Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Menara Dewa Berkabut V


__ADS_3

   Dalam keadaan terdesak seperti itu, kembali sekilas pemahaman mengenai “Konsep Ruang dan Waktu Totem Elf” secara membabi buta berkelebat memenuhi ingatan Sima Yong.


“Aku paham sekarang…!!!”


   Rasanya seperti baru terbangun dari suatu mimpi… kenangan pemahaman mengenai ruang dan waktu itu meledak dalam ingatan dan memberi Langkah baru bagi “Konsep Pembagi Surga” Sima Yong.


   Dengan Gerakan yang tanpa terduga oleh ketiga lawannya, Sima Yong terlihat menghilang dari kurungan Ledakan Listrik Hujan Panah. Ketiga lawannya melihat Sima Yong merobek ruang dengan cepat, dan kemudian tubuhnya nya telah berpindah di tempat lain berjarak 100 meter dari situ.


“kemampuan merobek ruang dan berteleportasi????” ketiga lawannya terlihat terkejut


 “Hahaha… terima kasih airen kecil… serangan seribu panah listrikmu telah membuka pemahaman bagiku… sekarang terimalah kematian kalian…”


   Sima Yong melompat dengan cepat kearah ketiga mahluk itu sambil mulutnya merapal mantra…


“Pembagian Surgawi…!!!”


   Semua ruang tempat arena itu kemudian berputar. Keadaan menjadi terasa terbolik-balik dalam kemiringan yang berbeda-beda kocar kacir. Tentu saja dengan perubahan kemiringan dan pembalikan ruang di arena itu, membuat ketiga lawan Sima Yong menjadi kebingungan dan panik.


“Blackhole…!!!” ras jingling itu membentak keras, sementara praktisi ras nanren telah memutar pedang Panjang di tangannya yang menimbulkan angin ribut berkekuatan 550.000 jin. Dia berniat duel mati dengan Sima Yong. Disisi lain, ras airen terlihat telah menarik busurnya lalu mengarahkan kelangit.


 Sima Yong tertawa dalam hati,


“Sepertinya kurcaci itu hendak membuat aku terperangkap didalam lubang hitam dan kemudian menyetrumku…. Huh tidak semudah itu”


 “Penyimpangan ruang dan waktu…!!!”  semua yang terdapat didalam arena itu seketika menjadi lambat. Saking lambatnya, sampai-sampai ketiga lawan Sima Yong saling melirik. Mereka dapat melihat jelas Gerakan aliran udara yang bergerak dalam arena. Hal itu disebabkan semua ruang disekitar mereka telah terkunci dalam konsep “Ruang dan Waktu” yang membuat waktu menjadi lambat. Sinar mata panik sangat jelas tergambar di raut ketiganya.


   Sima Yong tidak mau membuang waktu Ketika segala sesuatu telah melambat. Dengan tusukan yang mengandung esensi Teratai Salju, segulung badai es raksasa terlihat menerjang kearah ketiga lawannya. Ketiganya membeku, kaku.


   Keadaan ketiga lawan Sima Yong itu kini berubah menjadi amat mengenaskan dan… Pedang Hati Rembulan menyentuh tenggorokan masing-masing dari mereka dengan kekuatan 550.000 jin.


Airen meledak…… “duaar….”


Jingling meledak… “duarr…”


Nanren meledak….”duaarr”


   Ketiganya lenyap membentuk pecahan es, lalu menguap tidak berbekas.


“Sebenarnya semudah itu jika aku memanipulasi ruang dan waktu? Sungguh suatu konsep bela diri kelas dewa yang mengerikan…”.


   Sima Yong menarik nafas lega… dengan pemahaman baru mengenai Pembagi Surga itu, dia melihat bahwa konsep “Ruang Penyimpangan” telah memasuki level puncak.


   Sedangkan konsep “Pembagi Surga” yang tadinya hanya di ranah pemahaman dasar, kini telah berada di level maksimum.


“Sekeluarnya dari ujian Menara Dewa Berkabut, aku akan menutup diri dalam kultivasi lagi untuk memahami Simbol Kehancuran Totem Elf Suci itu. Rasanya masih ada waktu satu bulan berlatih sebelum perang antar ordo dimulai”. Sima Yong pun menaik tangga Menara.

__ADS_1


 ******


   Di lantai sepuluh itu, Sima Yong melihat seorang perempuan yang sangat cantik. Wajahnya sangat agung dan memberi kesan rasa hormat bagi siapapun yang memandang wajahnya.


“Adapun kultivasi nya??” Ketika Sima Yong mencoba melirik dantian mahluk cantik itu, dirinya seakan tenggelam didasar lautan yang tidak memiliki dasar…


 “Kultivasi itu???.....apakah dia ini adalah seorang ahli ranah Alam Abadi? Atau setidaknya dia ini adalah cerminan praktisi Alam Ancient Sage??? Dengan kemampuan yang tidak terduga ini, dia dapat membunuhku dengan sekali menjentikkan jari tangan” Sima Yong menjadi amat gemetar. Tidak mungkin dia dapat mengalahkan mahluk lantai sepuluh dihadapannya itu


 ******


   Ketika Sima Yong sementara ketakutan berhadapan dengan ahli di lantai sepuluh, di aula Menara Dewa Berkabut, semakin banyak ahli yang berkumpul. Keadaan amat ribut Ketika membaca papan pengumuman bahwa Sima Yong berhasil menyapu bersih tantangan di lantai Sembilan. Lampu di lantai sepuluh menyala…..


“Orang itu bahkan berada di lantai sepuluh”….


 ******


“Selamat datang di lantai sepuluh anak muda…” Wanita bangsawan itu menyapa Sima Yong dengan senyum.


“Anda tidak perlu kuatir. Di Lantai sepuluh ini anda bukannya akan bertempur melawan saya” Wanita bangsawan itu tersenyum, …. dia kemudian melanjutkan.


“Aku adalah Peri Menara yang bertugas untuk memberikan reward atas pencapaian semua Praktisi ketika berhasil melewati ujian di Menara Dewa Berkabut ini”.


“Untuk saat ini, perjuangan anda saya tangguhkan di lantai sepuluh. Ranah kultivasi anda tidak memungkinkan untuk melanjutkan di lantai sebelas saat ini. Kedepannya pada saat ranah kultivasi anda telah menembus setidaknya Alam Saint (Alam suci agung), maka anda diijinkan untuk memasuki lantai sebelas.” kembali peri menara tersenyum lagi kearah Sima Yong.


 “Menurut informasi yang aku dengar, kesempatan untuk memasuki Menara ini hanya sekali seumur hidup. Akan tetapi baru saja tadi Penatua Peri Menara mengatakan bahwa kelak aku dapat memasuki ujian di Menara Dewa Berkabut Ketika mecapai ranah Alam Saint??? Mengenai hal ini, aku kurang paham. Mohon pencerahan Penatua Peri…” Sima Yong membungkuk dengan penuh rasa hormat.


   Peri Menara itu terlihat merasa senang dengan sopan santun yang Sima Yong tunjukkan.


“Itu benar sekali… seorang praktisi hanya diperbolehkan sekali seumur hidup untuk menguji kemampuan di Menara ini. Akan tetapi jika pada ujian pertama, praktisi itu berhasil menerobos hingga di lantai sepuluh dan dia memiliki kultivasi di bawah Alam Saint… maka praktisi itu di perbolehkan Kembali ke dunia luar untuk berlatih lagi hingga mencapai Alam Saint. Kelak saat dirinya telah mencapai ranah Alam Saint, maka pintu ujian Menara Dewa Berkabut akan selalu terbuka untuknya….”


“Itu berarti aku harus berusaha menembus Alam Saint apapun konsekwensinya untuk bisa melanjutkan tantangan lantai sebelas…. Anak muda ini paham sepenuhnya Penatua Peri”


“Menurut catatan kami, anda adalah praktisi ke enam yang berhasil menerobos ujian pertama di Menara lantai Sepuluh dalam ribuan tahun ini. Jadi anda adalah peringkat ke enam di Menara pengujian ini. Apakah anda memiliki pertanyaan..???”


 Sima Yong menjawab ringkas “terima kasih Penatua Peri.. aku amatlah puas…”


   Jelas-jelas Sima Yong tidak ingin membandingkan dirinya dengan sosok-sosok legendaris dari ribuan tahun lalu. Dia sadar Teknik dan semua jenis kultivasi era kuno itu adalah sesuatu yang kuno dan murni sehingga pasti kemampuan mereka diatas kemampuannya sendiri.


“Sebagai praktisi yang berhasil lolos hingga lantai sepuluh ini, maka anda berhak untuk menerima reward yang pantas. Silahkan buka kotak yang terbuat dari kayu harum ini ….” Peri Menara menjetikkan jarinya, lalu kemudian melayang sebuah kotak yang diukir dengan ukiran yang halus.


   Sepertinya ukiran itu dibuat menggunakan kekuatan jiwa. Sima Yong dapat merasakan bahwa ada keluar semacam energi jiwa dari kotak yang menyiarkan aroma kuat kayu harum (kayu cendana/sandalwood). Dengan berdebar-debar Sima Yong membuka kotak yang amat harum itu.


“Ini adalahh…???”


   Sima Yong memandang sepasang sayap indah yang keluar dari dalam kotak harum. Sepasang sayap itu benar-benar amat besar, kira-kira berukuran 3.5 meter dengan warna yang bercahaya kekuningan bagaikan cahaya matahari yang baru saja menunjukkan wajah di belahan Timur dunia.

__ADS_1


“Sayap Kuning Nirwana…” Sima Yong mendesis Ketika membaca tulisan kecil di kotak kayu harum.


“Benar sekali. Selama ini, Sayap Kuning Nirwana ini baru dikeluarkan dari Gudang harta Menara Dewa Berkabut sebanyak dua kali. Pertama kali aku memberikan sayap serupa kepada seorang praktisi jingling kira-kira dua ribu tahun lalu. Sejak saat itu, belum pernah ada praktisi yang memperoleh anugerah untuk memperoleh sayap type ini” Peri Menara menatap Sima Yong sangat dan mencoba menilai apakah anak mud aitu suka dengan sayap ini. Dia menemukan bahwa Sima Yong terlihat bersyukur, lalu dia melanjutkan.


“Perlu saya informasikan. Setelah anda mengenakan sayap ini, maka kekuatan tempur anda (ATK) akan bertambah sebesar 250.000 jin. Belum lagi kemampuan pertahanan anda meningkat banyak dimana Sayap Kuning Nirwana ini mampu menahan menahan serangan pukulan yang mengandung kekuatan 250.000 jin”…..


Sima Yong mengajukan pertanyaan…


“Itu berarti saat ini aku memiliki kemampuan tempur sebesar 550.000 jin. Berarti Ketika sayap ini bertransplantasi di tubuhku, maka nilai ATK ku menjadi 800.000 jin?”


 “Benar….”


“Dan juga saat ini aku memiliki Teknik yang dapat bertahan dari serangan 500.000 jin, setelah nya pertahananku akan meningkat menjadi 750.000 jin??”


“Itu benar sekali” kata Peri Menara.


   Sima Yong terlihat puas sekali dengan penjelasan Peri Menara.


“Mari aku tunjukkan bagaimana melakukan transplantasi Sayap Nirwana dan Teknik pertahanan yang dapat anda pakai Ketika memiliki Sayap Nirwana”.


******


   Dua hari lamanya Sima Yong berdiam di lantai sepuluh, sementara Peri Menara melakukan proses transplantasi sayap ke tubuh Sima Yong. Meskipun melalui proses kesakitan Ketika Sima Yong harus melakukan transplantasi itu namun dia bertahan dari rasa sakit. Rasa sakit itu terasa karena Peri Menara harus melakukan amputasi terlebih dahulu terhadap sayap milik Sima Yong sebelumnya.


  Ketika semua proses telah selesai, Sima Yong melakukan uji coba kekuatan. Sebuah Gunung ilusi di lantai sepuluh itu seketika hancur berkeping-keping Ketika dia meluncurkan sebuah serangan pedang.


“Total kemampuan ATK ku menjadi 800.000 jin. Itu suatu kekuatan yang bahkan mampu melawan Ahli Alam Tanpa Batas level tinggi” Sima Yong tertawa Bahagia.


   Ketika Peri Menara mengajarkan Sima Yong sebuah Teknik pertahanan yaitu Pertahanan Sayap Nirwana. Gerakan yang diajarkan amatlah mudah namun diperlukan Gerakan refleks. Sima Yong berulang kali melatih kemampuan sayapnya untuk membungkus diri secara refleks Ketika terjadi serangan tidak terduga.


   Setelah beberapa hari telah berlalu, pada akhirnya Sima Yong diijinkan untuk keluar dari Menara ujian itu,


“Anda harus terus berlatih Teknik refleks pertahanan itu. Semakin rajin anda berlatih, maka sayap anda benar-benar akan berubah menjadi sebuah tameng ilahi bagi diri anda”.


“Satu hal lagi… Ketika nanti anda memasuki ujian di Menara ini… sepanjang anda membuat saya terkesan dengan kemampuan baru anda, maka saya dapat memberikan anda pergantian sayap dengan level yang lebih tinggi”


“Benarkah itu? Terima kasih Penatua Peri” Sima Yong berlutut mengucapkan terima kasih.


“anda boleh menghancurkan slip giok ditangan anda, maka secara otomatis Menara Dewa Berkabut akan mengirim anda keluar dari sini….”


“Baik…”


   Ketika Sima Yong menghancurkan slkip giok ditangannya, dunia disekitarnya memudar…..


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2