
"Tsingg !" sabetan pedang dari SAINT pihak lawan semakin membuat Xong Hui Yong keteteran. Jelas-jelas dia merasa kalah kekuatan tempur ketika menghadapi serangan pedang, seorang SAINT berkumis putih yang berada di level empat SAINT.
Sementara tingkat kultivasinya masih berada di level dua SAINT. Perbedaan kekuatan keduanya terasa benar jauh berbeda dan menyulitkan Xong Hui Yong.
Berulang kali Xong Hui Yong hanya mengandalkan teknik kelincahan sambil memutar pedang di tangannya, demi melakukan teknik pertahanan sambil menghindari benturan adu tenaga.
"Istirahat !" teriakan menggelegar dari SAINT berkumis dalam gerakan teknik 'Dua Belas Langkah Pedang Kematian'
"Berakhir sudah riwayatku" batin Xong Hui Yung ketika dia terlempar beberapa tombak kebelakang dengan dada yang terasa sesak.
Sementara itu pihak lawannya SAINT berkumis putih itu mengejar dengan tusukan mematikan, yaitu teknik aneh Dua Belas Langkah Pedang Kematian itu.
"Suiitttt" bunyi pedang mencicit, mengunci dada Xong Hui Yong.
Akan tetapi, secara mendadak Xong Hui Yong diingatkan dengan sesuatu. Tangan kiri dan kanan dengan cepat mengeluarkan sesuatu benda dari dalam cincin tata ruang.
Dalam gerakan terlempar mundur, dia melempar benda yang diberikan Raja Kelelawar, kearah SAINT berkumis putih yang kini pedangnya semakin dekat, berjarak 60 cun dari dadanya (60 cun sama dengan 2 meter).
"Wush !"
"Ledakan Petir" teriakan mengutuk meluncur dari bibr Xong Hui Yong
Betapa terkejutnya SAINT berkumis putih itu tatkala dia melihat sebuah petir, lalu disusul petir-petir lainnya muncul dari kehampaan dan menyengat dirinya.
"Kurang ajar !" bentaknya, dia berhasil meloloskan diri dari kurungan sengatan petir dalam keadaan berantakan.
SAINT berkumis putih itu kini dilanda amarah yang mendalam. Mata nya menyala-nyala ddenga niat membunuh yang makin kental.
"Bersiap Mati !" pedang nya kembali mengeluarkan aura kematian.
Dia mengeksekusi teknik pedang Dua belas Langkah Pedang Kematian, berniat menghabisi Xong Hui Yong dengan kekuatan full.
Suara pedang nya mengeluarkan suara mencicit, mengunci batang leher Xong Hui Yong. SAINT itu merasakan suatu kejanggalan.
"Ada yang aneh.. Orang ini mengapa tidak merasa takut seperti sebelumnya? Apakah dia masih memiliki muslihat di lengan bajunya?" pikir SAINT berkumis putih itu. Dia semakin serius dan berhati-hati
"SUuiittt !" Ketika itu jarak pedang di tangannya tersisa 30 cun dari sasaran, mendadak SAINT berkumis itu mendengar bentakan Xong Hui Yong.
"Membatu !"
__ADS_1
"Petrify !"
Seiring suara kutukan dari Xong Hui Yong, SAINT berkumis mendadak berubah menjadi membatu, dan kondisinya Freeze. SAINT itu terkejut dan mencoba meronta, namun dia terlanjur terkena kutukan Jimat Petrify.
Bola mata SAINT berkumis putih terlihat jelalatan dengan panik. Dia berteriak namun semua diam. Detik-demi detik berlalu, memasuki detik kedua dia masih juga membatu di udara, melayang dalam kebisuan.
Lalu sebelum dia lebih lanjut memikirkan apa-apa, dan pada detik ketiga, sebuah sabetan pedang berkilauan milik Xong Hui Yong dengan sangat cepat menggores, membelah dadanya, membuat semua isi organ SAINT berkumis itu terburai, jatuh berceceran ke tanah. SAINT yang di takuti di kawasan Barat itu mati dalam keadaan penasaran.
Xong Hui Yong meludah dengan jijik ketika melihat jasad SAINT berkumis yang jatuh ke tanah seperti karung basah yang di campakkan. Tubuhnya melayang memasuki lubang di bawah Pohon Dedalu tua.
******
Ketika SAGE perempuan bertongkat itu membeku dalam keadaan petrify akibat menatap tiga topeng kepala Gorgon, di detik yang sama, terdengar SAGE pria barbaju hitam menjerit dalam keputus asaan.
Ketika itu si baju hitam merasakah cairan darah di tubuhnya terserap kekuatan tak terlihat, sementara gumpalan darah segarnya tampak terbang melayang dengan cepat ke arah Sima Yong.
"Tsinggg !" pedang berwarna merah dan berwarna perak menebas keras membelah darah dan menimbulkan ledakan yang amat sangat keras. Teknik itulah teknik terlarang Cakra Air yaitu meminjam semua kekuatan dan energi air lalu memanfaatkannya mematikan lawan.
Dalam hal ini, karena penggunaan air di gantikan dengan darah (sama-sama benda cair) maka efek kekuatan yang timbul adalah puluhan kali lebih kuat dibanding meminjam tenaga air biasa.
"Wush - Wush" dua cahaya pedang berwarna merah yang mengandung energi Qi setidaknya 80 juta jin membelah SAGE perempuan dan SAGE berbaju hitam, membuat tubuh mereka meledak hingga menyisakan gumpalan daging tiada bentuk.
Sima Yong menatap onggokan daging yang jatuh seperti huja ke tanah. Dia dibuat kagum menggunakan Cakra Air, namun meminjam kekuatan darah lawan.
Sima Yong terbang memasuki ruang bawah tanah, menyusul Wei Park dan Tuan Awan dan Tuan Bumi dari Agama Terang. Ketika berada di dalam ruang bawah tanah itu, Sima Yong melihat semua anggota kelompok mereka telah membebaskan Pangeran Ju Qin dan yang lainnya.
"Apakah kalian baik-baik saja? Tanya dia dan di jawab bahwa mereka baik-baik saja, namun kondisi kesehatan mereka masih lemah karena disekap dan di beri racun selama ini.
Saat itu ketika pandangan Sima Yong terarah dan menatap kearah Yu Mian dan dua Jendral Dong Xing lainnya "kalian hebat juga. Mampu mengalahkan semua SAINT diatas kultivasi mu"
Sambil tersipu malu Yu Mian berkata,
"Aku menghabiskan semua jimatdi pertempuran tadi. Well, kita harus cepat bukan?
Lagipula, lawanku berada di level jauh diatas ku. Jimat itu amatlah membantu. Terima kasih Bianfu Wang" Yu Mian mengangguk kearah Sima Yong dan dibalas senyuman.
Wei Park dan Xong Hui Yong ikut tersenyum kecut. "Kami pun menghabiskan jimat pertempuran demi mengejar pertempuran cepat diselesaikan" kata mereka.
Sima Yong menenangkan ketiga anggotanya itu dengan mengatakan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan amatlah sempurna.
__ADS_1
"Sekarang mari kita bagi tugas, siapa membawa siapa untuk melarikan diri"
Dia lantas mengatur agar dirinya yang akan membawa Pangeran Ju Qin dalam pelarian, Fei Ma akan bersama Jiang Fai dan Wan Hui. Ju Lianyi guru sang pangeran akan pergi bersama Wei Park dan Tuan Bumi, Xong Hui Yong pergi bersama Zhang Junda, Yu Mian akan membawa Hua Shen dan Tuan awan.
"Kita akan bertemu di Gunung Du Hua, dekat perbatasan dengan wilayah Barat Lau. Biarkan aku yang membuka jalan" Kata Sima Yong, setelah semua sepakat untuk bertemu di lokasi rahasia GunungDu Hua itu.
"Mari pangeran, jangan sekali-kali melepaskan pegangan anda dari tali pinggangku ini" kata Sima Yong kepada Pangeran Ju Qin. "Baik " jawab Pangeran Ju Qin singkat. Dadanya berdebar. Akan kah mereka dapat lolos dari Istana Rajawali Agung ini?
******
Sosok tujuh jago itu melesat dengan meledakkan pintu terowongan keluar dari Pohon Dedalu,
"Duar !"
Tanah lapang kecil itu bergetar keras ketika pintu terowongan di ledakkan oleh Sima Yong. Guncangannya sampai-sampai membuat aula tempat penobatan Pangeran Ju Kai terguncang hebat.
"Penyusup !"
"Penyusup !"
Aula penobatan itu seketika kocar-kacir karena keadaan menjadi kacau. Ju Kai menatap geram ketika melihat acara pelantikannya menjadi Pangeran Mahkota terhenti,
"Kurang ajar ! Ada yang sengaja mensabotase acara pelantikan ini"
Ju Kai berteriak dengan keras'
"Sabotase ! Pemberontak mencoba menyabotase pelantikan ini. Cari dari mana sumber itu lalu bunuh tidak bersisa !"
"Wush - Wush"
Ratusan ahli terbang menuju lapangan kecil dibagian belakang istana. Ahli-ahli itu terdiri dari ratusan utusan Sekte dan Klan Bintang sembilan maupun bintang delapan. Semua penasaran ingin melihat, siapa gerangan yang dengan berani membuat keributan di acara pelantikan yang agung itu.
Tatkala Sima Yong dan kawan-kawannya keluar dari liang tahanan, dan baru saja menghirup udara segar, mata mereka terkunci ke sekeliling lapangan. Ratusan ahli bela diri berdiri menonton kegiatan mereka, sementara langit di penuhi dua puluh kapal roh raksasa, mengunci semua arah mata angin.
Ada sekitar 1000 pasukan berpanah yang telah mengangkat gendewa mereka, dengan anak panah yang mengunci kearah tujuh jago yang baru muncul itu. Semua siap meluncurkan anak panah, menunggu lapisan array pelindung lapangan itu di buka
Tujuh jagoan itu bersama tahanan yang mereka loloskan itu menatap kearah ancaman ribuan anak panah, tatapan iba dari ratusan praktisi papan atas Wilayah tengah, dan tatapan bengis dari dua puluh Kapal Perang Roh diatas udara.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.