Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Patriak Klan Xu dan Dua Penatua


__ADS_3

Sima Yong berhalan pelan-pelan sambil mengendarai kuda sewaan. Setibanya di Kota Kuno nanti, dia akan mengembalikan kuda sewaan ini kepada perwakilan cabang kuda sewaan.


"Aku begitu penasaran. Jika saja menyusuri padang es lebih ke utara lagi, apakah akan ada kehidupan yang baru disebelah sana?"


Sebuah suara tiba-tiba bergema di benaknya,


"Jika kamu menyusuri semakin ke utara, maka itu adalah sebuah domain tersendiri yang terpisah dari Benua ini.


Yang berdiam didalam Domain kuno seperti itu, adalah tempat domian tersendiri bagi Klan atau Sekte yang disebut dengan Sekte Kuno.


Aliran Qi didalamnya melimpah, serta masing-masing Klan atau sekte akan memiliki semacam kamar bawah tanah sendiri (dungeon tempat para ahli sekte kuno itu berlatih meningkatkan kultivasi)" itulah suara Heu Jian, anak kecil yang menjadi roh penunggu Pedang Immortal Hitam. Lanjutnya...


"Dahulu sekali, kami Sekte Pedang Terbang pernah menjadi salah satu penghuni Domain Klan Kuno itu.


Akan tetapi seiring dengan kemunduran Sekte Raja Pedang, pada akhirnya Sekte Raja Pedang di campakkan dan di usir keluar dari Domain kuno.


Aku sendiri tidak tahu, dimana letak rerutuhan Sekte Raja Pedang kami, setelah seluruh bangunnan sekte di buang dari Domain kuno" Kata Hei Jian.


Sima Yong dengan antusias berkata,


"Apakah kita dapat melakukan perjalanan ke lebih utara lagi? Untuk memsuki domain kuno itu?" anak muda itu betul-betul sangat penasaran mendegar begitu banyak fasilitas yang di peroleh Sekte-ksete kuno.


Hei Jian melepaskan tawa ringan. Katanya,


"Apakah kamu sudah ingin mati?


Domain untuk sekte kuno itu di jaga dan di batasi dengan kekuatan Array yang di buat oleh Ahli di ranah immortal.


Begitu kamu menyentuh pintu domain saja, tubuhmu akan memudah karena terbakar" jelas Hei Jian.


Sima Yong lantas terdiam. Dia lalu berkata dengan suara pelan,


"Biar bagaimanapun, aku harus memiliki kesempatan untuk memasuki Sekte Kuno dan berlatih di domain kuno itu.


Itu adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai kultivasi tertinggi, selain mengumpulkan reliku-relikui purba itu"


Tanpa terasa ketika dirinya bercakap-cakap menggunakan benak dengan Hei Jian, mereka telah tiba di sebuah jalan berbatu-batu penuh jurang kanan kirinya. Ini adalah jalan melingkar yang dapat di gunakan, jika orang akan melakukan perjalanan ke Kota Kuno dari Kota Keheningan.


"Berhati-hati.


Aku merasakan kehadiran aura ahli SAGE Level Sembilan puncak" Hei Jian memberi tahu kepada Sima Yong.


Sima Yong pun waspada. Dia bukannya tidak merasakan kehadiran ahli itu, akan tetapi dirinya masih teringat-ingat dengan cerita Hei Jian tentang Dungeon masing-masing sekte kuno.


"Ah.. Patriak Xu. Ada apakah gerangan anda bersama dua Penatua Klan kamu, mengejar aku sampai ke sini?"

__ADS_1


Sima Yong melihat, di depan jalan kecil itu tengah berdiri dalam diam, Patriak Xu.


"Anda mengejar saya bukan?" kata Sima Yong tawar.


"Hahaha.. Anak muda. Anda dengan usia yang sedemikian muda, telah memiliki kemampuan yang sedemikian tinggi.


Aku lantas bertanya-tanya. Dengan kepandaian anda yang baru berada di Kuasi SAGE itu, anda bahkan terlihat lebih berbahaya dari seorang Ahli SAGE Level tujuh.


Bukankah ketika nanti anda mengikuti kompetisi Jenius Demigods Kota Kuno kami, gelar peringkat satu itu akan jatuh ke tangan anda?" kata Patriak Xu terang-terangan.


"Lalu ketika anda memenangkan kompetisi itu, hadiah utama relikui itu, akan jatuh ketangan anda.


Bukankah jika aku membiarkan anda hidup, itu seperti membirakan harimau menjadi tumbuh sayapnya?


....


Dengar, Klan Xu aku ini, telah lama sekali memendam keinginan untuk menjadi klan yang lebih disegani, dan berusaha untuk disebut kelompok Klan Kuno.


Lihatlah kultivasiku yang mentok di SAGE level sembilan ini. Jika kedepannya, Klan Xu aku memenangkan Kompetisi antar jenius nanti, bukankah dengan menyerap kekuatan relikui itu, aku dapat menerobos Ranah Alam Melintas Immortal?


Dan saat itu Klan Xu aku akan disebut klan kuno!"


Sima Yong diam-diam telah memegang pedang Immortal Hitam. Jika terjadi sesuatu, dia akan langsung mengeksekusi tenik kecepatan pedangnya.


"Aku harus melenyapkan anda.


Andalah satu-satunya batu sandungan bagi Klan Xu kami untuk memenangkan kompetisi itu" jawab Patriak Xu bengis. Dia langsung meloloskan pedang dan menusuk Sima Yong dalam gerakan kejam tak terduga.


Pedang melolong dimana hawa murni sebesar Seratus Jin ditusuk melalui pedang di tangan Patriak Xu.


Sima Yong bergerak lebih cepat lagi, dimana Pedang Immortal Hitam bergerak sangat cepat menangkis tikaman Patriak Xu.


Trang !


Benturan pedang terjadi, dan tangan Sima Yong kesemutan. Biar bagaimanapun, ada perbedaan sedalam jurang diantara ahli Kuasi SAGE dibanding SAGE level Puncak sembilan.


Dua penatua Klan Xu yang memiliki kultivasi SAGE level delapan, langsung mengurung Sima Yong. Anak muda itu terjepit sekarang.


"Jika aku tidak membalas serangan dengan mengeksekusi terlebih dahulu, ku takutkan tiga orang ini akan menyerang terlebih dahulu, dan menindas kekuatanku melawan tiga kekuatan mereka.


"Apakah kalian bertiga tidak memiliki rasa malu? Kalian demikian memiliki pengalaman serta di pandang tinggi di Kota Kuno.


Akan tetapi lihatlah sekarang, kalian bertiga mengeroyok seorang anak muda yang bahkan memiliki Kultivasi di bawah kalian..!"


Begitu selesai berbicara, gerakan pedangnya yang tidak terlihat bergerak cepat mengunci ke leher Patriak Xu.

__ADS_1


Patriak Xu hanya tertawa dingin,


"Ku akui kecepatan pedang anda amatlah berbahaya.


Akan tetapi keterbatasan ranah kultivasi anda yang masih rendah itu, tidak akan berarti banyak di hadapan Ahl SAGE level 9"


Patriak Xu menangkis semua tikaman pedang secepat cahaya dari SimaYong. Sementara itu dua orang penatua Klan, tidak mau ketinggalan.


Dalam suara pedang yang terdengar mencicit, dua Penatua itu mengayunkan dua pedang yang membuat Sima Yong harus menghentikan irisan pedang cahayanya.


Anak muda itu melompat mundur beberapa tombak. Dia mengambil jarak, lalu katanya..


"Baik jika kalian memang ingin mengambil nyawaku.


Hari ini aku Sima Yong akan mempertaruhkan nyawa, dan melayani tiga ahli Klan Xu anda.


Pernahkah anda melihat yang dinamakan Niat Pedang?"


Sima Yong lantas memutar pedang di tangannya. Ketika pedang Hitam Immortal teracung lurus kedepan,


"Interpretasi Niat Pedang !"


Sebuah kekuatan dahsyat, menderu dalam suara gemuruh, lalu hawa pembunuhan pedang terbang dengan cepat kearah Patriak Xu.


"Satukan Pedang !" kata Patriak Xu.


Tiga Ahli SAGE itu lantas mengacungkan pedang mereka, lalu tiga sinar yang kemudian meyatu, terlihat berlari cepat menghadang serangan Interpretasi Niat Pedang.


Bam !


Benturan keras terjadi antara Interpretasi Niat Pedang, melawan tiga Cahaya Pedang Klan Xu itu.


Tiga SAGE itu terlempar beberapa tombak kebelakang, namun dengan cepat ketiganya berdiri lagi dalam posisi kuda-kuda kokoh, siap bertempur lagi.


Sementara Sima Yong sendiri, dia terlihat terlempar seperti layangan putus. Saking jauhnya anak muda itu terlontar, sampai-sampai tubuhnya terperosok, terjatuh ke jurang dalam disisi kiri jalan.


Tiga Ahli Klan Xu bergegas melihat kedalam jurang, arah mana Sima Yong jatuh tadi.


"Dia mati.. Aku yakin dia telah mati. Secara kekuatan kita bertiga lebih dari cukup untuk membuat anak itu mati.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2