
"Berhenti !"
Tiga ahli yang menamakan diri Tiga Pembunuh Istana Raja Kelelawar itu merasakan tekanan yang mengandung hawa murni menusuk dari belakang, menyusul suara bentakan tadi.
"Menyatukan Pedang !" titah Yu Long
Meskipun ketiga ahli itu sementara mengeksekusi gerakan penerbangan, namun dengan terlatih ketiga dan kompak, diman semua dilakukan dalam gerakan cepat, mereka langsung menyusun formasi lurus, meliuk cepat dan Lin Hong lantas menjadi pemimpin didepan formasi, dengan Pedang Jingga bersiap-siap membuat gerakan pertahankan sebuah serangan.
"Duar !" benturan keras terdengar akibat bentrokan diantara dua hawa murni. Kedua kelompok itu yakni penyerang maupun pertahanan sama-sama terpental kebelakang.
Tiga ahli Istana Raja Kelelawar itu masing-masing Lin Hong, Peng Fai dan Yu Long merasa sesak di dada mereka.
Rupa-rupanya bentrokan serangan gabungan mereka melawan sosok pria dihadapan mereka memberi tanda "terlalu jauh perbedaan kekuatan diantara merka".
Pria yang terlihat melayang garang di udara itu muncul mengenakan jubah panjang bersulamkan lukisan sebuah menara. Tulisan itu terpampang jelas didadanya, menyebutkan "Menara Suar Tiada Banding", yang langsung menyebabkan tiga ahli Istana Raja Kelelawar sadar dengan siapa mereka berhadapan.
"Dia berkultivasi Alam Pencerahan Suci bintang tiga"
"Berhati-hati, orang ini berasal dari Menara Suar wilayah pusat" ketiga orang itu saling berbicara menggunakan transmisi..
"Jadi inilah tiga tikus yang mengaku-ngaku pembunuh bayaran utusan Istana Kelelawar itu? Kusangka bahwa keahlian orang seberani kalian setidaknya berada Kuasi Alam Pencerahan Suci..
Ternyata hanya tiga kawanan tikus dari peringkat rendah Alam Tanpa Batas" pria Menara Suar itu bersuara merendahkan, lalu terlihat dia meloloskan sesuatu dari pinggangnya.
"Bersiap-siap, dia telah mengeluarkan pedang" bisik Lin Hong.
Ketika pedang itu telah dipegang mantap, pria itu lantas mengeluarkan ancaman,
"Kalian di bayar oleh Balai Harta Baru bukan? Dengar.. Telah sejak awal kami dari pihak Menara Suar berusaha menahan diri, untuk tidak berseberangan dengan kalian orang-orang dari utara sana. Masa peperangan memperebutkan gelar itu belum lagi dimulai...
Siapa mau menyangka, kalian berani-beraninya mengambil tindakan terlebih dahulu dengan menghabisi kepala perwakilan Menara Suar kami di Kota Azalea" senyum di wajah pria itu terlihat jahat.
Akan tetapi Lin Hong dengan mulut tajamnya, tidak mau kalah membiarkan pihak merek disalahkan. Kata-kata beracun juga terlontar dari bibirnya,
"Cih.. Kalian dari Menara Suar itu adalah kelompok yang tidak kenal malu.
Kalianlah yang terlebih dahulu mengambil tindakan dengan membakar Aula Balai Harta, lalu setelah pihak kami melakukan pembalasan balik, kalian yang merasa seolah-olah kami orang jahat dan kalian orang baik" Lin Hong mengeluarkan tawa dingin.
__ADS_1
Saat itu, dia beserta dua kawannya diam-diam mengalirkan hawa murni dingin, dengan cepat dari dantian mereka lalu saling menyatukan awa urni, ketika tangan mereka saling menyentuh, membentuk kekuatan gabungan.
"Energi Es Pedang jingga !" tiga sosok mereka menyatu, lalu hawa murni berunsur es itu, terdengar keluar menyebabkan suara melolong. Tampak sebilah pedang raksasa berwarna jingga terayun dengan cepat, menebas pria dari Menara Suar.
Si pria Menara Suar itu mengeluarkan tawa dingin. Pedang yang telah dipegang erat ditangannya ikut di ayunkan melawan ayunan pedang jingga. Semua gerakan pedangnya, menimbulkan Aura Pelangi membuat langit di sekitar gurun itu tampak indah, penuh cahaya warna-warni.
Cahaya jingga dan cahaya pelangi itu lantas dengan brutal saling tumpang tindih di udara, dan kemudian meledak eksplosif menimbulkan aroma terbakar di seluruh padang gurun.
"Duar !"
Dua kelpmpok itu saling mengambil jarak, kata pria Menara Suar kemudian,
"Aku tak mengira, ternyata kalian paea seniman beladiri di utara sana menyembunyikan banyak ahli-ahli dengan kekuatan tak terduga.
Baik.. Hari ini aku Liu Peng-peng Peri Pedang Pelangi akan memberantas kamu satu demi satu mahluk bar bar dari utara ini"
Jika tadi awal-awal pertempuran Liu Peng-peng ini hanya mengerahkan energi murni sebesar 50 bagian. Kali ini dia memompa kekuatan energi murninya menjadi melonjak pada delapan puluh bagian.
Lin Hong dan dua kawannya merasakan hawa panas yang membara, ketika cahaya pelangi yang di coret-coret Liu Peng-peng di udara terlihat semakin berkilauan dengan garis yang semakin tegas.
"Kita akan terluka jikalau memaksakan diri beradu kekuatan dengan dia..
"Semoga kekuatan batin Liu Peng-peng ini cukup lemah. Lin Hong, kamu membantuku dengan kekuatan jiwa, sementara Peng Fai akan menyerang dia dengan serangan Pedang Jingga"
Tanpa menunggu berlama-lama, Lin Hong lantas menyatukan kekuatan jiwanya dengan Yu Long.
"ilusi Badai Es menggetar jiwa !" Yu Long melepaskan mantra sihir.
Liu Peng-peng terlihat terkejut. Dia tidak menyangka sama sekali ahli-ahli asasin dari Istana Raja Kelelawar itu memiliki keahlian lainnya yang mengerikan. "Sihir ! Pembunuh Istana Raja Kelelawar itu mahir pula dalam pertempuran menggunakan sihir. Benar-benar kekuatan yang tidak terduga !"
Dalam sekejab mata sekumpulan awan putih muncul dari kehampaan, menyergap cepat ke arah Liu Peng-peng. Awan itu lantas menyembunyikan tubuh Liu Peng-peng didalam gulungan asap berwarna putih.
Kini keadaan berubah menjadi hening. Saat ini, di gurun itu hanya terlihat dua sosok berpakaian hitam yang tengah memejamkan mata, berulangkali mengucapkan mantra dan nyanyian syair-syair kuno mempertebal kekuatan jiwa untuk membuat ilusi sihir.
Sementara itu kawan mereka yang satunya, Peng Fai Junior Master Skte Pedang Awan, terlihat mengayunkan pedang penuh hawa murni, yang berpendar dalam cahaya jingga, melompat dan menusuk dalam gerakan berbahaya kedalam kumpulan awan putih aneh itu.
Sementara itu, jauh didalam gulungan awan putih itu, Liu Peng-peng dilanda perasaan tertekan. Saat ini dia merasa seolah-olah dirinya dilempar kedalam sebuah dunia lain, yang hampa kosong, namun dipenuhi badai salju yang mematikan. Seluruh jiwanya bergetar, dilanda hawa dingin mematikan hingga ke sum sum.
__ADS_1
"Ini hanya sebuah sihir !
Jika perasaanku lemah, maka aku akan mati membeku di tempat ini. Tidak ! Aku tidak boleh kalah dengan sihir aneh kelompok pembunuh itu"
Dengan hati yang hampir membeku karena kedinginan secara aneh itu, Liu Peng-peng lantas mencoba berkonsentrasi. Dia berharap kekuatan jiwanya akan bangkit dan menghalau ilusi badai es dan memenangkan pertarungan.
"Wush" sebuah pedang raksasa berwarna jingga muncul kehampaan di langit ruang isolasi badai es, membelah dan menghantam dirinya.
"Kurang ajar, mahluk-mahluk rendah itu mengambil keuntungan dengan melakukan serangan membokong, selagi aku berkonsentrasi" Liu Peng-peng lantas melakukan tebasan balasan yang mengandung hawa murni. Kilauan pelangi tampak melakukan tebasan menghadang, memotong horisontal ke arah pedang jingga.
"Trang !" pedang jingga itu terpental, menghilang di kabut awan. Berulang kali pedang pelangi membentuk cahaya yang melakukan benturan melawan pedang jingga itu. Hingga pada hitungan ke sepuluh, tidak ada lagi serangan dari pedang jingga raksasa itu.
Samar-samar Liu Peng-peng mendegar keluhan kecil ketika dia memtahkan serangan Pedang Jingga. Dia tertawa dalam nada yang terdengar arogan ..
"Hanya sebatas ahli-ahli Alam Tanpa Batas, berani-beraninya menentang Peri Pedang Pelangi ini" akan tetapi, tidak ada yang membalas kata-katanya, kecuali suara deru badai es yang semakin kuat menindas, menekan jiwanya untuk hancur.
"Pembokong itu sepertinya telah terluka, bagus !"
Sekali lagi Liu Peng-peng mengemposkan energi kuat-kuat. Hawa murni mengalir dengan deras dari dantian, menyatu dengan kekuatan jiwanya. Dia menggunakan teknik memanfaatkan energi fisik untuk memperkuat kekuatan jiwa. lalu dengan lambaian tangan, Liu Peng-peng berseru..
"Membuyarkan !" seluruh kekuatan jiwanya meskipun tak terlihat, namun sesungguhnya kekuatan itu ibarat sebuah telapak tangan, terlihat seolah sedang melakukan teknik serangan kearah Lin Hong dan Yu Long yang tengah berkonstrasi menggunakan kekuatan sihir.
"Wush..!" kekuatan Liu Peng-peng yang demikian mendominasi, membuyarkan kekuatan jiwa gabungan antara Yu Long dan Lin Hong.
Awan putih itu lenyap tiada berbekas, lalu Liu Peng-peng melihat dua ahli berbaju ringkas itu terduduk dengan mulut mengeluarkan tegukan darah.
Pria yang satunya, sitangan buntung, yang tangannya masih memegang Pedang Bercahaya jingga, terlihat terkapar tidak sadarkan diri di pasir padang terkutuk itu.
Liu Peng-peng mengeluarkan tawa dingin. Katanya,
"Pada akhirnya kekuatanlah yang menentukan kemenangan seseorang dalam pertempuran.
Teknik sihir mainan kanak-kanak kamu itu tidak ada artinya di mata Peri Pedang Pelangi"
Liu Peng-peng lantas membuat gerakan serangan pedang, cahaya pelangi berpendar memenuhi langit Gurun Terkutuk. Liu Peng-peng beriat menghabisi tiga ahli dari Istana Raja Kelelawar menggunakan seratus bagian kekuatan pedang ditangannya...
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.