
Malam itu Pangeran Ju Qin langsung melakukan pesta kecil-kecilan dengan api unggun besar, di tengah-tengah lapangan. Hatinya teramat gembira setelah kedatangan bantuan ahli-ahli dari Klan Penjinak Binatang.
Pesta itu sendiri tidak lebih dari sekedar makan malam bersama-sama antara semua tentara dan pasukan-pasukan pembantu dari negri seberang dengan tamu-tamu yang baru bergabung.
"2 hari lagi kita sudah akan bergerak menuju Dataran Tengah. Perang ini sudah harus dimulai" kata Pangeran Ju Qin. Mengakhiri kata-kata orasinya dia sambut sorak-sorai gegap gempita.
Ketika acara telah selesai, Sima Yong tak lupa kembali mengunjungi tentara-tentara yang menjadi healer (penyembuh) dan meminta mereka mengulangi rapalan mantra penyembuh luka perang secara cepat itu.
"Kalian harus dapat menyanyikan mantra itu dengan cepat dan benar. Tidak diijinkan melakukan kesalahan dalam menyanyikan mantra penyembuh, jika kamu tidak kepingan terjadi hal yang fatal.
Dua hari lagi semua pasukan kita sudah akan bergerak menuju Dataran Tengah, lalu perang akan di mulai. Ketika itu kamu akan menyesal jika tidak mampu melakukan penyembuhan sihir ini dengan tepat.
Akan terdapat banyak orang sakit yang antri menunggu pertolongan mu. Kamu bahkan tidak memiliki waktu untuk makan, demi menyembuhkan ribuan luka senjata atau apapun itu" kata Sima Yong, dan di sambut wajah pucat karena semua tersadar, perang sudah di depan mata.
******
Malam yang dingin pun berlalu, kemudian berganti dengan hangatnya pagi hari yang bermandikan sinar cerah matahari. Semua orang baru saja bersiap-siap untuk memulai kegiatan pelatihan tempur mereka. Kala itu seisi pegunungan kembali di kejutkan dengan teriakan pelacak jejak,
"Dua buah kapal roh bergerak menuju puncak Gunung Pelahap. Semua diminta waspada" pemberitahuan itu terdengar membahana.
"Dua buah kapal roh terlihat di langit, bergerak cepat menuju Puncak Pelahap kami. Semua pasukan harap bersiap-siap"
Sima Yong langsung melesat keluar dari tendanya, diikuti gerakan sigap banyak pasukan yang langsung bersiaga di Lapangan Puncak Pelahap.
"Sebaiknya aku yang menghadang kapal itu. Jangan sampai belum apa-apa, Pasukan Kaum Pembebas ini sudah akan di porak-poranda kan musuh"
Wush ! Kaki nya langsung di tekan dan tubuhnya dengan ringan melesat keangkasa, terbang seringan kapas.
Hanya dalam waktu singkat, sosok Sima Yong telah mengambang menunggu dua kapal roh yang semakin membesar karena mendekati Puncak Pelahap. Jika saja itu adalah musuh yang tela mendahului dengan melakukan tindakan mata-mata, anak muda itu tidak akan berbelas kasihan dengan dua kapal roh yang berjarak seperempat Lie jauhnya itu.
"Berhenti !" bentak Sima Yong dengan suara yang menggelegar. Dia juga menebar aura seorang Ahli di ranah Kuasi Alam Melintas Immortal yang agung itu.
Dua kapal roh itu terhenti pelan-pelan. Lalu terdengar suara berisik dari geladak kapal,
"Ada ahli Kuasi Melintas Immortal di depan kita. Beri tahu Master sekte segera, cepat!" suara mereka terdenngar panik setelah mengetahui dari aura yang di pancarkan, menujukkan Ahl Melintas Immotal.
Tidak lebih dari sepuluh tarikan nafas sesosok bayangan kelabu terlihat terbang mendekati Sima Yong. Suaranya terdengar mendahului sosoknya, terdengar membahana seisi Puncak Pelahap..
"Master Huang Chi dari Sekte Suci Tianshi (Malaikat Kelabu), datang meminta audiensi untuk bertemu Tuan Sima Yong"
Sima Yong sendiri begitu terkejut, ketika dia melihat sosok yang berdiri dalam jarak seperempat Lie itu. Dia merasa sangat akrab dengan sosok pria tua berwajah tampan, rambut kelabu dengan balutan busana kelabu yang bercahaya muram.
"Master Huang Chi...
Apakah anda lupa dengan ku? Aku Sima Yong" kata Sima Yong menegur orang tua itu. Dia terbang mendekati orang tua itu.
Bola mata Master Huang Chi terbelalak. Dia tak menyangka sama sekali kalau anak muda di hadapannya adalah Sima Yong. Dalam pandangan Master Huang Chi, penampilan Sima Yong kini semakin muda dengan warna rambut seterang bintang. Apalagi kultivasinya... Master Huang dibuat tak percaya dengan penglihatannya.
"Sima Yong? Kamukah itu?" dia juga terbang mendekati Sima Yong, lantas mereka saling merangkul, dan tertawa keras-keras.
"Tak akan kubiarkan Sekteku ketinggalan dalam perang melawan orang-orang Negri Tepian Barat itu, ketika kudengar kamu bergabung di Pasukan Kaum Pembebas.
Kami sekelompok Elf Sekte Malaikat Kelabu merasa perlu terlibat dalam peperangan ini" Kata Master Huang sambil tertawa.
Sima Yong tak pernah melupakan perawatan orang tua keturunan Elf itu. Dahulu ketika dia di buru oleh ras iblis dari Sekte Teratai Putih, Elf-elf dari Sekte Suci Tianshi lah yang menolong dia kala itu.
Bahkan Master Huang Chi ini lah yang merawat dia sehingga kultivasinya meningkat beberapa tahap sekaligus.
Kapal roh itu lantas diijinkan untuk berlabuh di Puncak Pelahap. Ada kurang lebih seratus Kaum Elf (Jingling) yang turun dari kapal roh. Mereka terdiri dari tujuh puluh Elf laki-laki dan tiga puluh Elf perempuan.
Tentara-tentara Kaum Pembebas itu dibuat heboh ketika melihat penampakan demikian banyak gadis-gadis ras Elf itu. Hampir semua dari mereka belum pernah melihat apalagi bertemu dengan seorang gadis dari Ras keturunan Elf yang menawan.
__ADS_1
Tentu saja ini membuat kawasan tenda tempat kaum penyihir dan penjinak binatang menjadi ramai dikunjungi tentara-tentara pria, yang sekedar berpura-pura melintas untuk melirik gadis-gadis Elf itu.
Selama ini dimata mereka, Ye Bing Qing adalah sosok perempuan tercantik yang pernah mereka lihat. Namun dengan kultivasinya di ranah SAINT, tak ada seorangpun yang berani untuk mengajak Ye Bing Qing berkenalan, apalagi berkencan.
Sima Yong hanya melirik dan membiarkan saja tentara-tentara muda itu mondar-mandir di kawasan tenda kaum penyihir,
"Mereka hanya kepingin mengalihkan ketegangan, setelah sekian lama berlatih dan tertekan demi satu peperangan"
Seperti kita ketahui, saat datang di Gunung Pelahap, kapal Kaum Elf itu bukan hanya satu kapal saja. Ada terdapat satu kapal lainnya yang datang bersamaan dengan Kapal Sekte Malaikat Kelabu saa itu. Ketika penumpang kapal roh yang lainnya turun di Lapangan Pelahap, Sima Yong mendapat kejutan lain.
"Master Du Manchu? Kamu kah itu?" tanya Sima Yong.
Seorang pria dengan balutan baju serba hitam buru-buru sujud di kaki Sima Yong. Gerakannya diikuti sujud dari lebih seratus praktisi Sekte Du Hua (Bunga Racun).
"Salam hormat Tuan Semidevil Sima Yong" kata Du Manchu.
"Sekte Du Hua kami tidak akan ketinggalan mengambil bagian dalam peperangan ini.
Pangeran Ju Kai itu beserta semua kaki tangannya dari Tepian Barat telah mempersulit sekte kami sejak mereka mengetahui Sekte Du Hua kami di bawah bimbingan Tuan Semidevil".
Sima Yong membimbing Master Du Manchu untuk berdiri. Katanya..
"Ah.. Mari berdiri. Kita adalah orang sendiri" Kata Sima Yong. Lanjutnya,
"Master Du Manchu,..
Ngomong-ngomong, dari mana anda tahu kalau aku telah di sebut sebagai Semidevil di Utara sana?" tanya Sima Yong penasaran.
Master Sekte Bunga Racun itu hanya tersenyum singkat. Katanya,
"Mata-mata kami melaporkan bahwa anda adalah pemenang Jenisu di Kota Tua. Dan anda adalah salah satu Semidevil paling di takuti di Neraka Dunia, tuan" jawab Duan Manchu.
Para tentara itu tentu saja sangat bersemangat mendirikan tenda baru. Ini adalah kesempatan mereka mencuri-curi pandang kearah dua puluh gadis ras Elf.
******
Sima Yong langsung melaporkan tentang bantuan baru yang datang dari Sekte Malaikat Kelabu dan Sekte Du Hua. Dan tentu saja Pangeran Ju Qin bertambah kegembiraannya,
"Bagus..
Makin bertambah bala bantuan, makin besar peluang kemenangan kita" kata Pangeran Ju Qin berseri-seri. Lanjutnya...
"Apakah perlu aku mengadakan pesta penyambutan atas kedatangan dua Sekte besar itu?
Tidak sopan rasanya sebagai tuan rumah aku tidak menjamu tamu-tamuku itu" kata Pangeran Ju Qin.
"Maafkan aku pangeran. Akan tetapi anda perlu tahu, kalau Elf-elf dari Sekte Malaikat Kelabu itu tidak makan daging-dagingan. Mereka hanya mengkonsumsi sayur-sayuran dan biskuit saja.
Mengadakan pesta yang hanya menyajikan daging akan percuma buat mereka" balas Sima Yong.
Ransum perang yang disediakan bagian dapur umumnya hanya menyediakan daging-daging kering serta mereka membawa hewan piaraan yang banyak untuk dipotong guna keperluan bahan pangan tentara.
"Sementara orang-orang dari Sekte Du Hua juga tidak mengkonsumsi makanan yang umum.
Menyerap racun dari hewan peliharaan, serta menghirup aroma-aroma tanaman beracun yang mereka bawa selalu, adalah merupakan asupan makanan bagi mereka.
Racun amat penting bagi kultivasi mereka. Oleh sebab itu, kusarankan anda untuk tidak bersentuhan langsung dengan orang-orang sekte itu" kata Sima Yong.
Anak muda kita itu langsung terlihat tersenyum lebar ketika dia melihat wajah Pangeran berubah menjadi aneh mendengar kebiasaan Kaum Elf dan Sekte Bunga Racun.
Pengeran Ju Qin hanya menggumam pelan yang memancing tawa dari Sima Yong,
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu... Kalian adalah sekelompok orang-orang aneh, namun mengerikan"
"Hahaha...
ada-ada saja pendapat anda Tuan Pangeran"
"Hm .. Jika semua sudah terkoordinasi.
Aku mengucapkan terima kasih atas bantuanmu Saudara Yong.. Jika saja anda tidak ada, aku tidak tahu apa yang akan terjadi di peperangan itu" kata Pangeran.
"Anda tidak perlu banyak berpikir yang akan memberatkan hati" kata Sima Yong. Dia lantas berpamit dengan alasan untuk mempersiapkan satu Upacara Kaum Elf.
Pangeran Ju Qin kembali tersentak mendengar kata-kata upacara Kaum Elf. Dengan penasaran dia bertanya,
"Upacara khusus Kaum Elf? Seperti apakah itu? Mengapa Saudara Yong tidak menjelaskan sejak awal? Aku sangat tertarik hal-hal itu"
"Er... Master Huang Chi Sekte Malaikat Kelabu akan melakukan ritual untuk memanggil mahluk sihir yang membantu kita berperang nanti.
Bukankah kita saat ini bermarkas di Puncak Gunung Pelahap yang terasing?.
Tentu saja banyak terdapat rahasia-rahasia alam yang tidak terduga di kedalaman hutan tempat ini. Menurut Master Huang Chi, kemungkinan ada mahluk sihir di pegunungan ini" kata Sima Yong.. Lanjutnya,
"Adalah dua mahluk sihir yang di sebut Ent dan Troll akan di panggil untuk menemani Kaum Elf dalam peperangan.
Kami Kaum Elf memang selalu menggunakan mahluk-mahluk sihir yang patuh, untuk membantu kami dalam peperangan" Kata Sima Yong.
Mata Pangeran Ju Qin terbelalak dengan mulut ternganga,
"Ent dan Troll? Mahluk apakah itu?" tanya Pangeran Ju Qin penasaran.
Sima Yong kembali memberi penjelasan.
"Dahulu sekali ketika dunia ini baru dibentuk, kala itu sumber penerangan hanyalah bintang-bintang. Waktu itu semua mahluk dapat berbicara dengan bahasa manusia.
Pohon, hewan dan lain-lain dapat saing berkomunikasi dengan manusia.
Ent adalah ras manusia pohon yang berusia sangat tua. Biasanya mereka berusia seribu tahun atau lebih.
Sedangkan troll adalah monster sihir yang dapat dikendalikan secara sihir oleh Kaum Elf.
Peperangan-peperangan Kuno yang melibatkan berbagai ras, selalu menampilakan dua mahluk sihir itu sebagai pasukan tambahan dalam peperangan sihir" pungkas Sima Yong.
Wajah Pangeran Ju Qin melongo. Katanya antusias..
"Biar bagaimanapun, aku harus menonton ritual pemanggilan itu.
Saudara Yong, ijinkan aku untuk menonton ritual kalian. Tolonglah...
Bukankah anda tahu benar. Aku amatlah gemar melihat-lihat sesuatu yang heboh dan menarik hati seperti ini?.
Aku meminta dengan sangat, anda dapat mengijinkan ku menonton ritual itu" Kata Pangeran Ju Qin berkeras.
Sima Yong berpikir keras. Upacara yang dilakukan kaum Elf selalu menimbulkan aura sihir yang memabukkan. Bisa-bisa orang akan terbius lalu jatuh dalam keadaan kesurupan.
"Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu. Tapi aku akan memikirkan hal itu. Mungkin sore nanti setelah berdiskusi dengan Master Huang Chi, maka aku akan memberi tahu anda" jawab Sima Yong.
Wajah Pangeran Ju Qin berubah gembira. Dia lega karena Saudara Yong menjanjikan dirinya untuk menonton ritual aneh yang menjadi kebiasaan Kaum elf.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1