Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Menara Dewa Berkabut


__ADS_3

Dear readers,


Akhirnya bonus dua chapter author persembahkan buat kalian semua. ditengah kesibukan kerjaan author menyempatkan mengetik dua chapter. semua kalian suka. jangan lupa promosikan, jangan lupa utk favorit yaa. terima kasih.....


*********************************


   Ketika Sima Yong sementara mendaftar menjadi anggota Ordo Sayap Suci, penatua Kota Selatan yang bertugas di Aula Arena segera mengirimkan sebuah token melalui array ke Ordo Sayap Suci. Ini adalah prosedur umum jika seseorang melamar menjadi pengikut ordo. Posedur itu hanyalah sekedar pemberitahuan bahwa seseorang melamar untuk menjadi pengikut ordo. Penatua yang terlihat seseorang dari ras nanren itu lalu berkata.


“Tuan … anda terlebih dahulu harus di uji kekuatan daya serang anda. Ini penting untuk menjadi pertimbangan ordo Ketika melihat sebuah aplikasi permohonan bergabung. Silahkan masuk kedalam array itu”


    Sima Yong mengikuti instruksi dan berpindah kemudian berdiri didalam suatu cekungan di aula kota. Penatua nanren itu  lalu mengaktifkan array untuk melakukan uji terhadap kekuatan SIma Yong.


“Silahkan anda menyerang kearah ilusi manusia dihadapan anda. Sebaiknya anda mengerahkan seluruh kemampuan anda. Penilaian penting terletak di kekuatan serangan anda”


    Sima Yong yang berada didalam array itu melihat sosok ahli pedang dari ras Judade yang setara dengan kultivasinya Alam Raja Bintang Lima, Judade ilusi itu menikam kearahnya dengan kejam menggunakan pedang. Kekuatan yang dikerahkan Judade ilusi itu sebesar 350 ribu jin, jauh diatas rata-rata Alam Raja Bintang lima. Sima Yong tidak mau menunggu lama, sebelum pedang Judade ilusi itu menghampiri dia, Sima Yong membentak


“Istirahat…”


   Pedang Hati Rembulan menyambar dengan kekuatan penuh praktisi Alam Raja Bintang Lima. Tidak dalam hitungan satu detik, ilusi praktisi Judade itu lenyap Ketika Pedang Hati Rembulan menusuk tepat di jantung ilusi.


   Wajah penatua aula Arena itu terlihat berubah.


“hanya dalam satu Gerakan dan orang ini setengah Elf telah melenyapkan ilusi praktisi yang menjadi lawannya?” Penatua itu terkejut karena selama dia bertugas di aula arena itu, rata-rata kecepatan yang di capai praktisi Ketika menyelesaikan ilusi adalah lima belas hingga dua puluh Gerakan.


 “Apakah dia monster??? Mari kita melihat seberapa kuat dia” penatua itu lalu mengguncang token ditangannya yang merefleksikan array pertempuran. Kembali penatua itu mengalami shock.


“550 ribu jin kekuatan serangan???...” saking tidak percayanya dia sampai berulangkali menekan token agar merefleksikan hasil penilaian pertempuran Sima Yong. Namun angka tetap terlihat 550 ribu.


 “Bagus sekali tuan muda. Selamat atas kekuatan anda 550 ribu jin. Ini bahkan terasa seperti kekuatan seseorang di ranah Kuasi Alam Tanpa Batas” penatua itu memuji Sima Yong.


    Sima Yong sendiri telihat bingung. Dia bertanya-tanya didalam hati. Bukankah sebelumnya kekuatan ku sebesar 500 jin saja? Mengapa bisa berubah menjadi 550 ribu jin? Jawaban yang paling masuk akal menurutnya adalah kemampuan pemahaman atas Konsep Penyimpangan Ruang telah menambah kekuatannya sebanyak 50 ribu jin. Hatinya menjadi bertambah gembira.

__ADS_1


    Sementara itu di Ordo Sayap Suci, seorang Elder memeriksa di array transmisi berita yang memberitahukan tentang aplikasi permohonan bergabung di Ordo Sayap Suci. Elder Judade yang Bernama Tora Gati itu membaca nama-nama permohonan untuk bergabung di ordo.


“ah… semua terlalu biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Ranah Alam Raja Bintang lima, bukankah itu terlalu lemah Ketika memasuki peperangan di jurang terlarang?”


    Ketika Elder itu baru saja akan membatalkan permohonan aplikasi di array, tiba-tiba tangannya terhenti di salah satu nama.


“Sima Yong, ranah Alam Raja Bintang Lima. Kemampuan Ahli pedang dan penyihir…. Wait.. penyihir??? Menarik”


    Elder Tora Gati melanjutkan membaca,


“Kemampuan serangan menimbulkan pukulan sebesar 550 ribu Jin…. Apa???? Itu adalah kekuatan seseorang di ranah setengah Langkah Alam Tanpa Batas. Sepertinya Ketua ordo harus melihat ini”


    Raksasa Judade itu berlari tegopoh-gopoh menuju tempat tinggal Ordo Leader sambil berteriak,


“Leader…… seorang ahli pedang merangkap penyihir bernilai kekuatan 550 ribu jin ingin bergabung di Ordo kami”


******


“Ini adalah tanda pengenal Ordo Sayap Suci. Pastikan agar anda selalu melapor ke Ordo setiap beberapa minggu agar Ordo dapat memonitor keberadaan anda, apakah masih hidup atau sudah mati. Terlalu sering seseorang di Benua ini mati muda karena perang” penatua itu menyerahkan tanda pengenal berbentuk sayap mungil yang langsung Sima Yong pasang didadanya.


    Sima Yong berniat untuk memasuki Menara Dewa Berkabut, namun sebelumnya dia harus melapor diri kepada beberapa penatua di Ordo Sayap Suci. Ketika Sima Yong tiba di Aula Ordo Sayap Suci, dia hanya menemui seseorang petugas disana. Itu adalah Elder Tora Gati yang menatap penuh kekaguman kepada Sima Yong.


“Aku yakin sekali anak ini akan memperoleh kajayaan dalam beberapa waktu kedepan. Di masa itu, dia akan mengingat bahwa Ketika mendaftar di Ordo Sayap Suci, aku melayaninya dengan ramah”


   Tora Gati adalah ras Judade namun dia memiliki pandangan yang luas. Ketika melihat Sima Yong, dia langsung berniat untuk menjadi minimal seorang kenalan yang ramah. Tora Gati yakin sekali di masa depan nanti, Sima Yong akan menjadi ahli ternama yang menggoncang Benua Penyaringan dewa ini.


   Sesudahnya, Sima Yong pergi lagi di Alun-alun kota untuk memasuki Menara Dewa Berkabut. Menara Dewa Berkabut ini sebenarnya adalah bangunan semacam Pagoda berlantai tujuh. Namun Pagoda itu dimanipulasi dengan Teknik array dan berbagai teknik ilusi sehingga setiap ahli yang mencoba kemampuan di Menara Dewa Berkabut, dapat merasakan bahwa Menara ini seakan sebuah menara yang tidak berujung tingginya. Menara itu dibuat puluhan ribu tahun yang lalu oleh seorang Kaisar Bela diri yang telah menuju keabadian di Alam Dewa.


   Setiap praktisi yang tergabung didalam sebuah Ordo, dapat memasuki Menara Dewa Berkabut ini sekali seumur hidup. Hasil akhir dari pencapaian Menara tertinggi, akan tercatat di sebuah papan batu raksasa di tengah aula Menara Dewa Berkabut. Daftar peringkat satu hingga peringkat 25 di papan batu itu tidak pernah berubah sejak seribu tahun yang lalu. Itu pertanda belum ada seseorang yang memecahkan record ranking satu sampai dua puluh lima dalam seribu tahun ini.


   Manfaat yang paling dicari oleh tenaga-tenaga Ahli Benua Penyaringan Dewa adalah keberuntungan Ketika seseorang memperoleh Sayap ilahi yang diberikan secara acak dari Menara Dewa Berkabut. Pada bab sebelumnya telah dibahas, akan tetapi perlu disebutkan beberapa tipe sayap hadiah dari Menara dewa Berkabut yaitu ;

__ADS_1


“Sayap Mortal Putih, Sayap Rembulan abu-abu, Sayap Meteor ungu, Sayap Antariksa Jingga, Sayap Nirwana Kuning kemilau, Sayap Kehancuran dewa Merah membara, Sayap Lautan Keabadian warna Biru Kelam”


 “Aku ingin mendaftar memasuki Menara Dewa Berkabut” kata Sima Yong kepada seorang gadis penerima tamu dari ras Jingling yang menjaga pintu masuk Menara.


“Tuan… anda harus mempersiapkan biaya 100 Blue Manna untuk biaya memasuki Menara nanti” kata gadis itu sambil mengantarkan Sima Yong ke petugas di bagian dalam Menara.


    Meskipun merasa biaya itu agak mahal, namun Sima Yong mencoba untuk bersikap ramah. Ketika dia dihadapkan dengan seorang petugas Menara dari ras airen, dengan acuh tak acuh airen itu meminta biaya 100 Blue Manna. Setelah Sima Yong membayar, airen itu bertanya…


 “Jadi… kamu akan memulai lantai satu Menara Dewa Berkabut ini. Ada empat mode yang diterapkan Ketika memasuki Menara. Mode low (rendah), medium (menengah), hard (keras) dan terakhir hell (neraka yang berarti sangatlah kuat dan keras). Aku sarankan kamu memasuki mode medium saja mengingat kultivasi kamu hanya di Alam Raja Bintang Lima” dengan tatapan merendahkan airen itu melirik kearah Sima Yong.


    Dengan sabar Sima Yong meminta penjelasan….


“Mohon kakak airen ini menjelaskan apakah itu mode low, medium, hard atau hell? Manfaat apa yang akan diperoleh di masing-masing level?”


   Airen itu membelalakkan matanya. Dia sangat terkejut melihat seseorang yang akan memasuki Menara Dewa Berkabut namun tidak paham dengan perbedaan antara level yang dia sebutkan. Dengan mengkerucutkan bibirnya seakan-akan merasa bosan melihat Sima Yong dia menjelaskan.


“Tentu saja low adalah suatu mode yang paling ringan tekanan serta semua monster dan praktisi yang anda temui didalam adalah yang berkemampuan rendah. Medium adalah peringkat masih dapat di toleransi. Sedangkan Hard dan hell adalah peringkat paling sulit di tembusi para ahli”


“Mengenai manfaat, tentu saja semakin sulit tingkat yang kamu masuki, maka manfaat pemahaman tingkat kultivasi atau semacam Teknik rahasia peninggalan Ahli-ahli jaman ribuan tahun lalu bisa kamu petik di Menara dengan tingkat kesulitan tinggi itu. Bakan juga sayap yang diperoleh adalah sayap dari kelas yang paling langka didunia ini”


 “Kalau begitu, daftarkan aku di mode hell…” Sima Yong berkata ringkas.


    Airen ras kurcaci itu benar-benar terpana mendengar bahwa Sima Yong akan memasuki mode hell di Menara. Ketika dia sadar dari rasa terkejutnya, buru-buru dia menyerahkan sebuah slip giok kepada Sima Yong.


“Ini adalah slip giok melarikan diri. Ketika kamu merasa telah tidak sanggup lagi didalam Menara, segera hancurkan slip giok ini. Kamu akan terlempar keluar dari Menara Dewa Berkabut secara otomatis oleh array yang terpasang didalamnya”.


   Ketika Sima Yong bersiap-siap untuk memasuki Menara Ujian itu, airen penjaga itu segera mengirimkan informasi melalui array telekomunikasi kepada beberapa temannya.


 “Segera ke Menara Dewa Berkabut. Ada tontonan menarik. Seorang ras Nanren campuran Jingling bodoh mencoba ujian Menara Dewa Berkabut dalam mode hell….”


    Dalam sekejab mata, aula di Menara Dewa Berkabut di penuhi oleh ahli-ahli dari berbagai ras dan ordo. Semua datang memenuhi undangan airen penjaga itu. Mereka bersiap-siap untuk mencemooh Sima Yong Ketika dirinya terlempar keluar dari Menar Dewa Berkabut nanti.

__ADS_1


“Ayo taruhan… aku bertaruh… anak laki-laki itu paling lama didalam Menara hanya dua hari saja…”


*Bersambung*


__ADS_2