
>>>>>>>
Lima sosok beyangan terlihat berkelebat di danau Saitana Pari. Seolah-olah mereka tengah terbang diatas air…. kelima orang itu yaitu Sima Yong dan kawan kawannya melayang indah menuju ke bagian tengah perairan danau untuk Kembali ke kapal roh yang mereka tumpangi sebelumnya.
Setelah melakukan penyesuaian atas peningkatan kultivasi, kelima praktisi itu kini telah menjadi stabil pondasi nya di ranah kultivasi yang baru. Aura mereka kini semakin melonjak keluar dan berhawa menindas amat kuat, ketika mereka berlima melangkah dan berlari diatas air.
******
Sebagai Kawasan suci tempat tersimpannya berbagai sumber daya terutama hewan kotrak, Ketika mereka akan meninggalkan Pulau Rahasya Dvipa itu… Sima Yong telah memasang berbagai sihir dan array kuno untuk menyembunyikan lagi ruang spasial berisi hewan kontrak. Demikian juga dengan istana kuno itu.
Sima Yong bahkan menghabiskan waktu setengah hari untuk menyegel Istana Suci kuno itu dengan Teknik sihir, array dan jimat-jimat pelindung. Kini keberadaan istana itu telah Kembali terselubung dan menghilang seperti keadaan semula, menyerupai pada waktu dijaga oleh gorgon dan pasukannya.
Dia memang selalu berusaha menjaga keharmonisan alam dengan mengembalikan keberadaan istana dan ruang spasial ke keadaan seperti semula. Semua dilakukan agar tidak terjadi bencana melanda Pulau Rahasya Dvipa dikemudian hari, apabila seseorang dengan sengaja menemukan sumber daya melimpah seperti Hewan Kontrak di istana itu.
Pria itu berdiri sambil memandang senang…..
“Semua telah sempurna seperti keadaan semula” kata Sima Yong, Ketika itu dia tengah berdiri dan terlihat puas kearah bekas penampakan istana suci yang kini tidak terlihat sama sekali.
“Dengan ranah kekuatan jiwa anda di Master Jiwa Saint 2, maka tentu saja tidak nanti akan membuat sembarangan praktisi mampu mebuka tabir yang tersegel ini. Bahkan bagi seorang ahli di Alam Suci Agung Saint tidak nanti akan mengetahui bahwa terdapat istana kuno yang tersegel di tempat ini” kata Hattaudha dengan kagum.
Sima Yong tersenyum dan sekali lagi memandang kearah hamparan tanah kosong di depannya, lalu dia berkata,
“Baiklah… lalu mari kita semua pergi meninggalkan Pulau Rahsya Dvipa ini. Mungkin kita harus langsung menuju ke Puri Merak Emas. Masa perburuan sumber daya hampir selesai dan saatnya untuk mengikuti pertempuran jalan setapak menuju Puri”
Mereka berlima terlihat melompat dengan Gerakan indah dan turun dari ketinggian gunung Pulau itu. Semua melayang menggunakan Teknik yang amat indah terlihat Ketika berlari menuju kearah pantai.
******
Sore itu diatas kapal roh, Sima Yong tengah memainkan komposisi musi yang di gubah oleh Baron Wei. Dia memetik alat musik Kecapi (harpa/Guzheng) sambil duduk di buritan kapal. Angin meniup dengan sepoi-sepoi sehingga suasana terasa amatlah romantic. Ketika itu matahari mulai bergerak kearah barat. Kedua matahari itu kini telah memancarkan cahaya berwarna jingga pertanda hari akan menujua malam, sehingga posisi Sima Yong duduk memainkan musik bernada mistis itu terlhat seperti sosok dewa arau orang suci, Ketika kemilau warna senja meliputi tubuhnya.
Lagu gubahan Baron Wei yang dipetik dari kecapi itu adalah sebuah lagu perpisahan yang bernada gembira. Akan tetapi karena semua nada ditiup menggunakan kekuatan jiwa, maka irama yang didengar semua mahluk selalu membuat emosi mereka selalu terombang ambing, berubah-ubah bahkan terkadang menimbulkan emosi kesedihan.
Kupu-kupu kecil dan burung-burung cantik kini kembali muncul dari kesunyian langit senja dan kemudian berdiri berjajar untuk mendengar pria itu bermain musik. Sebuah suara bersenandung membacakan sajak, terdengar mengiringi petikan kecapi di buritan kapal.
Tempat rahasia terindah,
Dimana dua Matahari telah berwarna jingga
Tempat dimana kupu-kupu cantik dan burungindah terlihat
Lalu kemudian aku memandang kearah pasir
Pulau bergunung dengan istana suci
Penuh mahluk mungil penuh pesona
Kupu-kupu impian adalah kepunyaanku
__ADS_1
Rase pemikat jadi pelindungku…
Bagaimanakah dengan sang Naga kecil
Apa kabarmu kelelawar hijau
Hai bangau kecil berkaki tunggal
Dan aku menyapa Singa kecil bertanduk
Selamat tinggal istana impian ….. (semua puisi dalam senandung Ye Bing Qing ini murni karya original author Jimmy Chuu. bukan saduran ataupun terjemahan dari manapun)
Suara itu adalah suara Ye Bing Qing. Dia mengiringi petikan kecapi yang dimainkan Sima Yong. Semua puisi yang dia dendangkan itu mengandung kekuatan sihir Master Jiwa Surgawi Level dua. Tentu saja dengan permainan music dan puisi indah dua orang ahli sihir seperti itu dalam seketika mampu mempesona semua mahluk yang mendengarkan duet di senja itu.
Saking merasa senang dengan duet kedua kawannya itu, Tang Yuwen sang praktisi ahli memanah mengabadikan moment itu kedalam sebuah Slip Giok array. Slip Giok array seperti itu memang sering dipergunakan orang kaya untuk menyimpan kenangan atas moment-moment penting dikala itu.
Sementara musik dan puisi didendangkan….Hattaudha, Niryadi dan Tang Yuwen ikut-ikutan merasakan kesedihan mendalam ketika berpisah dari Pulau Rahasya Dvipa. Perjuangan keras mereka, diikuti hasil berbuah manis berupa sumber daya hewan kontrak itu, membuat kesan mendalam atas perjalanan di Hutan Terlarang hingga danau Saitani Pari ini.
Tidak pernah sedikitpun kelima praktisi itu akan menyangka,… kelak dikemudian hari, yaitu ratusan bahkan ribuan tahun kedepan… Puisi yang di dendangkan Ye Bing Qing secara acak itu akan menggetarkan Dunia Para Ahli beladiri dimasa depan nanti.
Pertumpahan darah akan terjadi karena semua praktisi memperebutkan Slip Giok yang merekam posisi pria kuno memainkan alat musik kecapi dan diiringi suara seorang gadis mendendangkan puisi rahasia.
Slip giok berisi musik dan puisi itu adalah petunjuk rahasia bagi seseorang untuk menjadi kultivator kelas Saint bahkan lebih tinggi lagi. Sumber daya Hewan Kontrak yang telah punah terinformasi berada didalam slip giok itu. Siapapun yang memiliki slip giok itu di mitoskan akan menjadi penguasa dunia para kultivator. Akan tetapi itu adalah kisah yang berbeda yang akan author buat dikemudian hari….
******
“Berjanjilah untuk datang Kembali dan menemui kami semua, kakak Yong dan kakak Qing…”
“Aku akan merindukan kakak Yong”
“Tetaplah ingat kami kakak Qing”
Setelah semua sesi cucuran airmata telah selesai, semua hewan-hewan kecil itu meninggalkan kapal dan Kembali ke Pulau Rahasya Dvipa. Ke tiga kawan mereka yang melihat SIma Yong berkomunikasi dengan hewan-hewan itu hanya menggelengkan kepala dengan perasaan aneh.
“Dua orang aneh. Sima Yong dan Ye Bing Qing. Mereka bahkan disukai oleh hewan-hewan kecil tadi”
“Penyihir… yah semua penyihir selalu melakukan hal-hal aneh dan menakjubkan” bisik Hattaudha pelan.
“Kekuatan jiwa Saudara Yong semakin kuat. Rasanya sulit untuk menemukanseseorang yang sebanding dengan dia di Benua Penyaringan Dewa ini” kata Tang Yuwen.
Ketika Sima Yong melihat tiga orang itu melihat mereka berdua dengan perasaan asing, dia menyadari bahwa tindak tanduk mereka sebagai alhi sihir membuat tiga kawannya agak kurang nyaman. Sambil tertawa dia berteriak,
“Hai kalian bertiga… kemarilah dan duduk bersamaku dan Bing Qing”
Tidak menunggu lama ketiga tiga kawan mereka bergabung Bersama keduanya. Sebuah percakapan dimulai….
“Apakah kalian ingin mencicipi sesuatu minuman kaum Elf yang kami sebut Fion?? Di benua Silver tempatku berasal menyebut kaum jingling dengan sebutan Elf” pancing Sima Yong.
__ADS_1
“Seperti apakah minuman itu saudara Yong??” Tanya Ye Bing Qing (Gadis ini tentu saja tidak akrab dengan hal-hal dunia Elf di Benua Silver).
“Apakah itu minuman beralkohol? Rasanya aku terlalu Lelah dalam perjalanan ini. Sedikit minuman alcohol akan membuat kami lebih merasa santai” Kata Niryadi.
Merasa pancingannya berhasil, Sima Yong lalu tertawa dan memberi penjelasan.
“Minuman ini amatlah lezat dan amat keras. Semua bahan ditanam bahkan hingga penyulingan menjadi minuman dikerjakan secara sihir. Iya sihir kaum Elf dimana kaum Elf hanya bernyanyi untuk membuat tanaman subur, bernyanyi untuk menggerakkan semua Teknik penyulingan dan jadilah minuman yang disebut Fion ini” Sima Yong lalu tertawa terbahak-bahak Ketika melihat pandangan terkejut dari kawan-kawannya.
“benarkah ada Teknik dan cara untuk menanam dan menyuling anggur dengan cara sihir seperti itu??” kata Niryadi dan Hattaudha berbarengan.
“Aku benar-benar tidak menyangka ada banyak hal-hal aneh di dunia ini yang berhubungan dengan dunia sihir yang anda kuasai saudara Yong” kata Hattaudha.
Ye Bing Qing hanya terlihat diam saja. Sebagai kaum jingling dia tentu saja akrab dengan hal-hal sihir seperti itu. Akan tetapi tata cara dan adat kaum Elf yang diceritakan Sima Yong itu tidak akan pernah ditemui di Benua Penyaringan Dewa ini. Kaum jingling disini jauh lebih lemah kekuatan sihirnya dibanding kisah-kisah yang diceritakan Sima Yong. Diam-diam gadis jingling itu memendam kerinduan untuk pergi ke dunia Elf dan hidup dengan kaum jingling mula-mula di benua itu.
******
Semua orang diburitan kapal roh itu terlihat tertawa terbahak-bahak Ketika gelas demi gelas Fion mengalir ke tenggorokan mereka.
“Apakah kamu berani mendengarkan lagu pesta Kaum Elf Ketika meminum Fion??” Tantang Sima Yong. Dia tidak terlalu takut mereka akan lepas control, karena semua temannya adalah praktisi dengan kemampuan yang tinggi.
Tanpa menunggu persetujuan mereka, kecapi ditangan Sima Yong memainkan irama pesta rakyat yang sering didendangkan kaum Elf pada saat bergembira. Mulutnya mendendangkan Bahasa-bahasa kuno mengiringi petikan kecapi ditangannya. Dalam sekejab mata, keempat kawannya itu menjadi larut dalam kegembiraan. Mereka menari-nari bahkan sampai lupa diri seakan-akan memasuki keadaan trance.
Suasana pesta kelima praktisi itu sampai-sampai memancing hewan-hewan malam yang berebutan naik ke buritan kapal dan menonton pertunjukan musik Sima Yong. Ikan-ikan bergerombol mengikuti kemana arah kapal berlayar. Semua terpesona dengan irama yang mengandung sihir pemikat jiwa itu.
Sesosok mahluk raksasa tampak mengendap-endap diantara air danau itu dan mencoba mendekati kapal roh secara diam-diam. Rupanya mahluk Talos itupun tertarik Ketika mendengar suara music pemikat jiwa yang dimainkan Sima Yong. Dia berniat secara diam-diam akan mencelakai kelima praktisi itu.
Ketika tubuhnya yang tinggi besar semakin dekat dengan kapal roh, diantara suara hiruk pikuk tawa para ahli itu… tangannya terayun dan memukul keras kearah kapal….
“Tringg……”
Sebuah nada tinggi dari petikan harpa mengagetkan Talos. Tangannya seketika menjadi kaku. Mahluk itu amat terkejut karena baru kali ini ada yang dapat menahan serangan pukulan tangannya.
Mahluk itu terlebih terkejut lagi Ketika sebuah bayangan pria dalam posisi lotus tengah duduk diatas kuda bersayap dan memetik kecapi ditangannya. Pria itu mengulurkan tangannya dan sebuah sinar keluar menyentuh benak Talos…
“Mulai sekarang kamu hanya mematuhi perintahku. Kamu harus menjaga seluruh danau ini dari gangguan siapapun yang mencoba pergi ke Pulau Rahsya Dvipa. Tidak ada yang dapat pergi ke sana tanpa ijin khusus dari ku”.
“Dan ini adalah tanda jika aku memberi ijin seseorang memasuki Pulau, dan kamu tidak diperkenankan mengganggu orang yang membawa tanda khusus dariku ini” Talos itu seketika terkena sihir dan mengangguk kepala. Dia berjanji akan menjaga pulau dan hanya mengijinkan seseroang yang membawa segel khusus dari pria dihadapannya.
“Ingatlah, namaku adalah Sima Yong…….” Mata pria itu berkilauan dan menyentuh benak Talos yang hanya terdiam mengangguk angguk kepala.
*Bersambung*
Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1