
Diatas Kapal Roh yang bergerak menuju Kota Cahaya Barat itu berdiri dua anak. Angin diburitan kapal roh itu meniup pakaian dua praktisi yang berdiri bagaikan patung itu. Mereka adalah Yu Long dan Lin Hong yang memiliki misi untuk menjadi mata-mata di Kota Cahaya Barat dan juga misi sebagai duta yang menjadi utusan Sima Yong ke Sekte Pedang Awan.
Kedua praktisi muda itu berada di ranah Amal Spirit Bayi Bintang Tiga dan awal. Jika melihat kultivasi mereka saat itu, orang berpikir bahwa dua sosok itu adalah kebanyakan praktisi di wilauah Barat.
Namun ketika mata bertubrukan dengan salah satu dari mereka, maka orang akan menjadi waspada. Mata mereka terlihat seakan sebuah lautan yang dalam dan mampu menenggelamkan siapapun yang mencoba bertentangan. Mereka adalah praktisi muda dengan kekuatan jiwa yang sangat tinggi.
Sima Yong telah memberi waktu mereka untuk menerobos ke Alam Spirit Agung secepatnya dimana ada begitu banyak sumber daya berupa pil-pil yang mereka kantongi selama misi itu. Hadiah Pil tier enam yaitu Pil Pencapaian Nirwana akan menjadi hadiah mereka ketika nanti menembus Alam Spirit Agung.
Kapal ini bergerak sangat cepat hingga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, mereka telah tiba di pinggiran Kota Cahaya Barat. Lin Hong melayang turun menggunakan pedang dan berjalan kaki memasuki Kota Cahaya Barat.
Kota Cahaya Barat ini terbilang Kota yang Besar meski terletak di ujung dunia Barat. Dimana-mana terlihat keramaian dan hiruk pikuk perdagangan antar etnis terjadi di kota itu.
Lin Hong memasuki sebuah bangunan yang sangat besar di tengah Kota, yang mana papan nama besar tertera di pintu gerbang istana kecil itu,
“Pavillion Asoka”
“Aku ingin bertemu dengan nyonya pemilik Pavillion..”
Lin Hong menatap penerima tamu di Gedung itu. Sinar matanya menyala dan sedikit Gerakan tangan yang dilakukan Lin Hong secara halus membuat pria diranah Alam Kondensasi Roh lima itu gelagapan.
Tanpa banyak tanya, ibarat kerbau dicucuk hidungnya, pria berbadan besar itu mengantar Lin Hong ke sebuah ruangan mewah di lantai dua.
Pria itu mengetuk pintu kamar mewah lantai dua itu dan ketukan disambut dengan suara halus seperti dibuat-buat agar terdengar merdu. Seperti nya dia terdengar marah...
“Aku sudah mengatakan bahwa jangan mengganggu ku saat sedwng sibuk seperti ini. Aku hanya ingin bersenang-senang sebentar”
Pria penerima tamu itu seakan tidak menghiraukan suara kesal dari dalam kamar. Karena seakan di gedor pintu kamarnya, terdengar suara Langkah kaki tergesa-gesa berjalan. Suara caci maki juga terdengar dari balik pintu.
“Sudah kukatakan.. jangan ganggu aku dasar kamu B**TH…”
Sebuah wajah muncul dari balik pintu. Wajah itu adalah wajah seorang perempuan setengah tua yang mengenakan riasan sangat tebal sehingga memberi kesan berlebihan.
Pakaiannya kelihatan kusut seakan dikenakan secara terburu-buru. Rambutnya awut-awutan, sementara di belakang nya berdiri seorang pria muda kekar berotot yang memiliki raut berwajah memancarkan aura genit.
Lin Hong mengangkat wajahnya, matanya melirik kearah perempuan itu. Perempuan itu merasa seakan tersengat listrik ketika menatap mata Lin Hong. Lalu kemudian dengan sebuah gerakan kecil, Lin Hong mengibas sapu tangannya kearah perempuan itu. Dia berkata dengan suara yang terdengar sangat halus.
Saking halus dan lembut, di telinga orang-orang itu suara Lin Hong terdengar bagaikan suara seorang dewi dari kayangan,
“Aku ingin bekerja di Pavillion Asoka sebagai seorang penari. Bayaranku akan sangat mahal dan aku tidak melayani untuk menghibur perseorangan. Sekali lagi aku tekankan aku hanya akan bekerja sebagai penari untuk menghibur dan menyembuhkan luka jiwa”.
Perempuan setengah baya itu ternganga dan dengan wajah memerah secara gagap dia menjawab,
“Iya nona muda … akan aku menyediakan kamar istimewa untuk anda Nona Muda… pertunjukan anda akan saya atur. Kapan saja anda bersedia, panggung pertunjukan telah menanti”
Ketiga orang itu terlihat sangat terpesona. Mereka seakan memuja akan semua gerak gerik Lin Hong. Mereka kemudian melayani dia dengan sangat hati-hati sekali seakan takut Lin Hong akan menjadi retak ketika tersentuh benda kasar. Lim Hong dilayani layaknya putri raja,
“Aku akan mulai menari saat malam nanti, dengan dua kali penampilan. Tolong umumkan jadwal pertunjukanku ke seluruh orang kaya di kota ini”
Lin Hong menutup pintu kamarnya dan tersenyum licik dari balik pintu.
Sementara itu Pavillion Asoka membuat pengumuman kepada kaum bangsawan dan kaum elit kota, bahwa malam sebentar akan tampil seorang penari yang mampu mengobati luka jiwa bernama “Bidadari Giok Emas”
__ADS_1
******
Diatas Kapal Roh itu, Yu Long tidak henti-hentinya berkultivasi. Dia sangat berambisi untuk sesegera mungkin mencapai Alam Spirit Agung. Tiga minggu perjalanan menggunakan Kapal Roh itu terasa sangat singkat jika di bandingkan menggunakan airship yang memakan waktu dua bulan.
Puncak Pegunungan Sekte Pedang Awan telah didepan mata Yu Long. Tak lama kemudian Yu Long dengan Kapal roh itu telah membuat heboh seluruh sekte Pedang Awan. Kapal roh seperti itu adalah hal yang langka di Utara sini. Perlahan Kapal roh terlihat turun dari angkasa. Kehebohan terjadi....
*******
Yu Long menyelesaikan tugasnya setelah bertemu dengan Ketua Sekte Wen Yu dan juga seorang murid sekte Bernama Peng Fai. Tentu saja keduanya sangat terkejut dan berterima kasih sekali mengingat banyaknya sumber daya yang mereka peroleh.
Tidak pernah mereka sangka bahwa Sima Yong Sang Pemdekar Berjubah Hijau itu akan mengingat mereka bahkan membantu dengan memberikan sumber daya untuk perkembangan kultivasi mereka.
Setelah selesai dengan tugas di Sekte Pedang Awan, Yu Long melanjutkan perjalanan menuju Kota Azalea dan menyerahkan banyak cincin spasial berisi jimat dan sumber daya yang akan dipasarkan oleh Balai Harta.
Tn Yan Bai sangatlah bersuka cita setelah menerima cincin penuh jimat dan sumber daya itu. Balai Harta akan membuat heboh Wilayah Utara. Sekali lagi ini karena bantuan Sima Yong.
Selesai dengan tugasnya, Yu Long bergegas menggunakan kapal roh itu untuk Kembali menuju Kota Cahaya Barat dibelahan Barat Benua Silver.
Sementara itu setelah Yu Long meninggalkan Wilayah Utara, kegemparan terjadi.
Ya benar... Kekaisaran Great Ying mengalami kegemparan. Bahkan kerajaan kerajaan kecil tetangga juga gempar. Balai Harta melelang banyak sekali sumber daya berharga berupa pil untuk peningkatan kultivasi praktisi bela diri.
Sekte-sekte maupun klan-klan bangsawan yang ternama kemudian berlomba-lomba untuk membeli barang barang berharga sumber daya itu.
Beberapa waktu kemudian, di Kekaisaran Great Ying wilayah Utara mulai bermunculan praktisi-praktisi hebat di ranah Alam Spirit Bayi.
Pada hal beratus tahun lamanya, kemampuan praktisi di Wilayah Utara ini hanya terhenti di Alam Roh Tercerahkan. Hanya beberapa gelintir Sekte besar dengan sumber daya tinggi yang mampu menerobos ke Alam Spirit bayi.
Seakarang keadaan telah berbeda. Berbagai sumber daya untuk peningkatan kultivasi dibawah Alam Spirit Agung tersedia di Balai Harta. Masa depan Kekaisaran Great Ying menjadi cerah.
******
Sima Yong sendiri saat ini sedang berada di tahap kritis menerobos ke Alam Raja. Kondisi dirinya adalah benar-benar telah berada di bottle neck yang siap setiap saat meledak untuk kemudian memasuki Ranah Alam Raja.
Dua bulan di dunia luar akan tetapi setara dengan setahun berkultivasi di dalam domain pagoda. Saat itu cuaca di sekitar Pegunungan Kunlun sangatlah gelap. Sepertinya akan terjadi badai. Semua orang menatap ke langit dan berkata,
"Badai besar akan datang".
Kemudian ketika saatnya tiba, sebuah petir yang sangat dahsyat terlihat membelah langit diiringi hujan deras mebuat semua orang merinding. Petir dahsyat itu berulang hingga 9 kali,
“Petir Kesengsaraan Surgawi… seseorang sedang menerima siksaan petir. Telah lahir seorang praktisi Tangguh di ranah Alam Raja”
Hingga jarak seribu kilometer fenomena petir kesengsaraan surgawi membuat orang-orang menjadi gentar.
“Praktisi Alam Raja bukanlah seseorang yang dianggap sederhana di wilayah Barat sini. Terlalu amat sedikit orang yang memiliki kultivasi setinggi itu… Dan siapakah sosok yang menerobos itu?”
“Menurut perhitungan ahli, bahkan sebuah kerajaan kecil tidak bisa bertindak sembarangan di hadapan Praktisi Alam Raja. Dia mampu meluluh lantakkan kerajaan kecil itu hingga tidak tersisa…”
Diskusi diantara orang-orang yang menatap fenomena di langit makin membuat gempar wilayah Barat Benua Silver.
Sementara itu didalam domain pagoda, Sima Yong sedang mengalami siksa sambaran petir kesengsaraan sebanyak Sembilan kali.
Beruntung sekali dirinya berhasil menyaring Pil Peningkatan Nirwana Kuasi Perfect. Dengan mengkonsumsi pil tersebut, dia dapat menerobos Alam Spirit Raja setelah berkultivasi setahin lamanya.
__ADS_1
Pil tersebut juga sangat membantunya dalam menghadapi kesengsaraan surgawi dimana sambaran petir dapat berkurang kekejamannya hingga 50 % dari kekejaman sesungguhnya.
Setelah kesengsaraan petir berhasil di lewati, Sima Yong merasa dirinya seakan adalah seorang individu yang baru lagi.
Begitu banyak kotoran akibat konsumsi obat-obatan selama ini keluar Bersama keringat Ketika dia menerobos. Semua tulang-tulangnya menjadi sangat keras seperti tulang baja. Wajahnya menjadi berubah berseri-seri seakan wajah seorang Dewa Elf.
******
Sima Yong tidak segera keluar dari dalam domain itu. Dia Kembali merenungi dan mencoba untuk menerobos pemahaman Niat Pedang.
Telah sejak lama dia berniat untuk memahami dan menerobos ke ranah selanjutnya dari Niat Pedang yaitu “Interpretasi Niat Pedang”, namun belum juga penerobosan
itu terjadi.
Kembali Sima Yong merenungi dan memahami arti sebenarnya dari Niat Pedang,
“Apakah ini… niat pedang itu?”
Sima Yong tiba-tiba teringat catatan tentang niat pedang dalam teks-teks kuno.
“Dalam legenda, individu-individu tertentu dapat memasuki kondisi kultivasi mereka sendiri yang disebut niat pedang”
“Mereka yang memahami niat pedang umumnya memiliki hati seni pedang yang tertinggi, Namun tidaklah menjamin jika seseorang dengan kemampuan seni bela diri tertinggi dapat memahami niat pedang”.
Selama dua bulan tersisa itu, Sima Yong mengingat kata-kata yang tertulis didalam naskah naskah kuno mengenai niat pedang. Dia berusaha untuk memahami dan membuat dirinya menjadi melebur bersama pedang. Tidak ada bosan-bosannya pria itu merenungi maksud dan kata-kata didalam teks kuno.
Memasuki bulan terakhir di domain pagoda, Sima Yong terlihat seperti memasuki kondisi trance. Dirinya berdiri selama berhari-hari dalam posisi lurus bagaikan sebilah pedang terhunus.
Ketika sebuah keinginan pedang terbentuk dibenaknya, lalu terlihat dua bilah pedang keluar dari dalam cincin spasialnya.
Pedang Hati Rembulan dan Pedang Jiwa Langit terlihat dalam posisi terhunus dan siap membelah angkasa. Masih dalam keadaan diam tanpa suara Ketika Sima Yong berkata didalam hati,
“Interpretasi Niat Pedang..!!”
Kedua pedang kelas Surgawi itu terlihat memecah udara lalu meldak dan membelah batu raksasa dihadapannya. Dengan sekali sentuhan dari dua pedang itu, batu seketika menjadi bubuk.
Sima Yong menatap bubuk batu itu. Hatinya merasa sangat lega.
“Setelah sekian lama. Pada akhirnya aku memahami Interpretasi Niat Pedang”
Sima Yong menjadi sangat gembira. Dia telah melangkah ke Alam Raja awal dan memahami Niat Pedang Interpretasi Niat Pedang. Meski bahagia, dia memperingatkan diri sendiri didalam hati.
“Sebaiknya kamu selalu menjaga kerendah hatian diri ini. Ada terlalu banyak praktisi berkemampuan lebih tinggi diluaran sana. Namun mereka tidak pernah menampakkan diri di khalayak ramai…”
Sima Yong selalu berusaha untuk menjaga profil rendah hati, karena sikap seperti itu yang tidak akan membuat seseorang menjadi lupa diri dan jath didalam kesombongan yang tercela.
Dia melanjutkan kultivasi hingga beberapa minggu untuk memperkuat pondasi Alam Raja. Hal ini sangat diperlukan Ketika seseorang yang telah menerobos untuk menjaga kestabilan antara ranah kultivasi dengan kekuatan dasar pondasi praktisi.
Di hari bebas, di pergi menemui Macan putih itu dan membina persahabatan dengannya. Macan puith semakin betah berada di dalam Domain Pagoda, karena dia menumpuk akumulasi kultivasinya dalam bentuk Kristal Magenta tanpa perlu takut untuk direbut oleh praktisi lain.
Manusia setengah Elf dan Macan Putih keturunan hewan mitos itu menjadi makin akrab, sehingga pada suatu ketika macan putih menawarkan jasa kepada Sima Yong untuk menjadi alat transportasi.
Tentu saja dia meminta komlensasi yaitu sepanjang Sima Yong bersedia memberikan pil olahan herbal kepadanya untuk menjadi bahan makanan dan mempercepat kultivasinya.
__ADS_1
Sima Yong menyetujui proposal itu lalu kemudian kesepakatan itu mereka lakukan didalam perjanjian kesepakatan dengan darah. Macan Putih setuju menjadi pet milik Sima Yong selama 10 tahun kedepan …..
*Bersambung*