
"Apa yang terjadi? Jelaskan dengan singkat masalahnya ..." Wajah Patriak Xie terlihat berubah. Dia sepertinya tidak senang, ke- nikmatannya berpesta terganggu oleh teriakan dukun itu.
"Fragmen kaki Qilin itu... maksudku ketika aku mencoba menempa dua beda artefak itu menggunakan kekuatan jiwa, maksudku aku bermaksud untuk menyatukan fragmen artefak itu dengan artefak cacat di ruang penyimpanan...." Aqildi Ayel bersuara dengan kata-kata kacau karena gugup dan gemetar.
"Ternyata setelah artefak itu melebur, kekuatan jiwaku tak sanggup untuk menyatukan kembali dua artefak menjadi benda yang utuh. Di perlukan kekuatan jiwa yang lebih kuat dibanding Master Jiwa surgawi milikku" Shaman itu tertunduk lesu.
Artefak fragment itu adalah hadiah dari Sekte rahasia 1000 Pedang Abadi di Utara. Tentu saja dua benda itu adalah barang langka. Dan dia, Aqildi Ayel telah merusak benda artefak itu?
Jelas-jelas Patriak Xie menjadi naik pitam. Suasana pesta resepsi yang ramai itu seketika terdiam. Tidak ada seoang pun yang berani bersuara.
Dengan wajah yang terlihat berusaha menahan emosi, Patriak Xie berkata pelan,
"Lantas... apakah tidak dapat di lakukan perbaikan atas artefak yang setengah jadi itu?" dia merenung sebentar
"Aku takut... kalau-kalau karena kelalaian anda menyatukan dua artefak itu, maka Suku Wu Yi kita ini akan terkena kutukan mahluk Qilin... jika benda-benda roh itu tidak segera di perbaiki" Wajahnya telah memerah.
Dengan hati-hati Aqildi Ayel memberi saran,
"Ku dengar... di Wilayah Tengah terdapat sebuah Sekte Peringkat Sembilan yang merupakan keturunan Jingling. Konon mereka adalah ahli refiner terbaik wilayah Tengah. Jika aku diijinkan, aku akan mengunjungi Klan Hui Tianshi itu dan meminta ahli mereka menyatukan kembali dua artefak itu"
Aqildi Ayel berdoa dalam hati. Semoga saja Patriak Xie tidak menjadi marah dan memberinya kesempatan untuk menebus kesalahannya itu.
"Anda bermaksud untuk mengunjungi Sekte Hui Tianshi itu? Tidak tahukah anda kalau sekte itu tidak pernah mengijinkan seorang pun untuk masuk kedalam domain mereka?"
"Bahkan aku sendiri ketika berkunjung dan ingin bertemu pemimpin mereka Master Huang Chi, aku hanya diijinkan berdiri di muka gerbang portal" Patriak Xie Sying mulai memperdengarkan suara gusar. Dia mulai berpikir kalau-kalau dukun itu sama sekali tidak kompeten.
Buru-buru Aqildi Ayel menjawab,
"Jikalau demikian, ijinkan aku untuk pergi ke Kota Kuno dan menemui ahli-ahli refiner di negri Utara sana"
Wajah Patriak Xie tampak semakin gelap.
"Anda akan membawa benda artefak itu ke Kota Kuno di Utara? Lalu jika anda membawa mereka untuk dilakukan renovasi, siapa yang akan bertugas menjaga Kuil Sekte? apakah anda tidak takut jika Dewa marah lalu mengutuk suku ini? Siapa yang akan memimpin ritual permohonan maaf nanti?"
__ADS_1
Aqildi Ayel kini membeku. Seandainya dia sejak awal mengatakan bahwa kekuatan jiwanya tidak akan mampu untuk menyatukan dua artefak itu, masalah serumit ini tidak akan muncul.
Suasana pesta yang tadinya penuh kegembiraan, kini berubah suram. Semua orang terdiam. Sampai-sampai dua pengantin itu pun yang seharusnya bergembira di hari istimewa mereka, kini terlihat muram. Namun siapaka yang berani melawan angkara sang patriak?
Ketika semua orang tengah terdiam melihat suasana yang tegang itu, sekonyong-konyong sebuah suara terdengar memecahkan suasana beku itu,
"Jika aku menawarkan diri untuk memperbaiki dua artefak yang terlanjur lebur itu, apakah kalian akan percaya dengan kemampuanku?"
Semua mata seketika tertuju dari mana suara itu berasal. Sima Yong berdiri dari arah mana suara itu berasal. Dia memperlihatkan wajah yang agak malu karena merasa, semua mata terarah kepadanya.
Mata Aqildi Ayel melotot dalam raut tidak percaya.
"Bocah ini terlalu muda untuk memiliki kekuatan jiwa di ranah Master Jiwa SAINT. Apakah dia bermaksud untuk meremehkanku dengan menawarkan diri seperti itu" Aqildi Ayel berubah menjadi tidak senang ke Sima Yong.
Beda hal nya dibanding Aqildi Ayel. Patriak Xie sebaliknya menatap penuh kekaguman kearah Sima Yon. Sejak awal dia sudah curiga dengan anak muda ini. Selain kultivasinya yang tinggi, ternyata anak muda ini memiliki sedikit keahlian sebaga master kekuatan jiwa.
"Apa maksud mu anak muda? Apakah kamu adalah seorang ahli refiner?" nada kurang senang terdengar didalam suara Aqildi Ayel ketika dia menegur Sima Yong.
"Apakah anak muda ini memang memiliki kemampuan sebagai refiner? Tentu saja Klan Qilin kami tidak akan keberatan jika anda ingin membantu"
"Namun, mohon kiranya anda menunjukkan kemampuan kekuatan jiwa anda agar aku percaya menyerahkan tugas ini kepada anda" sela Patriak Xie.
Tampak bayangan Aqildi Ayel melompat kearah lingkaran api unggun yang tadinya dipakai orang-orang bernyanyi...
"Ijinkan aku untuk menguji kekuatan jiwa anda anak muda. Jika aku kalah dalam uji kemampuan ini, maka tugas menyatukan dua artefak ini akan aku relakan di kerjakan anda" Aqildi Ayel di dekat api unggun yang bernyala-nyala itu.
Patriak Xie sendiri tidak berusaha menahan tindakan dukun suku itu. Dia ingin melihat sendiri kekuatan jiwa anak muda yang telah mempesona nya sejak awal itu.
Sima Yong berusaha agar tetap terlihat low profil, dia hanya berjalan santai menuju arena di mana Aqildi Aywl berdiri. Tanpa diminta, semua orang langsung membentuk lingkaran dan mengelilingi mereka berdua. Uji kemampuan diantara dua orang yang memiliki kekuatan jiwa itu menarik perhatian semua orang.
"Aku akan memulai..." kata Aqildi Ayel memberi peringatan.
Ketika dukun itu memulai serangan jiwa, tampak sebuah mahluk raksasa berwujud ular terbentuk dari asap di hadapan Aqildi Ayel.
__ADS_1
"Sssshhh.."
Dengan suara yang terdengar seperti ular mendesis, dukun Suku Wu Yi itu memerintahkan ular ilusi itu untuk menerkam Sima Yong.
Semua orang menjerit tertahan ketika melihat ular raksasa itu membuka mulutnya dan siap menelan Sima Yong.
Akan tetap Ye Bing Qing yang menonton pertarungan itu tertawa dengan nada menghina,
"Dukun itu hanya mencari mati, jika saja Saudara Yong berniat jahat, dia pasti telah mati sejak awal membentuk ular itu"
Orhideya yang sangat mengetahui kemampuan ilusi dukun mereka, jelas-jelas sangat khawatir dengan keselamatan Sima Yong. Dia tidak percaya dengan kata-kata Ye Bing Qing..
"Kakak Bing Qing, jangalah anda bercanda. Saudara Yong tidak akan mati percuma bukan? Aku sangat khawatir sekali. Kemampuan sihir Aqildi Ayel adalah yang terbaik di Barat Laut sini"
Dengan wajah acuh tak acuh Ye Bing Qing menjawab santai.
"Kamu dapat menyaksikan sendiri, tidak sampai hitungan ke tiga nanti... Aqildi aye, dukun perempuan itu akan terkapar meminta ampun" suara dengusan hinaan terdengar keluar dari hidung Ye Bing Qing.
"Aarrrgh....." Aqildi Ayel menjerit dengan sangat keras, tatkala Ye Bing baru saja akan memulai hitungan pertama.
Semua orang menyaksikan dengan mata kepala sendiri, ketika ular raksasa itu akan menelan Sima Yong, anak muda itu hanya mengangkat telunjuknya lalu ilusi ular itu berubah menjadi kepulan asap hitam yang dengan agresif berbalik menyerang dan menelan dukun Suku Wu Yi itu.
Suara-suara bernada terkejut dan tidak percaya terdengar ketika dalam gerakan yang cepat, asap hitam itu telah pudar menyisakan sosok Aqildi Ayel yang terkapar dengan mata terbuka, menyisakan wajah pucat penuh rasa takut. Tubuhnya menggigil ketakutan.
Saat itu secara tiba-tiba, hawa berubah menjadi bertambah dingin lagi. Saking dinginnya semua orang merasa menggigil...
"Anak muda ini memiliki kekuatan jiwa peringkat DAO" PatriakXie sangat terkejut sekaligus gembira. Artefak itu dapat di betulkan dengan kekuatan sebesar ini.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1