
Ketika pintu portal teleportasi itu dalam beberapa detik lagi akan terbuka, tiba-tiba seberkas energi Qi pedang dengan kecepatan sangat tinggi terlihat menuju ke portal, tempat dimana jimat itu memendarkan cahaya untuk membuka gerbang.
Tang Shilin dengan sengaja mengirimkan serangan Qi pedang dengan tujuan untuk merusak portal yang akan terbentuk gerbang perpindahan. Jika terjadi sedikit saja kerusakan pada formasi itu, Wang Yong dan kawan-kawannya tidak akan dapat melakukan teleportasi untuk berpindah.
Energi Pedang yang keluar dari Seni Pedang Mentari Ufuk Barat itu menerjang dengan kekuatan Qi seorang praktisi Alam Roh tercerahkan. Tentu saja dengan pengerahan kekuatan seorang praktisi di ranah kultivasi setinggi itu, akan mampu mencabik-cabik portal yang nantinya akan terbentuk.
Denganntingkat kultivasi dari keempat remaja itu yang masing-masing hanya berada di ranah Alam Mortal dan Alam Kondensasi Roh, maka serangan dari seorang praktisi di ranah Alam Roh Tercerahkan adalah suatu serangan yang tidak dapat dianggap sederhana.
“Portal sekarang telah terbuka…!!!!” Dengan panik Wang Yong berteriak untuk mengingatkan ketiga kawannya.
Serangan pertama Seni Pedang Mentari Ufuk Barat itu tiba, ........... Wang Yong mencoba menyambut Qi Pedang Mentari Ufuk Barat dengan sekali tebasan lima helai Qi pedang yang mengandung Niat Pedang Level Dua.
“Duarr….” Wang Yong terlempar sambil memuntahkan darah. Semua tulang-tulang ditubuhnya serasa hancur lebur. Pakaiannya terkoyak-koyak. Namun beruntung serangan Teknik Pedang Mentari Ufuk Barat itu berhasil dia buyarkan.
Jarak Tang Shilin semakin dekat 20 meter dan dia tidak mau menyia-nyiakan waktu. Segera serangan kedua dari Teknik Pedang Mentari Ufuk Barat diluncurkan Tang Shilin.
“Pergi kalian semua kedalam portal, ..... jimat itu akan kehilangan efek setelah 30 detik” Wang Yong dengan sisa kekuatan dia meneriaki ketiga kawannya itu.
Mata Wang Yong melotot, memerintahkan ketiga kawannya untuk segera masuk masuk ke pintu portal teleportasi. Namun dengan sisa-sisa kekuatannya, Wang Yong terkejut merasakan sesuatu ditempelkan Fenying di punggungnya.
Tubuh Wang Yong serasa menjadi kaku seperti sebuah papan "Jimat penghilang semangat??" apa maksud Fenying membuatnya menjadi kaku seperti papan ini?
Apakah gerangan yang terjadi? Ketika dia berusaha meminta jawaban dengan melihat ke tiga kawannya itu, mereka hanya tersenyum.
“Maafkan aku yang telah memberi menempel tubuhmu dengan jimat penghilang semangat itu. Kamu kehilangan hanya akan mengalami kondisi ini selama 30 menit” dengan wajah meminta maaf Fenying berkata.
Lalu Lin Hong menambahkan,
“Aku hanya seorang yatim piatu didunia ini. Tidak akan ada yang menangisi diriku jika aku mati hari ini”
Peng Fai melemparkan tubuh Wang Yong kedalam portal yang telah terbuka itu, lalu dia meneriakkan sesuatu,
“Kamu adalah seorang Raja Pedang. Kamu tidak boleh mati sia-sia. Jika nanti kamu memiliki kesempatan, ingatlah kami ini. Kumohon kamu akan membalaskan dendam kami nanti"
Dari dalam portal yang membuat tubuhnya menjadi mulai kabur, samar-samar Wang Yong melihat ketika serangan keras penuh energi Qi Alam Roh Tercerahkan dari teknik Pedang Mentari Ufuk Barat.
__ADS_1
Untuk yang kedua kalinya energi Qi pedang itu telah sedekat 5 meter dari portal, bersiap menghancurkan formasi jimat itu. Lin Hong, FenYing dan Peng Fai menyambut tembakan energi itu bersamaan,
"Formasi Awan Memenuhi Langit...."
Ketiganya melakukan formasi pedang defense (pertahanan) yaitu suatu teknik formasi pedang Sekte mereka.
Cahaya menyilaukan nampak kabur didepan mata Wang Yong yang juga seluruh bayangannya makin kabur karna dalam sekejab tubuhnya akan berteleportasi. Wang Yong mendengar dengan jelas jeritan kesakitan ketika Peng Fai tepotong salah satu lengannya, Lin Hong terlempar sambil memuntahkan darah (entah hidup ataukah mati). Keadaan Fenying dia tidak tahu apa yang terjadi. Yang pasti keadaan Fenying tidak akan baik-baik saja. Dia benar-benar sangat mencemaskan gadis kecil itu.
Didalam lorong portal yang melemparkan tubuhnya entah ke bagian mana di Wilayah Utarw ini, Wang Yong berteriak menangis sejadi-jadinya, air mata bercucuran dengan deras. Namun diat tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya sangat kaku tiada daya. Dia tahu efek dari jimat akan pudar 30 menit kemudian. Namun dalam 30 menit kedepan, banyak hal yang akan terjadi.
Entah bagaimana nasib Fenying? Lin Hong, Peng Fai, Master Zuo, Master Dugu dan Master Niu Juan? Wang Yong tidak mampu memikirkan semua hal itu. Yang ada didalam pikirannya dia ingin mati Bersama dengan mereka yang masih berada di Padang Es Abadi itu.
Hening sejenak…….. ketika Wang Yong telah menghilang seluruh bayangannya dari Padang Es Abadi. Efek jimat teleportasi juga memudar setelah terjadi perpindahan tubuh seseorang. Wang Yong pingsan didalam lorong teleportasi.
Dia terlalu capek dan tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia adalah satu-satunya yang selamat diantara kelompok Sekte Pedang Awan. Lagi pula bukankah dia terluka parah ketika mencoba menghalangi tekanan Pedang dari Tang Shilin itu? Wang Yong tidak ingin mengingat apapun. Tidur mungkin lebih baik ………
*********
Remaja empat belas tahun itu terbangun dari keadaan tidak sadarkan diri itu. Dia ternyata berada didalam sebuah gerobak yang sedang bergerak. Tubuhnya terasa sangat kaku, ketika dia mencoba bergerak. Bahkan untuk menarik nafas pun dia merasa sesak didada.
Serangan Pedang seorang Tang Shilin yang berada diranah Alam Roh Yang Tercerahkan itu memang bukan hal yang dapat diremehkan Wang Yong bukan tandingannya.
“Dimana aku gerangan? Telah berapa lama aku pingsan, bagaimana keadaan peperangan di Padang Es Abadi itu? Pertanyaan di dalam hatinya itu serasa tidak sanggup untuk Wang Yong terima. Dan dia Kembali jatuh didalam keadaan tidak sadarkan diri.
Ketika Wang Yong tersadar untuk yang kedua kali, seseorang terlihat didepan matanya. Seorang pria setengah baya Bersama dengan isterinya. Wajah mereka terlihat prihatin memperhatikan keadaan Wang Yong.
“Kamu telah sadar anak muda. Siapa namamu dan apakah yang membuat kamu menjadi seperti ini? Seluruh kondisi tubuhmu penuh luka tajam itu.
Kami menemukanmu ditengah hutan yang jaraknya 1000 km dari sini, ketika kami mengunjungi keluarga di Kota terdekat Kota Gerbang Keadilan.
"Ceritakan keadaanmu, siapa tahu kami dapat membantu, namun kelihatannya kamu bukan orang biasa” Pria itu bertanya sambil menatap tajam kearah Wang Yong.
Sambil berpikir keras, dengan cepat Wang Yong mengarang sebuah cerita. Dia mengatakan bahwa dia Bernama A Heng. Dan A Heng ini adalah seorang pemburu yang mencari peruntungan dengan Hewan Ajaib (magical beast) ditengah hutan. Niat hati akan menjual hasilnya perburuannya di Kota terdekat
Namun nasibnya kurang beruntung Ketika dia bertemu seekor Magical Beast serigala hutan tingkat tinggi. Tentu saja dia dikalahkan sehingga dan tubuhnya mengalami luka-luka separah ini. Kelihatannya sepasang suami isteri itu percaya dengan bualannya.
Lalu Wang Yong berbalik bertanya,
__ADS_1
“Paman, berapa lama aku ini tidak sadarkan diri? Dan tempat apakah ini?”
“A Heng… kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari. Tempat kami menemukanmu itu Bernama Hutan Beruang Pemangsa”
jawab pria itu.
“Saat ini kamu berada di sebuah Desa kecil di kekaisaran Great Ying. Nama Desa kami ini adalah Desa Rajawali”
“Apa?......” Wang Yong sangat terkejut. Dia pingsan selama 3 hari? Gawat. Bagaimana keadaan kawan-kawan dan semua master Sekte Awan? Apakah master sekte lainnya dari tujuh sekte juga selamat? Apakah bantuan dari Kota Azalea dan Akademi Ling Jian mampu menyelamatkan mereka semua? Kembali Wang Yong merasa kepalanya menjadi pening.
“Kenapa kamu Aheng?” pria itu buru-buru memberi Wang Yong air minum.
“Aku harus pergi….” Wang Yong memaksakan diri untuk bangun dari Jerami di belakang gerobak. Tapi dia kembali terjatuh. Kondisi fisiknya masih terluka parah. 80% kekuatannya menghilang karena bentrokan senjata waktu itu.
“Aheng, .... sebaiknya kamu mengikuti kami ke tempat tinggal kami di desa Rajawali ini. Meskipun ini hanya sebuah desa kecil namun kami tidak kekurangan bahan makanan untuk menjamu kamu beberapa minggu sampai kamu sehat seperti semula” pria itu menyadarkan Wang Yong tentang kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah.
Wang Yong tidak bisa menjawab lagi Ketika gerobak itu bergerak terus menyusuri jalan-jalan kecil di desa sepi itu, menuju tempat tinggal pria yang baik hati itu.
“Namaku Du An dan itu isteri ku. Kamu bisa memanggilnya Nyonya Du”
“Baik Paman Du. Terima kasih sudah menolongku. Bolehkah aku mengajukan pertanyaan lagi?”
“Seberapa jauh Desa Rajawali ini dari Kota Azalea?” Wang Yong sangat membutuhkan informasi itu.
Dengan heran Du An menantap Wang Yong,
“Jarak dari sini ke Kota Azalea cukup jauh jaraknya. Sekitar lebih dari 2000 km jaraknya. Apakah kamu ada urusan di Kota Azalea?"
"Sebaiknya kamu, Aheng membatalkan keinginanmu itu. Kota Azalea bukan kota yang aman. Baru-baru ini terjadi sesuatu yang sangat membuat gempar seluruh Wilayah Utara ini”
Lalu Du An melanjutkan penjelasannya.
“Ketika turnament antar tujuh sekte terkuat kekaisaran ini berlangsung, semua kultivator di arena pertandingan yang dikenal dengan nama Padang Es Abadi itu diserang oleh Kelompok kultivator kuat dari kekaisaran tetangga”.
‘Bahkan kudengar, seseorang Ras iblis dari wilayah Barat turut membantu Kekaisaran Xue Chang dalam pertempuran itu. Sayangnya bala bantuan dari Kota Azalea terlambat datang. Sehingga yang kudengar, banyak pemimpin Tujuh Sekte Besar tewas di dalam pertempuran itu. Sungguh sangat tragis nasib mereka”.
Mendengar penjelasan itu, Wang Yong benar-benar merasa seakan jantungnya akan copot.....
__ADS_1
*Bersambung*