Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Istana Kuno.


__ADS_3

“Saudara Yong???” seru Hattaudha Ketika melihat Sima Yong


“Apakah anda benar-benar adalah saudara Sima Yong??” Ye Bing Qing serasa tidak percaya dengan penglihatannya.


“Anda telah berada di ranah Alam Tanpa Batas???” tanya Niryadi seolah tidak percaya….


   Empat praktisi itu menatap dengan penuh takjub dan rasa tidak percaya ketika Sima Yong mengoyak ruang ilusi Fatamorgana tempat mereka berempat mengisolasi diri. Mereka amatlah heran ketika melihat Sima Yong yang baru saja muncul dihadapan mereka dengan kultivasi yang jauh berbeda dibanding keadaan kultivasinya 2 hari yang lalu.


“Menembus 3 ranah kultivasi sekaligus dalam tiga hari… itu adalah hal yang mustahil” semua berpikir hal yang sama.


“Apakah kami telah kehilangan sesuatu berita? Anda tiba-tiba muncul dengan kultivasi yang terlihat menakjubkan seperti ini” Tang Yuwen dengan hati-hati bertanya.


Niryadi langsung nyerocos….


“Saudara Yong… apakah dua benda berkilauan itu adalah hewan kontrak anda??” terdengar nada kagum namun terselip rasa cemburu Ketika Niryadi menanyakan tentang dua benda masing-masing adalah siren kecil berwarna hijau pucat dan kuda bersayap warna putih kebiruan. Dua mahluk yang terlihat mungil lucu itu melayang dan selalu mengikuti kemanapun Sima Yong pergi.


   Semua orang juga menatap Sima Yong dengan pandangan meminta penjelasan……


“Itu benar. Dan kedua hewan kontrak ini membuat kultivasiku meningkat hingga dilevel seperti ini dalam waktu singkat. Aku benar-benar beruntung kali ini” kata Sima Yong.


   Setelah mendengar cerita Sima Yong yang mengalami peningkatan kultivasi seperti itu, keempat kawannya kini menjadi bersemangat untuk secepatnya memiliki hewan kontrak dan melakukan peleburan.


“Akankah kita memiliki keberuntungan untuk melakukan peleburan dengan hewan kontrak seperti saudara Yong??” Hattaudha berbicara dengan nada penuh kerinduan untuk secepatnya memiliki hewan kontrak seperti Sima Yong.


“Aku yakin kalian semua akan memiliki keberuntungan dan kesempatan yang sama seperti aku. Dan untuk memenuhi impian itu, lihatlah didepan kalian…” Kata Sima Yong sambil menunjuk kearah istana kuno yang terlihat di tengah puncak gunung itu.


“Itu adalah???” tanya Tang Yuwen.


Sima Yong lalu menjelaskan,


“Itu semua telah jelas. Ketika aku menyelesaikan pertempuran melawan gorgon, Istana kuno itu muncul setelah ketiganya berhasil ku taklukkan. Rupanya selama ini mereka menyegel istana secara sihir agar tidak dapat di deteksi siapapun. Satu-satunya kemungkinan adalah, terdapat benda berharga didalam Istana kuno yang berusaha disembunyikan kaum gorgon itu”


“Benarkah???” keempat orang itu menjadi amat antusias.


“Aku setuju dengan pemikiran saudara Yong” kata Hattaudha.


   Secara ceroboh Niryadi mulai bergerak menuju ke Istana kuno itu dan diikuti tiga teman nya. Rupanya keinginan memiliki hewan kontrak membuat mereka berempat kehilangan rasa waspada.


“Tahan dulu…!!!” teriak Sima Yong. Keempat orang itu langsung menghentikan Langkah mereka.


“Apakah ada sesuatu yang perlu kami ketahui sebelum memasuki Istana itu, saudara Yong???” tanya Niryadi was-was.


Sima Yong lalu menjelaskan secara singkat.


“Didalam istana tersebut, semua hewan kontrak berada dalam pengawasan dan penjagaan ketat sesosok monster yang diketahui keturunan Khaimera” Sima Yong memperoleh informasi mengenai ini dari Fei Ma si Pegasus.

__ADS_1


“Apakah yang dimaksud monster Khaimera itu??” tanya Ye Bing Qing penasaran. Ketiga temannya juga kini terlihat lebih lebih waspada setelah mendengar nama monster Khaimera yang menjaga bagian dalam Istana kuno itu.


“Khaimera adalah monster sihir yang memiliki sosok mengerikan berupa dua kepala. Satu kepala singa dan dan satunya lagi berbentuk kambing. Sementara ekornya berbentuk ular”.


“Mahluk sihir itu selalu mengeluarkan api yang menyala dari mulut dan hidungnya. Sebuah api yang kabarnya disebut sebagai api neraka. Dan sebagai mahluk sihir, monster itu hanya dapat dikalahkan oleh senjata sihir yang dibuat secara khusus oleh refiner peringkat tinggi untuk melawan mahluk tipe sihir” jelas Sima Yong.


   Keempat ahli itu seketika menjadi ciut nyalinya mendengar penggambaran monster Khaimera. Keinginan untuk menyerang istana kuno itu terhenti disitu. Wajah mereka berubah menjadi cemberut.


“Lalu apakah anda memiliki jalan keluar saudara Yong??” tanya Hattaudha dengan cemas.


   Sebuah Pedang yang memancarkan cahaya keemasan tiba-tiba telah berada di genggaman tangan Sima Yong. Semua orang dibuat silau Ketika melihat pedang tersebut.


“Kebetulan, aku memiliki satu Pedang tipe sihir… ‘Pedang Emas Suci’” kata Sima Yong.


“Wow…. “ keempat ahli itu menatap Pedang Emas Suci dengan tatapan berbinar.


   Wajah penuh kegembiraan kini memenuhi raut wajah keempat ahli Ordo Sayap Suci itu…


“Kita sepertinya memiliki sedikit harapan … “ desis Niryadi.


“Senjata sihir itu memiliki aura mengerikan dan hawa menindas terhadap mahluk tipe sihir (magical beast)” kata Ye Bing Qing pelan. Sebagai seorang ahli beladiri tipe penyihir, gadis itu pun mendambakan sebuah senjata sihir.


******


   Lima sosok ahli dari Ordo Sayap Suci itu melayang dengan Teknik light skill meringankan tubuh. Lompatan yang indah terlihat diperagakan mereka berlima Ketika memasuki halaman Istana kuno itu.


   Sima Yong melangkah hati-hati. Setiap Langkah yang dia lakukan selalu mengikuti perhitungan Teknik array yang telah dia pelajari dari Penatua Ren. Itu adalah Teknik array kuno kaum Elf abu-abu.


   Terlihat benar, meskipun array yang di pasang sebagai jebakan di istana kuno itu adalah array kuno, namun Sima Yong mampu melewati bahkan menghapus semua jebakan di array tersebut. Kemampuan sihirnya sebagai Master Jiwa Peringkat Saint juga ikut membantu dia untuk secara mudah menghapus beberapa array jebakan yang bersifat membunuh.


   Saat itu, setelah dia menghapus semua jebakan array di halaman Istana kuno, Sima Yong dan kawan-kawannya saat ini tampak telah berdiri di pintu Istana kuno yang besar itu. Sima Yong membentuk segel didadanya, lalu dia melambaikan tangan….


“Membuka….!!”


   Gerakan tangan Sima Yong itu terlihat melambai secara pelan, namun hawa pukulan berkekuatan 1.700.000 jin terlempar dan mengunci pintu tebal dan tinggi itu. Ketika angin pukulan yang dilepaskan itu tepat membentur pintu istana,


“Duaar…!!”


   Sebuah ledakan keras terdengar disusul pintu istana terlihat hancur berkeping-keping. Ketika itu semua orang menjaga kewaspadaan mereka.  Tampak dua asap hitam tebal, terbang dengan cepat  dari dalam aula istana menuju kearah Sima Yong dan kawan-kawannya berada.


“Wusshhh….”


“Wusshhh…”


   Ketika melihat dua asap hitam yang keluar dari aula, Sima yang selalu waspada seketika memberi instruksi…

__ADS_1


“Sekarang…!!” teriak Sima Yong


   Menyusul teriakan Sima Yong itu, terlihat jelas Kabut hitam yang tidak kalah menyeramkan dikeluarkan oleh sihir Ye Bing Qing. Kabut hitam pekat itu lalu membentuk lingkaran blackhole menyergap kearah salah satu gumpalan asap istana yang kini mulai membentuk sosok mirip manusia bertubuh tinggi besar.


   Perlahan Ketika sosok itu semakin jelas, mereka adalah sosok manusia yang tubuhnya dibalut jubah hitam Panjang dan mengenakan tudung sehingga menutupi semua wajah mereka. Ye Bing Qing tampaknya telah mengerahkan teknik sihir Kabut Hitam (blackhole) untuk menjebak salah satu mahluk berjubah hitam itu, jauh sebelum mereka siap bertempur.


Dilain pihak………..


“Hujan Panah…!!!” bentak Tang Yuwen.


   Seketika hujan panah tercurah dari angkasa dan mengunci dan mengelilingi salah satu sosok berjubah hitam yang terbentuk dari gumpalan asap itu.


“Trang… trang… trang…” bunyi benturan senjata Ketika dua Pedang Pendek ditangan Niryadi mencecar mahluk berjubah hitam. Terlihat. meskipun dirinya diserang dengan desakan tebasan pedang pendek, namun ahli berjubah hitam itu dengan lincah dan tenang menangkis semua serangan ganas Niryadi. Namun pada akhirnya desakan hujaman pedang pendek Niryadi membuat sosok kubah hitam itu lalu terseret didalam pengaruh array Hujan Panah yang dilepaskan Tang Yuwen.


    Dia langsung terlihat megap-megap, mirip seperti ikan yang dikeluarkan dari air, pada saat dirinya berada di dalam kendali array “hujan panah” Tang Yuwen. Sosok jubah hitam itu menjadi terperanjat Ketika seperempat tenaganya lenyap diserap array itu. Tidak berhenti disitu, array hujan panah mengeluarkan efek sihir yang membuat tubuh sosok berjubah hitam itu terasa kaku (stun) karena ribuan arus listrik yang dihasilkan ‘hujan panah’.


“Tssingggg…!!!”


   Tiga anak panah terlepas dari busur Tang Yuwen dan mengunci kearah batang leher mahluk berjubah hitam itu.


“F***k..!!!” maki sosok berjubah hitam itu\, ketika salah satu anak panah Tang Yuwen menyambar dan menggores lehernya. Darah terlihat menetes dari leher mahluk berjubah hitam. Kain hitam yang membungkus seluruh tubuh sosok itu\, kini terbuka karena sobekan. Leher itu terlihat berwarna putih. Saking putihnya\, sepertinya mahluk itu memiliki kulit putih pucat yang halus.


“Dia sepertinya seorang perempuan…” desis Niryadi.


   Setelah dirinya terluka oleh anak panah Tang Yuwen, mahluk itu kini terlihat tanpa malu-malu membuka kerudung yang tadinya menyamarkan penampilannya. Kini tampak wajah seorang Wanita muda yang amat cantik dan memiliki kulit putih pucat halus. Wanita muda itu kini mulai melepaskan semua jubah hitam yang menutupi tubuhnya.


   Tampak sosok Wanita muda berbentuk tubuh langsing sempurna. Ternyata, dibalik jubah hitam nya dia mengenakan busana yang amat tipis menerawang, yang mampu menggoda iman tiap lelaki yang meliriknya. Tang Yuwen sampai-sampai terdiam dan tidak dapat berbicara. Beberapa kali Tang Yuwen menelan ludah Ketika melihat darah berwarna merah mengalir tipis di leher putih gadis itu.


“Cih… kamu mahluk iblis penggoda laki-laki” maki Niryadi Ketika dia melihat gadis itu dengan sengaja menonjolkan keseksian fisiknya untuk menggoda iman Tang Yuwen. Sepertinya dia tahu, jika ingin mengalahkan tim raksasa Wanita Niryadi, maka si pemanah pria yang harus terlebih dahulu di kalahkan. Dua lawannya adalah tim  yang saling mendukung didalam pertempuran.


   Seakan tidak peduli dengan makian Niryadi, gadis itu kini semakin berani. Dia melakukan Gerakan erotis seperti menghapus keringat di belahan dadanya yang terbuka itu. Busana bagian dada gadis itu, memiliki potongan yang amat rendah sehingga jelkas-jelas mampu menonjolkan dua bukit kecil putih itu didadanya.


   Tang Yuwen semakin merasa pusing. Dia rasanya semakin mabuk melihat pancaran pesona memikat yang pertontonkan gadis muda itu. Lehernya terlihat naik turun karena menelan ludah berulang kali.


“Plak..plak..plak”


   Dengan ganas Niryadi, gadis judade itu menampar pipi Tang Yuwen tiga kali.


“Pria bodoh… buka matamu lebar-lebar. Perempuan itu adalah siluman. Lihat sana, dia memiliki ekor Panjang yang berusaha di sembunyikan. Dia itu mahluk sihir siluman rase” bentak Niryadi Ketika tidakannya membuyarkan sihir yang tengah merasuki Tang Yuwen….


*Bersambung*


Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2