
Ye Keung kemudian tertawa dengan keras ketika mendengar Sima Yong menanyakan apakah dirinya mewarisi Relikui kepunyaan Raja Pedang iblis,
"Hahaha... menarik sekali ! Kamu bertanya demikian namun kenyataan kamu sendiri mempu membuat domain dan medan gaya pedang sendiri.
Bahkan menurut pengamatan ku kemungkinan besar kamu memiliki kemampuan menciptakan domain semacam itu, lebih dari satu domain bukan?
Aku melihat kombinasi dua Raja Pedang kuno di semua teknik yang kamu mainkan" Ye Kueng berkata dengan tenang.
Meski terlihat tenang seperti itu, pada kenyataannya Ye Keung diam-diam sedang terpana dengan bakat dan kemampuan memainkan teknik-teknik pedang kuno, serta berkah dan keberuntungan anak muda di depannya.
Jika di bandingkan dengan Sima Yong, dia tahu kalau bakat, serta kemampuan dan teknik tempur yang dia miliki hanya terbilang rata-rata jika di bandingkan Sima Yong.
Ye Keung sadar. Meskipun dia mampu menciptakan domain pedang sesuai warisan yang dia dapat dari relikui Raja Pedang iblis, akan tetapi dia sama sekali tidak mampu melakukan teknik tertinggi dari pemahaman beladiri, itulah yang di namakan Niat Pedang.
Hingga saat ini, dia belum bisa memahami apa yang disebut Niat Pedang seperti yang tertulis di naskah-naskah kuno - yang menceritakan bahwa semua Raja Pedang, yang ada sejak dahulu kala, semuanya memahami sesuatu yang di sebut Niat Pedang. Niat pedang itu sepertinya salah satu syarat mutlak bagi seorang praktisi untuk layak di panggil Raja Pedang.
Ye Keung telah memperhatikan, sejak awal-awal peperangan dua pihak itu dimulai. Dua SAGE yang dikirimkan mewakili Kaum Pembebas,
SAGE pertama yang bernama Atid maupun Sima Yong, kedua anak muda ini, keduanya telah sampai pada tahap memahami Niat Pedang dan Niat Pembantaian Pedang.
"Dua anak muda itu memiliki bakat yang kelak membuat mereka pantas di sebut Raja Pedang" batin Ye Keung.
"Menghadapi bakat tak tertandingi di hadapan anak muda yang kelak akan di sebut Raja Pedang ini, satu-satunya cara adalah membuat perbedaan kultivasi"
Ye Keung melempar senyum misterius kearah Sima Yong. Dia terlihat mengambil posisi semedi, membuat gerakan duduk bersila seperti bunga lotus (teratai). Sima Yong terheran-heran, demikian juga semua prajurit dan orang-orang yang terhenti berperang. Semua perhatian kini terarah pertarungan dua orang ahli Kuasi Alam Melintas Immortal (Kuasi adalah setengah langkah).
Hening... Sepebakaran hio berlalu
Mendadak langit yang telah gelap gulita itu berpusing-pusing hebat dan berpendar-pendar dalam nuansa warna merah darah. Sebuah energi yang sangat besar terasa menindas seisi Padang Impian Bidadari.
Tubuh Ye Keung terlihat mencelat ke angkasa. Dia melayang diangkasa dengan rambut yang melambai-lambai tertiup angin. Aura kultivasi baru yang lebih kuat mengerikan, terasa kental keluar membanjiri seisi Padang Impian Bidadari.
"Ye Keung melakukan penerobosan kultivasi dari Kuasi Melintas Immortal, menjadi seorang ahli Alam Melintas Immortal peringkat rendah? Bagaimana mungkin !"
Jelas semua orang menjadi sangat tekejut. Bagaimana cara Ye Kuang hanya melakukan semedi sekitar sepebakaran hio dan langsung menerobos di ranah Alam Melintas Immortal peringkat paling rendah.
__ADS_1
(berikut adalah sedikit keterangan tambahan untuk sekedar mengingatkan reader yang selalu lupa dengan tingkat kultivasi di buku ini. Alam mortal, Alam kondensasi roh, Alam roh tercerahkan, Alam Bayi Spirit, Alam Spirit agung, Alam Raja, Alam pencerahan suci, SAINT, Alam melintas SAGE, SAGE, Alam melintas immortal dan immortal.
Untuk setiap ranah di level 9 atau level puncak, terdapat satu ranah yang disebut KUASI atau Semu atau Pseudo atau Setengah Langkah. Ranah ini tinggal menunggu satu stimulasi untuk praktisi berpindah ranah kultivasi yang lebih tinggi).
"Tidak mungkin... Bagaimana bisa?"
"Jadi selama ini Ye Keung itu menahan laju kultivasinya, dan bertahan di kuasi Melintas Immortal? Dan Sima Yong, anak muda itu memaksa Ye Keung untuk menerobos dan tidak lagi menyembunyikan kultivasinya?"
"Ya benar. Ye Keung, Semidevil itu telah berusia lebih dari 200 tahun. Mungkin 300 tahun usianya. Wajar saja jika dia menahan kultivasinya untuk menghindari sorotan. Kenyataannya dia adalahahli tak terduga"
******
Sambil melayang-layang di udara, Ye Keung menatap garang ke bawah. Dia mencengkeram pedang merahnya yang panjang, lalu membuat gerakan menggambar bulan sabit di udara. Tanpa ekspresi dia berkata,
“Meskipun aku mungkin tidak mampu mengalahkan semua teknik pedang dan bela diri kamu, well kamu mewarisi dua Relikui Raja pedang bukan?
Namun ingat ! aku akan membunuh kamu di sini dan merampas semua nya. Aku akan menggunakan warisan Raja Pedang yang anda miliki, untuk membuka jalan bagi ku untuk menjadi seorang ahli yang disebut Immortal!”
Sima Yong mengeluarkan tawa tertawa kecil. Dengan ringan dia berkata
“Jadi... Dengan status ahli di ranah Alam Melintas Immortal itu, anda berpikir kalau anda telah menang?
Ye Keun mencibir,
”Kalau begitu silahkan maju. Biarkan aku melihat betapa ketidak mampuan kamu mematahkan Domain Raja Pedang iblis saya“
Begitu Ye Keung selesai berkata-kata, aura Sima Yong langsung meningkat cepat berubah menjadi drastis. Dia melompat ke angkasa menyusul keberadaan Ye Keung. Tangannya mengacungkan Pedang Immortal Hitam tinggi-tinggi. Aura Pedang Immortal Hitam keliatan memancar dengan mengerikan, tak terbatas dan terlihat sangat megah. Aura pedang lantas berlari cepat menabrak udara di sekeliling Ye Keung, membikin langit serasa akan runtuh.
Ye Keung sendiri membuat gerakan menukik kebawah menghadang Sima Yong. Dunia di belakangnya kelihatan melengkung, membentuk energi merah darah yang berputar di sekelilingnya. Ye Keung mengangkat pedang merah tinggi-tinggi ke udara sehingga cahaya penuh darah seperti menembus langit. Bulan bundar yang terlihat seperti iblis muncul di belakangnya.
“Energi Darah !”
Aura darah domain pedang iblis menyatu dengan tusukan pedang merah di tangan dan dikombinasikan dengan hawa membunuh Ye Keung belari cepat seperti meteor. Dengan tusukan pedang merahnya, merah darah yang luas dan tak terbatas menutupi langit.
Kening Sima Yong mengerut. Dalam menghadapi Ye Keung yang begitu kuat di ranah Alam Melintas Immortal, dia secara alami tidak akan akan mampu.
__ADS_1
Ada terdapat celah yang demikian lebar antara Kuasi Alam Melintas Immortal dengan Alam Melintas Immortal yang sesungguhnya. Dia mengangkat pedang hitam. Kabut hitam berkepala naga melolong. Sejumlah besar energi Qi mengalir ke pedang hitam itu.
Domain di sekitar pedang Sima Yong terlihat pecah seperti kaca, menimbulkan suara kretek-kretek memekakkan telinga. Kekuatan domain dengan liar mendesak keluar, memaksa bergabung dengan Aura Hitam kepala naga.
Badai angkasa ikut-ikut melolong, dan angin badai Chakra Angin ikut-ikut mengamuk. Kekuatan badai angin dan kekuatan domain pedang meletus, menciptakan kabut hitam kelam menelan kekosongan! Dunia dibelakang Sima Yong menghitam sekelam malam.
“Hancurkan!”
Sima Yong menjadi satu dengan pedang. Seperti malam yang merembet penuh kabut yang kian membentang sampai tak terbatas, cahaya Pedang Immortal Hitam menembus Domain Darah Raja Pedang iblis, membuat dunia serasa terbelah dua!
Daa kekuatan domain pedang bertemu begitu cepat dengan menimbulkan bencana serupa dua meteor saling menabrak. Padang rumput Impian Bidadari di bawah mereka mengeluarkan suara retak-retak. Semua prajurit dari dua belah pihak berlari-lari menyelamatkan diri dari aura kejam bentrokan itu .
Padang rumput yang hancur benar-benar tercabik-cabik oleh gelombang ledakan!
"apa?“ wajah Ye Keung berubah pucat.
"Domain Raja Pedang iblis berwarna merah darah benar-benar telah hancur berantakan?"
Energi Darah Raja iblis !
Pedang Terbang Raja Pedang !
Gelombang energi yang tak terhitung jumlahnya mengalir keluar dari
Dua ahli yang kembali terlibat pertempuran saling menyerang. Cahaya pedang terlihat menakjubkan. Sima Yong dan Ye Keung kembali menyerang bersamaan. Domain merah darah kembali terbentuk di belakang Ye Keung.
Lalu benturan dua pedang sekali lagi terdengar, demikian keras sampai-sampai membentuk ledakan mengerikan yang menyebar dengan eksplosif. Domain merah darah Raja Pedang iblis terlihat hampir hancur dengan gurat-gurat retak, sebagai dampak benturan tadi.
Pertemuan dua tenaga yang tidak masuk akal itu membuat Sima Yong terlempar mundur oleh gelombang kejut ledakan. Sebuah cahaya pedang berwarna merah berputar di sekelilingnya seperti cambuk. Kemudian memecut punggungnya seperti tebasan pedang.
Semua energi pelindung dan mantra sihir yang di pasang di sekujur tubuh sebagai pelindung hanya mampu menahan sebagian kekuatan sebelum tebasan pedang merah. Zirah berwarna merah di punggung nya secara tercabik-cabik. Dia memuntahkan seteguk darah.
Beruntungnya zirah berwarna merah itu di suling langsung oleh Master Huang Chi dari Sekte Malaikat Kelabu. Master Huang Chi adalah seorang Refiner sejati peturunan Elf yang jarang tandingannya saat ini. Belum lagi didalam zirah merah itu,
Sima Yong mengenakan Rompi Roh peringkat Immortal hadiah Raja Pedang Elf. Kemudian kombinasikan dengan Gerbang Batas yaitu yang selalu memompa penyembuhan dan perbaikan semua energi Qi nya membuat Sima Yong mampu dan kuat menahan tebasan pedang merah Ye Keung tanpa cedera serius.
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...