
Intro : Guys .. yuk bantu favoritkan Novel KDPU ini hingga mencapai 1k favorit. author akan menjadi bersemangat untuk melakukan upload lebih dari 1 chapter perhari (best efford senin sd jumat) jika favorit mencapai 1k. Bantu promo novel ini ke teman, kerabat agar secepatnya mencapai 1k favorit. Favoritkan 1k??? yuk bisa yuk.
******
Siang itu empat sosok bayangan terlihat berlari dengan kecepatan yang sulit ditangkap oleh mata manusia biasa, menembus kedalaman Hutan Terlarang. Tujuan empat sosok itu adalah bagian Utara hutan. Nampak benar kalau keempat sosok itu berlari cepat seperti keadaan orang yang dikejar-kejar oleh sesuatu dibelakang mereka. Empat sosok itu adalah Hattaudha, Niryadi, Tang Yuwen dan Ye Bing Qing.
Setelah memperdaya lima praktisi dari Ordo Veteran dan kemudian melakukan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Niryadi dengan memenggal kepala Mao Kandao, lalu Hattaudha yang membelah dada Hava Bhalla dan disusul panah Tang Yuwen yang membuat nafas judade itu putus… keempat ahli ini tahu bahwa mereka akan diincar oleh tiga ahli tersisa dari kelompok Ordo Veteran itu.
Keberadaan Mao Hong an yang berada di Alam Tanpa Batas bintang dua dan Mao Du Jian di Setengah Langkah Alam tanpa Batas, bukanlah lawan mereka berempat saat ini. Mereka hanya akan mati konyol jika berkeras bertempur melawan kedua ahli alam Tanpa Batas itu.
Meminta pertolongan Sima Yong adalah jalan terbaik. Karena Sima Yong telah membuktikan dirinya mampu bertempur bahkan membinasakan Raja kera yang memiliki kemampuan setara ahli Alam Tanpa Batas bintang dua. Apalagi saat semua tahu, ini kultivasi Sima Yong telah meningkat bintang tujuh bahkan mungkin bintang delapan Alam Raja. Sudah pasti ketiga ahli Ordo Veteran itu bukanlah lawan Sima Yong.
******
Mao Hong San mengejar keempat praktisi Ordo Sayap Suci dengan hati yang panas membara. Dia bersumpah tidak akan memberi ampun kepada empat mahluk dari Ordo Sayap Suci itu. Sambil berlari dengan cepat dia memaki maki.
“Mungkin aku akan memasak jantung masing-masing dari mereka. Kemudian aku akan menguliti kulit mereka dan akan ku berikan kepada ahli Puppet Kultivator di Ordo untuk dibuat menjadi boneka tempur (puppet/wayang)” sambil membayangkan Tindakan kekejaman apa yang akan dia lakukan nanti, hati Mao Hong San menjadi sedikit lebih nyaman.
“Aroma tubuh ras nanren dan jingling itu tidak dapat menutupi penciuman iblis ras mogui seperti aku. Jangan berpikir bahwa kalian akan lolos… aku tahu kemana kalian bersembunyi” Mao Hong San tertawa senang. Sebagai ahli dari ras mogui, kemahiran untuk mencium dan mendeteksi aroma tubuh ras lain adalah hal yang menjadi kelebihan mereka. Dia berlari lebih jauh kearah utara yang mana menuju ke suatu tempat berbukit-bukit.
Kira-kira sepeminum the, Mao Hong San tiba di bagian hutan yang penuh bukit. Dihadapannya berdiri seorang pria remaja bertubuh tinggi kurus. Rambut pria itu berwarna abu keperak-perakan. Pria itu mengenakan semacam jubah sederhana berwarna abu-abu ciri khas kaum jingling. Sementara itu berdiri disamping pria remaja itu, empat orang praktisi dari Ordo Sayap Putih. Mao Hong San menjadi amat gembira. Dia tidak perlu lagi merasa repot berlari kesana kemari.
“Mereka berempat sekaligus datang mengantar nyawa. Hal bodoh yang biasa dilakukan ras bodoh nanren dan jingling. Namun siapa pria remaja yang baru dilihatnya itu???” pikir Mao Hong San dia agak memandang rendah pria berambut kelabu itu. Kultivasinya hanya berada di Alam Raja bintang delapan.” Apa yang perlu aku takutkan??” Pikir Mao Hong San.
“Hmmm. Dia itu hanya seorang nanren campuran jingling. Apakah remaja tujuh belas tahun ini merupakan kartu tersembunyi keempat ahli itu” Mao Hong San hampir meledak didalam tawa.
“Keempat ahli Ordo Sayap Suci itu barangkali sudah gila. Mereka membawa seorang anak kecil yang kemudian akan di sandingkan dengannya ku didalam pertempuran nanti??” sekali lagi dia meneliti dengan seksama kultivasi dan keadaan pria muda berambut kelabu itu.
“Tidak ada yang istimewa dan patut aku takuti” kesimpulan yang ditarik Mao Hong San. Kali ini Mao Hong San benar-benar salah mengambil kesimpulan. Dia tidak tahu benar latar belakang pria yang tampak remaja dan berambut kelabu itu. Jika saja dia bertanya siapa adanya pria itu, mungkin dia akan lebih waspada dan lebih berhati-hati mengambil Tindakan.
Mao Hong San kemudian mengeluarkan kipas dari cincin tata ruang dan dengan sekali melambaikan tangan, dia lalu menyerang kelima sosok didepannya...
“Wushhh….”
Ratusan jarum kecil terlihat melesat keluar dari kipas ditangannya. Kipas ini adalah sebuah senjata peringkat Saint demi yang di kerjakan oleh seorang ahli Penyulingan senjata Roh atau Refiner terkenal milik Sekte dimana Mao Hong San berasal. Sebagai salah satu jenius sekte itu, dia memperoleh perawatan sekte dengan diberikan senjata peringkat Saint yang dibaut dengan penuh kehati-hatian oleh Refiner.
Kejadian mengejutkan terjadi…..
__ADS_1
Mata Mao Hong San terbelalak. Dia melihat pria remaja berambut kelabu itu menepiskan lengan bajunya, dan saat itu dia melihat ruang dan waktu disekitar mereka semua seketika menjadi sangat lambat. Pria itu kemudian sekali lagi mengibaskan lengan bajunya dan api besar berwarna hitam keluar dari tangannya dan melahap semua jarum yang bergerak amat lambat itu.
“Wusshhh ….!!!” Ratusan jarum yang dipakai Mao Hong San seketika berubah menjadi debu.
Masih dalam keadaan terkejut, namun tetap mempertahankan keanggunan dan penampilan Ahli Alam Tanpa Batas, Mao Hong San berkata dengan arogan..
“Jadi rupanya kamu adalah seorang ahli yang paham konsep ruang dan waktu?? Bukankah itu adalah keahlian kaum kamu jingling???"
"Huh…Baiklah kamu bisa terima serangan berikut ini…” Mao Hong San merbuat Gerakan kipas hingga yang mengembang itu menjadi menguncup. Kemudian dengan Gerakan aneh, secara Ajaib kipas tersebut berubah menjadi sebilah pedang tipis yang Panjang. Itulah kemampuan aneh senjata peringkat Saint.
Pedang ditangan Mao Hong San berkelebat dengan kejam mengunci kearah pria berambut kelabu itu.
“Duaar…!!!” bunyi bentrokan keras terdengar Ketika hawa Qi di pedang tipis kepunyaan Mao Hong San berbenturan dengan lima hawa pedang yang terlihat dikeluarkan pria berambut kelabu itu. Mao Hong San merasa tangannya kesemutan. Dia hampir mengeluarkan seteguk darah tapi ditahannya.
Mao Hong San menjadi terkejut. Lalu perasaan penasaran ketika benturan terjadi diantara mereka berdua membuat dia bertanya-tanya.
Meskipun bentrokan tadi dia hanya mengerahkan kekuatan tempur sebesar 70%, seharusnya kekuatan kekuatan yang tidak akan dapat diterima seorang ahli diranah Alam Raja bintang delapan seperti pria berambut kelabu. Apalagi sampai membuat tangannya kesemutan….
“Siapa pria berambut kelabu ini? Dia mampu menahan kekuatan tempurku sebesar 70%??” Mao Hong San berubah menjadi amat marah. Belum pernah dirinya dipermainkan oleh orang-orang di ranah Alam Raja seperti kejadian yang menimpa dirinya belakangan ini.
Sambil bersiul nyaring, tiba-tiba pedang tipis di tangannya berubah bercahaya kemerahan seperti nyala api. Mao Hong San mem-push kekuatan alam Tanpa Batasnya hingga mencapai maksimum 950.000 jin…
“Baammm…!!!”
Bunyi benturan Kembali terjadi Ketika pedang tipis ditangannya bertemu dengan Qi pedang yang terlihat menari-nari keluar dari tubuh pria berambut kelabu. Mao Hong San sekarang bahkan terdorong mundur beberapa tombak kebelakang dalam benturan itu. Tangannya Kembali terasa amatlah kesemutan. Hampir saja dia melepaskan pedang tipis ditangannya. Tanpa dia ketahui, setets darah megalir di bibirnya.
“Siapa kamu sebenarnya???” Mao Hong San buru-buru menyalurkan energi kebagian tangan yang ngilu dan kesemutan Ketika benturan senjata terjadi tadi. Dia berubah menjadi lebih waspada dan serius. Pria muda itu sepertinya tidak dapat diremehkan.
“Namaku Sima Yong” kata pria rambut kelabu itu dengan singkat.
“Sima Yong?? Apakah kamu adalah penantang arena beberapa waktu lalu yang mengalahkan peringkat tiga sayap perak arena??” Mao Hong San berpikir lalu menerka siapa itu Sima Yong.
“Itu memang benar aku” jawab Sima Yong.
“Bagus… kalau begitu kamu harus mati. Kali ini aku akan bertempur secara serius” Kata Mao Hong San.
Mao Hong San langsung merapalkan mantra. Dari atas kepalanya keluar ilusi pedang raksasa yang berwarna merah menyala. Sebagai jenius dari salah satu sekte Suci di Benua Penyaringan Dewa, Mao Hong San telah memahami tingkat tertinggi seni bela diri pedang yaitu Niat Pedang.
__ADS_1
Niat pedang sendiri meskipun adalah seni dan pemahaman sulit dikuasai banyak orang, namun terdapat beberapa jenius di Benua Penyaringan Dewa yang mengerti dan mampu mengolah Teknik Niat Pedang seperti ini.
Mao Hong San adalah salah satu praktisi yang beruntung memahami Niat Pedang. Sayang sekali dia hanya memahami sebatas level satu saja. Meskipun demikian, Mao Hong San sudah amat percaya diri dengan pemehaman Niat Pedang level satu. Tidak banyak ahli yang mampu menembus pemahaman Niat Pedang level dua dan seterusnya.
“Niat Pedang Level 1… pergiiii” Mao Hong San melepas kekuatan sebesar 1.050.000 jin kearah pria berambut kelabu itu (kekuatan Alam Raja dua 950.000 jin + 100.000 jin Niat Pedang level satu).
Pedang raksasa tipis berwarna kemerahan itu membelah udara dan menerjang dengan amat kuat kearah Sima Yong.
“Duaar….” Ledakan yang amat besar terjadi. Sampai-sampai akibat ledakan itu telah menimbulkan debu beterbangan memenuhi udara.
Ketika Niat Pedang Mao Hong San bertemu dengan serangan pria berambut kelabu, Mao Hong San telah berharap, setidaknya pria itu akan terkapar sekarat sambil bercucuran darah.
Namun siapa mau menyangka bahwa pria berambut kelabu itu terlihat mengeluarkan Teknik pemahaman Niat Pedang. Bahkan pria itu membalas tebasan Niat Pedang Mao Ho San dengan serangan Niat Pedang level tiga.
Mao Hong San bahkan tidak sempat menjerit Ketika energi raksasa Niat Pedang level tiga dari pria rambut kelabu itu menggulung serangannya dan menusuk tepat di dada Mao Hong San. Mao Hong San terlempar seperti karung bocor dalam kondisi tidak bernyawa ketika Niat Pedang level tiga menembus dadanya dan mengoyak jantungnya.
Keadaan berubah hening setelah kematian Mao Hong San. Keempat ahli dari Ordo Sayap Suci bergidik ngeri Ketika melihat keganasan Niat Pedang level tiga yang di pakai pria rambut kelabu atau Sima Yong. Didalam hati mereka semakin mengakui kemampuan dan ketangguhan Sima Yong.
Sima Yong melambaikan tangan dan cincin tata ruang milik Mao Hong San berpindah ke tangannya. Tidak lupa dia juga menyita senjata kipas atau pedang tipis peringkat Saint itu.
“95.000 blue manna? Hmm iblis ini ternyata seorang kaya” pikir Sima Yong Ketika memeriksa isi cincin tata ruang Mao Hong San.
Terdapat juga beberapa Teknik kultivasi namun karena semua adalah Teknik kultivasi iblis maka dia hanya menyimpannya begitu saja.
Selain hal-hal itu, Sima Yong juga menjarah banyak pil-pil dan bahan-bahan herbal untuk pengobatan maupun bahan-bahan membuat racun.
“Mao Hong San ini sepertinya berasal dari sekte yang kaya. Aku beruntung kali ini” Sima Yong tersenyum senang.
******
“Guys … aku berharap kalian semua untuk menunggu didalam lembah kera putih, sementara aku akan mengejar dua ahli Ordo Veteran itu” selesai berkata demikian, tubuh SIma Yong menghilang hanya dengan meninggalkan bayangan yang tersisa. Keempat temannya itu kemudian memasuki lembah kera putih menunggu Sima Yong menghabisi dua ahli Ordo Veteran yang tersisa.
*Bersambung*
* Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: "jimmychuu2022". Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.*
* Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.*
__ADS_1
* Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.*