
Lai Chongde serta kedua kawannya dari Klan Lai mengambil tempat duduk di dekat jendela yang menghadap kearah jalanan. Pria ini terlihat agak acuh tak acuh, dia bahkan tidak menoleh sedikitpun Ketika pelayan datang untuk menanyakan pesanan makanan kelompok Klan Lai itu. Pada akhirnya kedua temannya yang kemudian memesan semua hidangan yang akan mereka santap.
“Mengapa anda terlihat seperti tidak bersemangat Kakak senior? Bukankah seharusnya anda berbahagia. Baru beberapa minggu lalu anda telah menerobos ke Ranah Alam Raja? Aku yakin dengan kekuatan anda, maka memiliki Totem Elf itu hanya masalah waktu bagi anda. Tidak ada diantara jenius Sekte Bintang Lima lainnya yang memiliki kekuatan Telapak tangan seperti anda” Seorang pria bernama Lai Cuan yang merupakan kelompok Klan Lai itu mencoba menghibur dan menjilat Lai Chongde.
Lai Chongde menegur junior klannya agar tidak berbicara secara gegabah,
“Tahu apa anda Junior magang Lai Cuan… tidak kah anda mendengar bahwa dari seseorang dari Klan ras iblis telah menembus ranah Alam Raja 3? Bahkan kabar dari mata-mata Klan Lai kami, diperoleh info bahwa sosok ini telah memahami Niat Pedang. Entah pada level berapa iblis itu telah memahami niat pedang”.
Baru saja Lai Cuan itu bermaksud membantah kata-kata seniornya, tiba-tiba sebuah suara menyela perbicangan mereka,
“Hmm… kata-kata penuh sanjungan yang isinya menjilat. Demikian juga yang disanjung terlihat seperti sangat menikmati pujian namun berpura-pura untuk terdengar rendah hati…”
Dari arah tangga nampak muncul lima orang praktisi. Mereka terdiri dari tiga orang pria dan dua orang Wanita. Kelima orang itu merupakan sosok yang rupawan jika dibandingkan rata-rata orang di Benua Silver.
Rambut mereka berlima begitu hitam layaknya jelaga dipantat kuali telah yang puluhan tahun terbakar api. Bola mata kelima orang-orang itu juga terlihat sangatlah hitam, sekelam malam. Jika orang biasa yang tidak mengenal mereka, akan langsung berpikir sosok itu adalah setidaknya kaum Elf dalam wujud manusia.
“Lima orang yang baru masuk itu adalah kelompok jenius dari Klan Xia. Klan Xia sendiri adalah sama dengan Klan Wu yaitu merupakan hasil kawin campur Elf Abu-abu dengan manusia. Bedanya adalah orang-orang Klan Xia mewarisi elok rupawannya kaum Elf dan mereka lebih kuat dalam Dao Mental atau ilusi”.
“Sementara Pria yang berbicara itu Bernama Xia Rong. Dia telah cukup lama menerobos di ranah Alam Raja. Kabarnya dia sedang persiapan menerobos Alam Raja bintang dua. Disebelahnya adalah Xia Yat Sen, juga di ranah Alam Raja bintang 1. Sepertinya kita akan mendapat tontonan menarik kali ini” Patriak Ouyang berbisik ke kelompok Sima Yong. Senyum penasaran seorang praktisi yang selalu haus menonton pertunjukan diantara ahli beladiri jelas tergambar di wajahnya.
Lai Chongde seketika naik pitam Ketika diskusi diantara dirinya dan orang Klan Lai di serobot dan di cerca seperti itu. Dia memukul meja dengan keras.
“Apa maksud kamu Xia Rong? Kami tidak berbicara dengan kamu. Anda datang-datang ke tempat ini dan melemparkan hinaan kepadaku? Apakah anda bermaksud menantangku untuk bertukar pukulan?”
Rupanya kedua orang tersebut telah lama saling kenal dan merupakan musuh. Maka jelas-jelas Lai Chongde menjadi marah ketika mendengar sindiran Xia Rong seperti itu. Suasana seketika menjadi panas. Beberapa pengunjung yang tengah makan disitu segera mengambil Langkah menjauh dari area perdebatan itu. Beberapa pelayan terlihat mulai panik. Memang kejadian bentrokan seperti itu sangat sering terjadi di Kota Kaum buronan Kota Bintang Jatuh.
Buru-buru Manager Restoran keluar dan berusaha menengahi. Dengan suara cemas bercampur memelas dia berkata,
__ADS_1
“Tuan muda berdua… mohon jika anda akan berkelahi… jangan di restoran kami ini. Anda dapat mengambil arena perdebatan di jalan raya dibawah. Aturan di Kota Bintang Jatuh kami, mengijinkan perdebatan antara para ahli dapat dilakukan di semua jalanan Kota Bintang Jatuh”.
Xia Rong melemparkan sebuah kantong kantong ke arah Manager Restoran Youya. Setelah mengintip dan menyelidiki isi kantong itu, manager resto tersenyum lemah. Sejumlah 150 energi stone kelas venti pasti akan mampu menutupi kerugian dilantai dua akibat pertikaian itu. “Hm.. orang muda dari kalangan kaya memang menghamburkan energi stone seperti meminum segelas air saja” pikir manager itu. Dia pun berlalu.
Begitu si manager itu masuk kedalam bangunan inti restoran, sebuah telapak raksasa berwarna keemasan menyusul dilepaskan kearah Xia Rong. Lai Chongde rupanya telah menyerang Xia Rong dengan Teknik unik dari Klan Xia.
“Telapak Cengkeraman Macan Putih”
Xia Rong berhasil menghindar serangan telapak itu, namun keempat orang dibelakangnya terlihat terhuyung-huyung dan jatuh terkena angin serangan Telapak Cengkeraman Macan Putih. Amarahnya naik dan segera dia membalas serangan tadi dengan Teknik Jiwa yang tidak kalah bengisnya.
“Ratapan jiwa…!!”
Ketika teknik jiwa itu diluncurkan, semua orang dilantai dua seketika merasa merinding. Perasaan akibat ilusi itu membuat dunia mereka terasa menyempit. Dengan diiringi jeritan tangis mahluk yang ditimbulkan ilusi jiwa itu Xia Rong menerjang sambil mengayunkan pedang ditangannya.
Ketika pedang Xia Rong semakin mendekati lawannya, dengan bentakan keras Lai Chongde meninju kearah datangnya pedang. Pedang yang tajam itu disambut dengan sebuah tinju. Tentu saja pemandangan itu membuat penonton menahan nafas. Keajaiban terjadi Ketika akhirnya tinju bertemu pedang, sebuah cahaya keemasan keluar dan menyelimuti tinju Lai Chongde.
“Duaar…!!”
Kedua praktisi itu sama-sama terlempar mundur akibat benturan. Meja kursi dan segalanya yang berada dijarak dekat, terlihat telah hancur berantakan. Setelah menyeimbangkan tubuh karena benturan tadi, keduanya saling menatap tajam dari jarak 20 meter.
“Xia Rong…. Belum saatnya kita menentukan siapa yang unggul. Perburuan Domain Elf akan dibuka beberapa hari lagi. Aku akan menunggumu didalam domain elf nanti….” Setelah mengucapkan kata-kata ancaman itu, Lai chongde berkelebat meninggalkan Restoran Youya. Kedua temannya itu mengikuti jejaknya untuk pergi.
Keadaan di lantai dua restoran menjadi hening se- peninggalnya Lai Chongde. Sementara itu Xia Rong setelah memeriksa kondisi kesehatan keempat teman sektenya, dan dia melihat bahwa mereka baik-baik saja maka dia berkata.
“Mari kita pergi, aku telah kehilangan selera makan” pria itu meninggalkan Restoran Youya diikuti oleh empat orang dari Klan Xia. Wajah Xia Rong terlihat sangat tidak sedap dipandang. Dia merasa sangat marah. Lai Chongde yang baru beberapa hari menerobos ranah Alam Raja itu telah mampu menahan semua serangannya. Baik itu serangan jiwa maupun serangan pedang.
__ADS_1
******
Setelah dua orang jenius Klan Lai dan Xia itu meninggalkan Restoran, keadaan Kembali menjadi ribut. Sekian banyak diskusi terjadi diantara sesama pengunjung restoran. Semua membahas tentang perdebatan tadi. Masing-masing mengemukakan pendapat bahwa siapa yang paling unggul diantara dua jenius itu.
Kota Bintang Jatuh untuk sementara waktu Kembali damai. Setelah perdebatan antara jenius Klan Lai dan Klan Xia tidak lagi muncul kejadian menarik seperti perdebatan jago-jago muda Enam Sekte Bintang Lima.
Meskipun satu demi satu perwakilan jenius dari Sekte Bintang Lima telah datang di Kota itu, hingga Ketika jadwal esok hari acara perburuan akan dimulai, belum terdengar kabar mengenai seorangpun dari ras iblis akan muncul di Kota Bintang Jatuh.
“Apakah ras iblis akan membatalkan mengirim perwakilan mereka mengikuti perburuan ini? Mengapa ras itu belum juga nampak barang seorangpun?” Sima Yong berbicara sambil menatap kearah angkasa seakan-akan menantikan kedatangan ras yang konon telah menutup diri sekian tahun itu.
Karena semua tamu diberi tempat menginap di Pavillion tamu Klan Wu, maka Sima Yong menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan Patriak Klan Ouyang.
Sima Yong setelah memperoleh akses untuk membaca hingga lantai 3 perpustakaan Klan Wu (imbalannya atas penyembuhan Wu Zhen dan menyembuhkan luka jiwa Patriak Wu) hampir tiap hari mengunjungi Klan Wu untuk mempelajari Teknik array dan meminta bimbingan Elder Wu Wangtian.
“Aku tidak berpikir bahwa ras iblis akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memasuki domain itu. Yang kudengar terdapat sebuah rahasia Klan Wu didalam sana. Sebenarnya Klan Wu menyimpan dalam-dalam rahasia keberadaan benda itu didalam domain”.
“Akan tetapi berita tentang keberadaan sebuah Totem berbentuk topeng peninggalan Elf Abu-abu didalam domain itu makin menjadi rahasia umum dan banyak di perbincangkan. Hal yang tadinya merupakan rahasia Klan Wu, sekarang malahan menjadi bahan perbincangan semua orang".
"Lihatlah… begitu banyak praktisi-praktisi aneh yang berdatangan ke Kota Bintang Jatuh.” Patriak Ouyang terlihat seperti mentertawakan rahasia yang sekarang menjadi tidak lagi rahasia.
“Jangan dikira praktisi-praktisi aneh seperti itu hanya datang untuk sekedar melihat-lihat keramaian. Yang aku dengan dari mata-mata Klan Ouyang, semua datang ke Kota ini dengan niat untuk mencoba peruntungan. Semua pihak berminat untuk mendapatkan Totem Rahasia Elf itu”
Penjelasan Patriak Klan Ouyang itu membuat mata Sima Yong melotot terkejut. “Apa?? Keberadaan totem itu sudah bukan menjadi rahasia lagi?”
Akan tetapi dia menenangkan hatinya. Rincian dan kegunaan Totem itu sepertinya belum diketahui orang-orang umum itu. Dan bukankah untuk mengoperasikan totem itu diperlukan kekuatan jiwa dan pemahaman sihir yang tinggi? Sima Yong menjadi lega. Kesempatan baginya masih ada.
Malam itu Ketika orang-orang baru saja akan beristirahat, kelompok ras iblis membuat kehebohan akan kedatangan mereka. Dengan diiringi bunyi-bunyian tiupan seruling yang menggema, kapal roh yang ditumpangi 10 orang jenius beserta Patriak ras iblis nampak mengintimidasi di langit Kota Bintang Jatuh.
__ADS_1
*Bersambung*