Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Xu Anguo


__ADS_3

"Akan tetapi Patriak Xu,


orang ini masih sedemikian muda. Aku menjadi bertanya-nyata, apakah dia akan mampu menghadapi ahli-ahli yang kemungkinan menghadang rombongan Nona Muda nanti?"


Seorang pria muda usia 32 tahun bernama Xu Anguo, bersuara keras di aula pertemuan Klan Xu, ketika Sima Yong pada akhirnya bertemu Patriak klan itu.


Memang ketika Jin Hua Naynay telah memberi kabar bahwa kepada orang-orang di Klan Xu bahwa anak muda yang akan menjadi pelindung nona mereka, ternyata adalah pria yang sama mempermalukan nona muda Xu.


Tentu saja banyak pihak di Klan itu merasa kurang puas. Sementara dari kalangan senior meski menyimpan ganjalan di hati, mereka merasa segan untuk campur tangan dalam masalah itu, karena aturan Jiang Hu adalah urusan kaum muda biarlah akan diselesaikan diantara sesama orang muda itu.


"Patriak,


ijinkan aku untuk memberi pelajaran kepada anak muda itu.


Klan Xu kami jelas-jelas merasa tidak puas jika adik Lanhua kami dipermalukan seperti itu.


Biarlah Xu Anguo ini akan mengajarkan kepada manusia tidak tahu etika ini, siapa Klan Xu kami"


Patriak Klan Xu itu kemudian senyum-senyum dengan puas. Lalu dia mencoba berkata-kata seolah-olah berda pada pihak yang tidak berdaya.


"Tuan Refiner yang terhormat,


Rupa-rupanya para kaum muda di Klan Xu kami ini demikian penasaran. Seperti apakah kualifikasi yang anda miliki, sampai-sampai Klan Xu kami mempercayakan pengawalan putri kesayanganku ini kepada organisasi anda.


Orang-orang bilang, tak kenal maka tak sayang. Perkenankan salah satu jenius Klan Xu kami ini untuk bertukar pengalaman dengan anda. Anggaplah ini sekedar bertukar pengalaman diantara kalian orang-orang muda" lalu Patriak Xu itu larut di dalam kekeh yang terdengar membosankan.


Masih dalam sopan santun, Sima Yong membungkuk,


"Jika Klan Xu ingin bertukar pengalaman satu dua pukulan denganku yang muda ini..


Ah.. Apalah daya diriku untuk menolaknya? Refiner Jubah Kelabu ini akan mencoba untuk mengimbangi Tuan Xu Anguo. Mohon memberi petunjuk" dia lalu membungkuk, menjura dengan sopan.


"Jika nanti aku tidak menjukkan kemampuanku, Klan Xu ini akan semakin memandang rendah kami Neraka Dunia.


Aku akan melumpuhkan dia dalam sekali serangan" Sima Yong melirik diam-diam, membaca kultivasi Xu Anguo yang berada di ranah SAGE level paling rendah.


"Cabut pedang anda !" ancam Xu Anguo. Dia tidak akan berbelas kasihan kepada pria muda di hadapannya itu.


Seketika sebilah pedang panjang yang berkilauan telah berada di tangan Xu Anguo itu.


Masih dalam wajah yang terlihat ramah, Sima Yong menjawab


"Aku tidak akan mencabut pedang.


Pedang yang aku pakai semuanya adalah pedang yang haus darah.


Pantang bagi pedangku untuk masuk kembali kedalam penyimpanan, jika dia tidak meminum darah dengan mengambil nyawa lawan.


Anda dapat lengsung menggunakan kekuatan tertinggi dari teknik pedang" Sima Yong mengeluarkan Pedang Hitam Immortal yang masih terkunci pada sarungnya. Wajah anak muda kita itu berubah menjadi dingin.


"Sombong !


Hari ini Xu Anguo akan menunjukkan kepada anda, seperti apa teknik pedang tertinggi di Klan Xu kami !"

__ADS_1


Tubuh Xu Anguo lenyap menjadi bayangan. Orang hanya mendengar suara desiran angin pedang diiringi hawa mematikan yang di gunakan Xu Anguo. Dia menggunakan Teknik rahasia Zhui Mo Jianshu atau Seni Pedang Pengejar Iblis. Ini adalah suatu teknik pedang yang mematikan.


"Mati !"


Semua anggota Klan Xu itu telah sedemikian gembira. Selain merupakan jenius pedang paling ditakuti di Klan Xu, semua teknik pedang Xu Anguo adalah teknik pedang rahasia yang hanya diturunkan kepada elit-elit klan saja.


"Anak muda itu pasti mati"


Akan tetapi semua hawa sukacita itu langsung lenyap seketika. Di hadapan mereka terlihat Xu Anguo dengan wajah berkeringat, berusaha menusuk pedang yang tengah di jepit dua jari refiner muda lawannya.


Prang !


Tiga tarikan nafas kemudian, semua anggota Klan Xu melongo, ketika melihat pedang yang di jepit refiner muda itu, terlepas dari tangan Xu Anguo, lalu terlempar tertancap diatas langit-langit aula.


Sementara itu kembali terdengar tiga kali gebukan, disusul tubuh Xu Anguo terlempar beberapa tombak kebelakang. Semua penonton seerti kehilangan kesadaran, menatap nanar dan tidak percaya dengan penglihatan mereka.


"Kejadiannya demikian cepat!


Hanya dalam satu kali pukulan !"


"Sejak kapan dia melakukan serangan? Aku hanya melihat sekilas bayangan, tahu-tahu Xu Anguo telah terlempar mundur"


Xu Anguo sendiri terlihat seperti tidak percaya. Anak muda itu memiliki kekuatan serangan yang demikian besar. Ditambah dengan kecepatan serangannya, tahu-tahu Xu Anguo terlempar, lalu sarung pedang anak muda itu telah melekat di lehernya.


"Jika ini adalah pedang yang terhunus, sejak awal-awal leher anda telah putus"


Sima Yong lantas menarik pedangnya dari leher Xu Anguo. Pria itu buru-buru berdiri dan buru-buru kembali ke tempatnya. Wajah nya merah padam dalam emosi campur aduk yang sulit diterka.


"Apakah sekarang Patriak Xu masih meragukan kemampuan diriku yang muda ini?"


Satu tarikan nafas kemudian, Patriak Xu itu merobah air mukanya dengan wajah seolah-olah gembira.


"Ah...


Siapa menyangka kalau Peringkat Sepuluh Neraka Dunia memiliki kemampuan yang demikian tinggi.


Akhirnya aku merasa putriku akan aman jika Tuan Refiner sendiri yang mengawal iring-iringan itu menuju Balai Pengobatan nanti.


Sebaiknya anda berisitrahat di Pavilliun Klan kami, agar besok pagi-pagi benar anda langsung bersama rombongan pengiring pengantin berjalan berarak-arakan"


Sima Yong tidak menolak penawaran Patriak Xu, lalu dia mengikuti seorang bujang yang mengantarnya ke sebuah pavilliun yang di peruntukan untuk tamu klan.


******


Iring-iringan itu bergerak menuju Kota Keheningan, dimana Balai Pengobatan Klan Xu berada. Sepanjang melewati jalan-jalan di Kota Kuno itu, Sima Yong merasakan banyak sekali tatapan yang diam-diam terkunci kearah rombongan mereka.


"Aku heran sekali.


Ada apa yang berlaku diantara lima Klan Kota Kuno ini? Sampai-sampai Klan Xu sendiri tidak mau menurunkan ahli mereka mengawal putri kesayangan Patriak Xu menuju Balai Pengobatan?


Sebuah aturan yang aneh menurutku"


Akan tetapi Sima Yong pada akhirnya mengucap syukur di dalam hati. Sejak pertukaran pukulannya dengan Xu Anguo kemarin itu, rupa-rupanya cerita tentang dia menaklukkan jenius paling di segani Klan Xu itu menyebar diantara Klan Super lainnya.

__ADS_1


Hal itu menyebabkan perjalanan mereka secara manual menuju Kota Keheningan, tidaklah terlalu sulit. Seperti kebiasaan di Kota Kuno, dimana pengantin perempuan setelah di lepas dari rumah keluarga, dirinya wajib di tandu hingga tiba di tempat pengantin laki-laki nanti.


Memang di dalam perjalanan seharian itu, ada beberapa kali penghadangan yang dilakukan orang-orang tak dikenal. Dalam balutan wajah tersamarkan, mereka mengatakan bahwa penghadangan itu adalah tindakan perampokan.


Namun semua itu dapat Sima Yong halau, sehingga tiga kali penghadangan oleh orang tak dikenal itu, tidak menjadi berarti di bawah pengawasan anak muda itu.


Di Kota Keheningan pada Balai Pengobatan Klan Yu, ketika mereka sampai, Sima Yong pada akhirnya berpamitan kepada Patriak Xu (rombongan ini telah mendahului menaiki kendaraan roh menuju Kota Keheningan dan menunggu iring-iringan manual sesuai adat di Kota Kuno), setelah upacara pernikahan itu telah selesai.


"Patriak Xu pertama-tama aku mau mengucapkan selamat kepada anda !


Selanjutnya aku yang muda ini mau mengundurkan diri. Acara pernikahan antara putri anda denganTuan Muda Klan Yu telah selesai.


Tidak ada lagi yang dapat memisahkan dua muda mudi itu dan anda telah menjadi keluarga dengan Klan Yu.


Harapanku kedepannya Klan Xu anda akan semakin besar setelah terjadi penyatuan dua keluarga ini"


"Ah.. Terima kasih. Terima kasih.


Anda telah demikian baiknya mengawal iring-iringan pengantin itu, padahal seharusnya dengan keahlian anda yang demikian tinggi, itu bukanlah suatu perkerjaan yang pantas bagi anda" kata Patriak Xu. Dia membungkuk memberi hormat, dan di balas oleh Sima Yong.


Ketika Sima Yong akan beranjak pergi, Patriak Xu masih menahannya didalam percakapan,


"Sebentar Tuan Refiner" Sima Yong berhenti dan mengungkapkan raut wajah penuh pertanyaan.


Kata Patriak Xu,


Dalam waktu beberapa bulan kedepan, tepatnya tahun depan nanti, Kota Kuno kami akan mengadakan semacam kompetisi sewilayah utara benua.


Itu adalah perebutan gelar Demigods jenius muda nomor satu." Patriak itu menghela nafas sebentar. Lanjutnya..


"Dengar-dengar..


Hadiah pemenang utama adalah sebuah Relikui kuno yang menjadi peninggalan suatu sekte di jaman purba..


Apakah Tuang Refiner tidak berminat mengikuti kompetisi itu?" nada menyelidik kental terdengar.


"Aku belum memutuskan akan mengikuti kompetisi itu atau tidak.


Dan lagi... kultivasi ku masih setengah langkah di Alam SAGE. Rasanya belum pantas untuk bersaing dengan jenius-jenius muda Demigods Kota Kuno" jawab Sima Yong merendah. Wajah Patriak Xu terlihat seperti raut wajah lega.


"Ah.. Kiranya demikian adanya.


Menurutku dengan kemampuan yang anda miliki, mungkin peluang untuk masuk sepuluh besar ada didepan mata. Akan tetapi kultivasi anda masih demikian rendah bukan?


Sebaiknya biarkan ahli-ahli muda yang telah benar-benar diranah SAGE saja yang saling memperebutkan gelar itu" Patriak Xu manggut-manggut. Sementara Sima Yong terus memasang wajah datar.


"Jika demikian adanya, biarkan aku mundur diri. Masih ada hal yang akan aku kerjakan" anak muda itu lantas meninggalkan Balai Pengobatan. Dia lalu mencari tempat penyewaan kendaaran roh, karena berniat melakukan jalan-jalan wisata menuju Kota Kuno.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2