Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
SAGE Berjubah Hijau


__ADS_3

Diatas Perahu Roh yang melaju menuju ke Kekaisaran Rajawali Agung, Sima Yong berpikir keras...


"Jika benar sekte Rahasia di Barat itu merupakan ahli waris Ahli Pedang iblis yang menjadi immortal itu, aku akan berkunjung dan melihat-lihat di barat sana. Tentu saja setelah upacara penobatan Pangeran Mahkota selesai nanti" batin Sima Yong.


Sementara itu, di bilik kecil dalam perahu roh Sima Yong tak henti-hentinya melatih kemampuan Jiang Fai dalam seni Alkimia.


"Setidaknya kemampuan jiwamu harus berada di tingkat Master Surgawi level tiga dan mampu mengolah pil peringkat enam, barulah diriku merasa lega" kata Sima Yong.


Dia merasa, dengan kemampuan mengolah pil yang di bawah peringkat enam, Jiang Fai sama sekali belum layak untuk di terjunkan ke Benua Silver seperti rencananya nanti.


"Fei Ma, sebaiknya kamu berkultivasi lagi di Domain Pagoda hingga setidak nya menerobos kuasi Alam Melintas SAGE. Setelah mencapai ranah tersebut, kamu dapat membawa Jiang Fai menggantikan Meirenyu di Benua Silver" kata Sima Yong


Tak lupa dia membekali Fei Ma dengan dua pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva,


"Usahakan kamu menerobos hingga kuasi Alam Melintas SAGE. Pil ini tidak akan berguna lagi setelah kamu mengkonsumsi pil ke 5. Bukankah dengan dua pil ini, berarti kamu akan mengkonsumsi tepat 5 pil?"


Fei Ma menghilang ke dalam Domain Pagoda untuk berkultivasi, sementara Sima Yong kini sendirian diatas geladak perahu roh. Jiang Fai tengah berlatih meramu pill di dalam bilik kecil perahu. Waktu saat itu telah memasuki kentongan ke tiga (kisaran pukul 23.00 sd 01.00 tengah malam).


Di arah bawah langit, tatkala Sima Yong menjulurkan kepala melihat-lihat, tampak sebuah telaga kecil yang berada diantara batu-batu cadas yang berserakan diantara hutan cemara liar yang teramat tua. Sementara itu rembulan terlihat bergantung diantara awan, menyinari bumi dengan terang sehingga siapapun dapat melihat jelas learah bawah, pohon-pohon pinus rimbun bergoyang di tiup angin.


Sekonyong-konyong terdengar siulan yang demikian keras membahana, menggetarkan alam sampai-sampai dedaunan cemara yang ada semakin kencang bergoyang, lalu menggugurkan dedaunan tipis yang telah kering, lantas berserakan alami di sepanjang hutan.


Menyusul siulan bertenaga Qi yang hebat itu, Sima Yong mendengar suara orang yang menegur dia-Sima Yong dalam nada suara yang terdengar dalam dan menyeramkan,


"Apakah benar anda yang bernama Tuan Sima Yong?" Nampak sesosok tubuh yang melayang diatas semacam tikar kecil, muncul dari gelapnya kegelapan malam, tamapk berdiri menghadang perahu roh yang di kendarai Sima Yong.


Orang itu menutup tubuhnya dengan jubah panjang berwarna hijau, dia menyamarkan wajahnya dengan mengenakan Dou Peng. Sinar matanya demikian tajam, sampai-sampai kilau ketajaman mata itu tampak seperti menembus lapisan dou peng yang menyamarkan wajahnya.


Dengan mengerutkan kening sedikit terkejut, Sima Yong membatin "Seorang SAGE ! Orang ini berkultivasi di jalur ilmu kegelapan",


Jago muda kita itu berjalan dan berdiri di bagian depan perahu roh. Sambil mengambil posisi menjura (membungkuk dan menangkup dua tangan memberi hormat), dia menyapa sosok berjubah hijau itu,

__ADS_1


"Entah ada urusan apakah Tuan SAGE Berjubah Hijau ini, sampai-sampai berniat menghalangi perjalanan perahu roh ku ini?"


Sosok berjubah hijau yang melayang di udara, menjawab dan kembali dengan nada datar dan dingin.


"Aku mendengar kabar berita kalau Tuan Sima Yong ini adalah salah satu praktisi terkemuka dari Wilayah Tengah yang baru-baru ini memperoleh berkah dan menemukan sebuah relikui. Konon kemampuan anda telahmeningkat hebat sampai-sampai mampu menerobos ranah yang dapat di sejajarkan dengan para demigods atau semidevil Sekte Super"


Sima Yong kembali dibuat terkejut dengan ucapan pria berjubah hijau itu.


"Bukankah aku menerobos ke ranah Kuasi SAGE karena relikui Qilin hanya di ketahui oleh Patriak Xie dan beberapa kawan baik ku seperti Ye Bing Qing atau Orhideya, baru-baru ketika berada Negri Suku Wu Yi?"


"Bagaimana mungkin berita tentang hal ini begitu cepat beredar?"


Sima Yong berusaha terlihat biasa saja, dia lantas balik bertanya,


"Jikalau aku yang muda ini boleh tahu, dari manakah kabar berita yang mengatakan bahwa kemampuanku telah menerobos dan mampu menyaingi para demigods semidevil? Bahkan, konon berita itu karena memperoleh relikui seperti yang anda katakan tadi? Tolong sampaikan kisah itu kepadaku agar aku dapat mengklarifikasi kebenaran ini"


Pria berjubah hijau itu mendengus dingin dan berkata,


Sambil tetap berusaha untuk bersikap merendah, Sima Yong menjelaskan,


"Kenyataan yang terjadi adalah, aku tanpa sengaja membangkitkan roh sebuah benda artefak di Suku Wu Yi sana, namun aku tak menyangka bahwa benda itu adalah relikui seperti yang tuan sebutkan tadi" Sima Yong masih mencoba untuk berkelit mengenai keberuntungannya memperoleh relikui Qilin.....


Si jubah hijau terlihat tak puas dengan penjelasan itu,


"Maksud kedatanganku hari ini adalah untuk mencoba dan menguji kemampuan Tuan Yong. Sampai seberapa besarkah kemampuan anda setelah menerima baptisan dari relikui Qilin itu. Sejauh ini aku telah berkelana dan menjajal kemampuan beberapa ahli yang disebut demigods dan semi devil pewaris relikui yang berlainan. Semua kemampuan biasa saja menurut pendapatku"


"Namun begitu aku mendengar seseorang telah menerima warisan relikui Qilin, diriku buru-buru datang ke mari dan sengaja menghadang Tuan Yong. Aku bermaksud untuk mencoba dan menyaksikan kemampuan anda yang konon di beritakan sebagai salah satu demigods terkuat dari wilayah tengah" si jubah hijau berbicara tanpa henti.


"Si jubah hijau ini banyak betul lagaknya. Dia menganggap semua pewaris relikui adalah ahli seniman beladiri yang biasa-biasa saja. Dalam hal ini dia bersikap seolah-olah hanya ingin menjajal kemampuanku, namun siapapun tahu. Dibalik ini semua, jelas-jelas dia tergiur dengan warisan Relikui Qilin emas" Sima Yong menimbang-nimbang, apakah dia yang akan memulai serangan ataukah menunggu aba-aba si baju hijau.


Beberapa detik, maka Sima Yong sampai pada satu kesimpulan,

__ADS_1


"Sepertinya orang ini telah mempelajari banyak tentang diriku, sampai-sampai dia, untuk apa aku bersikap sungkan kepadanya" Sima Yong telah tiba dengan keputusannya. Dia harus menyerang terlebih dahulu.


Dantian Sima Yong dengan cepat memompa energi Es hingga menjalar keseluruh meridiannya. Dan dalam sebuah lompatan yang indah tangannya melambai,


"Wush-wush-wush"


Tiga kuntum bunga kristal es berbentuk teratai dengan cepat menyebar lalu mengurung si jubah hijau.


"Duar...!" ledakan terdengar tatkala si jubah hijau menepiskankan lengan bajunya, dan angin serangan yang terbit langsung menghantam tiga kuntum bunga teratai, membuatnya meledak berkeping-keping... butiran salju jatuh ke telaga penuh hutan pinus, tatkala kristal teratai berserakan ke permukaan bumi.


Tidak berhenti sampai disitu, lima buah energi Pedang menyeruak dari tubuh Sima Yong, diikuti dengan terjangan badai Put.ing Beliung yang dengan ganas Qi Pedang dan badai itu menggulung si jubah hijau.


Kini si jubah hijau tak hanya diam seperti sebelumnya, dia bergerak dan tangannya mengeksekusi sebuah teknik telapak tangan yang mana ketika tangan itu membentuk segel, halilintar besar muncul dari kehampaan- yang tidak kalah ganasnya menerkam kearah serangan badai angin dan lima energi pedang.


"Duar..!!" kembali ledakan terdengar, membahana di seluruh langit hutan pinus.


Dari kejauhan orang akan melihat terjadi badai taufan diiringi halilintar di sepanjang garis langit diatas hutan pinus tua itu.


"Lihat pedang !!" Pedang Bianfu telah berada didalam genggaman tangan Sima Yong, matanya menyala-nyala oleh karena lawan kali ini amatlah sakti. Baru kali ini dia dipaksa menggunakan pedang Bianfu peringkat immortal itu, pertanda lawan yang di hadapi bukanlah ahlia sembarangan.


Dalam deru suara gemuruh angin dan badai es, Pedang Bianfu menebas lantas menimbulkan jutaan butiran air yang kemudian membentuk serpih-serpih pedang kecil - terbang dengan cepat siap membelah dan mencabik-cabik tubuh si jubah hjau.


"Duaar !!" kali ini ledakan yang terjadi amatlah keras. Si jubah hijau secara tiba-tiba telah memegang sepasang Trisula berwarna Hijau gelap, yang ketika dia pakai balas menebas jutaan pedang, menimbulkan ledakan dua kekuatan besar.


Dua ahli yang di sebut sebagai demigods dan semidevil itu terlempar, terhuyung-huyung terbang mundur. Kedua nya seimbang dalam hal tenaga.


Sinar mata si jubah hijau semakin membesar. Dia seolah tak percaya, anak muda dihadapannya mampu menyaingi kekuatan nya seorang SAGE level tiga...


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2