Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ahli dari Timur


__ADS_3

“Sepertinya Kuil Teratai Putih akan mengundang beberapa orang ahli dari negri asing untuk membantu mereka” Kata Sima Yong kepada Fei Ma. Dia mengambil sejumput sayuran dengan sumpit. Lalu dengan rakus menyuap hidangan sayuran itu kedalam mulutnya.


“Ahhh… kenapa hidangan sayuran di Restoran “Kenangan Para Dewa ini” amat lezat??” Sima Yong menyedot kuah sayuran dari mangkuknya. Mata nya menatap Fei Ma penuh arti.


“Err… apa yang anda ingin aku lakukan Master??” tanya Fei Ma. Namun tangannya dengan lincah menambah nasi dan sayuran kedalam mangkuknya.


“Bukankah kamu suka keributan?” tanya Sima Yong  berpura-pura acuh tak acuh.


“Hmm.. Master. Anda tahu bukan? Badanku terasa pegal-pegal karena belakangan ini aku kurang melakukan pelatihan otot. Mungkin sedikit keributan yang anda sebutkan itu akan membantu meregangkan otot-otot tua ku ini” kata Fei Ma antusias.


   Dengan memasang tatapan seolah-olah terkejut atas sikap antusias Fei Ma, Sima Yong memberi berbisik membeberkan rencana nya.


“Pergilah temui seseorang di Kotaraja yang bernama Xong Hui Ying. Xong Hui Ying ini adalah seorang muncikari di rumah pelesiran yang Bernama “Ye Hua Meili”. Tolong jangan kamu membuat keributan disana. Kamu harus bersikap sebisa mungkin tidak ada yang melihat kamu Ketika kamu memberikan surat dariku nanti. Orang itu memiliki pekerjaan lain yang harus di jaga kerahasiaannya”


“Baiklah…” Fei Ma mengangguk


“Berikan benda ini kepada Xong Hui Ying dan katakan bahwa dia harus menemui aku di Taman Kota Ju Ying tengah malam nanti” kata Sima Yong sambil menyerahkan sebuah surat yang didepan tersegel Logo Kelelawar kecil. Setelah menerima surat itu, Fei Ma memasukkannya kedalam saku. Lalu kedua nya melanjutkan sarapan pagi mereka.


   Setelah selesai dengan santap pagi mereka, kedua nya berpisah. Fei Ma langsung berangkat terbang menuju Kotaraja Ju Ying yang berjarak 500 kilometer.


   Dengan kemampuan dan keahlian Fei Ma sebagai Kuda Terbang Pegasus, maka dia tidak membutuhkan waktu lebih dari satu jam terbang … dan kini Fei Ma telah tiba di Kotaraja Ju Yin…..


   Sementara itu Sima Yong kembali ke hotel. Dia lalu meninggalkan pesan di petugas hotel agar ketika Meirenyu mencari mereka, dia dapat langsung mencari mereka di Kotaraja nanti.


>>>>>>


Di Kotaraja Ju Ying…


   Fei Ma langsung memasuki Rumah pelesiran Ye Hua Meili. Ketika melihat penampilan mewah Fei Ma, maka penjaga-penjaga (preman) di rumah hiburan itu langsung bersikap sopan dan meminta nya untuk menunggu.


   Wanita-wanita cantik berseliweran, terkadang melirik genit kearah Fei Ma. Dalam hati mereka, semoga aku yang akan terpilih menemani juragan bangsawan itu. Fei Ma menanggapi sikap genit itu dengan bertingkah tidak kalah genitnya……


“Siapakah gerangan tuan ini yang datang mencari aku?” sebuah suara terdengar palsu di kuping Fei Ma. Harum aroma parfume terasa menyentak indra penciuman Fei Ma.


   Ketika Fei Ma mengangkat wajahnya, dia benar-benar amat terperanjat. Sosok yang berbicara sangat halus dihadapannya adalah seseorang yang Fei Ma sulit terka jenis kelaminnya. Wajahnya jelas-jelas menunjukkan dia adalah seorang pria, namun pria itu berwajah cantik dimana dia mengenakan riasan tebal seperti layak nya kaum Wanita.


   Setelah menenangkan hatinya yang tergoncang…. Fei Ma bertanya dalam sikap acuh tak acuh,


“Apakah anda yang bernama Xong Hui Ying???”


   Masih tetap dalam gaya yang sopan dan seperti Gerakan putri bangsawan, Xong Hui Ying mengibaskan lengan bajunya dan menutup Sebagian mulutnya….


“Hihihi… benar sekali Tuan juragan… Hui Ying lihat anda adalah orang baru di Kotaraja ini. Ijinkan Hui Ying memilihkan teman yang cocok untuk anda” Kembali Xong Hui Ying tertawa pelan sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


Fei Ma seketika merasa mual.


Dengan buru-buru Fei Ma memberikan surat bersegel yang diberikan Sima Yong kepadanya.


“Master ku memerintahkan untuk memberikan surat ini kepada anda. Pesannya adalah dia menanti anda tengah malam nanti di Taman Kota Ju Ying”


   Raut muka Xong Hui Ying langsung berubah. Sikap yang terlihat dibuat-buat sehalus perempuan itu seketika menghilang. Wajahnya kini terlihat serius setelah melihat segel di amplop tersebut. Di robeknya surat itu, lalu dia membacanya dengan sekali pandang. Keningnya berkerut……


Lima menit kemudian Xong Hui Ying memberi hormat kepada Fei Ma,


“Sampaikan salam Hui Ying kepada Master anda. Tengah malam nanti Hui Ying akan menunggu di Taman Kota”


   Selepas pembicaraan itu, Fei Ma keluar dari rumah pelesiran itu. Dia merasa dirinya perlu  hiburan dan akan berjalan-jalan melihat keindahan Kotaraja. Sekian lama terkurung di domain Pagoda membuat Fei Ma merasa dia seperti orang udik yang terkagum-kagum melihat keindahan kota….


>>>>>>


   Tengah malam di taman Kotaraja… Xong Hui Ying terlihat berdiri seorang diri menunggu kedatangan Raja Kelelawar yang membuat janji dengannya.


   Adapun demikian, penampilan Xong Hui Ying kini telah berubah. Dia tidak lagi mengenakan pakaian dan bersolek tebal seperti siang tadi. Bahkan dia sama sekali tidak mengenakan gincu pemerah bibir walaupun tipis-tipis. Dia terlalu takut di cela Raja Kelelawar.


   Penampilannya kini berubah menjadi seorang pria yang tetap berwajah cantik. Sekali lagi, tidak terdapat riasan wajah sedikitpun menghiasi rupa pria itu akan tetapi tidak dapat menutupi bahwa dia berwajah cantik. Dia juga mengenakan pakaian ringkas hitam ketat membalut tubuhnya.


   Jika orang bertemu dengan nya, dapat dipastikan orang tidak akan mengenali dia adalah Xong Hui Ying sang mucikari rumah bordil ternama di Kotaraja. Terlebih dari itu semua, orang akan sangat terkejut jika mengetahui bahwa Muncikari Rumah Bordil ternama itu ternyata seorang pembunuh bayaran. Xong Hui Ying adalah salah satu jendral pembunuh dari Organisasi Dong Xing.


Pria cantik itu langsung membungkuk penuh hormat dan berkata,


“Iblis Betina Pengejar Nyawa memberi salam kepada Bianfu Wang” Xong Hui Ying masih membungkuk dalam, padahal tidak terdapat seorangpun yang muncul dihadapannya.


“Kamu tidak perlu terlalu bersikap merendah seperti itu. tatap mataku” kata suara itu sekali lagi.


   Xong Hui Ying mengangkat wajahnya, seketika sesosok bayangan muncul di hadapannya dalam jarak 5 meter. Tidak terdengar suara Gerakan atau apapun atas kedatangan sosok yang baru datang itu.


   Tanpa sadar Xong Hui Ying menjerit pelan karena terkejut.


“Bianfu Wang… kultivasi anda telah berada di ranah setengah Langkah menuju Alam Melintas Sage???”


“Rasanya belum terlalu lama aku bertemu anda, namun lihatlah… kultivasi anda melejit amat pesat seperti meteor di langit” Xong Hui Ying memuji dengan setulus hati.


Sima Yong menguak dengan dingin…


“tak perlu basa basi. Tolong kamu ceritakan semua yang kamu ketahui tentang Ahli dari Negri Matahari Timur yang di undang Kuil Teratai Putih, untuk membantu duel denganku nanti. Bukankah kamu telah mendengar berita tantangan ku bukan??”.


   Xong Hui Ying selaku seorang muncikari ternama, tentu saja amat sering mendengar berita-berita yang akan terjadi di Wialayah Tengah ini. Pelanggan yang terdiri dari berbagai kalangan itu selalu bercerita apa saja kepada Wanita penghibur yang menemani mereka. Hal itu mereka lakukan agar mereka dianggap penting.

__ADS_1


   Padahal, tanpa setahu mereka, semua kegiatan mereka didalam kamar akan dilaporkan langsung oleh Wanita-wanita malam itu ke Xong Hui Ying. Xong Hui Ying sendiri sebagai pembunuh bayaran, selalu memerlukan informasi, sehingga pekerjaannya sebagai muncikari itu amat membantu.


   Satu hal yang menjadi rahasia Xong Hui Ying adalah, dia meletakkan alat perekam menggunakan Teknik array, sehingga dokumentasi tingkah semua orang dia simpan rapat untuk digunakan nanti pada keperluan penting.


“Ahli dari Negri Matahari Timur itu bernama Master Senshi Katashi. Kemampuan kultivasi pria itu setara dengan praktisi di ranah Alam Melintas Sage Level 5. Senshi Katashi ini adalah calon patriak dari sebuah Klan Ninja kenamaan di negri tersebut”


“Oleh karena itu, perjalanan dia ke Wilayah Tengah ini selain untuk membantu Kuil Teratai Putih, Master Senshi Katashi ini memilik misi tertentu yang belum dapat aku korek kebenarannya”.


“Master Senshi Katashi rencananya akan membawa 5 orang ninja kenamaan dari Klan mereka, juga untuk melancarkan misi-misinya dan membantu dia Ketika bertempur nanti. Rata-rata kultivasi Ninja itu di ranah Alam Pencerahan Suci level 9 namun terdapat 1 orang ninja berkultivasi Alam Saint level 5”


“Menurut informasi, rombongan ini akan terbang melintas langit diatas Kotaraja Ju Ying besok, sebelum akhirnya terbang menuju Kuil Teratai Putih di Gunung Suangzhi Shan” Xong Hui Ying jeda sejenak untuk menghela nafas….


“Kuil Teratai Putih berpikir bahwa melenyapkan anda tidaklah semudah setahun yang lalu. Sementara Master Kuil yaitu Mao Mushi tidak percaya diri lagi akan mampu mengalahkan anda. Oleh karenanya kedatangan Master Senshi Katashi Bersama 5 ninja itu mereka pikir akan dapat membantu mereka memusnahkan anda secara keroyokan”


   Xong Hui Ying mengakhiri penjelasannya dengan nafas memburu. Dia terlalu berapi-api mengisahkan informasi itu sampai-sampai dia ikut merasa geram dengan akal-akalan pihak Kuil Teratai Putih.


   Sima Yong berdiam diri dan menimbang-nimbang untuk menentukan rencanya.


“Dengarkan aku Hui Ying. Apakah anda pernah mendengar sebuah pil bernama Pil Pencerahan Menuju Nirwana??”


Dengan terkejut Xong Hui Ying berkata,


“Apakah pil yang anda maksud itu merupakan pil pencerahan untuk seseorang memiliki peluang menembus ranah SAINT???”


   Sebuah pil kecil beraroma harum herbal sekonyong-konyong terlihat di telapak tangan Sima Yong. Warna benda itu merah jambu. Itu adalah pil peringkat tinggi.


“Ini adalah Pil Pencerahan Nirwana. Meskipun bukan dari peringkat Sempurna, namun karena pil ini di saring oleh seorang alkemis peringkat SAINT maka kemampuan pil ini membantu seseorang menembus ranah SAINT dengan peluang 50 %” Sima Yong melirik kearah Xong Hui Yong yang wajahnya seketika menunjukkan aura keserakahan.


“Katakan syarat dan kondisi anda Bianfu Wang” Sikap Xong Hui Ying berubah menjadi lebih ramah lagi. Sinar matanya berbinar-binar. Jika saja Raja Kelawar bukan sosok yang dia takuti, ingin rasanya dia memenggal tangan itu dan menyentuh pil merah jambu itu.


   Dia telah bertahun-tahun lamanya gagal untuk menerobos ke ranah SAINT dengan kesia-siaan. Dan kultivasinya tetap di setengah Langkah menuju SAINT tanpa keberhasilan menerobos sama sekali. Jelas-jelas dengan Pil Pencerahan Menuju Nirwarna ini, maka dia seakan memperoleh tiket berharga yang dapat dia pakai menerobos ranah SAINT.


Dengan tersenyum dingin Sima Yong berkata,


“Besok, bantu aku untuk membunuh Ninja dari Negri Matahari Timur sebelum mereka menuju Kuil Teratai Putih”…


“Setuju…!!” dengan tegas pria cantik itu menjawab


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2