
Seorang pria muda tampak berlari menyusuri hutan Mor Taure dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dialah adalah tokoh utama kita, Sima Yong yang telah menyelesaikan kultivasinya di Danau Seribu Es.
Sima Yong saat ini telah memiliki kerinduan untuk meninggalkan Domain Dunia Elf untuk menuju Dunia manusia belahan Utara Benua Silver. Kerinduan yang sedemikian besar adalalah keinginginan mengetahui kabar berita tentang Sekte Pedang Awan, disamping itu apakah yang terjadi dengan perkembangan dunia luar di luar sana.
Ketika sima Yong menghadap ke Lady Zhang, dirinya sangatlah terkejut. Lady Zhang memberi tahukan dia bahwa prosesi menutup diri, yaitu selama dia berkultivasi di Danau Seribu Es telah menghabiskan waktu 3 tahun lebih.
Nyata benar bahwa waktu betul-betul berlalu begitu cepat. Dia melewati tahun demi tahun di Danau Seribu Es hingga tanpa terasa dia telah berusia 19 tahun saat ini.
Ketika Sima Yong mengutarakan keinginannya untuk pergi mengunjungi dunia di luar Domai Elf, Lady Zhang masih menahannya dirinya. Masih ada beberapa warisan Teknik yang diperlukan memperkuat kemampuan Sima Yong itu.
Lady Zhang mengajarkan dia sebuah Teknik sihir kuno yang dikenal dengan “Tarian Pecabut Jiwa”. Tarian pencabut jiwa ini adalah salah satu Teknik cabang dari kekuatan mental (sihir) yang telah hilang dari permukaan Benua silver.
Dengan Teknik ini, Wang Yong berlatih bagaimana cara nya melakukan Gerakan, bahkan suara yang mampu menyihir dan mempesona jiwa seseorang. Teknik ini mampu membuat jiwa seseorang serasa terperangkap didalam ilusi Teknik tersebut.
Rapalan mantra yang digunakan didalam Teknik ini adalah rapalan didalam Bahasa kuno yang tidak terlalu sulit untuk Sima Yong terapkan.
Dasar-dasar kemampuan sihir mental telah sangat lengkap dia kuasai. Berikut adalah teknik kemampuan jiwa yang dikuasai Sima Yong,
Kemampuan sebagai symbol master pembuat jimat dan rune kuno.
2.Kemampuan sihir sebagai seorang pemusik setan.
3.Kemampuan oracle jiwa (teknik peramalan jiwa)
4.Teknik terbaru yaitu Teknik Tarian Pencabut Jiwa.
Teknik Tarian Pencabut Jiwa seperti ini sebenarnya dapat digunakan sebagai terapi untuk menyembuhkan jiwa seseorang yang terluka ketika mengalami goncangan atau ketika jiwa terluka didalam sebuah pertempuran.
Rasanya dengan kemampuan Teknik Jiwa (Sihir) seperti itu, Sima Yong bisa dikatakan telah memiliki kemampuan kultivasi jiwa yang sangat menantang surgawi.
Dengan kemampuan kekuatan jiwa sekelas ini dirinya, Sima Yong bahkan dapat bertarung melawan kultivator-kultivator peringkat Alam Raja. Alam Raja adalah ranah kultivasi yang sangat jarang sekali ditemui dibelahan Benua Silver ini.
Sementara itu Baron Wei sendiri masih menambah bekal untuk Sima Yong berupa sebuah Teknik sihir bernama “Teknik ílusi Benteng Musim dingin”. Teknik ini adalah sebuah Teknik pertahanan sihir yang sangat kuat.
Bahkan menurut Baron Wei, seorang praktisi di ranah alam Raja, belum tentu dapat menembus kekokohan Teknik ilusi sihir yang Bernama Teknik Ilusi Benteng Musim dingin.
Sima Yong harus masih berlatih lagi selama 2 bulan di Domain Elf sebelum pada akhirnya diijinkan keluar ke dunia luar.
Sima Yong mencatat semua tugas yang harus di berikan dan harus dia selesaikan,
__ADS_1
Mencari Pedang Kaisar Es yang hilang
Mencari informasi untuk menemukan pembukaan spasial yang berisi warisan-warisan kuno berupa Teknik Pedang ataupun senjata berperingkat Dao.
Pertarungan antar Raja Pedang memerlukan senjata perang peringkat Dao.
Sementara itu, didalam waktu pelatihan di Danau Seribu Es, pemahaman Niat Pedang nya telah memasuk level baru yaitu niat pedang "Pedang Hati Suci". Niat pedang ini adalah peringkat kedua setelah melewati niat dasar niat pedang level 1 sampai level 3.
Ketika akan berangkat meninggalkan Domain Elf itu Baron Wei memberikan hadiah Harpa yang sering dipakai Sima Yong untuk berlatih. Itu adalah sebuah harpa roh peringkat surgawi, dimana harpa ini akan digunakan menemani Sima Yong didalam petualangannya sebagai Raja Pedang.
Well.... rasanya dia harus mulai akrab jika di sebut sebagai Raja Pedang mulai saat ini. Kemampuan dan kualifikasi seorang Raja Pedang benar telah lengkap dia miliki. Bahkan pemahaman niat pedang nya telah berada di level Pedang Hati Suci.
*******
2 bulan tepat setelah Sima Yong menyelesaikan pelajaran terakhir dari Baron wei dan Lady Zhang, dia bergegas menyusuri Sungai Niire untuk menuju portal tempat dimana terdapat keluar dari Domain ini. Dan Ketika pada akhirnya Sima Yong keluar melewati portal itu, dia tiba di danau tenang Bing Jinglin.
Elf nelayan yang bernama Yuan Dewei di danau Bing Jinglin tidak mengenali dirinya sama sekali. Yang ada bahkan Yuan Dewei terlihat begitu hormat kepada Sima Yong karena penampilan dan cara berpakaian Sima Yong terlihat seperti Elf dari kalangan bangsawan.
Setelah salin menyapa memberi hormat, Sima Yong meninggalkan Danau Bing Jinglin setelah memperkenalkan dirinya Bernama Sima Yong kepada nelayan Elf itu.
Kain hasil tenun itu kemudian di jahit secara sihir oleh Elf penenun. Teknik menjahit adalah sama yaitu menyanyikan senandung sihir yang membentuk busana. Alhasil setelah semuanya rampung pakaian semourna kaum Elf yaitu sebuah tunik Panjang kedodoran ala Elf. Warna hijau pupus yang terlihat indah namun tidak terlalu mencolok mata.
Busana yang dikerjakan menggunakan nyanyian sihir Elf itu adalah sebuah pakaian Roh yang akan selalu mampu membersihkan diri sendiri. Pekerjaan seperti harus mencuci pakaian tidak diperlukan lagi. Bagaimana dengan warna? Warna hijau pupus itu juga menjadi awet karena teknik pewarnaan juga dikerjakan dengan nyanyian sihir Elf.
Sima Yong lalu mengenakan Topeng Giok Ungu untuk menutupi wajahnya. Saat ini dengan penampilan fisik yang lebih mirip kaum Elf, terasa akan sangat mengganggu dirinya ketika Kembali berada di Dunia kaum manusia.
Sementara rambutnya yang berwarna kelabu cerah keperak-perakan itu dibiarkan jatuh tergerai dan sebuah diadem berwarna putih tipis menghiasi kepalanya (diadem adalah semacam ikat kepala dari pita).
Sima Yong diwajibkan menggunakan diadem (pita kepala semacam mahkota) untuk menunjukkan bahwa dia adalah bagian dari bangsawan Elf.
Dengan penampilan seperti itu, wajah Sima Yong meskipun tertutupi dengan Topeng Giok Ungu, namun tidak dapat menutupi penampilannya yang terkesan sebagai seorang kaum bangsawan.
Sima Yong melangkahkan kakinya memasuki Kota Morning star setelah keluar dari Hutan Fairy Cliff. Kota yang biasanya ramai itu kali ini terlihat sedikit sunyi. Hal itu membuat hatinya bertanya tanya.
Tidak banyak terlihat orang yang berkeliaran untuk melakukan kegiatan pada hari itu. Apakah penyebabnya?? Sima Yong menjadi makin penasaran.
Dia kemudian mampir di salah satu rumah makan di Kota Morning Star. Ketika duduk dan disodori menu yang akan dipilih, tanpa ragu Sima Yong memesan satu mangkuk mie sayuran tanpa daging, dua bakpao tanpa isi apapun dan dan sekendi air dingin.
Kebiasaan bertahun-tahun selama di Domain Elf membuat Sima Yong menjadi tidak bisa lagi menikmati hidangan yang terbuat dari bahan daging dan ikan.
__ADS_1
Pelayan tersebut sedikit heran melihat pria bangsawan dengan pesanan yang sama sekali tidak terdapat bahan dari daging. Akan dia berusaha tidak terlalu menampakkan keheranan. Dengan cepat dia berbalik dan mempersiapkan hidangan sesuai pesanan Sima,Yong.
Sima Yong lalu memperhatikan sekeliling, menilik keadaan didalam rumah makan yang cukup besar itu. Terdapat tidak lebih dari sepuluh orang yang terdiri dari 3 kelompok yang semuanya terlihat seperti kaum praktisi bela diri.
Ketika Sima Yong menunggu makanan yang telah dia pesan, tiba-tiba sebuah suara memecahkan keheningan didalam rumah makan itu,
“Hmm… seseorang yang berpenampilan bagaikan seorang bangsawan. Akan tetapi tidak mampu membeli makanan”
Seorang pria mengenakan pakaian ketat bertubuh tinggi duduk berkelompok di depan Sima Yong tertawa terbahak-bahak.
Bahkan teman dari pria kekar itu yaitu pria bertubuh kurus menambahkan kata-kata sindiran seperti ini,
“Kelihatannya Kekaisaran Great Ying ini memang tidak terlalu Makmur seperti yang diceritakan khalayak ramai”
"Pantasa saja penduduknya tidak terlalu kuat didalam kemampuan bela diri"
Kelompok mereka yang terdiri dari tiga orang itu bercakap-cakap dengan keras seakan menganggap hanya mereka saja yang ada didalam rumah makan tersebut.
Salah seorang diantara ketiga orang itu kelihatan menutup wajahnya dengan dou peng (semacam topi Jerami yang terdapat kain tipis untuk menyenmbunyikan wajah).
Sima Yong terlihat tidak memperdulikan mereka bertiga yang menyindir dia karena memesan makanan sayuran mie dan air dingin biasa. Memang makanan jenis itu biasanya hanya di,konsumsi oleh kaum pertapa atau kaum penganut agama tertentu saja.
Ketika makanannya datang, Sima Yong menyantap habis semua makanan yang dihidangkan. Kemudian setelah selesai dengan administrasi makanannya dia pergi mencari tempat untuk menginap. Pilihwnnyw jatuh pada sebuah penginapan yang cukup besar dan merupakan terbaik di Kota Morning Star.
*******
Malam menjelang, ketika hanya terdapat cahaya rembulan yang bersinar menerangi dunia. Sima Yong berkelebat keluar dari penginapan. Sosoknya nampak begitu luwes dan sangat ringan sekali melompati atap demi atap perumahan di Kota itu. Semua gerakannya sama sekali tidak menimbulkan suara. bahkan kibaran pakaiannya yang tertiup angin itu, seakan di redam oleh sesuatu.
Sima Yong menutupi semua tubuhnya dengan aura sihir Elf. Bahkan jika seseorang menatap kearah atap atap rumah itu, yang terlihat hanyalah sebuah asap tipis serupa kabut yang bergerak ditiup angin. Sama sekali tidak akan membuat orang curiga.
Sima Yong terlihat menuju ke sebuah rumah terbesar di Kota yang sepertinya merupakan rumah Walikota Kota itu.
Dari percakapan dengan pelayan di tempat dia menginap, Sima Yong mengetahui bahwa keadaan di Kekaisaran Great Ying saat ini sedang dibawah pengawasan ketat Kekaisaran Xue Chang.
Kekaisaran Xue Chang dengan bantuan beberapa praktisi dari Ras iblis saat ini tengah merongrong semua sekte dan Kekaisaran Great Ying. Upeti berupa Batu Energi selalu diminta sebagai upeti setiap bulan.
Bahkan Kekaisaran Xue Chang telah berniat untuk menjajah secara langsung Kekaisaran Great Ying guna menguras habis semua sumber daya di negri ini. Pemuda-pemuda yang memiliki bakat dalam kultivasi, rata-rata di bunuh demi menyingkirkan bibit berbahaya yang akan mengancam Kekaisaran Xue Chang.
Sepertinya perang akan terjadi diantara kedua negri itu, karena perkumpulan tujuh sekte besar Kekaisaran Great Ying tidak terima dengan niat penjajahan. Mereka berniat untuk berontak dan mengadakan perang melawan kekaisaran Xue Chang.
Tiga orang pria yang ditemui Sima Yong di rumah makan siang tadi adalah utusan Kekaisaran Xue Chang untuk mengawasi dan mewakili kekaisarannya di Kota Morning Star. Salah satu diantara tiga orang itu (yang mengenakan dou peng) adalah utusan dari ras iblis untuk mendukung kekaisaran Xue Chang. Dan mereka bertiga menginap di kediaman Walikota Kota Morning Star.
Sima Yong menjadi tertarik dan berniat untuk memata-matai mereka bertiga. Dia ingin mencari tahu tentang perkembangan yang terjadi antara Kekaisaran Great Ying dengan Kekaisaran Xue Chang.
__ADS_1
*Bersambung*