
Nevertary berubah menjadi gulungan asap hitam - melesat cepat menuju kearah Ratu Vampire itu,
"Aku akan mencoba menghajar dia se-singkatnya, berharap dapat mengurangi energi sihirnya dengan cepat.
Dua milyar energi milik nya harus kita kuras dalam kesempatan pertama - sebelum dia berbalik menyedot habis energi kita !"
Irisan belati Hidden Blade di tangan Nevertary mengerat tubuh Ratu vampire dalam teknik hidden blade berbentuk tanda silang.
Namun sayang sekali, pada percobaan pertama tebasan yang di lakukannya dengan belati itu hanya mengurangi satu juta jin dari energi sihir Ratu Vampire. Masih tersisa banyak sekali energi yang dia miliki.
Di lain pihak, merasa kalau energi nya terkurang walau hanya secuil, Ratu Vampire itu menggeram lalu mengayunkan tangannya yang memiliki kuku-kuku tajam seperti pisau mengembat kejam ke arah Nevrtary..
Wush !
Cengkeraman keji Ratu Vampire itu gagal mendarat di tubuh Nevertary. Namun tetap saj sang assasin merasakan kepalanya mendadak pusing ketika angin sambaran cakar itu memenuhi hidungnya.
Rupanya angin serangan ratu vampire mengandung aroma beracun yang ganas - suatu bau-bauan yang di dalamnya terdapat esensi darah penuh hawa sesat yang mampu membuat siapapun yang mencium bau itu, merasa kepalanya pusing dan merasa mual.
"Hati-hati ! Bahkan angin serangannya membawa aroma beracun" bisik Nevertary di benak Sima Yong.
"Lihat pedang !" bentak Sima Yong. Tubuhnya mengudara dalam satu jumpalitan indah - pedangnya bergerak demikian mengarah ke kening ratu vampire.
Blam !
Pedang emas tepat menghujam kening sang ratu.
Ratu vampire terhuyung kebelakang, namun dia tidak sampai terjatuh. Tikaman anak muda itu yang tepat mengenai dahinya mengandung energi magis kuat.
Serangan ganas anak muda itu telah membuat ratu mengalami kerugian kehilangan energi sihir sebesar 50 juta jin.
Whoaaa !
Ratu vampire menjadi kian marah. Selama pengalaman tempurnya, belum ada satu lawannya yang dia hadapi, mampu menurunkan 50 juta jin energi sihir nya dalam sekali tebasan senjata.
Setelah serangan pertama tadi, Sima Yong melompat mundur, dia melihat arah atas kepala ratu, membaca tulisan diatas kepala sang ratu - seberapa besar energi sihir ratu vampire yang hilang pada bentrokan awal.
Sambil menggumam dia membaca diam-diam, menggunakan mata batin ke balik lapisan ke tiga dan keempat tirai roh halus, tertulis status ratu vampire
Energi sihir : 1.999.949.000 ..
"Masih sangat banyak !" mata Sima Yong terbelalak.
"Demi dewa... Kita hanya memiliki waktu sepuluh menit untuk menghabisi dia sebelum seluruh energinya pulih seperti semula" bisik Sima Yong kepada Nevertary...
"Gunakan Noble Phantasm yang mengandung Critical dan Attack sihir paling tingg yang anda miliki.
Kemudian hajar mahluk menyedihkan itu mengunakan 90 bagian energi sihir anda. Kita harus berburu dengan waktu, sepuluh menit adalah waktu terlama untuk menghabisinya sebelum dia melakukan pemulihan secara sihir" tambah Sima Yong.
Sima Yong secara cepat mengenakan sarung tangan emas - satu benda Noble Phantasm sihir yang dia peroleh waktu itu dari Pegasus di Pulau rahasia.
Sementara tubuhnya melayang cepat dengan gerakan pedang menusuk ke tubuh ratu vampire...
Sima Yong melirik status di sarung tangan nya ;
"CRIT - critical meningkat 100 persen dari kekuatan praktisi. Dua kali hit ahli sihir dengan beruntun akan meningkatkan combo critical dan mengakibatkan kerusakan parah musuh.
Nilai serangan Attack harus minimal 100 juta jin agar combo menimbulkan kerusakan yang lebih parah lagi"
Sima Yong merasa tenang. Sebagai ahli Kekuatan mental peringkat DAO, kekuatan energi sihirnya sekurang-kurang nya 120 juta jin jika dia menggunakan 90 bagian pukulan yang berkekuatan sihir.
Tsing !
__ADS_1
Blam !
Serangan pedang secepat kilat dalam tiga kali serangan langsung terliht mengakibatkan kerusakan parah - Combo akibat pengerahan critical hit (serangan kritis) kombinasi ATK mengakibatkan energi sihir dan darah ratu vampir menurun drastis.
Nevertary pun tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Ketika ratu vampire kerepotan menghadapi Sima Yong, sosoknya muncul di belakang ratu vampire dan dia mencabik punggung sang ratu dengan empat hujaman belati.
Ratu vampire mengaum seperti banteng terluka. Energi sihirnya berkurang dratis menjadi 1.500.000.000 jin. Artinya kedua orang itu telah menghilangkan energi sihirnya sebanyak 500.000.000 jin.
"Menghindar !" teriak Sima Yong ketika dia menghitung waktu telah 30 detik berjalan. Dia melihat mata sang ratu mulai memerah.
Ratu vampire kemudian membuka mulut nya, menampilkan gigi-gigi runcing seperti gigi hiu dan dia mulai mengaum seperti singa.
Whoaam !
Banjir darah terjadi ! Air mata darah dengan cepat keluar dari bola mata kiri Sang Ratu, merembes cepat seperti cahaya membanjiri ruang dan lantai pualam itu.
Nevertary telah jauh-jauh hari bersembunyi di balik bayangan. Sedangkan Sima Yong? Dia menghilang dan berdiri jauh-jauh dari arena, di tepian batas pintu masuk ke arena.
Hoeks ! Sima Yong terbatuk darah. Wajahnya memucat.
"Master !" pekik Nevertary di benaknya.
Meskipun jaraknya adalah jauh di luar jangkauan sihir mata berdarah itu, namun Sima Yong merasa tujuh puluh puluh bagian energi sihirnya sirna terkena sisa uap darah dari mata ratu vampir.
"Kurang ajar.. Benda sihir itu sangat jahat. Aku sekarat !" cepat-cepat Sima Yong menyedot energi sihir dari cincin Mutiara yang dia miliki.
Wajah SimaYong langsung menjadi merah jambu setelah energi sihir kembali memasuki benaknya. Dia pulih seketika namun energi cadangan di cincin Mutiara miliknya berkurang tiga luluh bagian..
"Kita punya waktu tiga puluh detik untuk memulai serangan kombo dan tersisa delapan menit sebelum dia melakukan sihir healing untuk pulih seratus persen kembali normal seperti awal" bisik Sima Yong. Tubuhnya langsung melesat secepat meteor - Pedang Emas Suci membentuk garis lurus mengunci kening ratu vampire.
"Combo critical !"
Blam ! Sang ratu terhuyung ketika tiga tusukan dan sebetan pedang membentuk serangan combo menghantam dan membelah tubuhnya. Sementara itu Nevertary juga mencabik-cabik punggung ratu vampire.
Whoaaa !
"Sisa satu miliar jin lagi - kita harus mengambil kesempatan ini sebelum sepuluh menit" Sima Yong menghitung waktu hampir 30 detik mendekat...
"Mundur !.. Kedua nya menghilang secepat hantu dari ratu vampir. Mahluk sihir itu berjalan mondar-mandir mencari-cari keberadaaan dua musuhnya.
"Air mata darah Ratu vampire itu akan keluar bersamaan sihir rebound nya !" kali ini Sima Yong tidak mau terkena aura atau jejak sihir airmata darah lagi. Dari pinggiran perbatasan arean dengan jalan di pintu gua, dia membuat benteng es dari Chakra air nya.
Tangisan ! Banjir air mata darah !
Sebuah energi dahsyat terlihat menghantam dan mengikis benteng es yang dibuat menggunakan chakra itu. Kristal es yang benis berubah penuh bercak darah ketika air mata sang ratu menodai benteng pertahanan, mencoba menerobos dan menyedot energi sihir Sima Yong.
Pelan-pelan Sima Yong melihat dari balik tembok kristal es.
"Meleleh ! Kekuatan sihir ratu vampire ini demikian kuat" gumam Sima Yong.
Dia menggenggam erat Pedang Emas, siap-siap menebas air mata darah kutukan - jika kemungkinan buruk terjadi nanti.
Nafas lega terdengar ketika Sima Yong membuang gas karbon yang menumpuk di paru-parunya - lalu dengan teriakan keras demikian bunyinya...
"Sekarang Nevertary ! Tutup mata mu !" dia melompat cepat kearah ratu vampire yang berputar-putar di arena (mahluk ini hanyalah semacam bot yang di buat secara sihir, sehingga tidak dapat meninggalkan arena batu pualam ini).
Tangan Sima Yong terjulur kedepan dan melepaskan tiga benda Noble Phantasm milik nya. 'Tiga Topeng Kepala Gorgon'
"Bekukan dunia ! Bekukan ruang dan waktu ! Biarkan magus ini membunuh mahluk malang itu !"
Mata Gorgon membuka, dan mahluk ratu vampire itu terpana memandang takjub kearah tiga kepala yang memancarkan cahaya indah dari tiga pasang mata.
__ADS_1
Ratu vampire terdiam menjadi kaku seperti patung - dia belum betul-betul menjadi patung karena kekuatan sihir reboundnya berulang kali melakukan penolakan kutukan membatu.
Pedang di tangan Sima Yong menebas berulang kali dalam gerakan combo, ditambah cabikan belati di tangan Nevertary maka energi sihir ratu vampire itu menipis dengan cepat.
Beberapa waktu kemudian, raksasa vampir perempuan itu jatuh terkulai. Pelan-pelan kakinya mulai membatu, menjalar ke badan dan seterus nya.
"Mata itu !" pekik Sima Yong.
"Itulah Noble Phantasm yang di dapat pemenang di domain ini " pedang emas dengan cepat sekali menyayat mata ratu vampir, kemudian mencongkel sebelum berubah menjadi batu pengaruh kutukan mata Gorgon.
Mata Ratu vampir pelan-pelan mengeras, lalu membatu menjadi satu batu permata berwarna merah dari. Anehnya di tengah permata merah itu, terdapat bulatan seperti pupil mata..
"Selamat master. Anda mempeoleh satu benda langka - Mata sang Ratu Vampire. Ini adalah Noble Phantasm yang di buru dan di inginan semua mahluk pengguna sihir. Banyak yang rela mati untuk mendapatkan benda ini" kata Nevertary memuji.
"Tahukah anda cara menggunakan nya?" tanya Sima Yong.
"Penggunaannya sama seperti benda Noble Phantasm lainnya. Master hanya perlu mengaliri benda itu dengan energi sihr, kemudian memerintahnya. Dia akan mematuhi keinginan anda sesuai keahliannya" jelas Nevertary.
Sima Yong mengangguk puas mendengar keterangan Nevertary. Dia menyimpan Mata Vampire itu ke dalam cincin nya.
Sementara itu ruang dan pandangan di sekitar mereka mengalami keadaan retak-retak. Bunyinya gemerincing seperti suara kaca pecah.
"Domain ini menghilang !"
Sima Yong dan Nevertari tersadar - mereka rupanya masih berada di lorong labirin dan keadaan saat ini telah menjelang pagi. Matahari telah bersinar menghangati gurun.
"Mari kita pergi ke tengah labirin. Di tengah-tengahnya adalah panggung arena penentuan pemenang perang suci ini"
Kedua nya berlari menyusuri labirin, berusaha menuju ke bagian tengah untuk mendapati pangguna arena pertempuran.
Ketika pada akhirnya mereka berdua tiba di panggung arena di tengah-tengah labirin, Sima Yong meliha keadaan masih demikian sepi.
"Sepertinya kita berdua adalah master dan roh heroik pertama yang telah menyelesaikan Quest terakhir Relikui Naga" kata Sima Yong.
Sementara itu di atas langit Gurun Tak Bertepi, tiba-tiba terdengar bunyi mendesis seperti petasan. Array Relikui membuat pengumuman.
"Master Sima Yong seorang magus bersama servant Roh Heroik Assasin telah menyelesaikan quest relikui" penonton para ahli sihir di Gurun bersorak. Semua mengelu-elukan Sima Yong dan Nevertary.
Belum kelar mereka bersorak karena masih ada dua penyihir lainnya yang tengah menyelesaikan Quest di domain terakhir. Sekonyong-konyong suara mendesis terdengar lagi di udara..
"Apakah relikui akan mengumumkan penyihir lain yang lolos Quest dari relikui naga?"
"Apakah dia dari ras Dark Elf?"
"Tidak ! Aku yakin
"Tewas di Domain Quest Relikui Naga.
Nama : Selena Hui.
Ras : Dark Elf, Penyihir bersenjata tongkat.
Servant : Galbatorix dan Shruikan telah kembali kealam roh.
Klass : Rider / pengendara..."
Keadaan membisu. Semua terdiam membaca keterangan itu. Ahli-ahli sihir yang tewas dalam peperangan itu adalah ahli yang sangat mumpuni di ras mereka.
Biar bagaimanapun, semua berduka karena dunia sihir kaum magus telah berkurang satu calon legenda masa depan.
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...