Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Seorang Master Jiwa Peringkat Saint


__ADS_3

Hai readers... sore ini hujan lagi di tempatku. Semoga tidak terjadi banjir. Bagaimana cuaca di tempat kalian? semoga semua aman-aman saja yah. silahkan menikmati kelanjutan kisah KDPU ini. Jika kamu telah membaca hingga titik ini, jangan lupa Favoritkan, like dan komen positif ya.. mari sama-sama sebarkan aura positif ke semua orang. salam


******


“Duaarr….”


“Byuurr…”


   Sebuah kapal roh muncul dari kekosongan dan dengan melompat dengan paksa untuk membentur air didanau Saitana Pari. Gelombang dan percikan air yang timbul akibat benturan kuat itu membuat mahluk-mahluk air terkejut dan menghindari kapal tersebut.


   Lima sosok bayang diatas kapal roh terlihat dalam kondisi berantakan dan namun mereka tetap mempertahankan kewaspadaan sebagai ahli, setelah kemunculan mereka di tempat yang jaraknya 100 km dari tempat dimana mereka menghilang dari kejaran gelombang Tsunami dan mahluk Talos.


“Itu adalah suatu pengalaman yang mendebarkan ketika melewati Lorong ruang itu …” kata Hattaudha dengan nafas memburu. Melintasi ruang melalui teleportasi seperti ini adalah pengalaman  baru bagi dirinya.


“Aku bahkan berfikir kita akan mati terjebak didalam Lorong antar ruang itu. Betul-betul aku kesulitan untuk bernafas didalam Lorong itu” balas Niryadi tidak kalah antusiasnya.


“Lihatlah.. banyak sekali akibat yang ditimbulkan percikan lidah kilat didalam Lorong itu” katanya sambil menunjukkan lengan bajunya yang terlalap lidah api di Lorong ruang itu.


“Kalian tidak perlu kuatir, kita telah berteleportasi kurang lebih 100 km jauhnya dari monster talos itu” Kata Sima Yong menjelaskan.


“Sekarang kita dapat melanjutkan perjalanan dengan tenang” lanjutnya.


   Keempat kawan Sima Yong masih terlihat agak shock dengan pengalaman berteleportasi menggunakan kekuatan besar tadi. Selama ini mereka sama sekali belum pernah merasakan praktek berteleportasi sama sekali. Kemampuan teleportasi seperti itu umumnya hanya dimiliki oleh ahli peringkat Ancient Sage atau lebih.


   Tentu saja, selama ini mereka sama sekali belum pernah bertemu dengan ahli di ranah Ancient Sage tersebut, sehingga mereka memperkirakan hanya prkatisi Ancient Sage yang dapat melakukan hal semacam itu. Sekarang mereka merasakan sendiri, Sima Yong mampu membawa mereka merasakan pengalaman langka, meskipun membutuhkan bantuan banyak praktisi. Perasaan kagum makin besar di hati 4 praktisi itu….


“Jika kalian melalui ruang teleportasi yang aku lalui ketika menuju Benua Penyaringan Dewa ini, mungkin kalian akan lebih terkejut. Pada waktu itu aku bahkan harus beristirahat di tempat tidur selama berminggu-minggu. Terlalu banyak luka yang aku derita” katanya menenangkan mereka.


   Keempat praktisi itu memandang tidak percaya dengan kisah yang Sima Yong ceritakan. Dan Sima Yong kemudian menambahkan,


“Tenang saja… saat itu kultivasiku masih jauh dibawah saat ini. Wajar saja aku menerima banyak luka Ketika melewati Lorong ruang dan waktu. Jika ultivasi seseorang semakin tinggi, resiko cidera yang dialami akan jauh lebih berkurang” jelasnya.


   Setelah bincang-bincang itu selesai, semua Kembali duduk berkultivasi untuk meredakan rasa terkejut dan juga mempersiapkan diri untuk menghadapi kejutan petualangan berikutnya. Tidak ada diantara mereka yang menanyakan keberadaan siren tadi. Mereka dapat menyimpulkan sendiri bahwa Sima Yong telah menawan dan memiliki tujuan tertentu dengan siren itu.


   Sima Yong sendiri lalu mengeluarkan Salinan Ilmu Musik kekuatan jiwa dan Salinan ilmu Perbintangan  yang dia peroleh dari Patriak Centaurus itu. Dia berpikir untuk melatih kekuatan jiwanya dengan Teknik-teknik tersebut. Sima Yong amat berharap untuk menerobos ke ranah kekuatan Master Jiwa Saint.karena telah terlalu lama dirinya mentok di Master Jiwa Surgawi level tiga.


   Saat ini kemampuannya didalam Teknik serangan jiwa berada di posisi bottle neck Master Jiwa Surgawi lev 3. Mungkin dengan memperkaya Teknik-teknik jiwa dan sihir menggunakan Teknik baru, maka akan dapat merangsang kekuatan jiwa nya menerobos.


   Sima Yong lalu larut didalam keadaan untuk memahami dua Teknik tersebut. Beruntung sekali dirinya diberkahi kecerdasan sejak disambar petir di Hutan Fairy Cliff dulu. Kelebihan itu sangat membantunya untuk memahami Salinan demi Salinan Teknik jiwa itu hanya dengan sekali membaca.


   Sementara itu keempat temannya yang lain terlihat khusuk berkultivasi. Bahkan Tang Yuwen tengah mempelajari Teknik memanah yang diberikan Sima Yong. Teknik memanah itu seperti yang kita ketahui, adalah suatu Teknik yang berasal dari jarahan di cincin Patriak kaum centaurus….


   Malam pun berlalu dengan  hening. Hanya suara burung malam ataupun percikan air Ketika kapal roh itu melaju menuju ke Pulau Rahasya Dvipa. Sesekali Sima Yong melemparkan 50 Blue manna kepembakaran Kapal agar Kapal Roh itu terus bergerak melaju menuju ke tujuan mereka.


   Tidak ada mahluk air yang berani mengganggu perjalanan mereka. Sepertinya mereka semua takut setelah mendengar kabar dari mulut ke mulut sesama mahluk air, dimana kaum siren yang berhasil lolos dari cengkeraman pria berambut kelabu itu mengisahkan kekuatan pria kelabu itu yang bahkan mampu menawan pimpinan Kaum siren. Dan pria rambut kelabu tersebut berada didalam kapal yang tengah membelah air malam ini.


******


   Sepanjang malam Sima Yong berkutat dengan mempelajari music mistis Kaum Centaurus itu. Di ceritakan disitu bahwa ilmu permainan music secara mistis ini adalah peninggalan seorang Patriak kamu itu ribuan tahun yang lalu. Kemampuan memainkan music mistis yang rumit, serta ketrampilan mengolah jiwa menggunakan perhitungan bintang-bintang hanya dikuasai oleh Patriak centaurus ribuan tahun lalu itu.


   Saat ini tidak satupun diantara kaum itu yang menguasai ketrampilan ilmu  perbintangan secara komplit. Apalagi kemampuan memainkan music dengan Teknik secara mistis. Sejak ribuan tahun lalu kemampuan itu telah menghilang dari  kalangan kaum centaurus. Itulah sebabnya kekuatan kaum centaurus kian hari kian melemah, tidak seperti dimasa kejayaan patriak mereka ribuan tahun lalu…


   Sima Yong mengeluarkan Kecapi dari cincin tata ruang nya. Dia mulai memainkan komposisi lagu sesuai Teknik yang tertulis disalinan ditangannya. Music dan irama lembut mengalir keluar dari petikan kecapi ditangannya. Malam seakan menjadi lambat bergerak Ketika Sima Yong memainkan lagu mengikuti Teknik di Salinan itu. Hewan-hewan malam pun menjadi gelisah. Banyak diantara burung-burung malam yang berhenti terbang lalu mampir di kapal roh itu sambil menonton pertunjukan music. Bahkan ikan-ikan terlihat gembira berenang mengikuti kearah mana kapal kecil itu bergerak.


   Sima Yong sendir seakan tidak menyadari keadaan sekitar yang mana kapal telah menjadi ajang bagi penonton yang terdiri dari hewan-hewan malam. Keempat temannya terlihat menutup mata dengan tenang. Sepertinya mereka tertidur. Disaat itu, sebuah suara berbisik pelan dibenak Sima Yong.


“Tuan… apakah anda sedang mencoba untuk menerobos ranah kekuatan jiwa anda??” tanya suara itu.


   Sima Yong tidak serta merta membuka mata. Dia balas bertanya menggunakan benak…

__ADS_1


“Apakah kamu adalah pemimpin  kaum siren, Meirenyu??”


“Itu benar. Aku lihat bahwa anda mencoba menerobos ke Ranah Jiwa Saint bukan? Namun bukankah anda belum berada di ranah Alam Tanpa Batas?? Apakah anda tidak takut jika penerobosan itu terjadi, maka tubuh dan jiwa anda tidak akan mampu menahan Kekuatan Master Jiwa Saint??”


“Itu tidak masalah. Meskipun ranah kultivasiku hanya di Alam Raja bintang delapan, namun kekuatan dan kemampuanku setara dengan praktisi Alam Tanpa Batas bintang empat. Bahkan alhi di Alam Tanpa Batas bintang lima tidak nanti bertindak gegabah dihadapanku” kata Sima Yong.


   Meirenyu terdiam dan tidak berbicara lagi… satu menit kemudian dia Kembali berbicara melalui benak,


“Oh.. aku percaya hal itu tuan. Memang kekuatan anda amatlah tidak terduga. Aku sendiri telah mengalaminya. Namun jika anda mempercayai ku… dengan berlatih Teknik music kaum centaurus menggunakan kecapi seperti itu, tidak akan membantu anda untuk menerobos ke Praktisi Kekuatan Jiwa Saint…”


“Benarkah?? Apakah kamu punya ide???” tanya Sima Yong.


“Kaum Siren kami selalu menggunakan alat music yang terbuat dari kulit kerang mati. Bahkan Ketika kami memikat ahli yang memiliki kekuatan jiwa tingkat tinggi, kami akan menyerang jiwanya menggunakan alat music yang terbuat dari kerang itu. Suara yang keluar dari kulit kerang mengandung daya mistis yang amat kuat sehingga siapapun yang mendengarnya akan sulit menolak daya pikatnya” jelas Meirenyu.


“Maka kamu dapat menunjukkan alat music kerang itu. Dan aku akan mencoba untuk melatih Teknik ini menggunakan alat music milikmu itu” kata Sima Yong.


“Alat music kerang milikku adalah sebuah alat musik tiup warisan dari Penguasa siren dijaman dahulu. Itu adalah sebuah Kulit Kerang Mutiara Hitam yang berusia 5000 tahun. Aku berani memastikan jika anda berlatih musik mistis menggunakan alat itu, kekuatan jiwa anda akan bangkit sehingga masalah menerobos… itu hanyalah menunggu waktusaja. Mungkin beberapa minggu kedepan penerobosan akan terjadi, selama anda rutin berlatih” Meirenyu membujuk


“Katakan kompensasi yang kamu inginkan” kata Sima Yong


“Hanya satu yang aku minta dan mohon anda menepatinya” Meirenyu berkata dengan serius.


“Katakan apa permintaanmu itu…”


“Aku tidak  peduli berapa ratus tahun lagi mengikuti anda, namun anda harus berjanji untuk memberiku bahan-bahan herbal atau ramuan untuk penerobosanku menuju Alam Suci agung (Saint). Aku tahu anda adalah seorang Master Alkemis yang cemerlang. Apalagi jika anda nanti menembus kekuatan Jiwa Saint nanti…. Masa depan anda di ranah kekuatan jiwa seperti Alkimia atau array akan cemerlang. Mungkin anda akan menjadi seorang legenda….”


Meirenyu melanjutkan kata-katanya….


“Lalu Ketika masa itu terjadi Ketika aku menerobos Alam Suci Agung (Saint), maukah anda membawaku Kembali ke Danau Saitani Pari ini nanti?... aku memiliki dendam yang tidak dapat dimaafkan dengan seseorang di kedalaman Danau Saitana Pari ini. Karma ini harus diselesaikan agar aku merasa tenang” Meirenyu menghela  nafas dalam-dalam.


“Sesuatu yang seharusnya menjadi hak dan warisanku telah direnggut oleh sosok itu. Semua milikku telah dirampas dan dimusnahkan. Lalu dia sengaja membuat aku terlunta-lunta tidak diatas danau maupun di dalam danau. Aku hanya boleh berdiam bersama kelompokku di karang-karang terpencil diatas danau. Lalu aku harus menghabiskan waktu beribu tahun menunggu dan mengganggu seseorang yang mencoba melewati danau ini. Itu adalah  hal yang paling hina bagi ras ku dengan menjalani kehidupan diatas perairan dan berdiam sepanjang waktu di karang seperti itu…” nada suara Meirenyu terdengar sedih namun juga terdengar pahit.


   Sima Yong terdiam. Meskipun Meirenyu tidak menceritakan secara detil, namun dia memahami keadaan itu. Amatlah pahit terasa ketika seseorang harus di usir dari habitatnya dan hanya bisa tinggal di tempat yang dianggap kaumnya tempat tercela. Tiada kegiatan lain selain pura-pura bahagia dan mencoba menyanyi dan kembali menyanyi menghibur diri seakan-akan hidup ini baik-baik saja.


“Baik… aku berjanji akan membantu kamu menerobos ke Alam Suci Agung (Saint). Tidak nanti akan kubiarkan siapapun yang loyal denganku akan tersia-sia. Anda dapat memegang kata-kataku ini” Kata Sima Yong.


“Terima kasih tuan…” suara Meirenyu terdengar terharu.


   Lalu Sima Yong merasakan sebuah benda berbentuk kerucut telah berada ditangannya.


“Kerang Mutiara Hitam 5000 tahun???”  batin Sima Yong dengan gembira.


“Benar. Anda dapat menggunakan alat music itu untuk berlatih  Teknik Mistis Centaurus itu. Yakinlah tidak terlalu lama maka anda akan menerobos didalam kekuatan jiwa” Kata Meirenyu.


“Alat Musik Kerang Mutiara Hitam itu kuberikan kepada anda tuan. Alat music itu tidak berguna lagi bagiku. Kehidupanku sebagai siren pengamen jalanan telah selesai. Aku telah memiliki anda sebagai tuan dan akan mengikuti anda” Kata Meirenyu tegas.


   Sima Yong terdiam dan mengucapkan kalimat bahwa diat tidak akan melupakan kesetiaan Meirenyu nanti. Herbal dan pil akan dia buat untuk membantu siren itu menerobos dimasa depan.


******


   Suara music aneh namun mengandung hawa mistis terdengar mengalun di atas Danau Saitani Pari sepanjang malam itu. Penampakan aneh terlihat Ketika hewan-hewan malam, ikan-ikan bergerombol untuk mengikuti kapal roh itu. Tidak jarang diantara hewan malam itu terdengar mengeluarkan suara aneh seperti orang menangis pedih.


   Sima Yong memainkan music mistis kaum centaurus menggunakan alat music kerang Mutiara hitam itu hingga pagi menjelang. Tidak ada sedikitpun dirinya merasa Lelah karena  tidak tidur. Yang ada dia malahan merasa tubuhnya segar dan pikirannya terasa amatlah bersih.


   Tepat Ketika sinar matahari menampakkan wajahnya dari bagian Timur… Sima Yong merasakan suatu keanehan. Ketika itu dia melihat banyak sekali burung-burung kecil yang terbang bergerombol mengikuti dirinya yang bersemedi dikapal. Bahkan kupu-kupu aneh berwarna warni tampak bergerombol mengikuti dirinya. Lalu dari dalam tubuhnya keluar semacam cahaya berwarna warni yang berpendar dan menjangkau kumpulan burung dan kupu-kupu itu.


“Aku suka dengan mahluk manusia itu”


“benarkah kakak?? Dia amatlah tampan”

__ADS_1


“bukan hanya itu saja, dia amat pintar memainkan music. Aku jatuh hati kepada pria itu”


   Suara percakapan diantara burung dan kupu-kupu itu secara Ajaib dapat dimengerti Sima Yong. Dirinya sendiri amat terkejut. Seketika dia sadar dengan kemampuan barunya itu…


“Apakah aku telah….” Buru-buru Sima Yong mengintip ke jiwanya sendiri.


“Wussh….”


   Sima Yong amat terkejut Ketika melihat jiwanya. Sosok jiwanya saat ini terlihat telah bertambah tinggi. Dan jiwa itu sekarang mulai bercahaya berpendar meski tidak terlalu mencolok


“Kekuatan Master Jiwa Saint???” Sima Yong amat gembira setelah menyelidik ke dalam jiwanya sendiri. Ternyata dia telah menerobos Ketika bermain music gubahan kaum centaurus dan menggunakan Alat tiup Kerang Mutiara Hitam kaum Siren.


“Pantasan saja aku mampu memahami percakapan yang dilakukan oleh burung-burung dan kupu-kupu itu”.


   Lalu dia menghentikan meniup alat music Kerang Mutiara Hitam itu. Dengan gembira dia bertanya kepada kelompok burung-burung dan kupu-kupu itu…


“adik burung-burung dan kupu-kupu yang baik. Bolehkah aku bertanya??”


Salah satu burung dengan gembira balas bertanya,


“Kakak yang tampan… ternyata anda dapat berbicara dalam Bahasa kami. Silahkan mengajukan pertanyaan” suara burung itu terdengar merdu ditelinga.


“Kakak ingin menanyakan tentang sebuah pulau yang Bernama Pulau Rahasya Dvipa. Adakah diantara kalian  mengetahui, masih berapa lama lagi kami akan tiba disana?” tanya Sima Yong


   Kelompok burung itu terlihat terperanjat,   lalu burung itu menjawab…


“Tidak sampai tengah hari nanti, kakak Bersama teman-temanmu akan tiba di Pulau Rahasya Dvipa itu. Akan tetapi kami mau meberitahukan sesuatu” wajah burung itu terlihat agak sedih.


“Katakan adik burung yang baik hati…” rayu Sima Yong.


“Kakak harus berhati-hati. Dipulau itu terdapat mahluk jahat yang merupakan kelompok gorgon. Mereka memiliki badan menyerupai manusia, namun kaki mereka menyerupai ular” kata burung kecil itu sambil berkicau.


“Dan mereka dapat mengubah siapapun menjadi batu” teriak salah satu kupu-kupu.


“Tapi kekuatan mereka telah jauh berubah dibanding ribuan tahun lalu. Saat ini kekuatan sihir mereka melemah”.


“Meraka hanya dapat mengubah sesuatu menjadi batu hanya dalam waktu tidak terlalu lama. Akan tetapi kesempatan mengubah mahluk lain menjadi batu adalah kesempatan mereka membunuh mahluk lain” kelompok burung dan kupu-kupu itu berebutan untuk menjawab pertanyaan Sima Yong.


“Mereka tidak dapat dilawan menggunakan kekuatan fisik. Mereka hanya takluk kepada kekuatan sihir” teriak salah satu burung kecil yang teru-menerus berkicau.


   Sima Yong tertawa mendengar suara mencicit ketika burung dan kupu-kupu saling berebutan berbicara. Itu amatlah menggemaskan…


“Karena kalian telah amat baik, maka ijinkan kakak ini memberi kalian hadiah” tangan Sima Yong melambai lalu biji-bijian tanaman roh dan tetesan embun madu yang dipanen dari Domain Pagoda di terbarkan nya kearah kawanan burung dan kupu-kupu itu. Mereka terlihat amat ribut dan gembira Ketika berebutan hadiah yang Sima Yong berikan.


******


“Pulau Rahasya Dvipa telah didepan mata. Sebaiknya kalian semua bersiap karena terdapat kelompok mahluk setengah ular Bernama gorgon yang akan kita hadapi. Jangan memandang mata mereka jika anda tidak ingin diubah menjadi batu” kata Sima Yong.


“Sekali lagi aku harus katakana. Biarkan aku sendiri yang menghadapi mereka. Kekuatan fisik praktisi sekalipun di ranah Alam Pencerahan Suci tidak akan mempan melawan mereka. Mereka hanya takluk dengan kekuatan sihir” Sima Yong menatap Ye Bing Qing dalam-dalam.


Gadis itu menjawab “Aku paham…!!”


   Kelima praktisi itu lalu melompat ke air dan berlari sambil meminjam kekuatan hentakan kaki diair untuk berlari dengan cepat menuju Pulau Rahasya Dvipa. Jika saja ada yang melihat Gerakan kelima praktisi itu, orang akan mengira lima ahli itu tengah terbang diatas air.


   Kapal roh itu lalu lenyap dan menghilang kedalam cincin tata ruang Sima Yong yang tengah berlari diatas air. Hal paling aneh  adalah diri Sima Yong yang tampak seperti terbang diatas air, dan disatu sisi dirinya diikuti oleh ratusan kupu-kupu dan burung-burung kecil berwarna warna. Itu tampak bagaikan dewa-dewa yang tengah bermain di air saja.


*Bersambung*


Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.

__ADS_1


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2