Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ketika Angin Berhembus


__ADS_3

Sima Yong baru saja menyelesaikan level ke 29 di Makam Pedang Raja Pedang Elf. Dia telah beristirahat selama dua hari penuh dan berniat untuk melanjutkan memasuki level 30 pelatihan kecepatan cahaya.


Penampilan wajah Sima Yong kini telah mengalami perubahan yang banyak. Terlihat bekas goresan pedang memenuhi sekujur tubuhnya, dimana pada beberapa bagian di wajah tampannya, juga terhias dengan goresan pedang.


Bukannya memperburuk wajah anak muda itu setelah tergores pedang, akan tetapi bekas-bekas luka itu justru membuat wajahnya menjadi terlihat lebih menonjolkan maskulinitas dirinya, dibalik paras menarik dan awet muda ala kaum Elf.


Sima Yong melompat kedalam barisan terakhir, di bagian ujung Makam Pedang, lalu dia disambut suara mesin array,


"Anda memasuki level 30 di dungeon Makam Pedang Raja Pedang Klan Elf.


Pada tahap ini, kecepatan pedang yang bergerak menyerang anda, adalah secepat 30 kali kecepatan normal, dengan jumlah pedang yang antri melawan anda sebanyak 1000 pedang !


Jika anda merasa ragu memasuki level 30, anda dapat langsung meninggalkan makam pedang dan makam pedang ini akan memberi anda reward berupa sebuah armor peringkat Immortal yang berwarna Hitam.


Namun jika anda melanjutkan perjuangan untuk menerobos level 30, dan anda berhasil, Makam Pedang akan memberi anda hadiah berupa armor peringkat Immortal Hitam, beserta sebuah relikui yang mengandung sepotong jiwa Raja Pedang Elf"


Blam ! Jantung Sima Yong berdentam kencang.


"Sebuah relikui peninggalan Raja Pedang Elf?


Rupa-rupanya benda yang kami cari-cari itu adalah reward yang diberikan Makam Pedang atas kesuksesan seseorang setelah melewati level 30"


Sima Yong melompat kedalam Formasi Pedang di level tiga puluh itu. Kemudian serangkaian serangan pedang dengan kecepatan yang sangat cepat, menyerang dia tanpa henti.


Wush !


Sima Yong melompat ke area aman untuk menarik nafas.


"Kecepatan pedang itu terlalu tidak masuk akal.


Akan di butuhkan beberapa waktu sebelum aku mampu menaklukkan level 30 ini" bayangannya kembali menghilang, lebur didalam rentetan serangan formasi pedang yang tiada habis-habisnya.


******


Lin Hong, Yu Long dan Peng Fai selama berada di Kota Agung Yongheng, berulangkali kepingin bertemu langsung dengan Yang Xiansheng serta melihat langsung kultivasi orang itu. Akan tetapi kesempatan itu selalu saja tidak terjadi.


Kini setelah mendengar bahwa Yang Xiansheng itu sangat gemar melakukan relaksasi jiwa dengan mengunjungi kuil-kuil keagamaan yang mana para pendeta kuil selalu memberikan terapi-terapi kejiwaan dengan musik-musik tertentu dan aroma-aroma penenang, tiga anak muda itu lantas memiliki ide.


Ketiganya lantas menyewa sebuah bangunan yang memadai, lalu membuka usaha dengan nama "Balai Penyembuhan dan Relaksasi Jiwa Tuan Fai"


Di gedung itu disediakan dua ruangan, yang satu digunakan untuk ruang relaksasi Yu Long akan memberi relaksasi dengan memetik Gu Zheng/Kecapi dengan teknik musik jiwanya, sementara Lin Hong menyediakan layanan penyembuhan jiwa melalui tarian jiwa.


Kekuatan jiwa Lin Hong dan Yu Long telah meningkat seiring kenaikan kultivasi mereka, sehingga saat ini peringkat jiwa mereka setara dengan Master Jiwa Surgawi level dua. Itu adalah kekuatan jiwa yang kuat untuk menyembuhkan luka-luka jiwa bahkan pada praktisi di ranah SAGE sekalipun.


Peng Fai yang bertindak seolah-olah manager dengan gigih mempromosikan bisnis mereka, meskipun belum memiliki pelanggan yang loyal dengan bisnis baru mereka.

__ADS_1


"Biayanya terlalu mahal hanya untuk terapi sesederhana itu !" jawab seorang praktisi setelah membaca daftar harga, ketika Peng Fai menawarkan penyembuhan dan relaksasi jiwa kepada salah satu praktisi yang melewati tempat itu.


Darah Peng Fai mendidih, dengan kesal dia berteriak kepada praktisi yang melangkah pergi dengan memandang jijik kepada pria itu,


"Katakan saja kalau kamu tidak punya uang !


Dia pikir mudah-mudah saja memainkan musik sekaligus mengalirkan kekuatan jiwa untuk mempengaruhi kesehatan seseorang, Cih " teriak Peng Fai uring-uringan.


Telah dua hari pembukaan usaha mereka, tidak seorang pun yang berminat, bahkan sekedar melihat-lihat dahulu didalam ruangan Balai Penyembuhan dan Relaksasi itu. Akan tetapi, kemalangan itu tidak selamanya melanda bisnis itu.


Di suatu sore yang kelihatannya akan turun hujan, seorang pria yang berpakaian seperti pria terhormat dari sekte atau klan ternama menghampiri Peng Fai.


"Tuan.. Tolong jelaskan apa yang di maksud dengan penyembuhan jiwa atau relaksasi jiwa di bisnis anda ini" kata pria setengah baya itu


Dengan penuh antusias Peng Fai lantas menjelaskan tentang teknik yang diberikan Balai Penyembuhan mereka, yaitu menggunakan kekuatan jiwa untuk menyusun jiwa agar kembali menjadi terasa seperti terlahir menjadi jiwa yang baru lagi.


Merasa penasaran dengan penjelasan Peng Fai, maka pria itu lantas memasuki bangunan Balai Penyembuhan dan Relaksasi Jiwa itu. Bau harumnya dupa dan aroma terapi lantas menyergap penciuman pria itu yang seketika merasa rileks.


"Kami bahkan belum memulai terapi, dan anda telah merasa rileks. Silahkan berguling di dipan beralaskan selimut tebal nyaman, dan biarkan pemusik relaksasi kami akan memetik kecapi untuk anda" kata Peng Fai.


Pria yang ternyata adalah salah seorang Penatua di Klan Super bernama Chen Kong itu langsung terhinotis ketika Yu Long mulai memetik kecapi ditangannya. Chen Kong lantas tertidur nyenyak seperti bayi dengan posisi membentuk busur.


Satu jam kemudian, Chen Kong tersadar ketika dia dibangunkan dengan pelan oleh Peng Fai yang mengatakan jadwal terapinya telah selesai.


"Aku merasa seperti terlahir dengan jiwa yang baru" kata Chen Kong penuh ketakjuban.


******


Mulai hari itu, Balai Penyembuhan dan Relaksasi Jiwa Tn Fai selalu sibuk di penuhi dengan permintaan terapi oleh banyak orang-orang kaya di Kota Agung Yongheng.


Karena banyaknya permintaan untuk terapi kejiwaan itu, Peng Fai lalu mengatur acara khusus seminggu sekali dengan memadukan permainan Musik Kecapi Yu Long dengan tarian jiwa Lin Hong.


Penampilan perdana duet Yu Long dan Lin Hong itu menuai kesuksesan besar. Sehingga dalam waktu singkat Nama Balai Penyembuhan dan Relaksasi Jiwa itu menjadi bahan pembicaraan di Kota Agung Yongheng.


Setiap kali Balai Penyembuhan dan Relaksasi itu membuat acara perpaduan tarian jiwa dan musik relaksasi, selalu saja tiket yang ada terjual habis. Sampai-sampai sering sekali banyak yang mengeluh karena tidak memperoleh slot menyaksikan pertunjukan hebat itu.


Di suatu bagian di Kota Agung Yongheng, seorang pria muda terlihat sedang berbicara dengan bujangnya,


"Aku tidak mau tahu, bagaimanapun cara kamu berusaha, kamu harus memperoleh tiga slot untuk menyaksikan musik penyembuhan jiwa itu.


Seorang kawan baikku, datang jauh-jauh dari negri diseberang sana, maka dia layak untuk melihat pertunjukkan yang langka ini"


Bujang itu lantas menyembah dan berkata,


"Baik Yang Xiansheng.

__ADS_1


Hamba akan berusaha memperoleh tiga slot bagi anda nanti"


Bujang itu lantas mengundurkan diri, dan pergi berjuang untuk memperoleh tiga buah slot untuk menonton pertunjukan tarian dan musik yang tengah membuat geger seisi Kota Agung Yongsheng.


Tidak menunggu terlalu lama untuk bujang itu pada akhirnya memperoleh tiga slot tiket bahkan di deretan VIP paling depan, setelah dia menjual nama Yang Xiansheng kepada gadis penjual tiket yang seketika berubah ramah setelah mendengar nama Yang Xiansheng.


******


Malam pertunjukan gabungan Musik Relaksasi dan Tarian Jiwa tidak lama lagi akan dimulai, sementara Peng Fai tersenyum puas melihat gedung yang mereka sewa itu. Awalnya gedung itu terlihat suram, namun lihatlah sekarang.


Gedung itu telah di hiasi lampu-lampu yang indah, sampai-sampai kesan sebagai sebuah Balai Penyembuhan telah pudar, berganti dengan penampilan menawan yang membuat orang lebih betah berada di sana. Meskipun telah di hiasi lampu-lampu warna-warna, akan tetapi aroma-aroma obat-obatan tetap tercium keras di dalam gedung, sehingga kesan seperti rumah hiburan menjadi pudar ketika berada didalam ruang pengobatan itu.


"Itulah dia, Yang Xiansheng" batin Peng Fai dari tangga-tangga, ketika melihat sosok tinggi berpenampilan menawan, berjalan menuju bangunan Balai Penyembuhan mereka.


"Siapa dua orang yang datang bersama Yang Xiansheng itu?" Peng Fai mengernyitkan keningnya. Dia tidak merasa mendengar informsi keberadaan dua orang yang datang bersama Yang Xiansheng itu.


Yang Xiansheng semakin dekat dengan Peng Fai, lalu anak muda itu memeriksa kultivasi Yang Xiansheng diam-diam,


"Demi dewa.. Kultivasi nya memang di ranah SAGE level 7" desis Peng Fai.


Peng Fai buru-buru membungkuk memberi hormat, lalu berkata,


"Yang Xiansheng, telah lama aku mendengar nama anda. Pada akhirnya Yang Xiansheng ahli nomor satu wilayah tengah ini datang mengunjungi stand pengobatan kami yang buruk ini...


Mari ... Anda dipersilahkan masuk" Peng Fai selaku tuan rumah berlaku sangat ramah. Apalagi Yang Xiansheng itu terlihat tidak sombong, yang ada dia malahan bercakap-cakap sepatah dua patah kata dengan Peng Fai.


Blam !


"Demi dewa... S-siapa perempuan bercadar ini? K-kultivasinya di ranah SAGE level dua.


Dia bahkan lebih tinggi dibanding pria tampan yang berwajah congkak dan seperti penjilat mengejar-ngejar gadis bercadar itu?" Peng Fai mengagumi kultivasi perempuan bercadar yang datang dengan Ya Xiansheng. Sementara dalam hatinya dia juga mencibir kelakuan pria satunya yang seperti menjilat kesana kemari mengambil hati si cadar.


Peng Fai berusaha terus merunduk dalam hormat, sebagai bukti sopan santun. Akan tetapi jiwa keingin tahuan yang demikian besar, membuat Peng Fai melirik sebentar.


Wush !


Bersamaa pada saat itu angin kencang berhembus, cadar yang menutupi sebagian wajah gadis itu tersingkap. Peng Fai melongo dalam ketidak percayaan. Tanpa sadar dia berkata,


"F-fen ying?"


*Bersambung*


 


  Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2