Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Nelayan di Danau Bing Jinglin


__ADS_3

Wang Yong meninggalkan Pegunungan Sekte Pedang Awan. Tujuan berikutnya adalah Hutan Fairy Cliff. Sesuai dengan informasi yang didapatkannya dari mending Master nya Suma Chen, dia hanya perlu berjalan menuju ketengah hutan itu. Lalu kemudian mengikuti petunjuk Masternya.


Karena perjalanan menuju kedalaman Hutan Fairy Cliff ditempuh dengan cara terbang yang cepat, maka dalam beberapa saat Wang Yong telah berada dipinggiran Hutan tersebut. Wang Yong melanjutkan perjalanan kedalam hutan menggunakan jalan darat. Terlalu riskan menggunakan jalan udara dimana banyak sekali petunjuk yang akan terlewatkan jika dia menempuh jalan udara.


Dengan menyusuri hutan menuju kearah barat maka sesuai dengan petunjuk dia menemukan sebuah sungai yang Bernama Sungai Xian Ge atau Sungai Nyanyian Peri. Sungai ini mengalir dari arah Utara Hutan menuju ke Timur.


Setelah Wang Yong menemukan Sungai Xian Ge itu, diapun mulai menyusuri sepanjang sungai menuju kearah utara dimana merupakan sumber sungai itu berasal.


Perjalanan menujuarah sumber sungai itu memakan waktu dua hari lebih berjalan kaki. Namun Wang Yong membawa perasaan santai saja Ketika melakukan perjalanan jalan kaki selama dua hari itu.


Kadangkala ketika perjalanan, dia bertemu dengan hewan-hewan Ajaib yang menyukai kehidupan di tepi sungai seperti rusa dan lain sebagainya. Bahkan Ketika semakin mendekati sumber air sungai Xian Ge, banyak keajaiban-keajaiban alami yang dia temui.


Semisal pada waktu menyusuri sungai Xian Ge, percikan-percikan air di tepi sungai akibat benturan derasnya air di batu-batuan, percikan tersbut lalu kemudian menjadi sesuatu benda hidup. Seperti kali ini dihadapan wang Yong, percikan tersebut seketika melompat ke udara dan membentuk 10 ekor kupu-kupu yang indah memancarkan warna yang berpendar.


“Keajaiban Dunia Elf semakin terasa Ketika mendekati portal penghubung dunia mereka dengan dunia manusia” sambil terkagum-kagum melihat keajaiban-keajaiban itu Wang Yong diam-diam merasa gembira. Portal penghubung dunia manusia dan dunia elf itu sudah tidak jauh lagi.


*******


Didepan Wang Yong terbentang sebuah danau yang luas. Danau itu bernama Danau Bing Jinglin atau Danau Bidadari Es. Tampak serpihan-serpihan es diatas danau tersebut. Pemandangan yang indah itu bertambah estetik dengan penampakan sebuah perahu kecil dengan seorang nelayan yang terlihat sedang memancing ikan.


Siluet nelayan yang memancing ikan itu terlihat indah di bawah bayangan matahari senja yang berwarna jingga. Wang Yong . Rasanya bagaikan melihat lukisan yang berubah menjadi kenyataan. Wang Yong menegur nelayan yang terlihat acuh tak acuh dengan alat pancingnya,


“Salam tuan…. didalam keindahan senja ini, bolehkan diriku yang muda ini mengajukan pertanyaan menganggu renunganmu?” kata-kata yang meluncur dari bibir Wang Yong terdengar sangat resmi penuh tata krama halus.


Wang Yong melanjutkan dengan melakukan gerakan sikap resmi dengan posisi membungkuk, kaki kiri ditekuk kebelakang, tangan kanan dikepal dan diletakkan di dada. Dari mulutnya keluar kalimat,


“Estela heren amman seere e’ corm lle, Gilliath elen amman lle”


“Semoga keberuntungan bersamamu, kedamaian ada di hatimu dan bintang-bintang melindungimu”


Pria berpakaian nelayan itu mendongakkan kepala. Nampak benar kalau dia sangat terkejut. Lalu dalam sekejab mata tubuhnya menghilang dari atas perahu. Tahu-tahu dia telah berada di depan Wang Yong. Lalu dengan Gerakan yang sama seperti Wang Yong, dia menekukkan kirinya lalu meletakkan tangan kanan didada.


Sesuai petunjuk buku yang pernah dibaca Wang Yong dari perpustakaan Sekte Pedang Awan, seseorang yang lebih muda harus secara berhati-hati untuk bercakap-cakap dengan seorang elf yang kedudukannya lebih tinggi atau lebih tua. Karena itu secara lugas Wang Yong berani membuka perkataan terlebih dahulu.

__ADS_1


Ketika pria nelayan itu mengangkat wajahnya dan melepaskan dou peng (semacam topi petani yang ditutupi selembar kain tipis untuk menyamarkan wajah), Wang Yong menjadi terkesiap.


Memang dia pernah melihat wajah Elf sebelumnya yaitu Master Suma Chen. Akan tetapi Masternya itu adalah kelompok bangsawan Elf sehingga wajar berwajah sangat menarik.


Penampakan wajah pria nelayan itu, benar-benar memiliki wajah yang sangat jauh perkiraan Wang Yong. Dia sungguh keliatan jauh berbeda dari wajah kaum nelayan pada umumnya. Pria didepannya ini memiliki wajah yang tampan dan elegan. Itu adalah khas wajah Elf. Begitu putih, tidak terdapat sedikitpun gurat-gurat kerutan di wajahnya.


Hal ini lalu membuat Wang Yong merasa kesulitan menebak usia elf didepannya ini.


“Katakan padaku hai satria manusia. Apakah gerangan yang membuat dirimu untuk datang ke Danau Bing Jinlin ini (Danau Bidadari Es). Tidak tahukah kamu bahwa tempat ini adalah Kawasan terlarang bagi manusia?”


“Dan .... dari mana dirimu hai satria muda mempelajari sopan santun kaum Elf kami?”


Wang Yong sangat terkesan dengan tutur kata Elf itu. Lalu dia menunjukkan sebuah Token berbentuk Bunga Peony pemberian masternya. Elf nelayan itu lalu memandangi Token Peony perlambang strata kebangsawanan di kalangan Elf.


Seketika itunraut wajahnya berubah. Lalu dengan hati-hati dia bertanya,


“Ini adalah token yang hanya dimiliki oleh kaum bangsawan Elf yang merupakan keturunan Raja Pedang. ijinkan diriku yang tua ini bertanya, dari manakah dirimu memperoleh Token Peony ini?”


“Jadi Bangsawan .... itu telah pergi terlebih dahulu. Semoga Bintang-bintang menyertai arwahnya”


Elf nelayan itu kemudian bersenandung. Lagu yang keluar dari mulutnya terdengar menggunakan bahasw yang aneh. Namun irama itu yang terdengar sangatlah sendu. Begitu pilu sampai-sampai Wang Yong kepingin menangis.


Bahkan Ketika Elf itu bersenandung secara sedih itu, terlihat banyak ikan dan binatang hutan yang datang berkumpul disekelilingnya.


Hewan-hewan itu terlihat meneteskan air mata mengiringi lagu kesedihan yang di senandungkan oleh Elf nelayan itu.


Wang Yong bahkan sampai ternganga melihat kejadian itu. Memang seperti yang telah dia baca di buku-buku, kaum Elf sangatlah menyukai hal seperti menciptakan sebuah lagu, membuat puisi bahkan menciptakan kata-kata baru yang indah didengar.


Tingkah laku mereka selalu sangatlah sopan dan berhati-hati.


Dan didalam menyanyikan sebuah lagu yang mereka ciptakan selalu terselip kekuatan mental sehingga akan mampu mempesona siapapun yang mendengarnya.


********

__ADS_1


Setelah selesai dengan ritual nyanyian kesedihannya, Elf itu lalu bertanya lagi kepada Wang Yong.


“Jadi anda ksatria muda ini akan melewati portal penghubung dunia Elf dan Manusia?”


“Tahukah anda jikalau portal ini hanya akan terbuka seminggu sekali? Kira-kira 3 hari lagi barulah anda dapat memasuki portal”


“Tindakan pembatasan portal hanya seminggu sekali ini dilakukan melalui sihir peringkat tinggi kaum bangsawan Elf di Kota Runya Oira. Runya Oira adalah Kota terbesar kaum Elf di dalam dunia mereka”


“Beberapa waktu yang lalu ada ras iblis yang berhasil menerobos penjagaan portal ini dan mengambil beberapa tanaman langka yang dibudidayakan kami”.


“Tentu setelah itu maka jalan masuk melalui portal ini dibatasi hanya seminggu sekali. Awalnya portal ini tidak pernah dilakukan penjagaan oleh kaum Elf. Namun sejak pembobolan oleh ras iblis, saat itu kami secara rutin mengganti penjaga di pintu masuk ini secara rutin”


“Sebulan ini adalah jadwal aku yang tua ini bertugas. Namaku adalah Yuan Dewei. Anda dapat memanggilku Penatua Yuan. Usiaku sangat tua. Itu teepaut sangat jauh dibanding anda ksatria muda”


Wang Yong merenung didalam hatinya. Elf itu berkata bahwa dirinya telah sangat tua, namun yang nampak di mata Wang Yong elf tersebut terlihat seperti seorang manusia berusia 34 tahun tidak lebih. Oh… jangan anda main-main, Elf memang selalu nampak muda usia dengan usia yang sangat tua.


Lalu Elf Yuan Dewei itu mengajak Wang Yong untuk bermalam di gubuknya yang di bangun diatas pohon. Ketika Wang Yong memasuki kamar untuk dia bermalam, ruangan di rumah pohon itu sangatlah sederhana sekali. Hanya terdapat tempat pembaringan dengan sebuah Loyang kayu yang terlihat sangat tua tempat menampung air mencuci muka.


Bahkan Ketika makan malam disajikan oleh Penatua Yuan, tidak terdapat daging secuilpun. Wang Yong yang telah melakukan perjalanan jalan kaki sejauh ini sebenarnya sangat ingin menyantap daging yang banyak. Namun hidangan tersedia hanyalah biscuit dan sayuran.


Penatua Yuan lalu menjelaskan,


“Kaum elf tidak memakan sesuatu yang bernyawa dan berdarah. Oleh karena itu daging tidak termasuk didalam menu yang akan disajikan oleh seorang elf"


"Jika anda melihatku memancing ikan, itu hanyalah kegiatan untuk menghabiskan waktu. Elf adalah sosok yang tidak terlalu produktif. Usia yang terlalu Panjang membuat Elf lebih suka untuk merenungkan sesuatu atau menciptakan hal-hal baru dari hasil perenungannya”


“Jika anda kelak berada di Dunia Elf, ingatlah selalu untuk tidak melakukan perburuan di sana. Elf sangat tidak menyukai pertumpahan darah”


“Sementara itu anda dapat mempelajari banyak hal di dunia Elf nanti dari diriku yang tua ini”


“Ketika pintu portal telah dibuka, anda dapat masuk kedalamnya. Aki akan mengantar anda ke pintu portal di tengah danau itu”


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2