
Karena menggunakan Kapal Roh, maka perjalanan menuju Gunung Khar Amitan dilakukan dengan singkat, jauh lebih cepat di bandingkan kereta yang biasa di kemudikan Luo Yeye.
Selama perjalanan menuju Neraka Dunia itu, Sima Yong mengajarkan beberapa hal tentang Neraka Dunia kepada Ye Bing Qing.
"Karena anda akan memasuki Neraka Dunia bersama denganku, maka kamu akan memiliki keringanan, tidak perlu melewati Gerbang Ujian di Neraka Kesembilan"
"Ah..saudara Yong tentunya merupakan sosok ahli yang cukup dikenal di Neraka Dunia itu bukan?" tanya Ye Bing Qing penasaran.
Sementara Sima Yong hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu, Wei Park dan Xong Hui Yong terlihat sibuk menjelaskan,
"Bianfu Wang bukan hanya praktisi terkenal di Neraka Dunia ini..
Anda akan terkejut setelah melihat perlakuan orang-orang di Neraka Dunia kepada Bianfu Wang nanti"
Ketika tombongan mereka melewati Pintu Gerbang di Neraka kesembilan, Ye Bing Qing memperhatikan dengan cermat. Para penjaga pintu gerbang itu sedemikian hormatnya, membungkuk dalam-dalam kepada Sima Yong.
"Paduka Semidevil" tiga pria itu membungkuk ketika rombongan mereka melintas. Sima Yong menganggukan kepala, sementara rombongan mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju perut bumi.
"Ah.. Ternyata saudara Yong adalah Semidevil berpengaruh di tempat ini" batin Ye Bing Qing.
Selanjutnya Ye Bing Qing makin di buat tenganga-nganga ketika mereka telah berada di bagian perut bumi Neraka Kesembilan.
"Ini seperti berada di sebuah kota kecil saja.
Siapapun tak akan menyangka di kedalaman perut bumi ini, terdapat kehidupan yang demikian ramai layaknya dunia luar saja"
Ketika mereka menuju ke bagian area perdagangan di perbatasan neraka kesembilan dan neraka kelima, Sima Yong langsung menuju Asosiasi Perdagangan Mestika. Ye Bing Qing dan yang lainnya tidak ikut dengan dia, mereka pergi melihat-lihat barang dagangan di toko-toko lain yang berjualan di sana...
Ketika anak muda itu masuk kedalam area dagang Asosiasi Perdagangan Mestika,
"Semidevil Refiner Jubah Kelabu !" kata gadis-gadis penjaga gerai Asosiasi Perdagangan Mestika memberi hormat.
Sambil tersenyum tipis, Sima Yong menanyakan keberadaan pemilik asosiasi itu pada gadis-gadis penjaga gerai..
"Apakah orang tua itu, Lu Yanshan ada di tempat? Sampaikan kepadanya, aku menunggu dia untuk sebuah pertemuan di tempat ini" Gadis-gadis itu tergopoh-gopoh masuk kedalam memanggil Lu Yanshan.
Lu Yanshan langsung terlihat keluar dari ruang pribadinya.
"Sima Shaoye...
Mari kita langsung masuk kedalam aula pertemuan" kata Lu Yanshan membungkuk memberi hormat.
Sima Yong mengikuti orang tua itu, mereka duduk di aula Asosiasi. Begitu duduk, Lu Yanshan langsung membuka pembicaraan terlebih dahulu,
"Shaoyee... Hamba memiliki dua hal penting yang harus hamba sampaikan" kata Lu Yanshan penuh hormat.
"Langsung katakan saja beritamu orang tua. Aku tak sabar mendengar semuanya. Semoga ini adalah berita yang menggembirakan" jawab Sima Yong.
Lu Yanshan memasang wajah serius. Kata nya.
"Yang pertama adalah informasi tentang keberadaan Pangeran Ju Qin yang Shaoye tanyakan itu.
Dari Informasi yang mata-mata hamba dapatkan adalah seperti ini. Pangeran Ju Qin saat ini bersembunyi di suatu tempat perbatasan Dataran Tengah dengan daerah Timur" Lu Yanshan diam sejenak. Lanjutnya...
__ADS_1
"Pangeran Ju Qin itu konon kabarnya tengah menyusun kekuatan untuk berperang melawan Kekaisaran Rajawali Agung"
"Apa?
Pangeran Ju Qin sudah akan memulai peperangan melawan Kekaisaran Rajawali Agung?
Bagaimana mungkin dia memperoleh kekuatan besar untuk melawan Kekaisaran Rajawali Agung?
Ada begitu banyak ahli peringkat SAGE dan SAINT yang mendukung Ju Kai itu.. Dari mana Pangeran Ju Qin memperoleh bantuan Ahli-ahli SAINT dan SAGE? Belum termasuk pasukan yang di komandani Jendral-jendral di Kekaisaran. Ju Qin benar-benar berani untuk memulai peperangan" suara Sima Yong terdengar keras.
Dia sepertinya kaget dan betul-betul tidak menyangka akan hal ini. Ju Qin demikain berani telah mengambil langkah menyerang Ju Kai. "Pada akhirnya peperangan perebutan tahta Kekaisaran Dataran Tengah itu akan dimulai" batin Sima Yong.
Lu Yanshan melanjutkan..
"Menurut desas-desus yang beredar, Pangeran Ju Qin itu memiliki tenaga bantuan ahli, dialah seorang SAGE yang berasal dari negri asing dari belahan benua lain.
Sedangkan pasukan tentara yang akan membantu pemberontakan Pangeran Ju Qin, berasal dari sebagian tentara yang dikirim Kekaisara Embun Timur.
Sebagian pasukan lainnya adalah Tentara yang di pimpin Jendral-jendral Kekaisaran Rajawali Agung, yang setia dengan kaisar tua.. Pengeran Ju Kai telah mengkudeta Kekaisaran dan menunggu waktu upacara untuk dinobatkan menjadi Kaisar sepenuhnya Negri itu"
Kembali Sima Yong terkaget dengan berita kudeta Ju Kai.
"Apa? Ju Kai telah melakukan kudeta terhadap kaisar tua? Sungguh lancang orang itu..." kata Sima Yong dengan mata terbelalak. Lu Yanshan lantas melanjutkan,
"Kaisar tua beserta semua pendukungnya, di jebloskan oleh Ju Kai ini kedalam penjara.
Tidak seorangpun yang berani melawan Ju Kai. Dia di dukung oleh beberapa SAGE dan SAINT yang berasal dari Tepian Barat" Lu Yanshan mengakhiri penjelasannya tentang keadaan di Dataran Tengah.
"Adapun demikian, apakah mata-mata anda tidak mengetahui persis dimana persembunyian kelompok Pangeran Ju Qi itu?
Aku kepingin secepatnya menemui dia" tanya Sima Yong.
"Shaoye..." kata Lu Yanshan pelan
"Keberadaan mereka, pasukan Pangeran Ju Qin itu betul-betul sangatlah rahasia. Letak pastinya tentu saja merupakan rahasia mereka.
Namun sumber terpercaya ku sedikit mengorek informasi, bahwa Pangeran Ju Qin itu bersembunyi di perbatasan Dataran Tengah dan Timur.
Tentang kepastian lokasinya, sekali lagi aku harus mengatakan bahwa semua itu di rahasiakan oleh mereka" kata Lu Yanshan.
Meski kurang puas dengan penjelasan lokasi Ju Qin, namun Sima Yong cukup memaklumi. Seorang pemberontak jelas-jelas akan menyembunyikan lokasi dia dan pasukannya berada, guna menghindari sergapan musuh.
"Baiklah paman.. Lantas informasi kedua yang akan anda sampaikan, apakah itu?" tanya Sima Yong kembali.
Kembali Lu Yanshan membungkuk memberi hormat,
"Paduka.. Tentang informasi kedua adalah,
Ketika anda berhasil mengalahkan Panglima Pintu Neraka dan menjadi Semidevil Peringkat sembilan..
Sejak saat itu juga Perusahaan Dagang Klub Pintu Surgawi telah menjadi milik anda. Memang seperti begitulah ketentuan di Neraka Dunia ini.
Ketika anda berhasil membunuh seseorang, maka seluruh harta termasuk budak dan wanita-wanita nya akan menjadi milik anda" kata Lu Yanshan.
__ADS_1
"Aku mengerti" kata Sima Yong. Lanjutnya
"Bukankah itu berarti tempat tinggalku saat ini juga telah berpindah ke istana peringkat sembilan bukan?"
"Benar sekali yang mulia.
Jika anda kepingin beristirahat, saat ini anda dapat langsung pergi dan menempati Istana Peringkat sembilan, tak perlu ke istana peringkat sepuluh" jawab Lu Yanshan.
Seketika setelah bincang-bincang itu, Sima Yong teringat sesuatu yang penting, katanya..
"Paman..
Kamu ikutlah denganku skarang. Ada sesuatu yang aku ingin anda urus" kata Sima Yong. Dia lantas keluar dari Asosiasi Perdagangan Mestika. Lu Yanshan terlihat tergopoh-gopoh mengikutinya dari belakang. Menyusul mengikutimereka berdua adalah Ye Bing Qing dan yang lain.
Sima Yong berjalan berputar-putar di area perdagangan Neraka Kesembilan itu. Tak lama setelah berputar beberapa kali, dia masuk kedalam satu bangunan megah. Diatas bagunan itu tertulis "Perusahaan Dagang Klub Pintu Surgawi"
Semua orang didalam ruang pamer Klub Pintu Surgawi lantas sujud memberi hormat ketika melihat anak muda berbaju kelabu itu.
"Terimalah hormat kepada Semidevil Peringkat sembilan"
Sima Yong terlihat mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Lalu mengeluarkan titah,
"Aku ingin mengadakan pertemuan dengan seluruh karyawan, baik penjaga toko, manager maupun semua ahli beladiri yang bekerja di Klub Pintu Surgawi ini.
Semuanya sekarang berkumpul di aula Klub Surgawi !"
Tamu-tamu para pembeli yang sementara melihat-lihat, lantas membubarkan diri, ketika melihat Semidevil penguasa Klub Pintu Surgawi akan mengadakan pertemuan dengan semua karyawannya.
Saat itu meskipun mereka tengah asik berbelanja, namun siapakah yang berani menentang titah dari seorang Semidevil di Neraka Dunia ini? Menyingkir adalah tindakan yang paling tepat menurut orang-orang itu.
******
Sima Yong duduk di kursi utama Aula Klub Pintu Surgawi. Matanya beredar memperhatikan semua orang dalam ruangan. Tidak berapa lama kemudian dia memulai ceramahnya..
"Setelah aku mengalahkan Wei Xuanya,
Sesuai dengan peraturan di Neraka Dunia, maka semua kekayaannya menjadi milikku.
Sesudah kini menjadi pemilik aset Klub Pintu Surgawi ini, aku berpikir bahwa diriku akan sering sekali tidak berada di Neraka Dunia ini. Sementara Klub ini memerlukan pengawasan dengan intens bukan?
Aku bertanya-tanya siapakah yang pantas mewakiliku selama aku tidak ada di tempat ini. Maka pilihnku jatuh kepada Paman Lu Yanshan yang kutunjuk sebagai pengurus inti, yang bertanggung jawab di Klub mengawasi ini.
Paman Yanshan yang akan melapor kepadaku tentang semua laporan keuangan, laba rugi perusahaan sejak hari ini"
Terdengar suara orang bernafas lega. Semua awalnya mengira Semidevil itu datang untuk mengambil tindakan tertentu yang telah membuat mereka ketar-ketir. Siapa menyangka jika Semidevil Peringkat Sembilan itu hanya ingin mengumumkan bahwa Lu Yanshan yang akan bertindak sebagai Pengurus Inti Organisasi.
Semua orang lantas mengerumuni Lu Yanshan dan memuji-muji serta mengucapkan selamat kepada orang tua itu. Lu Yanshan sendiri amatlah terkejut. Klub Pintu surgawi bukanlah satu perusahaan kecil. Itu adalah perusahaan yang besar untuk ukuran neraka dunia.
Tentu saja dengan diangkatnya Lu Yanshan sebagai pengurus inti mewakili Tuan Semidevil Peringkat sembilan, adalah merupakan prestasi yang besar. Maka dengan cepat kabar berita beredar di neraka dunia, yang isinya mengatakan Lu Yanshan kini reputasinya semakin meningkat tinggi.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1