Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Apakah ini Monster Kedua???


__ADS_3

   Pagi hari telah menjelang, dan belum juga terlihat penampakan monster kedua yang ditunggu-tunggu…


“Ah… padahal berulang kali aku telah mengasah pedangku sedemikian tajam. Hmm tak sabar rasanya ingin membelek perut mahluk setengah naga itu” Hua Shen tertawa keras setelah mengucapkan kata-kata banyolan seperti itu. Dia merasa lucu dengan sebutan setengah naga


“Hmm… suaramu demikian lantang sewaktu si monster imoogi itu belum menampakkan wujudnya. Jangan-jangan kamu ada orang yang paling terlebih dulu lari terbirit-birit meninggalkan kami tatkala monster asli itu muncul” Zhang Junda berkata sinis.


“Kita lihat saja nanti” Hua Shen mengangkat dua bahunya dengan wajah tidak peduli. Dia merasa cibiran Zhang Junda tidak mempengaruhi nya, untuk mentertawakan mahluk yang gagal kultivasi menjadi naga itu.


"Biar bagaimanapun, mahluk itu tetap mahluk gagal" desis Hua Chen.


   Ketika dua orang Ahli SAINT itu tengah bergurau, Sima Yong-anak muda tokoh utama kita merasakan suatu energi yang memancar dari sumber berkekuatan besar. Energi itu begitu terasa berusaha menindas dari kejauhan. Akan tetapi dia dengan mudah menepis tindasan aura tersebut.


“Sesuatu yang memiliki kekuatan besar tampaknya sedang bergerak menuju kapal ini” Sima Yong memberi peringatan. Matanya menginstruksikan tiga ahli SAINT itu untuk bersiap-siap.


“Tampak nya kekuatan mahluk ini jauh melebihi kekuatan monster sebelumnya. Aku menduga itu adalah imoogi yang kita tunggu”


   Trio Ju Lianyi, Hua Shen dan Zhang Junda tidak terlihat gugup sama sekali. Dengan gagah mereka meloloskan pedang yang tersarung rapih di pinggang. Masing-masing pedang tiga Ahli SAINT itu menimbulkan aura membunuh yang kuat.


Melihat kegagahan tiga SAINT itu, Sima Yong membatin.


“Entah tidak terhitung berapa jiwa yang telah mereka ambil nyawa nya menggunakan pedang-pedang Dao itu” bisik nya didalam hati. Meskipun itu adalah pedang ditangan mereka adalah pedang peringkat Dao, akan tetapi aura membunuh yang melekat di pedang tak dapat berbohong. Orang-orang bergidik ketika melihat pancaran aura yang amat kuat itu.


   Sementara itu, langit berubah warna. Itu terasa seperti warna cuaca dan udara yang mendung, siap untuk turun hujan. Dengan suara yang berderik derik…


“tik-tik-tik” suara itu terdengar seperti sesuatu yang amat jauh bergerak mendekat. Jika saja orang tidak waspada, mereka akan mengira bunyi itu adalah sebuah bunyi irama musik alamiah menyerupai suara hujan ketika jatuh di bumbungan rumah.


   Akan tetapi ahli yang berpengalaman akan langsung waspada. Suara itu adalah suara ular yang merasa terancam dimana mahluk itu menggoyang ujung ekornya menyerupai suara rintik huja.

__ADS_1


(keratin adalah protein berserat yang mengandung belerang yang menjadi dasar jaringan tanduk)


   Saat terancam, ular umumnya dengan cepat menggoyangkan ujung ekornya menimbukan suara seperti alat musik biologis, menggetarkan bagian-bagian keratin berongga yang saling mengunci.


   Makin lama makin cepat irama derik terdengar, pertanda mahluk ular itu semakin mendekat. Tatkala tiga ahli SAINT itu memperkirakan derik tersebut pertanda mahluk ular telah berjarak 1 lie, pada saat yang bersamaan secara tiba-tiba tiga ahli itu melompat ke Langit, menyongsong datang nya mahluk monster imoogi.


   Tiga pedang yang terhunus bernyala-nyala di bawah terik matahari menebas dan mengunci mahluk monster ular itu. Pertarungan kembali membahana di langit Lautan Embun Timur. Kali ini adalah pertarungan hidup mati antara mahluk yang di sebut Imoogi-ular yang gagal berkultivasi menjadi naga melawan tiga SAINT Pedang dari Wilayah Tengah.


   Imoogi mungkin adalah mahluk yang mengerikan untuk kebanyakan orang. Akan tetapi dibawah tekanan tiga SAINT itu, mahluk gagal tersebut terlihat keteteran didalam gulungan sinar pedang. Merasa terindas hawa pedang, saking marahnya, berulang kali mahluk imoogi itu menyemburkan uap beracun, berusaha membuat lemah tiga lawannya.


   Sayang sekali Imoogi itu sepertinya terbentur batu kali ini. Jika saja dia tidak dilindungi oleh kulit kerasnya-meskipun gagal berubah wujud menjadi naga, kulit mahluk itu sekeras baja, mungkin sudah sejak tadi imoogi itu terpotong-potong tiga pedang ahli SAINT itu.


“Trang-trang-trang” pedang ketiga SAINT itu seperti melenting, setiap kali membentur kulit keras Imoogi.


“S**t …. Kulit mahluk ini demikian keras. Tidak akan menunggu terlalu lama maka pedang DAO ini akan menjadi rompal dan menjadi barang tidak berguna” maki Zhang Junda sambil membuat gerakan menebas dan sekai lagi seperti membentur tembok roh. Dia berulang kali  gagal membelah perut mahluk raksasa itu. Mata nya melirik kearah Hua Shen.


   Dari arah kapal terdengar teriakan Laio Qoun,


“Penglima Lianyi… mungkin Tombak Immortal ini dapat membantu anda”


“tangkap…!!” Liao Quon melempar tombak earah Ju Lianyi.


   Memang ketika menonton dari jauh, semua memperhatikan jelas bahwa ketiga ahli SAINT itu dapat menindas Immogi tersebut.


Akan tetapi, Teknik pertahanan berupa kulit keras yang bahkan jauh lebih keras dibandingkan baja itu mempersulit ketiga ahli untuk membunuh monster itu. Liao Quon lantas teringat tombak Immortal senjata Pusaka kekaisaran yang di gunakan sebelumnya. "Tombak Immortal ini pasti akan mengiris kulit immogi seperti mengiris air"


“Suitttt” tombak melayang cepat dan dengan cekatan Ju Lianyi menangkap senjata peringkat Immortal itu.

__ADS_1


“Sekarang kamu tidak dapat mengelak… matii…!!!”


   Ju Lianyi memutar tombakitu dalam gerakan menyerupai Teknik pedang. Angin bergulung menimbulkan suara berderu-deru, pertanda kekuatan dahsyat timbul dari tombak pusaka itu. Ular imoogi itu semakin keras menggoyang ujung ekornya dan menimbulkan suara musik biologis itu lagi.


“TikTikTikTikTik….” Dia merasa terancam dengan angin serangan yang di timbulkan tombak immortal itu.


***


   Sementara itu dari arah geladak dimana mereka berdiri, semua orang merasakan langit semakin gelap. Sepertinya bayangan tebal telah menutupi dua matahari di dunia itu. akan tetapi, bukankah kegelapan ini bukan ditimbulkan oleh awan yang menutupi matahari??? Barusan saja matahari bersinar cerah… bagaimana mungkin secara tiba-tiba langit menjadi gelap.


   Lalu sayup-sayup semua orang menengadah keatas langit tatkala mendengar suara kepakan sayap menderu-deru seperti gelombang tsunami….


“Demi kaum suci apapun…” jerit banyak tentara.


   Bulu tengkuk semua orang seketika berdiri tegak. Ratusan .. tidak. itu bahkan lebih dari limaratus, bahkan mungkin ribuan monster berwujud menyerupai naga terbang dari langit menutupi awan. Suara kepakan sayap itu semakin lama-semakin terdengar menderu amat keras.


“Kita akan mati…” desis salah seorang tentara trintimidasi lagit gelap dan suara kepakan sayau yang menderu itu….


   Kenyataan seakan tak dapat mereka terima. Monster ke tiga telah muncul hampir bersamaan dengan monster kedua,


“Rasanya ini seperti kena kutukan…!!!” jerit orang-orang didalam hati.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2