
Saat ini adalah musim dingin di bagian utara benua. Akan tetapi kehangatan terasa menjalar di seluruh kawanan Hutan Mistis yang membentuk Realm khusus untuk kehidupan kaum Magical Beast.
Pelan-pelan angin musim semi berhembus hangat menerpa kulit-kulit wajah dan memberi semburat warna dadu jingga di pipi peri-peri mungil yang beterbangan di kota di atas Teratai. Mereka semua terlihat tertawa penuh canda sambil sesekali mengunyah biji teratai yang manis.
Di satu sudut satu rumah di perkampungan kaum peri itu, adalah tempat tinggal seorang alkemis peri bernama Thelthorn - suasana di ruang pamer alkemis itu terlihat tiga sosok yang tengah sedang bercakap-cakap. Itulah Thelthorn dengan dua pelanggannya yaitu Sima Yong dan Mismaya.
Sejak awal alkemis itu merasa penampilan aneh Sima Yong, mengingatkannya akan satu ras yang kuat dalam merapal mantra sihir.
"Maafkan aku karena bertanya terlalu personal..
Apakah anda dari Ras Elf? setidaknya anda keturunan Elf?" tanya alkemis itu dengan sopan.
Sima Yong yang saat itu duduk bersila di lantai menjawab singkat.
"Sesungguhnya aku bukanlah Ras Elf seperti yang tampak dari luar. Aku adalah satu ras manusia namun di modifikasi dengan kekuatan sihir Elf ketika aku menghadiri pesta perayaan kaum itu" jawabnya
Thelthorn terlihat masih penasaran. Dia melanjut kan pertanyaannya.
"Namun apakah tuan ini memiliki beberapa kemampuan bawaan Kaum Elf, semisal ketangkasan atau keahlian merapal mantra diatas rata-rata ras lainnya? Setidaknya tuan memiliki kekuatan energi jiwa yang setara dengan kemampuan Kaum Elf?"
Pria berbaju kelabu itu tidak langsung menjawab. Ia terlihat mencerna baik-baik arah pertanyaan, dan maksud alkemis peri ini.
"Jika aku mengatakan kalau kemampuan energi sihirku diatas rata-rata Elf apakah anda akan percaya? - hening -
Dan jika aku mengatakan kalau aku tidak memiliki kemampuan dalam mengolah energi sihir seperti Kaum Elf, apakah Tuan Thelthorn akan percaya?" si anak muda berbalik melempar jawaban agar Thelthorn menjawab sendiri pertanyaannya.
Memindai...! Alkemis kaum peri itu lantas melakukan pemindaian dengan sihir ke anak muda di hadapannya.
"Kosong..! Tidak terbaca satu pun aktivitas energi sihir. Anak muda ini terlihat seperti tidak memiliki energi sihir sama sekali" batin Thelthorn. Wajahnya menjadi muram.
Sesungguhnya sebagai seorang alkemis sihir, Thelthorn ini tengah melakukan percobaan dengan memuat suatu artefak, namun di dalam salinan resep itu mencantumkan harus menggunakan sihir Elf dengan bahas kuno nya.
"Ah sudahlah.. mungkin aku terlalu berharap banyak" katanya. Wajah nya di ubah kembali menjadi riang..
"Jadi Mismaya, sayap jenis apa yang kamu inginkan kali ini?" tanya Thelthorn ramah. Dia mencoba menutup kekecewaan ketika tahu Sima Yong tidak memiliki energi sihir sedikitpun.
"Well Tuan Thelthorn, aku ingin sayap yang biasa saja. Anda tahu bukan? Kemampuan keuanganku bukanlah seperti Varrith Putra Patriak... jadi jika ada sayap baru yang di jual dengan harga termurah, tolong biarkan Mismaya kecil ini membelinya" jawab Mismaya.
"Kalau begitu mari kita masuk ke dalam ruang workshopku" ajak Thelthorn. Dia lantas berjalan memasuki satu pintu kecil yang jelas-jelas hanya muat untuk ukuran peri yang mungil.
__ADS_1
Kelihatannya Thelthorn tidak lagi memerdulikan Sima Yong setelah mengetahui kalau anak muda itu tidak memiliki kekuatan energi sihir seperti yang dimiliki Kaum Elf. Dia dengan sengaja mengajak Mismaya untuk memasuki ruang workshopnya yang pintu nya kecil dan sangat tidak mungkin di lewati manusia seukuran Sima Yong.
"Jadi dear Mismaya, lihatlah ... ini adalah sekumpulan sayap pengganti yang aku buat dan kerjakan sendiri dengan sangat hati-hati. Kamu dapat memilih salah satunya dengan harga yang pantas" Mismaya tidak dapat berkata-kata ketika melihat hamparan sayap-sayap imitasi yang di buat alkemis itu.
Melihat raut terkagum-kagum di wajah Mismaya, dengan bangga Thelthron membalikkan badannya dan mencoba menatap Mismaya agar dapat memberikan kisah-kisah lebih dramatis tentang ke ahliannya.
Namun detik itu juga sang alkemis tertegun. Dia terkejut ketika melihat si anak muda berbaju kelabu, tahu-tahu telah ikut berdiri di dalam ruang workshop nya.. Bahkan si baju kelabu bersikap santai
"Bagaimana mungkin manusia ini dapat melewati pintu yang demikian kecil?"batinnya.
"Tunggu sebentar.. ukuran tubuh pria ini menjadi kecil seperti kaum peri? Apakah yang terjadi? B-bagaimana bisa?" pekiknya di dalam hati.
"Anda dapat mengubah tubuh menjadi kecil?" tanya Thelthorn mulai bersikap sopan dan berhati-hati. Sepertinya anak muda didepannya bukan manusia sembarangan.
"Seperti yang anda lihat" jawab Sima Yong singkat
Sementara itu Mismaya sibuk memilih-milih jenis sayap yang akan dia beli, Thelthorn mendekati Sima Yong dan bertanya lagi.
"Tuan muda. Sepertinya anda adalah seorang praktisi dari dunia luar yang diam-diam dan tidak kepingin menonjolkan nama.
YAng alu tahu ... kemampuan mengolah otot dan tulang sehingga mengecil seperti ini tidak dapat di lakukan oleh sembarang ahli.
"Maafkan jika sejak awal Thelthron ini tidak jeli untuk dapat melihat seorang ahli seperti anda di depan mata.
Aku akui sebelumnya memang telah melakukan pemindaian terhadap diri anda, namun aku tidak menemukan sesuatu energi hawa murni apalagi energi jiwa yang di sebut sihir itu.
Maafkan kelancanganku tadi" Suara Thelthorn menjadi lebih rendah. Alkemis ini terang-terangan meminta maaf dan mengakui kekurangannya yang pada awal tadi telah meragukan anak muda itu.
Sima Yong sendiri adalah sosok yang menghargai seseorang yang dengan sportif mengakui kesalahannya. Katanya,
"Tidak perlu terlalu di masalahkan hal itu. Aku disini hanya karena di ajak oleh Mismaya peri kecil itu. Dia akan mengantarku ke suatu tempat, dan harus memilih sayap pengganti yang pantas dan cocok untuk nya" kata Sima Yong lembut.
Sementara itu, Mismaya yang telah selesai dengan memilih sayap yang di sukainya nya berteriak pelan.
"Alkemis Thelthron, aku kepingin sayap standar itu" Mismaya menunjuk di rak pajangan, satu sayap mungil menyerupai sayap kupu-kupu.
Warna sayap kupu-kupu itu sebenanrnya terlihat tidak telalu menarik. Sayap itu hanyalah perpaduan dua warna ala kadarnya yaitu campuran hitam dan putih monoton. Namun Mismaya berpura-pura tampak bahagia dengan memilih sayap berpenampilan minim itu Dia yakin sekali kalau sayap dengan penggunaan bahan pewarna seminim ini, pasti harga nya murah.
Akan tetapi wajah peri muda itu berubah menjadi pucat, ketika Alkemis Thelthorn menyebutkan sejumlah nilai untuk harga sayap itu.
"Apa? Untuk sepasang sayap dengan tampilan seminim ini aku harus mengeluarkan biaya 5.000 Eliksir menengah warna Biru terang?
__ADS_1
I-itu adalah jumlah yang jauh diatas harga sayap yang ku beli tiga bulan yang lalu" jawab Mismaya dengan suara bergetar. Dia hanya memiliki total 2000 Eliksir.
Alkemis Thelthorn berbalik menjelaskan kalau sayap yang di dipilih Mismaya adalah menggunakan bahan-bahan langka yang hanya dapat dia beli di Kota Perdamaian, suatu kota campuran berbagai ras yang letaknya di bagian tengah realm ini. Oleh karena nya biaya mengantar bahan-bahan sayap itu mahal, harganya pun ikut-ikutan meningkat di banding harga serupa beberapa bulan yang lalu.
Mismaya seketika di rundung rasa kecewa mendalam. Impiannya sirna dan keinginan untuk menemani Tuan Muda itu menjadi pudar. Dia tak dapat berkata-kata lebih banyak, selain meneteskan air mata.
Sima Yong yang menjadi iba, di samping ia tentu saja membutuhkan seorang penuntun jalan yang paham dengan realm magical beast ini, lantas menengahi.
"Sebentara ... Lihat ini Tuan Thelthorn"
"Aku pikir aku dapat menanggulangi biaya yang di butuhkan Mismaya. Aku akan menjual benda ini pada anda, dipotong harga sayap yang dipilih Mismaya" kata Sima Yong enteng.
Anak muda itu lalu mengeluarkan sesuatu dari dari cincin tata ruang nya. Benda itu berkilauan dalam warna gemerlap merah menyilaukan mata. Seketika suatu aura penuh penindasan terpancar dari benda di tangan Sima Yong itu.
"B-belati tempur peringkat Dao merah?" jerit Thelthorn dengan suara terjepit.
Benda tempur roh peringkat Dao adalah keberadaan yang sangat lamgka. Bahkan keberadaannya dapat di katakan sudah menyerupai suatu benda artefak yang sangat sulit di temui di Benua Silver. Dengan gemetar alkemis itu bertanya,
"B-berapa nilai belati Peringkat Dao ini akan anda akan jual?"
Sima Yong tersenyum. Katanya,
"Namanya adalah Belati Tepian Waktu. Benda roh ini jika di jual di luar dunia Realm Magical Beast ini, akan di hargai setidaknya dengan 100.000 Energi Stone peringkat tinggi. Bahkan jika di pelelangan mungkin harga nya bisa mencapi lima kali lipat.
Namun aku akan menjual kepada anda dengan harga yang sama, di konversi ke nilai Eliksir. 100.000 Merah Jambu (peringkat tinggi) aku pikir adalah harga yang pantas. Tidak kurang" jawab Sima Yong.
Alkemis Thelthorn gemetar dan mengangguk-angguk kepala berulang kali. Dalam hatinya jika dia berpikir akan menjual ulang benda ini, nilainya bahkan bisa dua kali lipat.
Akan tetapi hati kecilnya berbisik lagi, "Aku tidak akan menjual Belati Tepian Waktu ini. Biarkan orang-orang di Klan Peri melihatku begitu gagah menggunakan satu Senjata Peringkat Dao"
Alkemis peri itu lalu tersenyum gugup. Dia buru-buru mengambil 100.000 Eliksir Merah Jambu, suatu alat pembayaran peringkat tertinggi di realm ini. Ketika dia akan menyerahkan semua Eliksir itu, pria berbaju kelabu itu berkata,
"Tolong di potong dengan harga sayap yang paling mahal. Aku dengar Varrith putra patriak mengenakan sayap khusus bernama Komet Petir.
Tolong siapkan satu perangkat sayap serupa untuk peri kecil Mismaya ini. Sisanya anda dapat menyerahkan Eliksir Merah Jambu kepadaku" kata Sima Yong santai.
Mismaya melongo. Tidak pernah bahkan di dalam mimpi sekalipun bahwa dia membayangkan akan memiliki dan berkeinginan memiliki sayap Komet Petir seperti milik Varrith putra patriak. Namun kini, manusia yang dia temui menghadiahkan begitu saja sayap Komet Petir? "Oh demi dewa .. aku memuja mu Tuan Muda" jerit Mismaya di dalam hati penuh rasa gembira.
Bersambung
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3
__ADS_1