Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perebutan Tulang Naga Surgawi di Lelang


__ADS_3

   Dengan sengaja dan membuat gerakan ceroboh, si Kuda Tua Fei Ma menyambar undangan lelang yang di tangan penatua Asosiasi Bao Xing itu, sehingga Gerakan terburu-buru itu menyebabkan muncul angin pukulan yang dengan keras menghantam dada Penatua Asosiasi Bao Xing.


   Penatua yang malang itu terjerembab dan separuh wajahnya bengkak karna menghantam tembok.


“Maafkan aku… aku tidak sengaja…” Fei Ma memasang wajah tanpa dosa kearah penatua yang tengah merayap berusaha berdiri itu.


   Lalu dalam Gerakan yang terburu-buru dia menarik tangan Sima Yong untuk menuju Aula Lelang Asosiasi Bao Xing. Sima Yong hanya mengikuti Fei Ma sambil memandang dan memasang wajah penuh permintaan maaf kepada penatua tadi.


   Di pintu masuk yang di jaga oleh dua gadis muda dalam pakaian ketat itu, tanpa di sengaja mata Sima Yong bertemu pandang dengan seseorang yang dia kenal.


“Pangeran Ju Qin??? Sesuai perkiraan… pada akhirnya kita bertemu di Kotaraja ini” kata Sima Yong menyapa ramah pangeran itu. Ju Lianyi Panglima Pengawalan kekaisaran tampak di samping Ju Qin.


   Sima Yong juga tak lupa menyapa Ju Lianyi (Guru Ju Qin) yang terlihat gembira dan balas memberi hormat kepada Sima Yong.


“Saudara Yong… anda betul-betul memenuhi janji untuk bertandang ke ibukota kami…lalu siapakah Laozhi (sebutan dalam kepercayaan Tao atau Dao) yang bersama anda ini saudara Yong??” mata pangeran beralih ke Fei Ma yang dari tadi berusaha menutup mulut, meskipun dia sudah gatal mulut untuk berceloteh. Fei Ma msekipun hanya mengenakan pakaian seperti seorang Taois namun kultivasi  SANT Level 5 amat menatik perhatian.


“Oh..  dia adalah….” Sima Yong baru saja akan memperkenalkan Fei Ma sebagai pamannya, namun kata-kata nya di sela oleh Fei Ma.


“Aku yang rendah ini Bernama Fei Ma. Anda dapat memanggilku Fei Ma saja tuan Pangeran. Dan well… kenyataannya adalah aku ini pelayan. Masterku adalah tuan Sima Yong ini” kata Fei Ma merendah.


   Seketika mulut dan mata Pangeran Ju Qin dan guru Ju Lianyi, melongo dan menatap tak percaya kearah Fei Ma.


“Benarkah??? Tapi….. anda adalah ….” Ju Lianyi baru saja akan mengungkapkan ketidak percayaannya mengenai Fei sebagai pelayan, namun tangan Pangeran Ju Qin meremas lengannya dengan keras memberi kode agar bersikap sopan. Lalu…


“Guru… mengapa kita tidak mengajak Saudara Yong dan Tuan Fei Ma untu duduk Bersama kita di balkon? Bukankah tempat itu terlalu luas untuk kita berdua bukan???” Pangeran Ju Qin memotong kata-kata Ju Lianyi. Dia melihat, seorang pelayan saja memiliki kultivasi SAINT Surgawi Level 5.


“Kira-kira ranah kultivasi dan kekuatan Saudara Yong ini berada di tahap mana??” pikir Ju Qin. Namun untuk memikirkan hal itu lebih jauh, Ju Qin tidak berani menerka-nerka.


   Taksirannya bahwa Sima Yong ini setidaknya berkultivasi di ranah SAINT Lev8. Usia sedemikian muda namun memiliki kemampuan laksana penatua Klan SAGE atau Sekte SUCI.


   Keinginan Pangeran Ju Qin untuk menjadi lebih akrab dan dekat Sima Yong semakin besar. Dia berniat untuk mengambil hati Sima Yong agar jalan menjadi Pangeran Mahkota akan mulus.


   Tentu saja Sima Yong tidak menolak ajakan Pangeran untuk duduk di area balkon. Selain tempat itu lebih nyaman, dengan duduk di balkon yang memiliki tirai itu akan mampu menutupi penampakan mereka Ketika melakukan transaksi tawar menawar nanti.


   Karena acara pelelangan belum dimulai, maka 4 orang itu terlibat didalam percakapan menunggu pemimpin lelang memulai acara..


“Saudara Yong, lihat. Tiga pria yang mengenakan topi tinggi yang baru masuk sana… di kenal sebagai Tiga Utusan dari Agama Terang. Agama Terang adalah salah satu Sekte Suci Bintang 9 di Wilayah Tengah ini”.


“Ketiganya dikenal dengan nama “Utusan Awan, Utusan Angin dan Utusan Bulan” ranah kultivasi mereka bertiga berada di SAINT Bumi level 3 dan 4”


“Yang aku dengar, Pangeran ke tiga Ju Kai, berniat untuk mengambil hati praktisi dari Agama Terang untuk memuluskan perjalannya menjadi Pangeran Mahkota kelak. Akan tetapi belum ku dengar konfirmasi ketiga utusan itu mengiyakan dan memberi dukungan kepada kakakku Ju Kai itu” nada suara Ju Qin terdengar mengandung nada cemburu. Andai saja Utusan Agama Terang itu mau mendukungnya, maka jalan menjadi Pangeran Mahkota telah jelas didepan mata…


“Sssttttt… acara akan dimulai. Lihatlah pembawa acara sekaligus anak kandung Patriak Gong Wanting yaitu Gong Yao Niang yang akan memimpin lelang kali ini” bisik Ju Lianyi.


   Segera delapan pasang mata pria menatap tak lepas kearah seorang gadis cantik usia 28 tahun yang beridir di panggung. Wajah gadis itu begitu putih dan mungil.

__ADS_1


    Bibirnya kecil dan berwarna persik yang ranum. Bentuk wajahnya mungil seperti bentuk kuaci semakin menambah kesan cantik. Meskipun Gong Yao Niang mengenakan pakaian yang longgar untuk menyamarkan lekuk tubuhnya, namun semua orang menebak bahwa gadis itu memiliki bentuk tubuh yang bagus.


>>>>>>


“Semua tamu undangan kaum bangsawan dan praktisi beladiri yang terhormat… Asosiasi Bao Xing sungguh merasa terhormat atas kehadiran anda sekalian di Lelang terbatas Asosiasi Bao Xing ini” suara Gong Yao Niang terdengar memenuhi aula yang luas dengan kekuatan Qi. Orang akan langsung menebak kultivasi gadis itu berada di ranah Alam Pencerahan Suci Level 2.


“Sengaja kami membuat lelang kali ini edisi terbatas, yaitu hanya ahli yang memiliki kultivasi peringkat SAINT keatas. Tentu saja karena barang yang kami lelang kali ini adalah barang-barang yang amat bermutu tinggi dan cocok untuk menjadi benda dambaan anda semua para Ahli SAINT”.


“Baiklah… Yao Niang tidak akan berlama-lama berkata-kata… dan langsung memimpin lelang ini” suaranya yang nyaring akan tetapi memberi kesan berwibawa itu terdengar memulai acara lelang. Gong Yao Niang menjentik jarinya sebagai tanda… lalu sebuah kereta besar di dorong kedalam Aula.


   Semua orang berdebar-debar dan bertanya-tanya didalam hati. Kira-kira benda apakah yang akan di lelang kali ini??? Bahkan diperlukan sebuah kereta kecil untuk mengangkut benda yang akan di lelang….


“Tulang lengan Naga Peringkat Surgawi…!!!”


   Kain penutup kereta di buka dan tampaklah dua tulang besar yang sepertinya itu adalah tulang dua tangan Naga seperti yang di gambarkan Gong Yao Niang.


Suara gaduh terdengar diantara kira-kira seratus peserta lelang siang itu.


“Tulang lengan Naga Peringkat Surgawi ini adalah tulang yang di temukan ahli kami di suatu negri wilayah asing yang jauh dari Kotaraja Ju Ying ini. Dipercaya, Ketika seseorang praktisi di bawah ranah kultivasi Alam Pencerahan Suci menyerap kekuatan tulang ini… maka meskipun ahli tersebut adalah seseorang yang memiliki tidak bakat dan tulang yang memungkin dia untuk berkultivasi menerobos di ranah Alam Pencerahan Suci nanti…. Percayalah….. “ Gao Yao Niang sengaja berhenti berbicara agar penjelasannya terkesan dramatis…


“Dengan rutin secara menyerap kekuatan Tulang Naga Peringkat surgawi ini, maka takdirnya praktisi tersebut akan berubah dan dia akan memiliki kemampuan dan tulang untuk melangkah menjadi ahli Alam Pencerahan Suci, bahkan kemungkinan berlatih sebagai ahli SAINT Mortal juga bukanlah sekedar mimpi lagi bagi ahli dengan bawaan tulang kurang beruntung itu……. “


“Praktisi yang tadinya hanya memiliki mimpi untuk maksikal berlatih hingga menjadi Ahli Alam Tanpa Batas… kini memiliki solusi menerobos lebih tinggi jika rajin menyerap kekuatan Tulang Naga Peringkat Surgawi secara rutin ”


   Keadaan menjadi tambah gaduh. Ada terlalu banyak siswa atau keturunan Patriak Klan yang tidak akan mampu menerobos dan mampu bertahan dengan tekanan kekuatan pelatihan di Alam Pencerahan Suci disebabkan kondisi bawaan dan kualitas tulang yang rendah.


“ijinkan Sekte Bunga Lanhua kami membeli Tulang Naga itu. Anak tunggal ku memiliki kelainan tulang sehingga kultivasinya terhenti di Ranah Alam Spirit Agung” Seorang pria berusia 55 tahun mengenakan pakaian biru.


“Hoho… jangan terburu-buru …. kami dari Sekte Pedang iblis juga berminat dengan tulang naga itu” sekonyong-konyong seorang pria berusia 40 tahun yang wajahnya terlihat bekas luka menyela kata-kata pria 55 tahun tadi.


“Zhang Junda…!!! Aku tidak akan memberi kesempatan anda untuk mengganggu benda yang akan menjadi milik anakku. Aku melihat, dimanapun aku berada untuk mencari bahan pengobatan anakku, kamu selalu ada disitu dan berusaha menghalangiku mengobati kekurangan anakku itu. Apakah Sekte anda ingin berperang melawan Sekte Bunga Lanhua kami???” sekonyong-konyong Pedang yang terbuat dari bahan kayu harum telah teracung dari tangan kanan Hua Shen dan dia menunjuk lurus menggunakan ke pria dari sekte Pedang Iblis.


(Pedang Kayu Harum adalah istilah untuk Pedang yang mengeluarkan aroma kayu, karena terbuat dari logam khusus)


    Pangeran Ju Qing memiringkan wajah dan berkata berbisik di ruangan balok….


“Pria dari Sekte Bunga Lanhua itu adalah Master Sekte yang bernama Master Hua Shen. Memang anaknya mengalami kekurangan di tulangnya, sehingga untuk menjadi ahli diatas ranah Alam Spirit Agung hanyalah mimpi semata. Kelihatan dia telah berusaha lama untuk membantu anaknya memiliki pengobatan atas kekurangan itu” kata Pangeran Ju Qing di dalam balkon itu.


“Sedangkan pria yang terlihat sengaja menghalangi Hua Shen adalah Zhang Junda yang juga merupakan Master dari Sekte Pedang Iblis. Dia juga memiliki anak perempuan yang memiliki kekurangan tulang sehingga kultivasi anak perempuannya juga terhenti di ranah Alam Spirit Agung. Kedua nya pada awal nya bersahabat. Namun Ketika perebutan bahan pengobatan di setiap pelelangan untuk mengobati anak mereka, sejak saat itu kedua nya menjadi musuh. Keduanya dari Sekte Bintang 8” jelas Pangeran Ju Qin sekali lagi.


   Sima Yong menatap iba kepada dua orang master sekte itu. Dia merasa terharu Ketika melihat orang tua yang berjuang untuk anak-anak mereka.


“Mohon Master Hua Shen dan Master Zhang Junda menahan sabar. Aula pelelangan Asosiasi Bao Xing bukan tempat bertempur. Lagi pula… Yao Niang belum mengumumkan rincian harga lelang serta syarat untuk membeli tulang naga ini… mohon biarkan Yao Niang melanjutkan acara lelang ini” Gong Yao Niang tersenyum manis… lalu diikuti dengan mereda nya hawa panas di dalam ruangan.


   Master Hua Shen dan Master Zhang Junda terlihat menyarungkan pedang yang telah teracung tadi. Sementara itu masing-masing Pria muda yang mengikuti kedua nya juga terlihat menyarungkan pedang. Akan tetapi semua juga tahu… bara api diantara dua  Master Sekte Bintang 8 itu sebentar lagi akan meledak…

__ADS_1


>>>>>>


“Tulang Naga peringkat Surgawi ini meskipun belum diberi segel sihir, akan tetapi dengan sekali sentuhan oleh Master Refiner atau Master Simbol, maka akan membangkitkan aura kekuatan tulang, sehingga semua kekuatan tulang siap di serap oleh praktisi”


“Karena belum diberi segel sihir oleh Master Refiner atau Master Simbol, maka Tulang Naga Surgawi ini kami lelang murah saja… di mulai dengan 15.000 blue manna. Penawaran adalah kelipatan 500 blue manna. di persilahkan…..”


Lelang pun dimulai….


“20.000 blue manna” teriak Hua Shen memotong kata-kata Gong Yao Niang….


“21.000 blue manna” tawar Zhang Junda.


“22.000 blue manna”


“23.000 blue manna”


   Mata Master Hua Shen terlihat seperti akan terlepas dari tempatnya. Dia menatap dengan amarah kearah Zhang Junda. Sementara itu Zhang Junda bersikap seolah-olah tidak peduli.


“Aku akan membunuh orang itu ketika diluar nanti” desis Hua Shen didalam hati.


   Tiba-tiba sebuah suara ringan terdengar dari arah balkon VIP yang lain.


“50.000 blue manna”


   Hua Shen dan Zhang Junda melongo seketika mendengar penawaran yang begitu besar. 50.000 blue manna adalah jumlah yang amat besar bagi mereka. Jika membelanjakan uang sebesar itu untuk tulang naga yang belum diberi segel, seperti nya keuangan sekte kurang memadai. Ada banyak hal yang harus lebih di utamakan ketimbang membeli barang tidak komplit seperti itu.


   Dengan wajah yang layu, mereka harus merelakan Tulang Naga Peringkat Surgawi itu dimiliki tuan yang berada di balkon VIP bagian barat.


“Bagus… Tulang Naga peringkat Surgawi ini dimiliki tamu VIP di balkon barat seharga 50.000 blue manna” kata Gong Yao Niang dengan gembira.


******


“Bagi semua peserta lelang yang belum jangan dahulu kecewa. Berikut ini adalah sebuah senjata peringkat Kuasi Dao…..”


   Keadaan menjadi gaduh mendengar senjata kuasi Dao…..


“Sebuah Busur Panah beserta lima anak panah yang di buat refiner kenamaan bangsa Jingling yang telah dimantarai secara sihir, sehingga sangat bermanfaat didalam pertarungan melawan mahluk sihir maupun mahluk non sihir”


“Inilah Busur Air mata Dewa, sebuah senjata jarak jauh peringkat Kuasi Dao… di tawarkan dengan harga awal 30.000 blue manna. Penawaran wajib kelipatan 1000 blue manna”….


   Semua yang hadir merasa seperti tercekik lehernya Ketika mendengar harga penawaran itu. akan tetapi menimbang senjata itu peringkat kuasi Dao maka semua orang memaklumi. Kembali aula pelelangan menjadi gaduh karena antusias semua peserta lelang…..


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2