Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perang Suci di mulai


__ADS_3

"Apakah kamu mempunyai berita terkini sehubungan dengan Perang Suci itu? Seorang penyihir Fey bertanya pada kawannya yang juga penyihir. Dua orang itu duduk makan dan minum sarapan pagi di kedai Istaana Kelezatan, bagian barat Tanah Selubung.


Makanan di depan mereka kenyataannya hanyalah selingan, sementara yang utama di perbincangkan adalah Perang Suci Relikui Naga. Dua penyihir ras Fey, sama seperti penyihir lainnya, tengah menanti-nantikan kabar berita tentang siapa-siapa saja Roh Pahlawan yang akan bertarung bersama master mereka di perang suci.


Bagi mereka, menyaksikan pertarungan yang melibatkan sihir kuat dan pelayan-pelayan roh yang diperbudak oleh sang master.. Membuat semua orang yang bergelut dalam jalur kultivasi magic, merasakan adrenalin yang meningkat dialam diri, juga dengan jantung yang berdetak kencang di dada. Bagaimana tidak? Teknik pengendalian roh yang di lakukan master-master kuat itu akan menjadi petunjuk bagi mereka - penyihir - untuk referensi menjadi penyihir yang lebih kuat lagi.


Juga dimata semua penyihir, adalah bukan hal yang mudah untuk menjadi sosok agung, sang master - yang di tunjuk oleh Relikui Naga secara langsung, Melalui Mantra Perintah di tangan, dapat memanggil roh mitology untuk di jadikan pelayan.


"Ku dengar seseorang dari ras Fey kami telah berhasil memanggil roh pahlawan kelas Berserker !"


"Benarkah? Itu berarti bahwa perang akan di mulai. Lalu mengapa kita masih duduk-duduk santai di tempat makan ini? Mari kita bergegas ke Gurun Tak Bertepi. Aku tak mau ketinggalan melihat pertunjukan langka itu !"


Dua Fey itu lantas meninggalkan kedai makan dengan terburu-buru. Ketika keduanya tiba di dermaga dimana tempat puluhan kapal-kapal kecil biasanya terlihat bertaburan menyeberangkan orang ke seberang, tempat pintu gerbang memasuki Gurun Tak Bertepi, kini kosong melompong. Hanya ratusan orang yang gelisah menanti datanganya kapal berikut diatas dermaga. Kedua nya seketika menjadi terkejut.


"Apa? Ribuan orang seperti ini, masih antri menunggu kapal dari seberang datang lalu akan mengangkut kita?" pekik Fey penyihir yang bersama kawannya dari kedi makan.


"Kita akan telat menyaksikan pertunjukan itu" jawab temannya penuh sesal.


Lalu di tengah-tengah kegalauan penyihir-penihir itu, tiba-tiba mereka melihat ada penyihir maupun magus mengucapkan mantra magecraft, yang mengubah kertasi origami yang di bentuk seperti kapal-kapalan, di ubah menjadi besar dan mampu menampung sekitar lima penyihir didalamnya, lalu penyihir dan magus itu memanggil angin dari atas kapal kertas, memerintah angin meniupkan kapal mereka berlayar menyeberang ke daratan sebelah.


"Bukankah ini ide yang menarik?"


Lalu satu demi satu Magus dan Penyihir itu mulai meniru, membuat kapal-kapalan dari kertas origami di dalam saku, dan mengubahnya menjadi kapal kertas yang menampung beberapa orang sekaligus.


Kini danau itu pun berubah pemandangannya, bukan lagi dengan pemandangan kapal-kapal pengangkut yang biasanya menyeberangkan penyihir, melainkan kini terlihat kapal-kapal kertas warna warni yang melaju cepat, ketika penyihir magus memanggil angin dan membawa kapal kertas ke dataran sebelah.


******


Matahari belum lagi panas menyinari gurun berpasir keputihan itu. Udara masih menyisakan hawa dingin, sisa kebekuan pada malam sebelumnya di Gurun Tak Bertepi itu.


Udara dan hawa di gurun memang ekstreem sekali. Pada siang hari amatlah menyengat seperti mampu membakar kulit manusia, namun akan berubah ekstreem menjadi dingin sekali sampai-sampai seperti mampu membekukan darah mahluk hidup sekalipun.


Meskipun matahari belum lagi terik dan memiliki kemampuan untuk memanggang apapun diatas pasir kkering itu, namun ribuan manusia - fey - dark elf dan imp yang datang di Gurun Tak bertepi, rata-rata telah mengenakan pakaian yang berwarna putih untuk berjaga-jaga. Warna putih amatlah manjur untuk memantulkan sengatan sinar matahari - itu adalah teori kaum penyihir.


Ribuan penyihir berbagai ras itu ribut saling memperbincangkan master-master yang telah berada di lokasi Gurun Tak Bertepi, duduk di atas panggung-panggung (ada tujuh panggung) yang terpisah satu sama lain - yang menuliskan nama-nama kelas roh mereka dengan huruf besar-besar :


"Master Assasin (pembunuh), Caster (penyihir), Rider (pengendara), Saber (ahli pedang), Lancer (ahli tombak), Archer dan Berserker (pengamuk brutal)".

__ADS_1


Di salah satu panggung yang tertulis besar-besar "Master Saber". Di sekeliling panggung banyak sekali panji-panji yang berkibar, menampilkan warna-warna mencolok, terlihat berdiri dengan angker dua sosok dalam diam tak bergerak.


"Penyihir ras Fey bernama Ba Ying itu memanggil Roh ahli pedang kuno bernama Watanabe Tsuna. Konon pedang nya yang diberi nama Pedang Matahari Hilang, mampu membelah langit"


"Hmm aku sangsi. Bukankah dia, saber itu tidak menguasai sihir? Pedang tanpa sihir, lalu berhadapan dengan ahli-ahli yang di sebut Magi, sesungguhnya dia akan repot sendiri tatkala magecraft pelindung dilemparkan padanya?.."


"Ah... Anda pelupa rupanya. Bukankah master yang mendampinginya seorang penyihir? Untuk apa dia belajar sihir? Kalau masternya sendiri adalah seorang ahli sihir?"....


Lalu orang-orang mengalihkan pandangannya ke panggung yang satunya yang tertulis Master Caster. Terlihat berdiri satu Imp yang menurut cerita bernama Xue Man dengan tombak trisulanya. Disamping Xue Man juga berdiri satu perempua cantik, dengan wajah asing namun sangat memesona.


Setiap kali perempuan asing itu melirik kesana-kemari, jantung pria-pria yang kebetulan bertatapan dengannya seperti ditarik-tarik, seperti logam di hadapkan dengan sepotong magnet kuat. Semua menduga itu adalah Castor atau penyihir yang kuat.


"Dia si imp itu tidak terlalu istimewa bukan? Kulihat kemampuan bela dirinya kategori biasa-biasa saja. Namun mengapa dia yang di pilih relikui untuk menjadi seorang master? Hal ini lah yang selalu mengganjal di dalam hati ku.


Imp yang kekuatan beladiri nya standar serta pemahaman sihir yang minim, mengapa selalu dipilih oleh Relukui Naga?"


"Namun lihatlah.. Dia berhasil memanggil roh dari kalangan Caster (penyihir) yang bernama Kirke keturunan Dewa Matahari.


Bukankah itu hebat? Satu mahluk yang lemah pemahaman sihirnya, justru menjadi master dari satu penyihir legendaris... Ckck aku sungguh tidak percaya hal ini"


******


Di panggung sebelahnya lagi, di panggung bertuliskan Master Lancer terlihat seorang dark Elf dengan senjata sihir pedang.


"Dark Elf itu bernama Hu Xiu. Dia berhasil memanggil seorang ahli tombak mistis bernama Enkidu dari jaman Mesopotamia kuno"


Mata penonton terbelalak, terbuka lebar ketika melihat ahli tombak dari jaman Mesopotamia kuno itu. Mereka pernah membaca dari teks-teks lama, bahwa Mesopotamia kuno berada di benua yang jauh,


Dimana peradaban modern dan kuno sama-sama berkembang disana. Lebih-lebih lagi semua penonton amat terpesona melihat roh bernam Enkidu itu. Dia memiliki badan tegap kokoh, namun wajahnya amat cantik seperti perempuan paling cantik, dengan rambut tergerai lepas tanpa diikat sama sekali.


Panggung selanjutnya bertuliskan Master Archer - Ahli panah, berdiri seorang Magus ras manusia bernama Dugu He. Dia bersenjata tongkat sihir, sementara roh pahlawan yang mendampinginya adalah seseorang yang terlihat berwibawa seperti raja-raja, yang membawa sejumlah anak panah di punggung dengan senjata panah emas. Konon roh pahlawan itu adalah seorang kaisar jaman kuno bernama Qin Shi Huang.


Di panggung berikutnya berdiri satu penyihir Fey bernama Xing Tian. Dialah master bersenjata sihir pedang, yang juga yang menguasai roh pahlawan Berserker bernama Odin. Berserker nya terlihat menyeramkan dengan postur kekar setinggi 2 meter lebih. Odin si berserker berpakaian berbalutkan pakaian dari kulit serigala (wolfskin) - sehingga kesan magis kentara menyeruak dari dirinya.


Terakhir di panggung paling ujung bertuliskan Master Assasin, satu sosok pria muda yang mengenakan jubah hitam panjang, bertutupkan tudung namun tidak menyembunyikan aura wajahnya yang tampan.


"Nama nya adalah Sima Yong, seorang Magus dan juga ahli pedang saber. Sepertinya dia adalah salah satu yang terkuat dalam peperangan ini"

__ADS_1


"Apakah anak kecil itu adalah Assasin pahlawan rohnya?"


Sementara itu stand-stand judi taruhan sangat ramai di kunjungi oleh Kaum Magi yang meulai bertaruh dengan manna biru atau juga ramuan langka, bahkan pil-pil alkimia langka, turu di gunakan sebagai alat taruhan


Pembicaraan-pembicaraan dan keributan-keributan kecil ketika mulai memasang taruhan terhenti seketika, tatkala semua mendengar suara yang di kumandangkan penatua dari Kumpulan Kuil organisasi aliansi para Magi.


"Perang Suci Relikui Naga akan dimulai !"


"Arena terbuka lah !"


Rrrrrr ! Bunyi udara dalam gemetar, lalu penampakan retak-retak memenuhi sepanjang mata memandang, di akhir bunyi dengan suara berkertak-kertak terdengar di seluruh Gurun pasir.


Satu arena yang sangat besar dan luas lantas terbentuk, keluar dari dari retakan, dan kini kokoh berdiri di depan semua penonton. Arena itu didalam nya seperti labirin-labirin lebar, yang semua nya dikerjakan secara sihir dan menggunakan array, sehingga ketika para master berada di dalam arena labirin, mereka tidak akan merasa kekuarangan ruang untuk bertempur hebat.


Lalu di iringi bunyi 'blep' sosok-sosok master sihir bersama roh pahlawan mereka lenyap dari panggung, dan semua penonton dapat menyaksikan lewat semacam monitor raksasa (dikerjakan menggunakan sihir) masing-masing dari tujuh master itu berada di sudut berbeda di dalam labirin. Saling berjauhan.


"Perang dimulai ! Setiap master dapat melakukan aliansi dengan master dan roh pahlawan mereka. Namun selalu diingat, hanya akan akan ada satu pemenang, bukan aliansi pemenang. Semua harus menaklukkan lawan mereka, Hidup atau mati !"


******


Sima Yong berada di lorong labirin yang gelap itu, Pedang Suci emas yang merupakan pedang sihir erat berada di genggamannya. Pedang emasnya itu akan berfungsi sebagai senjata pertempuran, juga untuk memperkuat mantra sihirnya atau magecraft nya.


"Lakukan tindakan mata-mata tentang kondisi di depan !" titah Sima Yong.


Nevertary langsung menghilang menjadi asap hitam mendengar perintah masternya, menyisakan desiran angin beraura kejam mencekam. Sima Yong berjalan pelan-pelan menyusuri labirin dengan serius, bersikap berhati-hati kalau-kalau terjadi serangan tiba-tiba dari pihak lawan.


Nevertary sebagai Assasin memiliki kelebihan menghindar dari deteksi secara sihir. Assasin mahir membunuh diam-diam dalam kegelapan, bersembunyi dalam bayangan, dan sangat mahir dalam tindakan mata-mata. Namun sebagai Assasin dia lemah ketika berhadapan dengan seorang Roh Pahlawan atau master sihir yang kuat.


Beruntung sebagai master dari Nevertary - Sima Yong seorang Magus yang sangat kuat dengan kemampuan merapalkan magecraft langka karena kekuatan sihirnya sebagai Master Jiwa peringkat Dao.


"Mungkin jika aku memenangkan relikui ini, kekuatan jiwa ku akan meningkat menjadi Master Immortal"


Tiba-tiba asap hitam mengepul di depan Sima Yong, suara Nevertary berbisik,


"Di depan sedang terjadi pertempuran antara kelompok Berserker melawan Caster.."


Sima Yong lantas berlari-lari di sepanjang lorong labirin hitam itu, dia mengikuti gulungan asap hitam yang bergerak cepat kedepan. Ia ingin melihat seperti apa pertarungan antara dua roh pahlawan bersama master mereka.

__ADS_1


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2