Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Seorang Magus Tua


__ADS_3

Sesuai teori yang di ajarkan oleh Aqildi Ayel, sebaiknya dia jangan menatap kearah sesuatu yang dingin itu, jika tidak ingin mahluk itu menunjukkan wujudnya. Akan tetapi bukannya takut dengan suara kuno yang bergema dingin di telinganya, anak muda itu berkata keras-keras.


"Aku akan menatap mu hai mahluk tak diinginkan !. Tunjukkan wujudmu monster jahat yang di panggil dari neraka yang tak di inginkan dunia ini !"


"Sesuai keinginanmu !" gema kuno itu terdengar membahana.


Angin musim gugur bertiup dari utara, membawa aroma tanaman-tanaman hutan, seolah menambah rasa menggigil ketika dekat dengan sesuatu yang dingin itu.


Phoenix yang membawa Sima Yong seketika terjatuh kebawah, diatas rerumputan yang hanya beberapa jengkal dari posisinya melayang, bergulingan berpiutar-putar. Aura kebahagiaan dan semua semangat Phoenix itu telah di renggut oleh sesuatu yang dingin itu.


Lalu sesuatu dingin itu menampakkan diri, makin lama makin jelas, muncul dari ketiadaan di balik kabut-kabut malam. Dia berpostur tinggi seperti raksasa yang paling tinggi, terbalut jubah hitam jelek yang sudah terlihat amat usang dimakan waktu.


Wajahnya begitu jelek, tertutup kerah tinggi dan tudung rombeng berwarna hitam pudar yang berusaha diangkat tinggi-tinggi untuk menyembunyikan hawa kebusukan dan kekejian di wajah yang memang sudah mengerikan itu.


Wajah itu seperti terbuat dari tulang-belulang yang demikian tua dan hampir lapuk, yang dihiasi gigi-gigi panjang bergusi gelap. Lubang hidungnya hanya segaris, mirip daging yang diiris pedang pendek. Matanya tidak berwarna sama sekali, hanya putih seperti warna kematian. Tubuhnya kurus kering sehingga tampak seperti satu kumpulan tulang-tulang mayat.


Sesuatu yang dingin itu lalu mengulurkan tangan dengan cepat ke arah Sima Yong, seolah ingin merobek-robek lalu menyanta anak muda itu. Tangan terlihat pucat mengerikan sepucat bulan, terjulur dengan taring-taring panjang menebar aura hitam keluar dari kuku-kukunya, gelap dan mematikan.


Serangan mematikan mengandung hawa mistis itu tidak mengandung hawa murni atau energi Qi atau apapun yang di gunakan mahluk-mahluk dunia ini ketika menyerang. Serangan mematikan itu membawa hanya kekuatan sihir gelap yang asal nya dari dari dalam neraka bahkan dari kerak-kerak lapisan paling dalam, yang tak akan sanggup di halangi oleh Ahli-ahli peringkat paling atas sekalipun.


Wush !


Sima Yong berkelit, berputar indah di udara dengan tangan menggenggam erat-erat Pedang Emas Suci yang berkilauan memancarkan cahaya keagungan.


Sreet !


Taring-taring tajam di kuku mahluk dingin itu mencoba menggores untuk memotong tangan Sima Yong. Ketika tangannya menghindar, kekuatan sihir jahat membuat gerakan Sima Yong melambat. Sima Yong berputar refleks.


Kuku bertaring ngeri itu gagal merobek tangannya, tapi berhasil menggores dadanya. Bunyinya demikian mengerikan terdengar menyerupai bunyi logam tajam di gores panjang-panjang di besi, tatkala ketika kuku itu menggores dada Sima Yong. Kekuatan aneh mematikan yang membius membuat Sima Yong lengah sampai tergores.


"Celaka ! Aku lupa, kekuatan mahluk ini bukan berasal dari kekuatan dunia ini. Aku hampir saja mati" gumam Sima Yong, keringat dingin menetes di kening nya.


Beruntung dia telah mengenakan Rompi Emas Suci yang di peruntukan menjadi Pertahanan terhadap kekuatan sihir terlebih dahulu. Hanya jubah kelabunya saja yang di hajar mahluk itu. Padahal SIma Yong sangat suka dengan jubah kelabu yang dibuat dan di sulam khusus secara sihir oleh Kaum Elf di Sekte Malaikat Kelabu. Kini jubahnya terlihat usang, melambai-lambai tertiup angin akibat sobekan taring.

__ADS_1


Mahluk jelek itu, maksudnya Chuluu itu tersenyum mengejek. Bibir jeleknya melengkung menambah seram wajahnya lalu berkata,


"Kamu tidak dapat mengalahkanku manusia !. Tidak seorangpun di dunia ini dapat mengalahkan ku !" ejeknya. Wajah itu bertambah jelek saja.


Sima Yong yang telah pulih dari keterkejutannya. Lalu ikut-ikutan tersenyum mengejek, jawabnya..


"Benarkah? Kata-kata tiada artinya, sebelum kamu merasakan ketajaman Pedang Suci ini"


"Mari kita ulangi !" jengek Chuluu itu.


Lalu keduanya kini bergerak cepat seperti anak panah yang melesat dari busur cepatnya, saling menerkam dan niat pembantaian. Taring-taring sihir itu mengarah dan mengunci Sima Yong, sementara anak muda itu menusuk Pedang Emas Suci lurus-lurus kedepan.


Jeritan melolong seperti gema suara dari alam kuno terdengar, ketika Sima Yong menebas tangan Chuluu itu. Tidak ada darah yang tercecer, kecuali dua pasang tangan yang jatuh lunglai di atas rerumputan.


Mahluk sihir itu menatap tak percaya ketika dua tangannya terlihat kosong di lengan jubah rombeng itu.


"Tidak mungkin! A-apa yang kamu pakai manusia !"


Kepercayaan diri Sima Yong kini tumbuh lagi. Kekuatirannya telah pergi jauh-jauh setelah melihat Chuluu mengerikan itu ternyata dapat di matikan dengan Senjata Pedang Emas Suci.


"Jangan kamu harap ! Tidak mudah memusnahkan mahluk sihir sekuat aku" dingin suara Chuluu itu terdengar. Dia menggerak-gerakkan lengan baju kosongnya, lalu Sima Yong menyaksikan dua tangan yang terkulai di tanah berumput itu, kini bergerak-gerak lalu terbang cepat dan menyatu kembali di lengan putus Chuluu itu.


Sima Yong terbelalak. Mata nya melebar dalam nada tidak percaya. Telah banyak da bertemu mahluk-mahluk sihir, namun tidak satupun yang ditemuinya mampu menyatukan lagi lengan yang telah putus di tebas senjata tajam.


"Aku tak percaya mahluk sejelek kamu tidak dapat mati" bentak Sima Yong. Dia membuat gerakan pedang seperti tebasan jarak jauh yaitu Niat Pedang Level tiga. Lalu cahaya emas berpendar berbahaya, membentuk satu garis pedang emas mematikan, belari-lari cepat seperti kecepatan hantu, mengurung Chuluu itu dan membuat ledakan keras.


Duaar !


"Matilah kamu ! Jangan pernah muncul lagi di dunia yang tak menginginkan mu !"


Sosok Chuluu raksasa itu terbelah menjadi lima potong. Lalu potongan lima sosok itu melayang lunglai seperti kapas, seperti berhembus tertiup angin, jatuh terdiam di tanah rerumputan.


Sima Yong berdebar, dia melayang dengan Pedang Emas yang siap-siap untuk melakukan tebasan ke sekian kalinya, jika saja Chuluu itu kembali hidup.

__ADS_1


"Tak mungkin !"


Sima Yong melotot dengan wajah tidak percaya, ketika lima potongan bagian tubuh Chuluu yang termutilasi itu bergerak-gerak.. Lalu pelan-pelan akan menyatu lagi. Pedang Emas berkelebat lagi ketika Chuluu telah menjadi utuh, kini kembali termutilasi menjadi lima potongan besar. Namun dengan sekali lirikan dia tahu, Chuluu itu akan menyatu lagi.


"Apa yang harus aku lakukan agar mahluk terkutuk ini benar-benar mati dan pergi dari dunia ini?" Sima Yong meradang. Dia benar-benar marah. Baru sekali ini dia bertempur dengan hebat, namun lawannya selalu hidup lagi dan lagi, menyatu dan kembali menyatukan potongan tubuhnya. Dia sudah seperti mahluk immortal saja layak nya.


Pedang emas di tangannya membuat gerakan tarian pedang, mencabik-cabik lima potong Chuluu yang termutilasi.


Wush !


Srreeet !


Chuluu belum lagi menyatukan tubuhnya, lalu kemudian kembali tercabik-cabik Pedang Emas Suci, menjadi potongan yang dua kali lebih banyak, menjadi sepuluh potong badan. Namun hanya dalam dua tarikan nafas saja, sepuluh potongan badan itu bergerak-gerak, berusaha untuk saling menyatu. Sima Yong kehabisan akal. Dia merasa mulai frustasi dengan mahluk sihir jelek itu.


Namun sekonyong-konyong sesuatu terjadi yang membuat Sima Yong terkesima. Sebuah kertas pendek yang biasa di pakai untuk menulis jimat-jimat, terlihat berpendar dalam warna putih, melayang cepat lalu hinggap di potongan tubuh Chuluu itu.


Duar ! Asap putih tipis dengan suara mendesis terdengar


Ledakan pelan tadi diiringi satu lolongan amarah penuh sumpah serapah jahat,


"Aku akan membalas dendam ini. Aku akan mencari-cari celah, keluar dari neraka lalu membunuh dan menyantap semua anggota tubuhmu sampai tak bersisa...!"


Potongan tubuh Chuluu itu benar-benar lenyap menjadi uap, menyisakan kertas jimat yang kini telah hilang pendar-pendar berwarna putih tadi.


"Apa itu tadi?" tanya Sima Yong. Refleks dia memalingkan wajahnya, dan melihat satu sosok pria tua, yang mengenakan jubah panjang memegang tongkat menatap dia seolah membuat teguran.


"Kamu seorang Magus bukan? Jangan katakan kamu buka Magus. Aku merasakan aura sihir disekeliling kamu. Jika kamu seorang Magus, dan kamu tidak menggunakan jimat pengusir roh jahat itu, bagaimana nanti kamu akan bertempur di Perang Suci Relikui Naga?" pandangannya menyelidik Sima Yong.


"Kamu akan mati ditelan hidup-hidup semua Hamba-hamba, Roh Sihir Pahlawan di Perang Suci nanti" nada suara orang tua itu terdengar menegur keras, membuat Sima Yong merasa seperti anak bodoh yang di marahi satu penatua. Dia ternganga..


"Maaf, siapa anda? Dan apa maksud anda tentang Magus?"


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2