota saat ini 500 praktisi. Minimal kultivasi untuk bergabung adalah setengah langka Alam Tanpa Batas. Ordo Veteran hanya menerima ras Judade dan mogui. Namun jika keahlian anda adalah dalam bidang penyihir, aplikasi anda akan dipertimbangkan dengan menggugurkan semua kriteria diatas”.


 “Hmm… ordo ini tidak menerima ras diluar ras Raksasa dan ras iblis. Bahkan tingkat kultivasiku tidak masuk didalam kategori yang mereka tetapkan. Ok masih banyak Ordo lain yang dapat menjadi wadahku untuk bergabung…”


    Sima Yong Kembali menelusuri peringkat ordo di aula itu.


“Ordo tangan iblis…memiliki pengikut sebanyak 600 anggota. Menerima pengikut dengan minimal diranah kultivasi di Alam Raja Bintang 9. Ordo kami hanya menerima ras Judade dan mogui… “ Sima Yong menghentikan membaca informasi Ordo peringkat dua itu. Manusia dan Elf tidak diperkenankan bergabung dengan ordo itu. Skipp...... Matanya kemudian membaca iklan ordo peringkat tiga.


“Ordo Sayap Suci. Sebuah ordo yang merangkul semua ras. Kami menerima ras Judade, Nanren, Jingling, airen dan mogui. Syarat minimal bergabung adalah memiliki kultivasi di ranah minimal Alam Raja Bintang Lima……”


    Mata Sima Yong melekat di iklan Ordo Sayap Suci itu. Dia memenuhi kriteria di Ordo Sayap Suci itu. Sebenarnya jika Sima Yong mendaftar sebagai seorang berkemampuan penyihir di Ordo nomor satu Ordo Veteran atau Ordo Tangan Iblis peringkat dua, kemungkinan dia akan diterima. Namun dia merasa enggan untuk bergabung satu ordo dengan ras mohui itu (iblis). Ras itu adalah musuhnya sejak di Benua Silver.


   Dengan mantap Sima Yong berkata kepada petugas di Aula Arena untuk mendaftarkan dirinya di Ordo Sayap Suci,


“Aku ingin bergabung dengan Ordo Sayap Suci. Dfatarkan aku untuk dua jenis keahlian. Ahli Pedang dan Penyihir……”


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2