
Tanpa terasa siang hari telah beranjak menjadi senja, dan senja pun merayap cepat berubah menjadi gelap. Ini merupakan penampilan malam yang memikat, dengan bulan tampak penuh atau purnama yang bercahaya gemerlap perpaduan warna madu dan gandum. Lingkaran halo bulan membuat langit menjadi terlihat jernih, bahkan teramat jernih.
Ini adalah malam yang cocok untuk memulai sebuah pertempuran. Dan Nevertari amat menyukai pertempuran didalam kegelapan malam seperti ini.
Sima Yong melihat dari kejauhan dua sosok berdiri agak saling menjauh. Satunya adalah perempuan cantik, namun beraura mengerikan - Caster. Dia penyihir itu bersenjatakan satu tongkat panjang, ramping, yang di atasnya bertatahkan batu-batu kristal langka seperti Amber, Amethyst dan Bloodstone mengelilingi kepala tongkat - Sima Yong menduga batu-batu itu adalah semacam batu Noble Phantasm yang berfungsi memperkuat sihir "Kirke" - roh penyihir yang konon keturuanan dewa matahari itu yang terlihat cantik namun seram dan terlihat keji itu.
Sementara masternya, Xue Man - satu Imp lemah, yang terlihat bersikap seolah-olah gagah yang mencoba bersikap berpura-pura seolah mampu mengendalikan Kirke keji itu dengan baik, namun dia tak dapat menyembunyikan aura ketakutan yang jelas tampak di wajah pucatnya.
"Aku akan berubah dan menyatu dengan bayangan malam, lalu aku menusuk diam-diam mahluk malang Xue Man itu dengan Hidden Blade ku" terdengar suara Nevertari memenuhi benak Sima Yong.
Sima Yong menggangguk kepala. Dalam pertarungan Perang Suci itu, aturan tidak berlaku sama sekali. Kamu dapat membokong seorang lawan, atau bahkan beraliansi dengan lawan, lalu berbalik menusuk aliansi mu untuk meraih kemenangan. Semua kebrutalan berlaku di dalam arena perang ini.
Nevertari berubah menjadi bayangan, menyatu dengan seluruh bayangan malam dan memperoleh kekuatan magis dalam bayangan itu. Dia sudah merencanakan akan muncul tiba-tiba dan menusuk dan kembali menyatu dalam bayangan malam.
"Beruntung sekali kemampuan bawaan Nevertari sebagai assasin, dia hanya memerlukan bayangan, dan menyerap semua energi dari bayangan malam - assasin adalah Roh yang mandiri, sehingga dia nyaris tidak membutuhkan supply energi sihir dari master - tidak merepotkan masternya.
Tidak seperti Kirke yang malang itu. Meskipun dia adalah penyihir terkuat, keturunan dewa, namun dengan memilih master lemah seperti Xue Man, tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama dia akan kehabisan energi, lalu bersama-sama dengan Xue Man yang tidak kompeten itu, mereka berdua akan di bantai Berseker ganas itu" nilai anak muda kita.
Sima Yong terhenti dengan lamunannya, dibuat terkejut ketika dia melihat Odin, Berserker itu mulai berlari cepat secepat angin dengan mengayunkan martil di tangannya, dan dunia terasa mulai terkompresi "sesuatu yang jahat akan terjadi" duga Sima Yong...
"Membakar !" teriak Odin dalam lompatan tinggi melebih dua puluh kaki. Martilnya terayun cepat kearah Kirke dan Imp malang - Yang terlihat makin ketakutan.
Langit tampak terbelah, memuntahkan halilintar dengan tiba-tiba, seolah-olah tangan dewa sendiri yang memberi bukaan si pintu langit dan menjulurkan halilintar turun ke daratan.
Halilintar itu seolah di hempaskan utuh-utuh dengan kedahsyatan, bermuatan puluhan bahkan ratusan ribu volt bahkan milyaran volt kekuatan listrik yang dalam sekejab membuat seluruh Gurun Tak Bertepi bermandikan cahaya kilat - terjadi dalam keadaan berulang dan berulang kali - seperti nya tak ada henti-hentinya.
Semua penonton menjadi ngeri, banyak yang berlari dari tepian labirin, menghindari lidah api dan kilat yang mulai membakar sengit dinding-dinding labirin labirin.
Sementara itu suara tertawa keras dari Fey, master Berserker bernama Xing Tian itu terdengar membahana mengirimi kilat tak ada hentinya, membuat bulu kuduk meremang.
"Hanya kematian yang akan menemani kaum lemah" suaranya terdengar kejam. Dia mencium bau kemenangan, walaupun dadanya merasa sesak ketika Odin menyerap utuh-utuh energinya.
Ketika semua menduga kalau Kirke, penyihir perempuan bersama master nya Xue Man akan mati menjadi debu di rajam kilatan petir dan kilat,
Yang terjadi malahan sebaliknya... Kini semua orang di buat tercengang. Dengan mengeluarkan suara nya yang terdengar merdu seperti berasal dari alam baka - demikian kuat menyaingi suara kengerian halilintar...
__ADS_1
Kirke membuat perintah sihir, tongkat sihrnya di angkat tinggi-tinggi seolah memerintah kepada langit untuk mematuhi perintahnya ...
Rain of Light - Hujan Cahaya !
Hujan cahaya ini adalah satu mantra ofensif - yang bentuknya berupa balok-balok cahaya besar. Semua ternganga seketika menyaksikan ratusan balok cahaya, besar dan tebal seperti langsung turun dari langit - dengan sangat cepat melebihi kecepatan halilintar.
Kemudian Hujan Cahaya itu membentuk benteng sihir yang sangat kuat - yang terbentuk akibat penggunaan seluruh prana yang dimiliki Kirke. Kirke menyedot seluruh energi masternya untuk tindakan ini...
Duar ! Duar ! Duar !
Benturan terjadi. Keras, bahkan teramat keras. Ruang dan waktu seolah tercabik-cabik atas benturan dua kekuatan penuh daya magis itu.
Bahkan penonton yang terdiri dari kaum penyihir, banyak yang telempar, melolong, menjerit pilu dengan kondisi tubuh mengalami luka-luka akibat percikan lidah api dan kilat akibat benturan tadi.
"Mari kita menjaga jarak lebih jauh lagi. Dua monster tengah bertempur, hidup atau mati" pekik kaum penyihir yang awalnya telah menjauh, kini mengambil langkah munder lebih jauh dari arena labirin itu.
Hoeks !
Sima Yong melihat dengan iba, Xue Man Imp itu terduduk kuyu memuntahkan darah. Wajah pucatnya kini semakin pucat pasi. Ketika Kirke mengerahkan kekuatan prana nya, seluruh energi yang dimiliki Imp itu tersedot, bahkan Kirke mengambil semua cadangan energi dari sel-sel tubuh master nya.
Diantara percikan kilat dan halilintar yang belum juga habis memercikkan api akibat benturan dengan 'Rain of Light' nya Kirke ..
Dengan wajah keji tanpa rasa iba dia berkata kepada Xue Man yang sekarat..
"Anda terlalu lemah. Anda bahkan hanya keturunan dari satu roh halus lemah diantara yang terlemah. Anda tak layak mengendalikan ku sebagai master"
Mata Kirke menyala dalam sorotan bahkan jauh lebih keji dan menyeramkan dari sosok iblis yang jahat manapun. Xue Man semakin ketakutan.
"Maka dari itu... Karna aku tidak mau menjadi pecundang dalam perang ini - mati paling awal-awal, lebih baik kamu yang mati saja.
Lalu aku akan mengambil Mantra Perintah (command spell) di tanganmu, dan mengubah takdir ini sebagai master sekaligus servat!"
Kirke menjulurkan tangannya, yang memanjang dan makin memanjang, kini melekat ketat di leher Xue Man. Dia mencekik leher Imp malang itu dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya terjulur mencengkeram tangan Xue Man.
Kirke menyentak dan menarik putus tangan Xue Man yang padanya telapak hingga lengan itu terdapat Mantra Perintah bergambar tongkat - mantra yang diberikan Relikui Naga untuk menjadi seorang master dalam perang suci ini.
__ADS_1
Xue Man tidak dapat bersuara apa-apa, ketika pada akhirnya dia mati tercekik, lalu Kirke merubahnya menjadi sebuah batu yang berwarna hitam.
Orang-orang yang menonton memaki-maki dari luar arena. Semua memaki Kirke - Roh pahlawan yang berani melawan master nya, bahkan berkhianat menjadi master pengendali atas diri sendiri.
"Penghianat !"
"Penyihir iblis !"
"Pantas saja kamu di buang dan di asingkan semasa hidup mu!"
"Dengan kekejaman seperti itu, pantas saja bahkan keluargamu mengingkari kamu !"
Kirke mengabaikan teriakan-teriakan cacian dan kutukan para penonton. Dia mengangkat tangan putus itu tinggi-tinggi, meremasnya menjadi debu lalu meresapi, ketika suatu mantra berbentuk tongkat melayang - lalu menyatu dengan dirinya, gambar mantra perintah itu melekat di pundaknya dalam gambar tongkat, Kirke tertawa dengan keras - berlatar belakang percikan api dan nyala halilintar.
Roh Kirke itu tidak memiliki keinginan yang kuat untuk bertarung. Dia adalah sosok yang sombong, tidak memiliki keinginan kuat bertarung, namun diam-diam memedam hasrat memenangkan pertarungan suci ini.
Sejak awal Kirke sebagai penyihir yang jahat telah mengatur strategi ini. Dia berjuang untuk kemenangan sendiri, untuk memenangkan Relikui Naga untuk dipakai sendiri, bukan untuk di persembahkan kepada masternya.
Dia berniat dan memilih untuk mengambil keuntungan nanti, ketika semua master dan roh nya kelelahan bertempur, lalu mengambil keuntungan sebagai pemenang Perang Suci ini.
Kirke lantas menghilang, menggunakan kekuatan sihir yang demikian kuat, bahkan tidak membutuhkan magecraft atau mantra apa-apa. Dia yang memerintah alam untuk melakukan kemauannya...
******
"Apa yang kamu tonton manusia? Dari pada menjadi penonton, lebih baik kamu bertarung dengan ku"
Sima Yong merasakan hawa panas seperti api mengelilingi nya, jatuh dari angkasa. Ia mendongakkan kepala, melihat di udara, terbang tidak tinggi - satu Naga Hitam bersama dua sosok.
Master dan servant nya Roh rider. Master Rider itu adalah satu Dark Elf muda - gadis usia belasan tahun. Walaupun muda, mata gadis itu terlihat jahat dan keji..
"Well - well - well... Selena Hui dari ras Dark Elf beserta servant nya.. Siapa namamu Rider? Galbatorix bukan? Dan Naga hitam itu Shruikan bukan?" kata Sima Yong sambil bertepuk tangan...
"Ku dengar... Dari kisah-kisah mitology, kalian berdua adalah penghianat kaum kalian sendiri - Pengendara Naga (rider).. Apakah kamu yakin akan mengambil ku sebagai lawan pertama-tama?" tanya Sima Yong memprovokasi...
Wajah Selena Hui - Drk Elf itu terlihat jelek. Dia benci karena Magus di depannya telah mengetahui tipe dan siapa Roh yang dia kendalikan. Sementara dia tidak tahu apa-apa tentang siapa Magus itu.
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...