Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Suku Wu Yi di Barat Laut


__ADS_3

Dengan heran Paman Yang-yang menunjukkan rak dimana disitu menyimpan buku-buku yang membahas tentang seni budaya dan tarian suku-suku Wilayah Tengah.


"Kamu dapat mencari disana. Di salah satu buku dibagian itu, terdapat satu buku khusus membahas tentang cikal-bakal Klan Qilin yang sekarang ini".


"Mungkin hanya sedikit informasi yang akan kamu peroleh di buku itu, akan tetapi dengan mempelajari buku itu kamu akan mengerti mengapa Suku Wu Yi di sebut sebagai Klan Qilin" Jelas Paman Yang-yang.


Sima Yong tertegun sebentar..


"Tunggu sebentar paman, anda mengatakan suku Wu Yi? Apakah yang dimaksud suku Wu Yi itu dan apa hubungannya dengan Klan Qilin yang aku maksud tadi?" Sima Yong seketika menjadi penasaran. Suku Wu Yi dan Klan Qilin... dia butuh penjelasan.


"Hahaha... anak muda jaman sekarang memang selalu terburu-buru untuk mengetahui sesuatu. Sebaiknya anda langsung saja mencari buku yang aku ceritakan tadi, lalu membaca dan menelaahnya".


"Ku pikir jika kamu sendiri yang mempelajari buku itu tapa penjelasan dariku, pasti bagian-bagian kecil yang tidak menjadi perhatianku pada waktu dulu, akan menjadi konsentrasi kamu kini. Dan aku yakin semua pertanyaan di hatimu akan terjawab" Paman Yang-yang langsung berbalik belakang lantas mengacuhkan Sima Yong yang dengan terpaksa mencari buku yang dia maksud tanpa petunjuk apapun.


Sima Yong meneliti rak buku yang membahas seni budaya itu. Setelah lama dia mencari-cari, tangannya menyentuh sebuah buku yang sampulnya masih terlihat amat bagus, pertanda buku itu jarang sekali di sentuh pembaca. Mungkin dalam pemahaman orang lain, buku itu karena kurang menarik.


Judul buku itu adalah "Suku Wu Yi dan Kultur Budaya mereka"


"Jika saja Paman Yang-yang tidak memberitahukanku bahwa Suku Wu Yi merupakan cikal bakal Klan Qilin itu, dapat dipastikan aku akan melewatkan bagian Budaya Suku di Wilayah Tengah pada rak ini"


Sima Yong kini mulai sibuk membolak-balik helai demi helai buku tua itu...


Suku Wu Yi adalah sebuah suku terpencil di bagian Barat Laut Benua Penyaringan Dewa ini. Tidak lebih dekat ke Barat dan juga tidak lebih dekat ke Utara. Akan tetapi dalam pembagian lima wilayah, Barat Laut ini di masukkan ke dalam Dunia Wilayah Tengah.


Dengan keberadaan mereka diantara dua wilayah yaitu antara Barat dan Utara, orang-orang Wu Yi memiliki penampilan yang unik. Wajah mereka meskipun sedikit mirip dengan etnis wilayah tengah pada umumnya, akan tetapi mereka memiliki mata yang demikian indah berwarna biru langit. Rambut mereka cemerlang seperti bintang. Tubuh mereka juga langsing dan cenderung jangkung.


Secara geografis sebagian lahan tempat tinggal di daerah Suku Wu Yi tinggal adalah padang belantara yang penuh dengan hamparan rumput. Orang-orang itu tinggal di tenda-tenda yang dibuat khusus, dan mereka akan mengembara sesuai irama hati.


Jika musim dingin tiba, meskipun tidak sampai bersalju... suku Wu Yi akan menetap lama di tempat itu sampai musim bunga tiba (musim semi).


Suku Wu Yi ini amat percaya dengan roh-roh, dimana praktek perdukunan (sihir) amat kental di dalam budaya mereka. Saking kentalnya budaya sehari-hari dengan praktik perdukunan atau sihir, maka seorang Ahli Sihir yang kuat atau Shaman akan di tunjuk menjadi pemimpin atau pendamping kepala suku.


Praktik Shaman ini banyak terjadi didalam penyembuhan penyakit atau penyembuhan kesurupan dan ritual-ritual kepercayaan. Orang-orang yang memiliki bakat sihir itu akan di rekrut dan bergabung dengan sebuah Klan yang dikenal Klan Qilin. Klan Qilin inilah yang kemudian dikenal di Wilayah Tengah sebagai Sekte Bintang sembilan.


Tercatat di buku kecil itu, Klan Qilin ini manakala melakukan ritual penyembuhan orang sakit, selalu memohon kekuatan dari mahluk mitos Qilin yang telah mereka abadikan dalam bentuk patung-patung Qilin sejak jaman kuno.


Hal itu di percayai Suku Wu Yi, karena konon jaman dahulu sekali, seorang dewa Qilin pernah menghampiri pemimpin Shaman dan memberinya kekuatan sihir. Akan tetapi menurut beberapa ahli sejarah Suku Wu Yi, kisah itu tidak lebih dari kisah mitos belaka.


>>>>>>


Sima Yong menutup buku di tangannya itu. dia memperhatikan dengan saksama penjelasan tentang seorang dewa Qilin yang menghampiri dukun Shaman diwaktu itu dan memberi kekuatan.


"Bukankah yang dimaksud dengan dewa Qilin itu adalah kaum immortal? Itu adalah mahluk mitos Qilin kuno yang ber- transformasi menjadi ahli Immortal lalu memberikan kekuatannya sebelum pergi menuju Negri WonderLand"

__ADS_1


Sima Yong bertambah semangat.


"Aku harus menyelidiki kebenaran ini. Setidaknya jejak relikui ini jelas didepan mata"


***


Beberapa waktu berlalu, Sima Yong hanya berdiam didalam perpustakaan sambil melakukan Konsolidasi atau melakukan Penggalangan energi atas perubahan kenaikan kultivasi yang dia miliki.


Meningkatnya kultivasi dari Alam Melintas SAGE level tiga dan menjadi level delapan sebesar 5 level, membuat semua pondasi energi nya masih goyah dan tidak seimbang.


Jika dia tidak berhati-hati dalam melakukan konsolidasi perubahan energi itu, di takutkan kedepannya akan membuat dia menjadi lemah tatkala menerobos ke ranah SAGE.


Tiga minggu waktu dia habiskan untuk konsolidasi energi, dan manakala dirasakannya enerdi Qi telah stabil di Level delapan, dia menyudahi semadi atau meditasi itu.


Hari itu, Pangeran Ju Qin datang bersama Hua Shen dan Zhang Junda berkunjung ke perpustakaan. Sima Yong keluar menemui pangeran.


"Angin apakah yang membawa Putra Mahkota Kekaisaran Rajawali Agung ini berkunjung ke perpustakaan?" Sima Yong menyapa pangeran.


"Saudara Yong... aku datang khusus untuk memberitahukan anda bahwa pelaksanaan upacara penobatanku sebagai Putra Mahkota akan dilaksanakan dua minggu dari sekarang. Kedatanganku kali ini adalah secara khusus memberitahu anda langsung dari mulutku".


"Semua ini dapat terjadi berkat bantuan Saudara Yong yang telah aku anggap keluarga sendiri" Pangeran Ju Qin terlihat tulus.


Ketika pangeran terlihat menyodorkan satu peti kecil sebagai ungkapan terima kasih kepada Sima Yong. Tanpa membuka sedikitpun, Sima Yong telah menduga bahwa isi peti itu adalah bahan-bahan langka seperti herbal dan tanaman roh yang amat penting bagi seorang alkemis.


Tentu saja dia senang dengan hadiah-hadiah itu, akan tetapi saat ini dia lebih tertarik untuk mengejar dan memperoleh relikui seperti yang di ceritakan phoenix itu.


"Apakah tidak dapat ditunda keberangkatan anda? Setelah penobatan Pangeran Mahkota itu, aku akan mengutus beberapa ahli untuk mendampingi anda untuk pergi ke Barat Laut sana. Bahkan bila perlu, aku sendiri yang akan menemani anda Saudara Yong" Pangeran mengatakan hal itu dengan penuh semangat.


Sontak saja Sima Yong menjadi terkejut. Dia menolak mentah-mentah...


"Jangan Pangeran... anda adalah seorang Putra Mahkota saat ini. Tindakan berkelana seperti ini yang penuh bahaya, dapat mengancam kestabilan Kekaisaran jika terjadi sesuatu yang tidak di kehendaki terhadap diri anda"


Wajah Pangeran Ju Qin semakin suram, dia meng- gumamkan sesuatu yang tidak dapat didengar. Sepertinya dia kesal tidak dapat lagi hidup sebebas dahulu.


Melihat pangeran menjadi muram, Sima Yong membujuknya,


"Pangeran tidak perlu kuatir. Aku akan meninggalkan sebuah jimat berbentuk Elang Kecil ini kepada anda"


Sima Yong mengeluarkan sebuah benda yang terlihat aneh. Sebenarnya benda itu dapat dikatakan menyerupai Burung Elang, akan tetapi tidak sepenuhnya seekor elang. Karena tatapan mata dan gerak tubuh yang kaku itu sangat jelas bahwa itu hanyalah sebuah replika atau mainan belaka.


"Meskipun ini seperti burung mainan, akan tetapi sebenarnya ini adalah sebuah jimat yang mana ketika pemiliknya berada dalam keadaan bahaya, pemilik jimat elang ini dapat mengirim dia (jimat elang) untuk mencari aku"


"Yakinlah... dimanapun aku berada, jimat elang ini mampu menemukanku. Pangeran selaku pemilik jimat ini hanya perlu dapat memerintahkan dia dan rekaman kejadian semua peristiwa kepadaku. Niscaya aku akan datang dan menemui anda manakala terjadi sesuatu hal penting menimpa anda"

__ADS_1


Pangeran Ju Qin menjadi takjub. Dia senang setelah melihat jimat elang yang katanya akan mengirim berita kepada Sima Yong di saat terdesak.


Sebenarnya memang dia merasa kuatir. Pangeran Ju Kai tentu saja tidak akan berhenti untuk mengganggu dia untuk menjadi Pangeran Mahkota. Ju Qin merasa kuatir jika masa-masa menjelang upacara penobatannya, Ju Kai itu akan melakukan permainan yang menghalangi kelancaran penobatannya.


"Anda tidak perlu kuatir tentang keselamatan anda selama selalu berada di dalam istana. Tidak nanti seorangpun berani mengganggu keselematan anda selama berada di dalam istana".


"Dan lagi, anda dapat meminta Paman Yang-yang untuk menampakkan diri menolong anda selama masih dalam area istana" Sima Yong melirik Paman Yangyang-yang terlihat acuh tak acuh sambil membaca buku, akan tetapi orang tua itu sama sekali tidak menampik pernyataan yang dia katakan.


Pangeran Ju Qin seketika menjadi gembira. Selama ini Paman Yang-yang sama sekali tidak mau terlibat dengan masalah di istana. Akan tetapi kali ini kelihatannya Paman Yang-yang tidak menolak kata-kata yang di ucapkan Sima Yong.


"Kapan anda berangkat Saudara Yong?" tanya pangeran.


"Mungkin besok pagi aku akan berangkat menuju negri di Barat Laut"


"Demikian cepatnya.." wajah pangeran kembali murung. Akan tetapi dia berusaha terlihat gembira. Bahkan elang itu dia sampirkan di pundaknya, menyerupai seekor elang sungguhan.


"Aku akan meminta Guru Ju Lianyi memberikan Perahu Roh yang cukup nyaman untuk anda kendarai menuju Barat Laut" Kata Pangeran Ju Qin.


Perahu roh yang dimiliki bangsawan istana umumnya merupakan kendaraan roh kecil yang muat untuk 5 hingga 7 penumpang. Bentuknya kecil dan dapat melaju cepat. Di lengkapi bilik kecil sehingga orang dapat beristirahat didalamnya.


Sima Yong berniat menolak pemberian itu, terbang menggunakan kekuatannya ditambah ketika dia membuka gerbang kecepatan di kedua tulang kakinya (masih ingat dengan delapan gerbang batin yang tersembunyi?), terasa lebih cepat dibanding perahu roh itu.


Akan tetapi karena Pangeran Ju Qin berkeras sampai-sampai terlihat menjadi kecewa ketikkka dia menolaknya.. dengan terpaksa Sima Yong menerima kebaikan itu.


Sima Yong memberikan beberapa hadiah seperti Jimat peledak, penyembuh dan jimat tebasan kepada pangeran Ju Qin. Tak lupa banyak pil yang akan membantu Pangeran menembus kultivasinya dengan cepat. Tentu saja pangeran menjadi amat gembira.


Kepada Zhang Junda dan Hua Shen, dia memberikan masing-masing "Pil Teratai Darah dan Pil Yuan Penerobosan". Dua orang praktisi itu berkaca-kaca ketika Sima Yong berkata,


"Aku tahu kalian memiliki anak yang tidak memiliki bakat dalam berkultivasi sehingga kultivasi mereka tersendat dan tidak dapat menerobos Alam pirit Agung".


"Dengan kedua pil ini, percayalah mereka akan menembus Alam Spirit Agung, bahkan bakat mereka akan terkoreksi dengan memiliki tulang yang membaik dimana kultivasi mereka akan terus berkembang sepanjang giat berlatih" Sima Yong masih teringat kejadian di lembaga pelelangan ketika dua praktisi ini saling berebut bahan lelang untuk meningkatkan kultivasi anak mereka.


Dua Master Sekte Bintang Delapan itu berkaca-kaca dan memeluk dia. Mereka berjanji akan membalas kebaikan ini jika suatu ketika berjodoh untuk bertemu lagi.


Menebar kebaikan dan membuat pondasi yang kokoh adalah hal yang dilakukan Sima Yong. dia melakukan semua itu untuk kelak memperoleh dukungan ketika dirinya atau kerabatnya membutuhkan bantuan di masa datang.


******


Keesokan harinya, sebuah perahu roh yang cukup besar untuk ukuran perahu, terlihat terbang membelah langit Ibukota Kekaisaran. Perahu roh itu terbang dengan cepat menuju Barat Laut.


Berdiri diatas anjungan Sima Yong dengan busana abu-abu, sementara di geladak perahu tampak Jiang Fai yang akan selalu mengikuti kemana mater nya pergi.


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2