Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Balai Harta Kota Azalea


__ADS_3

Setelah pertunjukan uji coba kekuatan di Batu Meteorit Putih itu, semua tim dari tujuh sekte itu dibawa panitia untuk menginap di Hotel terbaik di Kota Azalea. Akademi Ling Jian selaku tuan rumah dalam hal ini menyediakan penginapan yang bagus untuk semua tim dari sekte besar itu. Dan hotel Permata Surgawi adalah pilihan terbaik yang disediakan Akademi Ling Jian.


Disebabkan ajang tanding pedang itu masih akan dilaksanakan dua hari lagi, maka semua kontestan dapat melakukan kegiatan bebas dalam dua hari ke depan. Dan malam itu tidak dilewatkan oleh Wang Yong bersama dengan 3 kawannya, dimana mereka melakukan kegiatan jalan-jalan menikmati keindahan Ibukota Kekaisaran Great Ying yang begitu megah. Bangunan-bangunan tinggi mempesona disertai cahaya-cahaya berkilauan memancar dari setiap bangunan di Kota Azalea maenambah kesan yang memang sudah megah.


Mereka bahkan memiliki niat untuk mencicipi hidangan-hidangan lezat dari restoran terbaik yang dimiliki Kota Azalea.


“Ibukota Kekaisaran memang sangatlah berbeda dengan kota manapun di Kekaisaran ini. Tadinya aku merasa Kota Morning Star adalah kota yang sangat indah. Ternyata kota itu tidakada apa-apanya jika disandingkan dengan Kota Azalea ini.” Kata Fenying


“Semua hidangan di Restoran ini bahkan jauh lebih lezat dilidahku, dibandingkan restoran terbaik di Kota Morning Star” tangannya mengambil paha ayam itu dengan mata berbinar.


“Hahaha… itu sudah. Tolong kamu jangan terlalu menampakkan kalau kita ini berasal dari daerah udik pedesaan Fenying. Paling tidak kita memiliki kebanggaan sebagai murid Sekte Pedang Awan yang masuk 7 terbaik di kekaisaran” Peng Fai mentertawakan sikap Fenying.


“Lebih baik kita menyantap hidangan lezat ini untuk menguatkan kaki kita. Lalu kemudian kita akan berkeliling kota yang sepertinya tidak akan beristirahat malam. Satu kalimat saja untuk Azalea. Kota yang ramai dan modern” sambung Peng Fai.


Fengyin hanya melempar wajah cemberut lalu kemudian kembali menyantap hidangan yang tersedia dengan lahapnya. Memang saat itu kondisi di Kota Azalea, dikarenakan ada event tournament antar Jenius itu, maka Kota Azalea menerima banyak wisatawan yang berduyun-duyun memasukinya.


Para wisatawan itu cukup bervariasi yaitu ada yang merupakan kultivator sekte-sekte kecil, ada kultivator indipendent bahkan banyak pula pengunjung yang sekedar menonton tanding antar ahli pedang. Tentu saja dengan adanya wisatawan di kota itu, rata-rata hotel dan penginapan penuh.


Selesai dengan santap malam itu, keempat remaja itu masih melanjutkan tour di Kota Azalea. Mata celingak-celinguk sambil melihat-lihat, apakah terdapat sesuatu yang cukup bagus untuk dibeli sebagai cindera mata.


“LIhat…!! Balai Harta. Ternyata Balai Harta ini, ada juga di Kota Azalea. Bahkan kemungkinan ini adalah Kantor Pusat dari Balai Harta yang ada di Morning Star. Ayo kita masuk dan melihat-lihat” Wang Yong mengajak ketiga kawannya itu untuk masuk melihat-lihat barang di Balai Harta Kota Azalea.


“Lantai dua memiliki barang-barang yang cocok untuk para ahli pedang. Mari kita naik ke lantai 2. kemungkin jika beruntung kita bisa menemukan bahkan senjata kelas Bumi disana” Fenying mengajak semuanya untuk langsung ke lantai dua.


********


“Sarung tangan Inccoruptible Trenta.....!!! Dan itu ditulis dengan symbol-simbol kuno oleh Master Symbol Bumi Bintang dua. Efek pemakaian item ini akan menambah kemampuan kultivator tatkala menerapkan teknik pedang menjadi naik sebesar 18%. Biaya untuk menebus 3000 energy stone” .


Lin Hong berkeinginan untuk menyentuh, bahkan mengelus sarung tangan peringkat Inccoruptible itu dengan perasaan penuh kerinduan. Rasanya dia tidak ingin berpisah dari benda peringkat inccoruptible itu.


Namun seketika lehernya terasa tersedak ketika membaca harga tertera di sarung tangan yaitu, 3000 energy stone.


"3000 energy stone...???!!!" shock melanda Lin Hong


Masih diliputi kerinduan akan barang itu, tangannya akan menyentuh sarung tangan inccoruptible itu. Tiba-tiba terdengar suara yang menyela tindakannya dengan nada yang kedengaran sangat arogan,


“Letakkan benda itu. Dan biarkan aku membayarnya dengan harga 3500 energy stone”


Muncul dua orang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan topeng menempel diwajah. Topeng aneh itu terpasang dengan kaku di wajah mereka. Yah tentu saja, siapa lagi kalau bukan murid-murid dari Sekte Awan Hitam.


“Aku rasa kalian hanya sekedar melihat-lihat saja dan tidak akan mampu mengeluarkan 3000 energy stone. Biarkan aku Dou Chen membayar lebih 500 energy stone ke Balai Harta dan akan memberikan tip 10 energy stone padamu nona cantik”

__ADS_1


pria bertopeng yang arogan itu mencoba melempar senyum termanis yang pernah dia miliki, namun kenyataannya adalah senyuman yang tampil bukannya manis melainkan mempertegas kesan seram bagi orang yang melihatnya.


Topeng aneh itu begitu kaku. Ketika pemakai mencoba tersenyum dari balik topeng, senyum yang tampil adalah senyuman angker yang dipertegas dengan busana serba hitam melambai-lamba ala Sekte Awan Hitam, jika diperhatikan kesan diwajah pemakai topeng itu mirip vampire.


Keempat anak muda Sekte Pedang Awan langsung mencari sumber suara itu. Setelah melihat siapa yang mengajukan pertanyaan arogan itu, merasakan seolah-olah tekanan darah mereka mencapai ubun-ubun. Sungguh sangat menghina ketika kata-kata "memberi tip 10 energy stone" itu mampir di telinga mereka.


Fenying tidak mau kalah. Segera gadis kecil itu memutar otak untuk membalas dengankata-kata yang lebih kejam. Dalam sekejab mata, dengan sigap dan sesuai keahliannya, yaitu mulut berbisa, dia langsung memotong kata-kata Dou Chen,


“Siapa bilang kami hanya melihat-lihat. Benda ini kami ambil dan akan langsung membayar kontan di kasir. Kupersilahkan dirimu untuk menyingkir dari hadapan Nona Muda ini dan mencari barang yang lain” Fenying langsung menyambar sarung tangan itu dan menarik tangan Lin Hong untuk transaksi pembayaran di Kasir.


Lin Hong tergagap dan dengan terbata-bata di mencoba berbisik,


“Aku sama sekali tidak memiliki energy stone sebanyak itu Fenying. Jangan kamu membuatku malu didepan kasir Balai Harta nanti”


“Kamu dapat berhutang padaku kakak Lin Hong. Pembayaran kapan-kapan saja menggunakan herbal atau apapun itu. Aku rela menunggu. Fenying benar-benar pantang untuk dihina didepan umum” Dia menyeret Lin Hong yang dengan terpaksa mengikutinya.


Ketika Fenying dan Lin Hong sementara berjalan untuk penyelesaian administrasi di kasir, sebuah tangan dalam lilitan buasna serba hitam yang melambai-lambai menghalangi mereka. Dan itu adalah Yu Long yang mereka lihat atraksi pedangnya di alun-alun ketika semua tim tiba di Kota Azalea.


“Apa maksudmu lengan hitam? Kamu sengaja menghalangi ku untuk melakukan pembayaran atas benda ini?  Apakah kamu tidak pernah berbelanja di pusat-pusat perdagangan sehingga tidak tahu peraturan, bahwa siapa yang pertama menyentuh benda tersebut, dialah yang berhak untuk memilikinya sepanjang dia mampu dan memiliki energy stone untuk membayar” Fenying melotot dan memaki Yu Long.


Fenying takut sebenarnya dengan kemampuan pedang Yu Long yang sangat tinggi. Nanun dia agak tenang setelah memikirkan jimat-jimat penyelamatnya. Paling-paling dia akan melemparkan sejumlah jimat lalu ketika terdesak, akan berteleportasi dengan jimat untuk menghindar.


“Kamu… “ Yu Long tidak mampu membalas kata-kata yang dilontarkan Fenying yang penuh dengan kata-kata beracun. Ingin rasanya dia memotong lidah perempuan kecil itu. Baru kali ini dia merasakan dirinya ditentang didepan umum, ketika ingin memiliki sesuatu.


“Cih… memuji diri sendiri seakan-akan dirinya adalah sosok yang paling tidak terkalahkan. Kamu pikir hanya kamu seorang peserta yang akan bertanding di Turnamen itu? Ini Namanya Kakak Lin Hong dan yang sebelah sana Namanya Kakak Wang Yong mereka juga peserta tournament jenius Kekaisaran. Mereka mewakili sekte kami Sekte Pedang Awan” Fenying tetap ngotot.


Fenying menunjuk Lin Hong dan Wang Yong.


Saat itu suasana pertengkaran itu semakin riuh. Para pengunjung di lantai dua Balai Harta Kota Azalea menghentikan kegiatannya dan memandang mereka dengan serius. Perdebatan antara Fenying dan Yu Long sangatlah keras didengar.


“Tontonan gratis yang akan disajikan sebagai hidangan pembuka tournament antar tujuh sekte”


“Biarkan saja, mari kita lihat siapa yang lebih unggul. Apakah sekte Awan Hitam ataukah Sekte Pedang Awan’


*********


“Hahaha… ternyata kalian adalah segerombolan murid dari sekte yang hanya menduduki peringkat dua dari bawah diantara Tujuh Sekte Besar"


"Kamu terlalu tinggi menilai dirimu gadis kecil” Yu Long mencibir penuh hinaan dan diikuti tawa yang sangat keras keluar dari mulut Dou Chen


Seketika itu juga sebilah pedang telah muncul ditangan Fenying dan dengan menahan hawa amarahnya dia berkata dingin,

__ADS_1


“Kalau begitu biarlah pedang yang akan menentukan siapa pemilik sarung tangan ini”


Fenying langsung melompat dan mengeksekusi Seni Pedang Awan dari teknik yang menjadi andalan Sekte Pedang Awan. Pedang terarah langsung ke titik berbahaya di dada Yu Long


"Trangggg....!!" bentrokan dua pedang ketika bertemu. Tangan Fenying kesemutan namun tanpa menarik serangan, tangan kirinya melempar jimat peledak.


"Duaarr..... "


Ledakan cukup besar, namun untunglah itu adalah jimat kelas 2 yang dibuat ketika gadis itu masih berada di ranah Master Segel 2. Jika itu jimat kelas 4, Yu Long pasti tidak akan memandamg rendah serangan yang mengandung ledakan petir.


Ling Hong juga terlihat langsung menghunus pedangnya dan siap menerjang. Pertikaian diantara dia dengan Dou Chen juga kelihatannya tidak akan dapat dihindari lagi.


Masing-masing pihak tidak mau mengalah. Yang satu ngotot karena merasa adalah yang pertama melihat dan memegang benda itu, smentara yang lainnya adalah kelompok yang merasa memiliki kekayaan banyak sehingga berniat untuk mendapatkan sarung tangan itu dengan membayar lebih tinggi ke pihak Balai Harta.


Ketika pertempuran akan lebih meluas yang kemungkinan memperorak porandakan lantai dua, tiba-tiba sebuah suara melerai mereka,


“Tuan-tuan dan Nona-nona. Tolong tahan serangan kalian. Balai Harta Kota Azalea bukanlah tempat untuk beradu pedang. Tolong diingat, ini adalah Kota Azalea. Hukum yang akan berbicara disini. Kekerasan sewenang-wenang tidak berlaku di Kota ini.


Seorang pria yang tampan berpakaian mewah terlihat keluar dari bagian ruang pribadi Balai Harta Azalea.


“Ranah Kultivasi Alam Roh Yang Tercerahkan Bintang enam” Wang Yong membatin. Seseorang yang berilmu tinggi berada di Balai Harta Kota Azalea ini.


“Perkenalkan aku Yan Bai Kepala Kantor Pusat Balai Harta Kota Azalea. Aku telah mendapatkan laporan dari gadis penjaga penjualan dilantai dua, bahwa tuan-tuan dan nona-nona ini memperebutkan sebuah Sarung Tangan Inccoruptible Trenta. Dan hasil hasil penilaianku setelah mendengar kronologis cerita dari gadis penjaga itu, kedua nona inilah yang berhak untuk membeli sarung tangan inccoruptible itu….”


“Akan tetapi kami akan membayar lebih. Terlebih dari itu kami adalah….” Belum selesai Yu Long menjelaskan siapa dirinya, perkataan nya langsung sela oleh Tuan Yan Bai,


“Keputusanku telah jelas. Tolong dihargai. Aturan di Balai Harta sangatlah ketat. Kami sangat memperdulikan kepuasan pelanggan kami”


“Silahkan kedua tuan muda ini memilih barang yang lain di balai harta. Masih banyak benda-benda dan senjata roh yang dapat menarik hati kedua tuan muda”


Dengan kesal Dou Chen dan Yu Long meninggalkan lantai dua Balai Harta. Namun sebelum turun melewati tangga, Dou Chen memandang rumit kearah Wang Yong dan kawan-kawannya. Lalu kemudian dia berkata,


“Kita belum selesai. Mungkin kita akan bertemu diluar nanti. Semoga kalian akan berhati-hati"


"Dan kamu adalah Wang Yong bukan?” selesai melontarkan kata-kata ancaman itu, dia Bersama Yulong menghilang dari Balai Harta Kota Azalea.


Di lain pihak Fenying terlihat sangat bersukacita karena merasa memenangkan perdebatan. Dia langsung menyodorkan energi stone di meja kasir untuk membayar sarung tangan inccoruptible itu.


“Mohon maaf, apakah anda yang Bernama Wang Yong dari Sekte Pedang Awan? Jika benar demikian, bersediakah anda untuk berbincang sebentar dengan saya di ruang pribadi Balai Harta?” Tuan Yan Bai menyapa Wang Yong. Wang Yong sendiri merasa heran Ketika Tuan Yan Bai menegurnya.


*Bersambung*

__ADS_1


Dear readers :


sehubungan permintaan beberapa readers untuk menggunakan istilah dalam Bahasa Indonesia, maka author akan mencoba menerapkan beberapa perubahan kata-kata dan diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia. Akan tetapi untuk tingkat kultivasi dan beberapa hal penting akan di pertahankan dengan alasan akan dapat membuat kacau catatan urutan kisah karena kata-kata itu terlanjur melekat. Dan untuk mengimbanginya maka author akan melampirkan Bahasa Indonesia dalam bentuk tanda kurung untuk menjelaskan arti kata-kata itu. Semoga Novel ini dapat dinikmati semua. Salam


__ADS_2