Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Hutan Taure Edhel


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, dan Yuan Dewei membawa Wang Yong dengan perahu miliknya ke tangah danau. Tidak memakan waktu lebih dari satu jam Ketika mereka kemudian mereka tiba di sebuah pulau kecil ditengah-tengah danau.


Yuan Dewei kemudian berkata kepada Wang Yong,


“Dipersilahkan anda menuju ke area tengah pulau kecil ini. Pintu portal itu terletak tepat di tengah pulau"


"Porral itu akan aktif kira-kira 20 menit lagi. Ingat pesanku begitu anda bertemu dengan Elf lain di balik portal ini, tunjukkan token bunga Peony itu”


Wang Yong mengiyakan dan dia bergegas menuju bagian tengah dari pulau itu. Waktunya hanya 20 menit setelah pintu portal terbuka.


Perjalanan menuju bagian pusat pulau kecil itu hanya memakan waktu 15 menit saja. Jadi Ketika Wang Yong tiba, dia masih harus menunggu 5 menit kemudian.


Tepat setelah 5 menit setelah dia tiba di bagian tengah pulau, sebuah Gerakan udara terjadi didepannya. Cahaya berpendar Ketika pintu portal mulai membentuk bentukan bulat yang makin lama semakin tegas bentukannya itu.


Ketika bentuk bulat itu semakin jelas, Wang Yong tanpa ragu-ragu langsung memasuki portal tersebut. Hening sejenak….. Ketika dia merasa seakan-akan melewati sebuah lorong waktu yang di penuhi warna-warna cahaya bagaikan warna listrik ketika berpendar.


Wang Yong merasa tubuhnya seakan tersedot dengan keras ke bagian dalam Lorong portal ini. Dunia berputar dan semuanya sekelilingnya menjadi bercahaya bagaikan hujan meteor ketika seseorang menatap kejadian tersebut dimalam hari.


********


Ketika perasaannya telah berada di ujung Lorong portal ini, Wang Yong merasa badannya dihempaskan dengan sangat keras keluar dari Lorong itu.


“Gedebuk…!!”


Beruntung sekali dia terjatuh dari hempasan itu, tepat di atas tumpukan rumput yang hijau dan tebal. Masih dalam keadaan pusing karena pengaruh Lorong tersebut, Wang Yong menatap sekelilingnya.


Tampak didepan matanya hamparan rumput hijau nan tebal, sementara pohon-pohon Ek raksasa yang berdaun lebat dan cabang leingkar, penuh sebagai penampakan hutan didepan mata. Susasa yang sangat natural itu membuat perasaan Wang Yong berasa sejuk.


Namun disisi kanan dari hutan yang tampak natural itu terdapat padang es yang dipenuhi berbagai macam tanaman yang biasa mampu tumbuh di wilayah dingin.


“Jadi disini terdapat dua suasana iklim. Iklim musim semi disebelah kiri dan suasana musim dingin dibagian kanan Hutan. Benar-benar fenomena yang Ajaib”


Wang Yong mengagumi keajaiban iklim di dunia Elf itu.


Terdapat aliran sungai di tepi hutan itu. Banyak sekali hewan-hewan yang bercengkerama di tepi aliran air sungai itu. Tidak ada yang saling mengganggu. sehingga dengan sekali melihat orang dapat menyimpulkan hewan-hewan itu tidak pernah merasa terganggu atau diusik oleh siapapun. Karena itu semua hewan yang ada disana terlihat sangatlah jinak.

__ADS_1


Saat itu senja telah nampak di dunia Elf namun Wang Yong meneruskan langkahnya sesuai petunjuk Yuan Dewei. Tujuannya adalah Kota Runya Oira tempat para Elf tinggal. Dia sendiri tidak memiliki gambaran seperti apa Kota yang ditinggali oleh Elf.


Namun terlebih dahulu dia harus menemui seseoramg Elf sebagai petunjuk jalan, sesuai instruksi Yuan Dewei si Elf nelayan itu.


Malam menjelang dan Bulan Purnama pun muncul membuat suasana disana terlihat sangatlah indah. Wang Yong terus mengikuti jalan setapak itu yang bagian atasnya dibentuk menyerupai terowongan terdiri dari lilitan Mawar Hutan dan Bunga Bougenville.


Udara malam itu menjadi terasa sangat harum semerbak aroma bunga. Perasaan penuh semangat melanda Wang Yong


meskipun dia merasa seakan-akan berjalan di alam mimpi.


“Keindahan yang membius. Ini benar-benar terasa tidak nyata” pikir Wang Yong.


“Disini di dunia Elf, legenda-legenda lama sepertinya masih hidup”


Ketika pada akhirnya Wang Yong tiba di sebuah lapangan rumput kecil yang terletak diantara hutan dan sungai itu, dia berhenti. Lalu Wang Yong menyanyikan sebuah senandung kuno yang diajarkan oleh Yuan Dewei. Kira-kira seperti ini artinya,


Malam penuh bintang di Taure Edhel


Aroma harum hutan memenuhi hidung


Kapan lagi menikmati anggur Taura Edhel


*)Taure Edhel adalah nama hutan tersebut yang artinya hutan peri.


“Jangan khawatir saudara-saudaraku. Aku datang dengan damai. Lihatlah token Bunga Peony ini perlambang tuanku yang mengutus aku”


Setelah Wang Yong menyanyikan tembang kuno dan mengucapkan kata-kata itu, dari dalam semak-semak keluar empat sosok Elf. Dua diantaranya memegang panah sebagai senjata sementara dua lainnya membawa tombak sebagai senjata. Kesemuanya dalam sikap tegas akan mengambil Tindakan Ketika Wang Yong melakukan kesalahan.


Mereka berempat mengenakan baju berupa tunik lemgam kedodoran, dengan warna yang seragam. Hijau pupus (mirip seperti seperti busana yang dikenakan Wang Yong). Wajah mereka begitu putih bercahaya bagaikan bulan, memiliki bahu sempit memberi kesan imut dan tubuh yang cenderung sangat jangkung. Rambut mereka tergerai jatuh tanpa diikat sehelai pita atau apapun.


Salah seorang dari mereka memiliki rambut yang sedemikian hitam, begitu kelam bagaikan malam tanpa berbintang. Sementara tiga yang lainnya memiliki rambut lurus jatuh hingga ke Pundak, dan rambut itu berkilauan bagaikan kilau emas yang baru selesai dimurnikan.


Ketika mereka mendekati Wang Yong dan mengamati Token,Bunga Peony itu mereka mengangguk. Wang Yong langsung membungkuk, kakinya bagian kiri ditekuk kebelakang, tangan kanan dikepal dan diletakkan di dada. Dia mengucapkan memperkenalkan diri lalu mengucapkan kata-kata salam,


“aku adalah Wang Yong, Master Ku adalah Suma Chen. Aku masih merupakan saudara”

__ADS_1


“Estela heren amman seere e’ corm lle, Gilliath elen amman lle (semoga keberuntungan bersamamu, kedamaian ada di hatimu dan bintang-bintang melindungimu)”.


Keempat Elf itu langsung menurunkan senjata mereka. Wajahnya terlihat begitu senang. Sinar mata mereka begitu berseri-seri. Lalu mereka membalas ucapan salam Wang Yong dengan membungkuk dan mengepalkan tangan didada.


“Lalu anda akan


menuju ke Kota Runya Oira bukan? Token Peony bangsawan itu adalah pertanda kaum bangsawan. Ikutlah dengan kami saudara"


“Sebelumnya biarlah kita menjamu anda, menikmati santapan makan malam sebelum berjalan lagi menuju Kota Runya Oira” salah satu Elf itu berkata dengan halus. Suaranya terdengar begitu merdu bagaikan suara harpa yang dipetik seorang ahli.


Lalu Wang Yong pun mengikuti Langkah keempat Elf itu melangkah. Perjalanan yang tidak terlalu lama itu melewati kegelapan malam dibawah bayangan pepohonan sehingga terasa bagaikan berjalan dibawah naungan helaian kain sutra yang halus dan sangat membius.


Ketika pada akhirnya mereka tiba di 2 gubuk besr yang terletak diatas pohon, keempat Elf itu menaiki tangga yang terbentuk dari akar-akar pohon itu sendiri. Tangga yang terbentuk dengan rapi dan halus seakan dikerjakan oleh seorang ahli.


Dari dalam salah satu gubuk itu, Elf tersebut membawa keluar begitu banyak buah-buahan dan sayuran. Bahkan jumlah itu mungkin menyerupai bakul besar sebesar pelukan orang dewasa.


Kembali hidangan yang ditampilkan adalah hidangan tanpa daging.


Sambil menyiapkan makan malam diatas meja makan, di kaki pohon tempat gubuk mereka, tidak ada henti-hentinya mereka bernyanyi dengan nada yang selalu berbeda-beda. Nyala api unggun yang di buat oleh para Elf itu menambah riang suasana ketika bayangan keempat Elf itu terlihat seperti menyerupai orang yang tengah menari-nari.


Meskipun selalu mereka selalu mengganti-ganti nada lagu, namun hal itu tidak mengurangi nilai kemerduan suara yang keluar dari mulut mereka. Ketika Wang Yong sambil tersenyum bertanya, nama-nama mereka. Salah satu Elf menjawab,


“Namaku adalah Ren Gazian, dan masing-masing disana Bernama Ren Guang, Ren Gaotin, Ren Jiao Long”


Wang Yong merasa heran dengan nama Marga mereka yang serupa, namun dia tidak bertanya lebih lanjut demi menjaga sopan santun. Namun sepertinya salah seorang Elf itu menyadari hal itu dan dia memberi penjelasan,


“Kaum Elf tidak terlalu peduli dengan nama marga. Terutama dari kalangan rakyat biasa. Sehingga rata-rata menggunakan nama marga yang sama. Marga Ren adalah yang terbanyak di gunakan oleh kaum Elf Rakyat biasa”


Sambil menunggu persiapan makan malam oleh keempat Elf itu, sekali lagi Wang Yong termenung sambil memandang keempat Elf itu.


Dengan penampakan yang halus dengan bahu kecil, perawakan cendurung tinggi namun memberi kesan mungil itu, Wang Yong merasa bahwa kaum Elf adalah kelompok yang terlihat sangat mempesona dan mungil.


Tindak tanduk mereka bahkan terasa sangat anggun, bahkan keanggunan itu belum pernah Wang Yong temui di manusia manapun yang pernah dia temui.


“Tidak akan pernah kusangka bahwa diriku akan mengunjungi negri para Elf”. Wang membatin didalam hatinya. Karena lelah dengan perjalanan, diapun tertidur dibawah pohon Ek sambil menikmati kehangatan api unggun yang dibuat para Elf.

__ADS_1


*Bersambung”


__ADS_2