Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran Besar di Akademi Ling Jian 4


__ADS_3


Tengkorak raksasa itu terlihat seakan mampu menelan habis Naga Es Sima Yong. Dan jika itu terjadi maka tindakan menelan Naga Es adalah pertanda bahaya bagi Sima Yong.


Praktis jika saja terjadi hal demikian terjadi... posisi Sim Yong dapat dikatakan benar-benar berada didalam keadaan genting. Jiwa nya pasti akan terluka yang sulit dosembuhkan.


Sebab ini adalah pertarungan menggunakan kekuatan mental, bukan fisik. Bahkan kemungkinan terburuk adalah dia bisa tewas.


Sima Yong tentu saja tidak ingin terluka jiwanya secara sia-sia di padan es itu. Masih banyak tugas yang harus dia kerjakan.


“iblis Mao Jianheeng ini benar-benar tidak kenal untung. Aku sudah memberi kesempatan dengan bersikap lunak"


"Bisabisanya dia berniat menghancurkan jiwaku…. Tidak akan ku beri ampun dirinya….” Sima Yong mengutuk kekejaman Mao Jianheeng.


“Mantra Pertama Badai Peony …..”


Mantra dirapalkan, rune dibentuk dan teknik Jiwa Tujuh Mantra Hujan Es di keluarkan Sima Yong. Mantra pertama dari teknik ini adalah badai es peony.


Dunia disekitar padang es Akademi Ling Jian seakan tersedot didalam suatu ruang yang kemudian memisah. Domain baru terbentuk. Lalu Dunia berubah warna menjadi keabu-abuan didalam domain baru itu....


Udara menjadi dingin diiringi deru sepoi-sepoi angin padang es. Itu terasa sangat menusuk hingga ke tulang dan sumsum. Semua orang menggigil kedinginan.


Praktisi yang tengah menonton dilanda pikiran yang tergoncang. Teknik sekelas apakah ini? Apakah ini yang disebut teknik kelas surgawi???


Sebuah teknil dahsyat yang benar-benar mampu membuat dunia tersendiri (domain). Bahkan seluruh orang yang berada di jangkauan hingga 10 kilometer sekan tersedot didalam domain itu.


Semua mengigil antara ketakutan ataukah kedinginan. Perbedaan nya terasa tipis. Rasa takut itu melanda praktisi kekaisaran Xue Chang. Mereka telah berseberangan Kekaisaran Great Ying, yang memiliki sosok mengerikan seperti ini.


Seseorang berbisik kepada Tang Shilin, dan Ketua Aliansi Xue Chang itu terperanjat,


"Dia yang menghabisi Panglima Perang ras iblis?"


Tang Shilin seketika merasa pusing.


******


Ketika rapalan mantra telah selesai diucapkan. Badai es terlihat bagaikan butiran bunga yang jatuh berguguran didalam domain itu, lalu kemudian muncul bentukan bunga peony raksasa dari susunan rune dan simbol.


Ketika kemunculan Bunga Peony, saat itu juga tercium aroma wangi memabokkan. Kepala Sekolah berteriak dengan keras,


“itu racun… semua anggota tujuh sekte segera mundur…. jaga jarak…”


Kontan saja keadaan menjadi kacau… penonton yang tadi nya agak dekat atau tidak menjaga jarak dari pertempuran itu, segera berlari maupun terbang menjaga jarak yang jauh dari arah pertempuran,


"Wuusss....." semua langsung menjauh


Sima Yong memerintah bunga peony…


“Pergilah…..”

__ADS_1


Bunga Peony raksasa itu bergerak kearah tengkorak raksasa. Benturan terjadi ....


“Blessss………”


Asap hitam yang membentuk tengkorak itu seketika membeku.


........... semua ternganga....


Lalu tengkorak itu kemudian retak berjatuhan ..... dan lenyap. Kekuatan Rune Bunga Peony yang dahsyat memusnahkan monster tengkorak.


Kemudian disusul dengan jeritan yang mengerikan. Mao Jianheeng terlihat menjerit keras. Itu adala dampak dari pertempuran tengkorak dan bunga peony. Kekalahan tengkorak berarti pemiliknya akan terluka.


Mantra Badai Pertama yaitu Badai Peony adalah teknik jiwa yang mengandung racun, sehingga jelas Mao Jianheeng mengalami luka pada jiwanya. Namun dia mendapat bonus berupa keracunan ganas.


Itu barulah mantra pertama teknik jiwa Tujuh Mantra Badai Es. Bagaimana jadinya jika Sima Yong merapalkan mantra selanjutnya.


Mao Jianheeng ras iblis yang malang itu terlihat meronta ronta. Dia bergulingan kesakitan. Jiwa terluka dan racun merasuki jiwa pula.


Ketika Sima Yong menarik mantra jiwabadai es.... keadaan Kembali normal. Pemandangan sekitar beramgsur angsur berubah menjadi pemandangan padang es di benteng Akademi Ling Jian. Domain itu telah hilang.


Mao Cheng Gong terlihat terbang keangkasa… di tangannya memegang cambuk besi bergerigi. Cambuk besi itu memiliki ujung berupa 3 bola kecil yang berduri.


Cambuk jiwa ini biasa digunakan oleh Mao Cheng Dong Ketika akan memerangkap jiwa seseorang lalu kemudian menawan jiwanya lalu memperbudak jiwa lawannya.


Sima Yong tertawa kecil melihat sikap Mao Cheng Gong,


“Kamu bukan lawanku. Bahkan bos mu ini bukan lawanku…”


Mao Cheng Gong menjadi pucat. Dengan terbata-bata dia berkata,


“Kamu belum mencobanya, jadi belum pasti apakah aku akan kalah dari kamu…”


Kembali Sima Yong Tertawa kecil,


“Kamu pasti tahu bahwa yang kamu sebut panglima perang itu telah binasa bukan? Biar aku memberi tahu kamu sebuah rahasia kecil. Panglima perang kamu itu tewas di tanganku…”


Sambil berkata demikian…. sebilah Pedang yang dinamakan Pedang Hati Rembulan meluncur keluar kemudian secara horisontal tegak seakan siap menunggu perintah Sima Yong,


“Aku hanya perlu mengeluarkan satu kata saja. Lalu pedang Hati Rembulan ini akan pergi sendiri dan menghabisi nyawa kamu…”


“Pernahkah kamu mendengar sebuah teknik pedang kuno yang Bernama Teknik Kontrol Pedang”


Kembali Sima Yong tertawa kecil.


“Dengan kemampuan ku saat ini, Bahkan jika kamu berada hingga 10 km… Pedang ini dapat membunuh kamu. itu hanya dengan satu perintah saja”


Mao Cheng Gong bertambah pucat… dia teringat kisah lama yang mengatakan bahwa seribu tahun yang lalu, Raja Pedang dari Utara memiliki teknik pedang yang dapat mengontrol pedang hingga puluhan kilometer.


Dengan teknik pedang itu, sang Raja Pedang mampu membunuh musuh meski berada dalam jarak puluhan kilometer. Teknik itu adalah teknik surgawa. Raja Pedang Utara pernau melanglang buana di Benua Silver dan ditakuti semua orang.

__ADS_1


Mao Cheng Gong bahkan melihat. Pedang Hati Rembulan itu adalah sebilah pedang Kelas Surgawi. Ditulis oleh master simbol Surgawi. Dia menjadi lemas...


Sima Yong Kembali berkata,


“Apakah kamu sudah ingat? Siapa pemilik Teknik Kontrol Pedang seperti ini?"


"Kali ini aku mengampuni selembar jiwa mu. Pergi bawa bos mu itu. Dia terkena racun Bunga Peony Utara yang langka.Dia hanya dapat disembuhkan oleh praktisi Alam Raja”


“Seorang Praktisi Alam Raja pasti ada di Wilayah Barat kamu bukan?”


Keadaan menjadi hening....semua menatap serius ke Sima Yong yang masih melayang di udara.


“Kamu bisa pergi, dan katakan pada mereka di Barat. Aku tidak akan memberi ampun siapapun yang mencoba mengusik Wilayah Utara ini lagi.


Mao Cheng Gong dengan wajah yang cemberut berbalik dan membawa tubuh sekarat Mao Jianheeng. Sekali lagi sebelum pergi… dia memalingkan wajah dan menatap tajam kearah Sima Yong.


Tatapan itu berarti sangat banyak.... keliatannya iblis itu kurang puas.


Sima Yong membalas tatapan itu dengan tidak kalah tajamnya. Lalu kemudian dia berkata,


“Karena kamu terlihat meragukan kemampuanku, akan aku berikan sebuah tanda mata ini. Kelak kamu akan mengingat aku dan tidak bertindak gegabah lagi di Utara ini”


Serberkas Cahaya pedang terlihat meluncur kearah Mao Cheng Gong. Pedang Hati rembulan meluncur dan dengan kejam menusuk Pundak iblis itu.


Teriakan tertahan terdengar, lalu kemudian iblis Mao Cheng Gong itu melompat dan terbang. Dia menghilang di angkasa Bersama sosok tubuh Mao Jianheeng.


"Kelak kamu tidak akan pernah bisa menggunakan tangan kanan kamu..."


Sebuah suara mengandung Qi terdengar menyusul menghilangnya Mao Cheng Gong.


Penonton menahan napas Ketika melihat atraksi demi atraksi yang di lakukan oleh Sima Yong. Semua praktisi menjadi sangat gentar. Terlebih para praktisi yang berasal dari Kekaisaran Xue Chang.


Tanpa terasa mereka melakukan gerakan mundur pelahan-lahan. Yang ada didalam pikiran mereka adalah melarikan diri dari tempat itu. Elf ini terlalu Tangguh.


Kembali suara Sima Yong terdengar ramah menyapa telingan semua orang,


“Kepala sekolah, dan semua Master Sekte… urusan dengan Praktisi Kekaisaran Xue Chang aku serahkan kepada kalian…”


Sima Yong menatap ramah ke arah Kepala Sekolah dan yang lainnya. Sementara itu Praktisi Kekaisaran Xue Chang menjadi semakin ketakutan.


“Tang Shilin… dendam antara Sekte Pedang Awan dan Sekte Mentari Ufuk Barat harus diselesaikan antara kita berdua” Master Wen Yu melompat maju dan menantang ketua aliansi praktisi Xue Chang itu.


Tang Shilin juga terlihat maju kedepan dengan wajah yang terlihat tidak bersemangat. Dia biar bagaimanapun adalah seorang Ketua Sekte yang pantang untuk menunjukkan sikap pengecut.


Dia harus memenuhi permintaam duel dari Master Sekte Pedang Awan yang baru itu. Dia juga enggan kehilangan muka didepan orang banyak.


*******


Kembali pertempuran terjadi antara dua ahli pedang dilangit Padang Akademi Ling Jian. Dua Ahli yang telah mencapai Ranah Bayi Spirit itu mengeluarkan teknik pedang pamungkas untuk menjadi pemenang.

__ADS_1


Pertempuran pedang dua ahli itu, tidak kalah mengesankan..... pedang bertemu pedang... tebasan dan irisan pedang mengancam jiwa membuat mata semua orang sekali lagi terpana melihat ke angkasa.


*Bersambung”


__ADS_2